Saturday, May 21, 2016

Saat Adik Lahir, Perlukah Beli Car Seat untuk Si Kakak?

Saat adik lahir, perlukah beli car seat lagi?
Pertanyaan ini biasanya muncul untuk pasangan yang punya anak dengan jarak deketan (kalo orang bilang "kesundulan")

Kebetulan saat si kakak usia 10 bulan, saya hamil lagi si adik. Sehingga, saat adik lahir usia kakak baru 18 bulan.
Awalnya kami memutuskan untuk nggak nambah car seat baru, karna pikir kami kan si kakak sudah bisa duduk tegak. Jadi nggak masalah misal duduk langsung di kursi penumpang biasa

Faktanya, seiring waktu kami merasa benar-benar perlu car seat tambahan. Tak lain tak bukan semua demi keamanan dan kenyamanan bersama termasuk si kakak.


Karna, beberapa kali kami mencoba mendudukkan kakak di kursi penumpang, hasilnya sabuk pengamannya terlalu besar untuk si kakak yang masih mungil (ya,iyalah 1,5 tahun gitu).
Lalu kami sempat mencoba menggunakan booster seat untuk si kakak. Tapi hasilnya tetap saja sabuk pengamannya terlalu besar untuk si kakak.

Selain itu, mungkin karna si kakak merasa lebih nyaman duduk di car seat, jadilah (beberapa kali) tiap bepergian, si kakak menyabotase car seat adiknya (ya sebenernya, itu dulu juga car seat kakaknya sih. Jadi kalo dibilang si kakak menyabotase car seat adiknya kurang tepat kali ya..hehehe...). Otomatis, mau nggak mau si adik harus dipangku mamamnya nih (yah...ga safety lagi dong).

Akhirnya, setelah kami lihat sikon serta sharing minta pendapat kepada beberapa teman di komunitas The Sundulers (yang juga memiliki anak kesundulan), kami memutuskan "harus nambah car seat untuk si kakak".

Berbeda dari spesifikasi car seat sebelumnya yang hanya bisa digunakan mulai 0-18 kg (waktu itu kami beli saat usia kakak 5 bulan). Kali ini kami membeli car seat dengan spesifikasi 0-25 kg.

Loh si kakak bukannya udah bisa duduk? Kenapa beli yang mulai dari 0 bulan? Yah, pertimbangan kami adalah agar ketika si kakak lelah dan butuh tidur di mobil (car seat), kami bisa merubah posisi car seat menjadi posisi tidur. Jadi si kakak nggak perlu "tengeng" dengan posisi leher yang harus tetap tegak kalo car seatnya nggak bisa diposisikan tidur.

Si kakak pun girang banget waktu tau punya car seat baru. Senengnya lagi, waktu trial car seat dipasang dua-duanya dibangku belakang, si yayah langsung komen...nah gini dong...anak-anak yang anteng duduk dibelakang ya...yayah sama mamam pacaran didepan #eaaaaaa... :D

Sepertinya sudah lama sekali ya, saya nggak jadi navigator dan co-driver (halah bilang aja kernet) suami...hahaha...

Sebelumnya waktu masih punya satu car seat, saya biasanya duduk dibangku belakang juga buat nemenin anak-anak. Tapi sejak ada dua car seat mau nggak mau ya saya duduk didepan, la wong dibelakang udah nggak ada space buat saya duduk (maklum tipe mobilnya imut-imut).

Selain itu, sejak ada dua car seat, saya perhatikan si kakak dan adik jadi sering berinteraksi satu sama lain. Entah itu hanya sekedar colek-colekkan, atau si kakak yang suka menghibur si adik dengan gaya konyolnya. Seringnya bahkan si kakak juga ikut menenangkan si adik di kala mulai bosan dan galau duduk di car seatnya :D
Si kakak yang mulai mengantuk dan si adik yang tertidur pulas di car seatnya

No comments:

Post a Comment