Friday, June 17, 2016

Pengalaman Duo Al Berlibur dan Menginap di Hotel Mercure Kuta Bali

Setelah hampir setahun menjadi emak-emak kesundulan yang terpingit, karena mau kemana-mana masih males bayangin bawa gembolan duo al segambreng, akhirnya beberapa waktu lalu saya request kepada suami, minta diajak refreshing berlibur ke tempat yang agak jauh dari kota metropolitan yang panas cetar membahan ini.

Yah, tak dipungkiri sebagai orang tua kesundulan Full Time Mother atau Stay at Home Mother, sangat rentan dengan resiko stres yang dihadapi. Sehingga agar tetap bisa menjaga "kewarasan" otak, salah satu jalan yang bisa dipilih adalah piknik bersama keluarga. Selain menjaga "kewarasan" otak, piknik bersama keluarga ini juga bisa sebagai sarana untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.

Pilihan destinasi kami, yaitu Kuta Bali. Hal ini sesuai permintaan kakak yang penasaran dengan pantai. Kenapa harus Pantai Kuta? Karena menurut suami, pantai Kuta termasuk yang paling mudah dijangkau, lebih balita friendly, dekat dengan banyak akses fasilitas umum, misalnya mall, minirmaket, dsb.


Gembolannya Segambreng
Mengingat membawa dua balita yang masih rentan rewel, maka kami memutuskan memilih transportasi penerbangan Garuda Airlines. Selain agar tidak terlalu lama diperjalanan, menurut pengalaman, maskapai ini termasuk salah satu yang baby friendly. Semua crew nya sangat ramah, sehingga duo al sangat senang. Terlebih saat boarding, duo al mendapatkan mechandise boneka menarik. Perjalanan Surabaya-Bali memakan waktu kurang lebih 45 menit.

Sesampai di bandara Denpasar Bali, kami segera mencari taksi untuk menuju ke Hotel Mercure Kuta Bali yang sudah kami pesan sebelumnya. Kami memilih hotel tersebut dengan alasan :
  • Hotel terletak diseberang Pantai Kuta Bali, sehingga memudahkan akses kami dengan dua balita yang ingin bermain-main di pantai kuta
  • Terdapat kamar mandi Bath up. Mengingat duo bocils paling senang bermain air di bak, pikir saya bath up harus masuk dalam list kategori hotel yang kami cari. Sehingga jika tidak sempat berenang, saya bisa mengalihkan anak-anak bermain di bath up kamar mandi.
  • Terdapat kolam renang. Lagi-lagi atas dasar alasan kakak yang hobi berenang, maka kolam renang juga masuk dalam list fasilitas yang harus ada di hotel.
  • Masuk dalam rentang budget kami.
Duo Bocils Berenang di Kolam Renang Hotel
Namun, sayangnya saat pertama kali kami tiba di hotel, tepatnya ketika kami sudah mendapat kamar, ternyata kamar tidak sesuai request kami. Pada saat pemesanan awal, suami saya sudah menekankan minta kamar dengan single bed. Kenyataannya saat itu kami mendapat twin bed yang digabungkan. Padahal kami meminta single bed dengan tujuan demi keamanan duo al anak kami. Iyap, karena duo al ini tidurnya agak lasak jadi saya dan suami harus bekerja sama untuk menjadi tameng (pembatas) di pinggir kasur, dengan formasi kiri-kanan masing-masing saya dan suami, lalu di bawah dikasih bantal yang diganjal dengan kaki kami. Selain itu juga menghindari bahaya anak-anak kejepit "sela" sambungan kasur twin tadi. Maklum, emaknya yang lasak ini dulu pernah ada pengalaman kejepit sela kasur karna saking iseng penasarannya. Sehingga dengan berat hati kami mengajukan komplain kepada resepsionis, dan dengan segera kami mendapat kamar pengganti.

Di kamar berikutnya, saya mengira permasalahan sudah selesai. Ternyata ada masalah lainnya, yaitu lantai kamar nya yang lembab dan cenderung licin. Awalnya kami kira nanti juga kering sendiri. Faktanya semakin kami tunggu, lantainya nggak semakin kering malah semakin basah. Bahkan anak-anak saya dua-duanya sempat terpeleset di lantai. Terpelesetnya nggak tanggung-tanggung, satu "nggentang", satunya "ndelosor" ke arah depan.

