Monday, June 20, 2016

Pengalaman Duo Al Bersama Kapal Selam Odyssey Submarine

Beberapa waktu lalu, ketika kami berlibur di Bali, selain pilihan destinasi pantai, saya mendapat rekomendasi tempat berlibur lainnya, yaitu pengalaman naik kapal Selam Odyssey Submarine yang di klaim hanya ada dua di dunia. Saya sebenarnya tahu tentang kapal selam Odyssey ini secara tidak sengaja.
Foto Di Atas Kapal Odyssey


Hanya sekedar tahu saja jika ada wisata kapal selam Odyssey ini, tidak membuat saya tahu tata cara untuk bisa menikmati pengalaman naik kapal selam ini. Sebenarnya googling ada banyak website yang menawarkan tiket kapal selam Odyssey ini, namun mengingat harga tiketnya yang nggak murah, dan tata cara pembayarannya yang menyarankan penumpang harus transfer dulu, membuat saya dan suami agak ragu. Hilangnya duit mungkin bisa dicari, namun hilangnya kesempatan berharga untuk mengajak anak-anak mempunyai pengalaman langka naik kapal selam pasti akan membuat saya sangat kecewa dan menyesal seumur hidup.

Setelah cari info sana sini, saya baru ingat kalo punya teman kuliah yang dulu pernah tinggal di Bali. Tanpa menunggu lama-lama saya segera menghubunginya untuk meminta informasi tentang kapal selam Odyssey ini. Saya sangat berharap dia mempunyai info lengkap yang saya butuhkan.
Yeiyyy..ternyata dia nggak cuma punya info lengkap tentang kapal selam Odyssey ini, tapi juga punya pengalaman kesana. Kebetulan, teman saya ini sama-sama punya dua anak, yang satunya juga masih balita seumuran anak saya yang kedua. Sehingga saya bisa sekalian minta tips-tips naik kapal selam Odyssey dengan membawa balita. Tidak hanya info lengkap, teman saya juga membantu mencarikan saya tiketnya. Setelah dibantu untuk booking tiket dsb, saya (suami saya lebih tepatnya) dihubungi oleh pihak Odyssey untuk di konfirmasi, dan diberi tahu batas maksimal transfer pembayaran tiket. Apabila kami tidak membayar sampai batas tanggal yang ditentukan, maka kami dianggap membatalkan seat kami. Tanpa pikir panjang, suami saya segera membayar seat yang telah di bookingkan oleh teman saya tadi, mumpung belum diambil orang juga, kan sayang.

Sebenarnya prosedur untuk bisa naik kapal selam Odyssey ini hampir sama dengan saat kita akan booking tiket pesawat. Jumlah seat memang dibatasi, sehingga kita harus booking terlebih dahulu, tidak bisa dadakan datang langsung ikut naik gitu saja.


Saat Berada di Lokasi Menanti Jadwal Keberangkatan Kapal Odyssey
Oh ya, untuk menuju ke lokasi nya, sebenarnya ada fasilitas penjemputan dari pihak Odyssey, namun oleh teman saya, saya di ikutkan paket tanpa penjemputan. Alasannya biar saya bisa tenang nggak kepancal-pancal nyiapin anak-anak waktu berangkat. Lagi pula suami juga mendapat pinjaman transportasi dari temannya di Bali. Menurut teman saya, lokasi nya mudah dicari, dan berjarak sekitar 45 menit dari hotel yang kami tempati saat itu. Tapi karena bawa anak kecil, jadi mau nggak mau ya saya dan suami siap-siap berangkatnya 2 jam sebelum keberangkatan.

Beruntung saya dicarikan jadwal keberangkatan jam 10 dari lokasi, sehingga kami bisa berangkat jam 8 dari hotel, dan masih sempat mengajak anak-anak sarapan terlebih dahulu.
Sebelum naik kapal selam Odyssey ini, kami harus ditimbang beserta barang bawaan kami. Untuk

Berbekal informasi dari teman saya, bahwa disana nggak ada apa-apa, dalam artian nggak bakal bisa main pasir dsb dan jarang ada penjual makanan, saya setuju didaftarkan teman saya lengkap dengan paket makan siangnya. Menurutnya bawa anak, daripada nanti susah nyari makanan buat anak-anak. Toh makanannya juga enak, dan halal.

Sesampai di Lokasi, sebenarnya saya agak kesulitan mencari tempat pemberangkatan kapal selam Odyssey ini, sehingga suami menelpon ke pihak Odyssey untuk meminta petunjuk. Ternyata benar seperti kata teman saya tadi pantainya nggak bisa dibuat bermain pasir, selain ombaknya yang besar, lautnya lebih mirip seperti pelabuhan.

