Saturday, May 28, 2016

Posisi Tandem Nursing saat Si kakak jealous

Setelah adik lahir, NWP (Nursing While Pregnant) berlanjut ke acara Tandem Nursing.
Awalnya tidak terbayang beratnya menjalani tandem Nursing. Bayangan saya nanti bisa gantian. Si kakak bisa diberi pengertian jika adiknya menyusu.

Faktanya semua tak seindah teorinya.
Yeah, si kakak lebih sering cemburu saat si adik sedang menyusu. Kondisi adik yang kuning mebuat saya harus bekerja extra membangunkan dan menawarkan asi kepada si adik tiap 2 jam sekali.
Sedangkan, kakaknya yang harusnya secara teori bisa dirayu dengan segala macam cemilan saat si adik minta nenen, eh...malah minta ikutan minta nenen. Yappp...si kakak sepertinya merasa jealous dengan adiknya -_-"

Sekali, dua kali masih oke, tapi kalo tiap 2 jam minta ikut barengan nenen, rasanya boyok ini nggak tahan. Mau nyerah itu sayang, nggak nyerah itu nyut-nyutan

Stres rasanya, ditambah banyak yang kurang mendukung keputusan saya untuk tandem. Ada yang menganggap saya egois. Bahkan ibu saya sendiri, pernah marah-marah ke saya. Bagi beliau saya terlalu egois tidak memberi kakak dot, sedangkan saya dirasa kuwalahan menyusui dua anak.

Untungnya suami termasuk tipe yang pantang menyerah, kasih support saya untuk bisa melanjutkan ASI kakak sampai dua tahun, selagi saya juga menyusui si adik.

Beberapa kali saya kesusahan mencari posisi yang tepat untuk menyusui kakak adik secara bersamaan. Berkali-kali juga, saya mencari informasi di google, namun tidak ada sama sekali (atau mungkin belum nemu kali ya), yang membahas posisi tandem nursing emak-emak kesundulan

Umumnya yang dibahas adalah posisi menyusui satu bayi atau menyusui tandem kembar. Meskipun sama-sama tandem istilahnya tetapi ternyata beberapa kondisi nya berbeda.

Seperti saya, karena si kakak sudah terbiasa menyusu dengan posisi tidur dia sering susah tidur jika harus dengan saya pangku. Sedangkan adiknya yang masih newborn sebaiknya disusui dengan posisi saya duduk, untuk memudahkan saya saat mau menyendawakan si adik

Beberapa kali saya meminta pengertian si kakak untuk bergantian semakin susah, yang ada si kakak semakin tantrum rewel. Sedangkan saya dirumah no art, suami sering lembur. Mau nggak mau saya sering dihadapkan pada kondisi kakak ngantuk sampe ketiduran sendiri sambil nangis :'(

Pernah juga, saat dirumah ada ibu mertua saya yang sedang berkunjung. Ketika acara rebutan nenen terjadi, biasanya beliau membantu menjauhkan si kakak dari saya (istilah jawanya, diselimurno). Ladalah...ternyata itu menjadi boomerang buat kami. Setelah saya perhatikan, bukan makin tenang atau paham, justru si kakak makin marah-marah nggak jelas. Kami perhatikan, penyebabnya mungkin si kakak merasa semakin dijauhkan dari saya, jadi rasa jealousnya dengan si adik semakin bertambah dan menjadi-jadi.

Wes, daripada adiknya yang jadi sasaran kecemburuan si kakak, mau nggak mau saya yang musti ngalahin cari akal.

Akhirnya lama-lama saya mendapatkan petunjuk dari seorang sahabat di komunitas The Sundulers yang mau berbagi tips posisi menyusui tandem ala emak-emak kesundulan

  • Jika memang kondisi memungkinkan ibu menyusui sambil duduk,ibu bisa menyusui dengan posisi tandem anak kembar yakni beberapa diantaranya yang sering dipakai :
Double Football
Dimana kepala bayi disanggah oleh tangan ibu masing2 dikiri kanan ibu, dan posisi badan bayi berada dibawah tangan ibu (badan/kaki mengarah kebelakang) lebih tepatnya mungkin seperti posisi mengempit bayi ya :D
Ini termasuk posisi favorit saya, karena saya bisa dengan sigap menyendawakan si adik, jika adik perlu sendawa.