Sedikit emosi saya hampir marah-marah ke bagian resepsionisUntungnya telpon yang ada dikamar nggak  nyambung. Akhirnya suami mencari petugas hotel yang ada didekat kamar kami untuk menanyakan perihal lantai dan telpon kamar yang tidak berfungsi. Menurut petugas hotel tersebut, lantai kamar memang basah karena kondensasi cuaca. Lah, saya sama suami langsung mikir, masak iya mau bertahan di hotel ini sedangkan keamanan anak-anak tidak terjamin (rentan terpeleset di lantai).

Suami kemudian menanyakan lagi kepada bagian resepsionis, apa tidak ada solusi terhadap kamar tersebut, karena kami benar-benar keberatan dengan kondisi lantainya yang membahayakan anak-anak kami. Dengan ramah, petugas resepsionis bersedia mencarikan kamar yang tidak terkena kondensasi. Jujur sebenarnya sebagai orang tua dengan dua balita, berpindah-pindah kamar itu benar-benar berat. karena koper yang sudah dibongkar duo al harus di packing lagi.

Saking malesnya boyongan barang-barang untuk yang kedua kalinya, kami memasrahkan kepada petugas hotel untuk membantu memindahkan barang-barang kami yang ada dikamar. Guna mengefektifkan waktu, maka selagi petugas hotel menyiapkan kamar baru, kami memutuskan untuk bermain-main di pantai Kuta yang ada di seberang hotel.

Makan Malam Didalam Kamar Yang Tidak Kena Kondensasi
Oh ya, sebenarnya ada kejadian lucu sih saat dikamar sebelumnya, yaitu pintu balkon yang semula tidak bisa terkunci malah terkunci rapat nggak bisa dibuka sama sekali waktu di benerin sama mas hotelnya. Sehingga mereka menawarkan tehnisi untuk memperbaiki pintu menuju balkonnya. Pikir saya waktu itu, yah...masak mau pindah lagi. Untungnya pintu balkon bisa diperbaiki dengan segera. Namun, ternyata tetap saja kami harus memilih pindah kamar lagi, karena alasan kamar yang kondensasi tadi.

Alhamdulillah, kami tidak perlu pindah kamar untuk ke tiga kalinya. Permasalahan kamar terselesaikan, sehingga kami tidak perlu boyongan pindah hotel. Iya, tadinya sepakat sama suami, kalo dikamar ke 3 sikonnya masih membahayakan anak-anak, mending pindah hotel saja. Buat kami kenyamanan dan keselamatan anak adalah prioritas. Jangankan kenyamanan dan keselamatan, sebelum kami memutuskan di hotel mercure ini sebenarnya suami mendapat tawaran promo menginap disalah satu hotel Bali lainnya dengan diskon hampir 50% dengan syarat dan ketentuan berlaku. Sayangnya waktu itu syaratnya kami harus mau mengikuti tour hotel atau apalah namanya, yang melarang kami membawa anak-anak. Yaelah...lah kalo nggak boleh bawa anak, trus anak-anaknya mau ditaruh mana. Bisa nangis gower-gower itu nanti anak-anak.

Menurut saya, sebenarnya hotel Mercure Kuta Bali ini termasuk hotel keren, tetapi karena kesalahan-kesalahan tehnis di awal membuat mood saya sedikit ancur di hari pertama liburan kami. Namun, saya berusaha menenangkan hati untuk tidak berlarut-larut bete. Kalo saya bete, tujuan refreshing saya biar otak menjadi fresh bisa gagal total dong ya, toh sudah ada solusinya. Saya juga tidak ingin ke-bete-an saya mempengaruhi keceriaan duo al yang antusias dengan bath up di kamar mandi.

Selama 4 hari 3 malam menginap di Hotel tersebut, menurut kami para staff hotelnya sangat ramah. Untuk fasilitas hotel selain kamar yang sedikit membuat kecewa kami di awal, so far semua oke. Terdapat kolam renang dengan view pantai, membuat kami memiliki pengalaman yang mungkin tidak akan kami dapatkan di hotel yang ada di kota kami. Selain itu, tersedia kolam renang anak juga. Di kolam renang juga disediakan handuk yang bisa dibawa sampai kekamar. Fasilitas lainnya yang tersedia di hotel tersebut, yaitu tempat bilas di halaman (parkir) hotel, sehingga memudahkan kami dari pantai membilas kaki kami yang penuh pasir sebelum menuju kamar hotel. Jadi nggak perlu kuatir menebar pasir di sepanjang koridor atau lift hotel.

