Sunday, May 22, 2016

Sharing tentang Stroller Tandem Tinyworld

Saat menjadi The sundulers parents atau lebih tepatnya orang tua kesundulan, kemana-mana suami dan saya, mengandalkan dua gendongan baby carrier (bobita dan ergo sport).

Namun beberapa kali, ternyata kami dihadapkan dengan kondisi rempongnya handle duo bocils saat berada diluar rumah. Ditambah lagi, beberapa kali saya dihadapkan sikon dimana kakak-adik sedang sakit dan harus buru-buru diajak kedokter, sedangkan suami masih sibuk dengan kerjaan kantor. Sehingga atas banyak pertimbangan, suami dan saya memutuskan memiliki stroller tandem.

Dari beberapa stroller tandem yang kami survey, kami jatuh hati dengan brand Tinyworld. Alasannya karena :
  • Saat dilipat ukurannya termasuk ramping, sehingga saat diletakkan dibagasi mobil tidak memakan banyak tempat
  • Termasuk ringan untuk ukuran stroller tandem, total 13 kg (jika dengan rain cover dan tetek bengeknya). kalo hanya stroller saja mungkin sekitar 10 kg.
  • Maksimal bisa menampung beban sampai 20 kg ditiap dudukan strollernya
  • Masih masuk kategori murah untuk ukuran harga stroller tandem
  • Formasi dudukan strollernya, depan-belakang (bertingkat), sehingga tidak terlalu lebar, dan masing-masing tetap bisa melihat "pemandangan" yang ada disekitarnya.
  • Ukuran keranjang untuk menyimpan belanjaan dibawah stroller termasuk luas

Untuk orang tua kesundulan macam kami, menurut saya pribadi stroller tandem ini helping banget. Terutama saat sikon memaksa saya harus bisa "melanglang buana" bareng duo bocils tanpa didampingi pak juragan (alias suami) yang lagi sibuk berat dengan kerjaannya.

Tak dipungkiri, sejak punya duo bocils, suami jadi sering sibuk dengan kerjaannya. Mungkin seperti kata pepatah "Banyak anak banyak rejeki", karna banyak rejeki jadinya banyak kerjaan (kalo ini ditambah-tambahin sendiri sih...hahaha)

Beberapa kali kami, terutama saya terbantu dengan adanya stroller tandem ini, yaitu :
  • Saat si kakak sakit sudah lemesnya ampun-ampunan, nggak mungkin disuruh jalan sendiri dong ya, padahal si adik juga masih belum memungkinkan dilepas untuk jalan sendiri
  • Pernah juga saat anak-anak dan saya suntuk bosan dirumah, sedang suami lagi tidak bisa diganggu gugat karna kerjaannya yang segambreng, ya sudah kami cuss nge -mall bertiga (atas acc suami terlebih dahulu tentunya)
  • Saat suami sedang ada kerjaan (event/pameran) diluar jam kantor terkadang kami juga sering diajak. Disitu meskipun acaranya bebas, tapi mau nggak mau terkadang suami juga masih "terlalu" sibuk dengan kerjaannya, jadi nggak mungkin kami berbagi handle anak-anak. Yang ada duo bocils tetep sama emaknya ini...hahaha...
Oh ya, mungkin bisa sebagai tambahan untuk sekedar sharing saja. Di sisi lain, menurut saya stroller tandem yang satu ini juga memiliki sedikit kekurangan (cuman sedikit lo ya...), diantaranya :
  • Kursi depan stroller ini tidak bisa diposisikan tidur, bahkan posisi setengah tidur pun tidak bisa. Sehingga jika si anak tertidur posisinya jadi kurang nyaman. Solusinya mungkin saat anak kita yang berada di kursi depan tertidur bisa dipindah keposisi belakang (karna kursi belakang masih bisa diposisikan agak miring, jadi lebih sleep baby friendly), atau mungkin seperti saran penjualnya, bisa diakali dengan memberi bantal leher.
  • Ban strollernya lama-lama terlihat seperti goyang sedikit. Kalo yang ini, menurut saya pribadi  mungkin kesalahan kami sendiri sih ya, karna sering nekad bawa stroller lewat eskalator, jadi ban nya sering kejedot-jedot. Sharing dengan beberapa teman yang menggunakan stroller model/brand lain, menurut mereka hal tersebut bisa juga karena kami sering memaksakan untuk belok saat posisi ban stroller belum pas. Solusinya sejak awal pemakaian sebaiknya lebih alusan aja makenya, jangan gradakan :D
  • Bakul (penjual) stroller ini baru ada di jakarta. Solusinya yang ngiler bin ngidam stroller tandem ini, kalo mau beli bisa langsung ke show roomnya langsung yang ada di jakarta atau mengandalkan jasa online shop. Saya pribadi waktu itu belinya, dibelikan suami pas ada kerjaan di jakarta. Saking bela-belain bawa stroller ini dari jakarta, suami sempat terdampar di bandara semalam. Bukan lantaran karna salah strollernya sih sebenarnya, tapi lebih karena suami males riwa-riwi terminal di bandara sambil bawa stroller. Dia bilang, ya udah ndekem di satu terminal situ saja sampe sedapetnya penerbangan. Kebetulan waktu itu suami bersama banyak penumpang lainnya ketinggalan jadwal penerbangannya karena sempat terjebak kemacetan 5 jam lebih, di jalanan.

Tapi dari beberapa kekurangan tadi menurut saya stroller tandem Tinyworld ini tetap oke dan recommended untuk dimiliki, mengingat manfaat yang sudah suami dan saya dapat selama ini ;)

Duo al saat ikut event kantor yayah.
Muka cemong semua yang penting anteng di stroller tandem

Kakak lagi ngusilin Adik yang duduk didepan
Yayah dengan kardus isi stroller tandem Tinyworld waktu terdampar di bandara


Noted :
Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman-teman di komunitas ..::MAM::.. dan The Sundulers yang request testi tentang stroller tandem Tinyworld.
Saya tidak mendapat imbalan apapun baik dari bakulan stroller tandem ini maupun dari pabrik stroller tandemnya, jadi tulisan ini murni sharing dari hati saya yang terdalam <(^,^)>
Hasil pengalaman mungkin bisa berbeda dengan pengguna stroller tandem Tinyworld lainnya.


1 comment: