Sunday, June 26, 2016

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memutuskan Kesundulan


Setelah menanti kehamilan yang cukup lama, saya dan suami memutuskan untuk nggak menunda-nunda kehamilan berikutnya, dengan alasan "nggak mau nolak rejeki". Yang dulunya harus bersusah payah nunggu hampir 5 tahun baru bisa hamil, selanjutnya Alhamdulillah diberi kemudahan, saat kakak usia 10 bulan saya diberi rejeki kehamilan kedua. Sebelum nekad memutuskan hamil lagi, saya memang sempat berpikir akan serunya masa-masa kehamilan. Yap, beberapa emak kesundulan rata-rata terjebak angan-angan indahnya masa-masa kehamilan pertama, sehingga pada nekad balapan hamil lagi.


Ternyata pengalaman hamil di tiap kehamilan itu nggak akan pernah sama. Dulunya saat hamil kakak, kalo kita capek atau mual parah, kita bisa "semena-mena" langsung "ndelosor" rebahan di kasur nggak perduli yang lainnya. Semua kerjaan rumah, nanti apa kata suami dah (kebetulan saya nggak pake jasa asisten rumah tangga). Sedangkan saat hamil adik, saya masih harus memikirkan kelangsungan aktivitas kakak sehari-hari.
  • Saat mual muntah parah, saya nggak bisa cuek aja sama kakak yang lagi dalam fase GTM (Gerakan Tutup Mulut).
  • Saat pengen istirahat, karena lelah atau sekedar nggantuk, saya harus tetap nemenin kakak yang lagi aktif-aktifnya bermain

Belum lagi, suami jadi tegasnya amit-amit. Yang dulunya misal saya mual manja langsung di elus-elus, sekarang karena ada kakak, jadi yang didulukan kakak. Mau protes juga nggak mungkin. Disitulah beberapa hal, yang membedakan kondisi kehamilan pertama saya dengan kehamilan kedua.

Lalu, sebaiknya apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk hamil kesundulan. Semua emak kesundulan sepakat hal mendasar yang perlu dipikirkan matang-matang adalah
  1. Kesiapan Mental
  2. Kesiapan Emosional
  3. Kesiapan Spiritual
  4. Kesiapan Fisik
  5. Kesiapan Financial 
Mengapa kelima kesiapan tersebut harus benar-benar dipehatikan?

  • Kesiapan Mental
Terutama untuk yang memutuskan "kesundulan terprediksi", disini harusnya sudah ada kesiapan mental. Banyak emak-emak yang tadinya obsesi ingin hamil kesundulan, ternyata setelah mendapatkan rejeki hamil, malah mengeluh nggak siap untuk hamil lagi. Kehamilan yang harusnya disambut dengan kebahagiaan, malah dijalani dengan kegalauan maksimal.

Kesiapan mental ini benar-benar harus dipertimbangkan secara matang-matang, karena faktanya saat hamil kesundulan, masih banyak lingkungan yang menganggap hamil kesundulan itu suatu hal yang aneh, tabu, atau bahkan menjadi suatu hal yang memalukan. Nggak kurang diluar sana, banyak lingkungan yang menyarankan untuk meng-cancel saja kehamilan kesundulannya hanya demi alasan kasihan si kakak masih kecil.
  • Kesiapan Emosional
Pada dasarnya ibu hamil, harus bisa mengendalikan emosinya. Hal ini dikarenakan emosi seorang ibu hamil akan berpengaruh terhadap emosi janin yang di kandungnya. Untuk emak kesundulan, kesiapan emosional juga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang si kakak. Dengan kondisi hamil yang seringnya dipengaruhi "hormon kehamilan sensitif", maka emak kesundulan harus benar-benar bisa mengontrol emosinya. Sebenarnya mungkin, kesiapan emosional ini erat hubungannya dengan kesiapan mental. Jika secara mental belum siap, maka bisa memicu luapan emosi emak kesundulan yang meledak-ledak. Hal ini tentu kedepannya nggak baik untuk tumbuh kembang kakak yang masih dalam golden periodenya, dimana bisa menangkap dengan muda apa yang dilihat, didengar atau diperhatikannya. Ingat anak adalah peniru ulung kita.
  • Kesiapan Spiritual
Sebagai seorang yang beriman, maka kita harus menyadari bahwa anak adalah anugerah dan titipan Allah SWT, yang nggak boleh kita sia-siakan. Anak itu sebuah amanah yang harus kita jaga, karena kelak kita akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang kita berikan dan ajarkan kepada mereka.