Kolam Renang View Pantai Kuta Bali
Oh ya, kerennya lagi di hotel ini semua kamar merupakan kamar yang bebas asap rokok. Sehingga untuk kami yang membawa balita, tidak perlu kuatir akan bahaya sisa-sisa residu rokok yang mungkin tertinggal di kamar. Selain dekat dengan lokasi Mall beachwalk, hotel ini juga bersebelahan dengan restaurant pizza hut, jadi semisal anak-anak kelaparan mendadak dan kita malas ke mall, namun ingin mencari makanan dengan harga yang masuk akal, pizza hut ini bisa menjadi sala satu alternatif pilihan.
Pagi Hari Bisa Langsung Nyeberang dari Hotel ke Pantai Kuta

Kesimpulan saya tentang hotel ini ,
Hotel Mercure Kuta Bali ini termasuk hotel yang bagus dengan segala fasilitasnya, namun "sedikit" kurang rekomended untuk kami sebagai keluarga yang membawa dua anak balita yang lagi aktif-aktifnya, terutama aktif belajar jalan seperti si adik, dengan alasan kondisi kamar yang mengalami kondensasi rawan menyebabkan anak-anak terpeleset. Kecuali mungkin bisa mendapatkan kamar yang tidak mengalami kondensasi, maka masih bisa dipertimbangkan :)

Noted,
Sedikit nilai tambah untuk saya yang phobia "button" hotel ini termasuk yang sarung bantal dan dipannya bebas "button" :D
Pasti pada aneh dan bertanya, kenapa saya phobia "button", saya sendiri juga nggak pernah tau alasannya. Namun, pengalaman saya saat masih remaja pernah sekali diajak oleh orang tua menginap di sebuah hotel yang ternyata di sarung bantalnya terdapat "button" membuat saya agak waspada jika diajak menginap di hotel. Sudah ada perjanjian dengan suami, kalo nanti hotelnya ada "button"nya pokoknya pindah titik. Nggak bisa ditawar.
Iyaaa...Itu button yang biasanya ada di kemeja, dsb...temennya si resleting :p

8 comments:

  1. Wuih, seru cerita liburannya. Jadi mupeng pengin liburan juga wkwkwk...

    ReplyDelete
  2. Kalo bawa anak2 nginep mesti diper5imbangkan baik2 keamanan dan kenyamanannya

    ReplyDelete
  3. Wah lantainya knp ya? dari porselen kah, marmer kah, lapis kayu kah? Emang klo bawa anak pindahan ke hotel agak rempong ya? klo aku yg rempong makannya krn kdng anak gk terlalu doyan makanan di hotel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia mbak, alasan hotel sih lantai basah karena faktor kondensasi (cuaca). lantainya sebenernya biasa aja bukan model keramik atau marmer yang licin gitu. malah menurutku kayak tekel (tegel) biasa gitu. cuman basahnya udah kayak abis di pel pake pel-pel an yang "kotos2" airnya gitu *apa sih ya bahasa indonesianya kotos-kotos itu...

      pas di kamar ke 3 mendingan sih mggak basah, cuman sedikit lembab aja. jadi masih aman lah untuk anak-anak

      Delete
  4. Untung saya ga punya uang, jadi ga bisa menginap di mercure hotel hahhaha....

    Merucure merupakan hotel bintang 3 atau 4 gitu yang lokasinya memang sangat setrategis dipinggir pantai dengan pemandangan pantai kuta. Untuk rate jangan ditanyakan lagi, menengah keatas! Biasanya berkisaran 500 keatas.

    Untuk masalah pelayanan, hotel ini paling jarang mendapatkan komplain. Entah komplain ini tepat atau tidak, tapi menurut saya itu masalah maintenance saja! Tidak ada kesengajaan dari pihak hotel, dan biasanya kalo sudah ada kejadian gitu akan ada kebijakan free upgrade kelas kamar. Mungkin untuk selanjutnya, dari pihak hotel bisa concern dengan adanya kejadian ini kususnya, guest in house yang membawa balita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap betul, dan alhamdulillah waktu itu kami sudah dapat ganti kamar yang tidak terkena kondensasi. Jadi aman untuk balita kami 😊

      Delete