Monday, June 6, 2016

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Adik Lahir

Saat adik lahir, banyak saudara dan keluarga yang selalu mewanti-wanti saya untuk selalu mengawasi si kakak demi keamanan adik.

Saat Adik Lahir
Nggak dipungkiri, saya sendiri dulu pernah secara nggak langsung mergokin sepupu saya yang masih kecil tiba-tiba nutupin muka adiknya pake bantal. Entah niatnya bercanda atau jealous. Tapi mungkin dia masih belum tau bahaya apa yang dilakukannya.
Ketika banyak yang menasehatin saya hanya bisa tersenyum saja karena saya sendiri masih belum tau bahaya-bahaya apa yang mungkin terjadi selain yang pernah terjadi pada sepupu saya.

Namun, jauh-jauh hari sebelum melahirkan saya sudah mendapatkan tips dari beberapa teman kesundulan, diantaranya adalah

  • Saat pertama kali kakak ingin menengok mama dan adik di rumah sakit tempat bersalin, usahakan agar mama tidak sedang menggendong adik. Menurut mereka, ini hal paling penting yang menentukan kecemburuan kakak selanjutnya. Alasannya agar kakak tidak mendapat kesan pertama mamanya "direbut" oleh adik
  • Usahakan saat pertama bertemu adik, adik tidak sedang dalam kondisi menyusu pada mama. Hal ini hampir sama dengan sebelumnya. Pernah sekali saya mendapat cerita dari salah satu mama kesundulan, dimana saat pertama kali kakak bertemu ternyata mama sedang posisi IMD, sehingga reaksi pertama si kakak adalah menangis.
  • Berusaha untuk tidak mengabaikan kakak ketika harus menghandle adik. Misalnya dengan tidak mengatakan kakak sama yayah dulu ya, kakak sama nenek dulu ya, dsb. Karena saat kita menyarankan kakak dengan yang lain dulu, kakak akan beranggapan "sejak ada adik, mama jadi mengabaikan aku".
  • Mengikut sertakan kakak dalam segala hal yang berhubungan dengan adik. Misalnya, ketika adik harus berganti popok minimal ajak kakak untuk melihat proses mengganti popok.
  • Sering mencontohkan cara menunjukkan rasa sayang kepada adik. Salah satunya, mengajarkan cara mencium adik dengan halus. Dengan begitu secara tidak langsung kita juga memupuk rasa sayang kakak terhadap adiknya
  • Jika memang memutuskan untuk bisa melanjutkan ASI kakak minimal 2 tahun, maka tandem nursing bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi sibling rivalry
  • Apabila kakak sudah stop ASI (disapih), maka ketika mama menyusui adik tetap jangan abaikan kakak. Beberapa teman kesundulan sering melakukan aktivitas menyusui adik sembari mengajak kakak bermain atau menggambar
  • Jika suami diperbolehkan menemani istri saat proses bersalin, berbeda dengan kakak. Jangan sekali-sekali memaksakan kakak untuk ikut masuk ke ruang bersalin hanya demi egois minta ditemani suami, sedangkan kakak tidak ada yang menjaga. Karena hal tersebut bisa menimbulkan trauma untuk kakak.

Hasil Keusilan Kakak, Adik dipakein "Helm"
Selain hal-hal tersebut ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan oleh mama kesundulan demi kemanan kakak dan adik yang masih balita.