Selain itu seperti yang dibahas diatas, bahwa masih banyak lingkungan yang menganggap hamil kesundulan itu aneh, maka sebaiknya kita harus memiliki kesiapan spiritual yang kuat agar nggak kebawa arus, salah ambil keputusan. Alih-alih kasihan si kakak, jangan sampai kita salah ambil keputusan untuk nggak mempertahankan kehadiran si adik.


sumber : prenagen.com

  • Kesiapan Fisik
Sebagai seorang emak kesundulan, kesiapan fisik ini juga nggak boleh dilupakan. Pada saat trimester pertama untuk emak kesundulan yang mengalami mual muntah parah inilah kesiapan fisik harus diperhatikan. Memang nggak semua ibu hamil itu pasti mual muntah, namun nggak sedikit juga toh ibu hamil yang mual muntah parah, dan sebelum memutuskan hamil, kita nggak bisa memilih akan menjadi yang manakah kita, yang mual muntah parah atau yang lempeng sama sekali nggak ngerasain apa-apa? Saking lempengnya sampe nggak tau kalo kehamilannya sudah memasuki trimester ketiga :)

Selain itu, yang perlu dipertimbangkan terutama saat kehamilan memasuki trimester ketiga, dimana perut si emak akan semakin besar dan berat menggembol bayi didalam kandungan yang semakin besar, sedangkan si kakak masih butuh perhatian dan  kasih sayang berlebih dari si ibu. Saat kakak berlarian kesana kemari, tentu demi memastikan keamanan kakak kita harus rela ikut lari kesana kemari ngikutin si kakak. Belum lagi, saat tiba-tiba kakak menjadi manja minta gendong, mau nggak mau kita harus bisa menjadi emak super bak wonderwomen yang kuat menggendong kakak sembari menggembol si adik didalam kandungan, tentu nano-nano rasanya.
  •  Kesiapan Financial
Memang ada benarnya bahwa tiap anak membawa rejekinya masing-masing. Namun, untuk kondisi tertentu semisal kita masih merasa financial masih amburadul, ada baiknya kita berusaha memperbaiki kondisi financial kita terlebih dahulu.

Hal ini (kalo menurut saya pribadi) sebagai orang tua, saya nggak mau egois mengajak anak-anak saya hidup sengsara, karena andai bisa memilih mungkin mereka akan memilih orang tua yang bisa mencukupi semua kebutuhan mereka. Sehingga saya dan suami selalu berusaha untuk "memantaskan" diri menjadi orang tua yang "bisa dipilih" oleh anak-anak kami. Financial disini, menurut saya nggak harus melulu kaya raya harta berlimpah, namun minimal kami harus bisa memberikan sandang, pangan, papan dan juga pendidikan yang layak untuk anak-anak kami.

Namun mungkin akan berbeda cerita untuk kondisi emak kesundulan yang nggak terprediksi. Dimana seorang emak dan suaminya dengan banyak alasan tertentu, yang mungkin sudah mentok njedok usaha "maksimal" menunda kehamilan ternyata tetap diberi rejeki kesundulan, maka percayalah bahwa kesundulam itu adalah skenario terbaik dari Allah SWT untuk kita.

Semua emak kesundulan setuju bahwa kehamilan itu ngangenin, namun semua juga sepakat bahwa untuk menjadi orang tua kita nggak boleh egois, jangan lantas karena keinginan (kerinduan) hamil sesaat, kita jadi lupa makna sebenarnya dari sebuah kehamilan.


Kehamilan itu bukan hanya sekedar gaya-gayaan
Kehamilan juga bukan obsesi keren-kerenan belaka
Apalagi semata-mata hanya untuk dijadikan ajang balapan
Bukan lantas siapa yang paling cepat hamil adalah  pemenangnya
Karena hamil adalah sebuah amanah dari Allah SWT.
:)

No comments:

Post a Comment