Diatas Perahu Boat Yang Mengantar Menuju Kapal Selam Odyssey
Sambil menunggu jadwal keberangkatan, kami ditimbang satu persatu lengkap bersama barang bawaan yang akan kami bawa. Disana juga disediakan loker untuk menyimpan barang bawaan yang tidak kami bawa. Iya demi keselamatan bersama, maka disarankan untuk tidak membawa barang bawaan berlebihan. Kami juga dilarang membawa makanan, kecuali air putih. Kamera, handycam dan juga handphone juga diperbolehkan dibawa. Dilarang memakai sandal atau sepatu. Sebelum berangkat, disarankan untuk ke toilet terlebih dahulu, karena nanti di dalam kapal selam odyssey tidak ada toilet.

Setelah ditimbang, kami menanti perahu boat yang akan mengantar kami ke tempat kapal selam Odyssey. Sembari menunggu kami ikut "berebut" pelampung, karena ternyata banyak penumpang yang mengambil pelampung dulu tanpa diberi aba-aba. Karena saya mengira pasti ada pelampung yang cukup, sehingga saya santai-santai saja nggak buru-buru ambil pelampung. Sayangnya untuk adik yang berusia satu tahun nggak kebagian pelampung yang pas dibadannya. Namun mereka tetap menyarankan untuk tetap membawakan adik pelampung yang agak kegedean tadi.

Ketika sudah waktunya jadwal pemberangkatan, kami diberi aba-aba menuju tempat perahu boat yang akan mengantar ke lokasi kapal selam odyssey. Disitu ada dua sesi penjemputan, kita tidak perlu berebut untuk naik ke perahu boat, karena sesampai di atas kapal selam odyssey kita tidak diperbolehkan masuk terlebih dahulu. Nantinya setelah semua berkumpul diatas kapal selam odyssey, akan di ambil foto bersama didepan logo kapal selam odyssey oleh salah satu crew odyssey. Setelah diambil foto, baru kami diperbolehkan masuk satu persatu. Saya sedikit agak kesulitan saat harus menuruni tangga masuk kedalam kapal selam tersebut, karena saya menggendong si adik. Namun, beruntung petugas kapal selam odyssey benar-benar ramah, sehingga saya dibantu menggendong si adik ketika turun kebawah. Begitu juga penumpang lain yang membawa anak kecil dan kesusahan menuruni tangga, maka tanpa segan-segan petugas langsung menawarkan bantuan.

Kakak Antusias Melihat Ikan dari Dalam kapal Selam Odyssey
Di dalam kapal selam kami diperbolehkan membuka pelampung yang kami gunakan. Selama perjalanan, ada petugas yang bertugas memberi penjelasan apa saja yang tampak di sebelah kanan kiri kapal selam. Beruntung kami mendapat kursi disisi sebelah kanan "pilot" kapal selam, sehingga kami berkesempatan melihat pemandangan kapal karam terlebih dahulu, kemudian diikuti pemandangan budi daya terumbu karang laut, dan berlanjut munculnya seorang penyelam yang memberi makan ikan-ikan kecil cantik. Saya sendiri sebenarnya justru malah lebih tertarik foto dengan background penyelam tersebut ketimbang background ikan-ikan kecil. Logika nya sih kalo foto dengan background ikan kecil kan bisa foto didepan aquarium *ini sih logika ngawur saya yang hobi foto :D

Adik Yang Heboh Melihat Ada Ikan Di Luar "Kaca"
Perjalanan di dalam memakan waktu sekitar 45 menit. Kami diperbolehkan mengambil gambar baik menggunakan kamera maupun menggunakan handphone. Petugas juga dengan ramah menawarkan untuk membantu mengambil foto kami sekeluarga menggunakan kamera kami, sehingga kami tidak perlu repot-repot foto menggunakan tongsis. Sebenarnya saya nggak bisa bayangin sih kalo harus foto pake tongsis yang panjang itu, secara tempat duduknya berdempetan, bisa-bisa belum sempat selfie tongsisnya sudah kepentok kepala penumpang laen. hehehe...