  • Jauhkan benda-benda kecil dari anak-anak. Meskipun mungkin kakak sudah memahami instruksi kita namun seringnya anak dibawah usia 3 tahun sangat besar rasa penasarannya. Berdasarkan beberapa pengalaman teman yang kesundulan rata-rata si kakak pernah di ajak buru-buru ke UGD karena kemasukan kertas, biji saga, dsb. Anak saya sendiri (si kakak) baru-baru ini dengan santainya meminta tolong ambil kuncit (karet) yang dimasukkan kehidungnya. Padahal sebelum-sebelumnya dia pernah sekali godain mau masukin sesuatu kelubang hidung adiknya saya larang ya nurut. La kok baru-baru ini dia penasaran masukin karet ke lubang hidungnya yang imut-imut. kalo kata suami mungkin kakak mau tes kesaktian hidung. Oh ya sebagai catatan, nggak semua UGD bisa ambil benda-benda kecil yang dimasukkan ke hidung lo, kebanyakan rata-rata menyarankan langsung ke dokter THT karena di UGD nggak ada alatnya.
  • Jangan tinggalkan kakak-adik dengan pintu tertutup dan kunci ada pada lubang kunci. Yap, kadang menurut kita kakak masih belum bisa mengunci pintu,tapi tanpa sadar tiba-tiba saja karena rasa ingin tahunya besar, kakak bisa memutar kunci dan "klik" kita pun terkunci diruangan yang berbeda dengan kakak. Tidak hanya saya ternyata banyak teman-teman yang mengalaminya.
  • Jika kita akan berpergian bertiga dengan kakak adik dengan mobil pribadi (menyetir sendiri) jangan tinggalkan anak-anak didalam mobil sendiri dalam keadaan mesin menyala. Usahakan mendahulukan menaruh barang-barang yang akan dibawa terlebih dahulu untuk dibawa baru selanjutnya anak-anak. Seperti pengalaman sahabat saya yang menceritakan si kakak tiba-tiba menutup jendela sekaligus mengunci seluruh pintu mobil.
  • Jauhkan benda berbahaya yang mungkin terlihat sepele dari jangkauan anak-anak, ketika kita terpaksa harus meninggalkan sejenak di ruang lain. Misalnya, jika memang dapur terjangkau oleh anak-anak, maka sebaiknya lepas katup selang elpiji sementara. Beberapa waktu lalu seorang sahabat bercerita dengan panik, ketika dia terpaksa harus kekamar mandi sejenak demi panggilan alam, ternyata tercium bau hangus dari dalam kamar mandi. Saat dia keluar dari kamar mandi, sudah ada kepulan asap dari dapur. Usut punya usut, ternyata salah satu anaknya berhasil menyalakan kompor, dimana diatasnya terdapat panci kosong bekas merebus air. Dia tidak pernah menyangka jika anaknya sudah bisa menyalakan kompor, padahal selama ini dia belum mengajarkannya atau memberi contoh kepada anak-anaknya cara menyalakan kompor
Chat Salah Seorang Teman

.

Nggak dipungkiri, ketika awal-awal minggu adik lahir kita akan mengalami sedikit kehebohan, karena kita, terutama kakak harus beradaptasi dengan hadirnya si adik dirumah. Yang dulunya mungkin kakak dinomer satukan, tiba-tiba harus berbagi perhatian dan kasih sayang dengan adik.
Namun, hal tersebut sebenarnya juga bisa diatasi dengan mengenalkan kakak dengan adik mulai ketika adik masih di dalam perut. Tidak ada salahnya selalu mengajak kakak setiap kita jadwal kontrok ke dokter. Saat di USG, kita juga melibatkan kakak untuk berkenalan dengan adik melalui layar monitor USG.

Selain itu menurut beberapa teman yang sama-sama mengalami kesundulan, periode heboh tersebut tidak akan berlangsung selamanya, karena saat kita sudah menemukan timingnya maka kita justru akan menikmatinya. Hal tersebut menurut saya benar adanya, karena semakin hari kakak bisa diajak kerja sama untuk menemani adiknya, disaat saya harus mengerjakan sesuatu. Yah, meskipun mau nggak mau tetap ada yang namanya periode teriak-teriak rebutan mainan dsb. Asal kita pastikan semua aman, kita bisa melanjutkan pekerjaan kita yang tertunda tadi :)

So, tetap semangat ya...
Mengutip pesan dari teman-teman yang selalu menjadi support agar para orang tua kesundulan tetap semangat menjalani hari-hari ribetnya.
Tetap semangat dan sabar mak! Toh, mereka akan terus tumbuh.
Akan datang kelak saat dimana kita merindukan masa-masa kita heboh dengan anak-anak,
Saat kita teriak-teriak kesakitan karena tanpa sengaja menginjak mainan yang berserakan, padahal baru saja dibersihkan.
Saat kita ngantuk tapi nggak bisa tidur karena duo bocils tidurnya nggak barengan.
Saat duo bocils berebut minta dipeluk.
Saat kita kejar-kejaran nyuapin duo bocils.
Saat kita balapan nangis sama duo bocils karena pada rewel dan nggak tau harus berbuat apa.
Dan mungkin saat kita harus boyongan rame-rame ketika salah satu dari duo bocils gantian langganan minta ke dokter.


Saat salah satu harus tidur di RS, maka yang lain ikut boyongan nemenin :)

3 comments:

  1. Bisa diterapkan juga nih buat yang gak kesundulan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, bisa juga, dan mungkin malah lebih enak, karena mungkin dari segi usia biasanya kakak sudah lebih bisa diajak mandiri

      Delete
  2. Wah bagus banget tipsnya Mak, di bookmark^^ semoga aq juga cpt bisa ngasih adik utk si kakak, Amin

    ReplyDelete