Sunday, May 29, 2016

Manfaat Tandem Nursing Kakak-Adik

Banyak sekali yang kontra ketika saya memutuskan untuk tandem Nursing kakak-adik
Beberapa diantaranya beralasan
  • Kasihan adiknya nanti nggak kebagian ASI sampe 2 tahun
  • Nanti ASI-nya kering
  • ASI-nya nggak sehat
  • Nanti adiknya kalah *nggak tau kalah dalam artian apa maksudnya :D
  • Jadi penyakit, racun, dsb

Tapi dasar saya nya yang ngeyel pengen tetep sukses ASI adik - kakak, jadinya saya tetep ngeloyor lanjut nyusuin tandem.Toh yang penting suami support full saya
Kami tidak ingin membedakan perlakuan ASI kami untuk kakak dan adik, Jika adik harus bisa berhasil ASI 2 tahun, ya kenapa si kakak harus di sapih sebelum 2 tahun.
Saya dan suami bertekad bisa sukses ASI kakak-adik, sehingga saya berusaha mencari informasi sebanyak mungkin tentang tandem ASI kakak-adik

Dari banyak info yang saya dapat, ternyata tandem ASI memiliki banyak keuntungan, diantaranya :

  • Mengurangi sibling rivalry (persaingan saudara) antara kakak dan adik. Saya rasa keuntungan yang satu ini masuk akal, karena saat menyusu bersama, baik kakak maupun adik tidak ada yang merasa di acuhkan.
  • Menambah kedekatan persaudaraan kakak-adik. Saat menyusu bersama saya perhatikan kakak-adik ini ternyata sering saling menggoda dan bercanda.
  • Kakak yang awalnya GTM menjadi ikut semog semlohay. Waktu awal kontrol ke dokter anak, bu dokter bilang "wahhhhh kakaknya ikut gendut juga ya...Ya iya wong kakaknya dapat lemaknya ASI eksklusif". Sebagai info dari dokter anak, kandungan ASI bayi 0-6 bulan mengandung lebih banyak lemak ketimbang ASI untuk usia 6 bulan keatas.
  • ASI menjadi berlimpah. Tidak perlu takut ASI menjadi kering kerontang, karena ASI itu mekanismenya Suplay on Demand. Jadi semakin sering dikeluarkan (disusukan) maka semakin banyak juga produksinya
  • Mengurangi resiko engorgement (kalo orang bilang mastitis). Hal ini dikarenakan, dengan ukuran lambung si kakak yang sudah lumayan besar, dan hisapan si kakak yang lebih kuat dari si adik. Sehingga, jika adik lagi males nyusu sedangkan ASI kita lagi deres-deresnya, kita bisa minta si kakak menyusu untuk mengurangi sumbatan.
Oh ya tetapi sebelum memutuskan tandem, mungkin ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain kontra dari orang sekitar tentunya, yaitu :

  • Tandem menyusui dua orang bayi/anak membutuhkan lebih banyak tenaga. Jangankan dua, satu saja kita sering kelelahan ya. Solusinya, sering-sering minta pijet suami sebagai support #loh...Hahaha kalo itu modus ya, yang bener kuatin tenaga dengan makan cukup, kalo perlu minum tambahan vitamin juga nggak ada salahnya kok. Dapat pijetan dari suami itu nanti bonus. Kalo nggak dapet bonus pijet dari suami, ya udah panggil mbah pijet dirumah aja *kalo bisa yang sekalian mijet jago bayi, jadi ntar pijetnya bisa gantian :D

  • Tandem membuat sering semakin lapar dari menyusui biasanya. Kalo menyusui satu bayi bisa bikin lapar luar biasa, menyusui dua bayi bikin amat sangat lapar luar biasa sekali *hahaha sedikit lebay ya kalimatnya :D. Tetap makan sehari tiga kali, dan sediakan cemilan di tempat terjangkau.
  • Tandem bikin haus luar biasa. Usahakan minum air putih sehari minimal 2 L. Sediakan botol minum besar didekat kasur/tempat menyusui
Perlu nggak sih sebenarnya minum suplemen pendukung ASI?
Dengan kondisi menyusui tandem, dimana meskipun udah usaha sempat-sempatin maem makanan bergizi tapi seringnya malah ke skipp karena belum sempat maem, terkadang suplemen pendukung ASI untuk ibunya diperlukan.
Alasannya agar gizi ibu menyusui tercukupi, sehingga kualitas ASI semakin oke. Menurut saya bagaimanapun kualitas ASI bergantung pada gizi dari ibu yang menyusui :)

Oh iya, saya juga mendapat saran dari teman saya yang seorang farmasis juga pejuang ASI, hal yang paling perlu diperhatikan adalah asupan kalsium ibu menyusui. Hal ini senada dengan informasi dari dokter spesialis anak, langganan (anak) saya yang juga seorang konselor laktasi.
Alasanya sebagian besar kandungan ASI adalah kalsium, sehingga ibu menyusui memerlukan asupan kalsium lebih daripada wanita pada umumnya yang tidak menyusui. Karena jika asupan kalsium ibu menyusui kurang, akan menyebabkan tubuh membongkar cadangan kalsium yang ada pada tulang ibu. Hal tersebut, tentunya menyebabkan tulang ibu mudah keropos.

Setiap saya mengantar anak-anak saya vaksin, dokter anak selalu mewanti-wanti dan menekankan "Jangan lupa perhatikan asupan kalsium ibu ya bu"
Siap dokter <(^,^)

No More Sibling Rivalry ;)









4 comments:

  1. waaa jadi lega nih mba setelah baca postingan ini. skrng lagi hamil tua dan ternyata setelahnya suami tidak berkenan KB, sempat takut kalo bakal kecolongan hamil lagi karena mikir kasian kakaknya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah selamat ya mba atas kehamilannya, semoga lancar persalinannya. Jadi kangan hamil lagi #loh...hehehe...

      kebanyakan nanti memang lingkungan sekitar akan kasihan mba sama kakaknya dan nggak jarang sih ibunya jadi kepojok ngerasa bersalah.hihihi...

      Delete
  2. woow..pas bgt niy nemu postingan ini. sy juga lg hamil anak kedua, uk. 6bulan,anak ptama saya 16bln,sdh coba dsapih tp tetep gak mau jg,dan sjk sy hamil ini,anak q cmn mau nen di Pydr sblh kiri aja,yg kanan sm skli gmw. padahal prinsip asi supply n demand. gmn ya bun kl cm sblh gt aj?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya mungkin pada dasarnya nggak masalah...tapi mungkin akan terasa nggak nyaman untuk si ibu. Selain itu nantinya ketika adik lahir tetap usahakan adik bisa menyusu kiri kanan agar produksi asi seimbang. Pengalaman saya karena beberapa kali mgk kurang seimbang membuat produksi asi salah satu bagian lebih deras dari yang lainnya dan ini sempat membuat adik frustasi berhari-hari hingga akhirnya adik mau menyusu di kiri dan kanan

      Delete