Setelah 45 menit perjalanan, Kapal selam kembali muncul kepermukaan lagi. Penumpang diperkenankan naik keatas satu persatu. Karena saya tadi masuknya pertama sehingga harus pasrah keluar belakangan, dan tentunya juga pasrah menumpang perahu boat yang kedua. Sesampainya di pantai pelampung kami diminta dikumpulkan oleh para crew, dan kami langsung di arahkan mengambil makan siang. Sembari menunggu antrian makan siang, petugas membagikan setifikat bukti bahwa kami pernah menaiki kapal selam odyssey. Nggak ketinggalan adik yang masih berusia 12 bulan juga kebagian sertifikat lo.
Sertifikat Yayah
Selain dibagikan sertifikat, petugas menawari kami foto diatas kapal selam (didepan logo) dengan harga Rp. 50.000,-. Tidak semua penumpang tertarik untuk "menebus" foto tersebut. Memang sih fotonya kurang eksklusif karena kan rame-rame sama penumpang lain. Tapi saya dan suami justru tertarik dengan foto tersebut, karena termasuk momen langka untuk kami, belum tentu setiap tahun bisa foto diatas kapal selam odyssey yang katanya cuma ada dua di dunia. Kebetulan saya sama suami dan anak-anak fotonya pewe sih didepan logo odyssey.

Sertifikat Saya
Sembari makan siang sambil menikmati deburan ombak, ada crew yang mendatangi kami dan penumpang lain sambil membawa buku catatan. Tenang saja, itu bukan buku catatan tagihan kok, buku tersebut berisi kesan-kesan para penumpang. Satu persatu penumpang diminta menulis kesan-kesan selama mengikuti tour kapan selam odyssey tadi.

Sertifikat Kakak

Oh ya sebagai tambahan, meskipun sudah membayar tiket di awal, tidak ada salahnya membawa duit lebih, karena untuk bisa mendapatkan kunci loker penumpang diminta menitipkan uang sebesar Rp. 50.000,- sebagai jaminan, yang nantinya uang tersebut akan dikembalikan saat kunci loker kembali. Selain itu meskipun kita sudah ikut paket include makan siang, paket tersebut tidak termasuk minuman.
Sertifikat Adik
Tips saya untuk yang ingin menikmati petualangan sambil membawa balita

  • Sesuai saran teman saya tadi, karena memang lokasinya jauh dari mana-mana, maka nggak ada salahnya ambil paketan include makan siang, mengingat saya dan suami bawa balita yang bisa sewaktu-waktu tantrum kalo jam makan siangnya lewat.
  • Usahakan anak-anak makan terlebih dahulu sebelum tiba di lokasi. Nggak ada salahnya bawa cemilan beserta minuman anak-anak untuk buat jaga-jaga kalo anak-anak kelaparan waktu nunggu jadwal keberangkatan kapal selam.
  • Membawa tas kecil untuk menyimpan air minum, pampers, tisu basah, dan kamera beserta handphone.
  • Sebenarnya karena kekurang tahuan saya, saya membawa gendongan carrier ergobaby, maksud hati sih biar enak buat gendong adik. Ternyata selama perjalanan menuju lokasi kapal selam sampai masuk ke kapal selam adik lebih banyak duduk dipangku, dan saat berpindah dari tempat yang satu ketempat yang lain saya lebih banyak dibantu oleh petugas kapal selam Odyssey. Sehingga gendongan ini tidak seberapa dibutuhkan.
  • Pakai baju (terutama bawahan) dan sandal yang nyaman, karena saat akan naik atau turun dari perahu boat mau nggak mau kita harus basah-basahan dan becek-becekan terkena ombak.
  • Jangan lupa bawa duit lebih, buat bayar minuman, nebus foto (kali aja pengen punya foto keren didepan logo odyssey) :D
Noted,
Sebelum meninggalkan lokasi, saya dan suami menyempatkan diri untuk meminta brosur terkait informasi kapal selam odyssey tersebut. Kali aja, next pengen kesini lagi rame-rame sama suami, duo al dan adiknya duo al, jadi nggak perlu ngerepotin teman saya tadi lagi :D
Brosur Wisata Kapal Selam Odyssey Submarine
"Big Thanks banget buat teman saya Mitiya dan suami yang sudah mau kasih info lengkap dan nggak tanggung-tanggung, mau merepotkan diri bantu booking tiket kapal selam Odyssey Submarine ini"
\(^,^)/

3 comments:

  1. Hi Vety. Saya mau kesana juni ini.ceritamu penyemangatku nih. Bisa share nomor telp untuk booking ticket nya ? Makasih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada di ganbar brosur yang saya share paling bawah itu kak

      Delete
  2. Hi Vety. Saya mau kesana juni ini.ceritamu penyemangatku nih. Bisa share nomor telp untuk booking ticket nya ? Makasih ya

    ReplyDelete