Double Cradle
Kepala bayi disanggah oleh lengan ibu, dan posisi kaki bayi menyilang diperut ibu.
Jika posisi ini digunakan untuk anak kesundulan jangan lupa untuk memposisikan kaki si kakak yang berada dibawah ya :D

Kombinasi keduanya
Salah satu bayi disusui seperti biasa, kepala disanggah oleh salah satu lengan dengan posisi kaki mengarah kedepan perut ibu
Lalu bayi satunya disanggah tangan disisi satunya dan badan/kaki mengarah kebelakang
Untuk posisi ini, biasanya saya memposisikan si kakak dengan posisi football tetapi kepala diganjal dengan bantal, sehingga saat tiba-tiba si adik perlu disendawakan saya bisa leluasa langsung menyendawakan si adik tanpa mengganggu aktivitas menyusu si kakak

***Biasanya saya menggunakan bantuan bantal menyusui, untuk beberapa posisi tandem tersebut.

Namun, selain posisi diatas ada juga posisi tandem lainnya ala emak-emak kesundulan yang saya dapatkan setelah berguru (sambil nangis bombay) secara eksklusif melalui akun whatsapp dengan sahabat saya (sebut saja namanya mak Upay). Posisi ini sering saya namakan posisi akrobat :D

  • Adapun posisi akrobat yang dimaksud yaitu :

Posisi kakak sejajar, adik IMD
Jadi oleh teman saya tadi, saya disarankan memposisikan si kakak tidur sambil menyusu menghadap saya *menghadap sejajar ya, jangan dibawah payudara nanti kuatir ketindih*
Nah setelah itu, si adik diposisikan seperti IMD.

Posisi adik sejajar ibu, kakak IMD
Posisi ini sebenarnya lebih mudah ketimbang posisi adik yang harus IMD, karena si kakak bisa memposisikan dirinya sendiri tanpa harus kuatir si adik jatuh.
Hampir sama dengan posisi sebelumnya, bedanya saya memposisikan si adik tidur sejajar dengan saya, kemudian si kakak saya suruh memposisikan dirinya seperti IMD.

Satu hal yang perlu ditahan kuat-kuat untuk posisi akrobat ini yaitu boyok... :D

Oh ya, IMD disini sebenarnya bukan posisi si anak/bayi berada diatas dada ibu dengan posisi ibu terlentang seperti saat lahiran ya. Lebih tepatnya, mungkin jika dijelaskan secara gamblang, si ibu memposisikan diri separuh miring sambil menyusui sejajar di salah satu sisi, namun sambil memegang salah satu anak diposisi samping atas sisi lainnya. Misal si ibu menyusui menghadap kekiri, maka si anak yang menyusu sejajar dengan ibu menghadap sebelah kanan, dan si anak satunya yang posisi IMD berada di sebelah sisi kanan atas ibu, ikut menghadap kekiri.

Tetapi kekurangan dari posisi akrobat ini adalah, mungkin kita harus lebih waspada dengan posisi hidung adik, baik saat memposisikan IMD ataupun sejajar. Ya, meskipun selama ini saya perhatikan si adik akan reflek memindahkan posisi kepalanya sendiri jika dirasa posisi hidungnya kurang nyaman *ini hampir sama saat pertama kali mereka melakukan IMD.

Terkadang pernah juga jika saya sedang menyusui si adik dengan posisi cradle, tiba-tiba sikakak minta ikutan nyusu, ya udah mau nggak mau dia saya suruh memposisikan dirinya sendiri sambil duduk...hihihi...kalo kata ibu mertua saya udah kayak kucing aja nyusu barengan >,<

Sebenarnya selain posisi diatas, beberapa kali saya juga menyusui adik sambil melakukan hal lain, misalnya

  • Sambil nyuapin kakak

Tipsnya, posisikan si adik dengan posisi cradle disebelah kiri, sehingga posisi tangan kanan kita leluasa menyuapi si kakak. Usahakan mendudukkan kakak di high chair / baby chair. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan kakak riwa-riwi saat acara makan berlangsung.

  • Sambil ngajak kakak bermain/menggambar

Untuk posisi menyusui ini lebih fleksibel, karena bisa dilakukan dengan posisi tidur sejajar dengan si adik yang menyusu atau dengan posisi cradle. Jika menggunakan posisi tidur sejajar maka posisikan kakak yang bermain duduk dibelakang si adik. Usahakan agar posisi ibu miring kekiri, sehingga ibu bisa leluasa menggunakan tangan kanan untuk ikut menggambar atau bermain dengan kakak.

Posisi nyambi seperti ini ternyata juga sering dialami oleh beberapa sahabat saya lainnya, yang merasa senasib nggak punya asisten dirumah :D

Oh ya satu hal, jika memang memutuskan untuk tandem maka usahakan agar ibu selalu memperhatikan asupan gizi ibu sendiri. Entah gimana caranya, harus bisa disempet-sempetin makan minimal sehari tiga kali.
Kalo perlu misal saat ada suami dirumah, jika memang posisi harus menyusui tandem tapi perut keroncongan, ya udah minta tolong suami suapin makanan. Jadi, bisa makin romantis kan sama suami :p

Dan seperti pesan dokter spesialis anak langganan saya "Tetap prioritaskan adik yang masih ASI eksklusif ya bu"
Siap Dokter <(^,^)

Bantal menyusui yang helping banget

Posisi kepala kakak diganjal bantal
sehingga memudahkan tangan ibu untuk membantu adik 




No comments:

Post a Comment