Wednesday, June 22, 2016

Surat Cinta (Terbuka) Untuk Suami Dari Para Emak Kesundulan

Beberapa waktu lalu, saya tiba-tiba merenung, sejak lahir duo al entah sudah berapa lama saya nggak pernah nulis surat cinta untuk suami saya tercinta. Eh tapi kalo cuman sekedar pesan singkat macam whatsapp atau sms mesra pernah sih sesekali, cuman kalo surat cinta yang menggambarkan perasaan ungkapan hati yang meluap-luap layaknya para remaja yang di mabuk asmara kayaknya udah lama belum pernah nulis lagi.
Yang terlintas dibenak saya, sejak lahir duo al selama ini sepertinya saya lebih sering ngomel ke suami tanpa sebab. Ah...Maapin aku ya suamiku, padahal kamu orang pertama yang selalu support aku, yang nggak pernah lelah ikut heboh dan repot bantuin handel duo al, padahal kamu sendiri juga mungkin lagi capek belum istirahat dari kerjaan kantormu. *Loh la kok malah curcol...

Kalo orang lain dengar langsung, mungkin bakal ngira omelan saya ini udah kayak rekaman kaset rusak yang diulang-ulang. Namun, yang sesungguhnya sengomel-ngomelnya saya itu justru menandakan ungkapan cinta dan sayang saya kepada suami *yakin dan serius deh!!!

Hal tersebut secara nggak langsung didukung oleh beberapa tulisan para emak kesundulan yang tertuang pada quiz time di grup the sundulers bertema surat cinta terbuka kepada suami. Yap, seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang Komunitas The Sundulers ini, juga sering mengadakan kuis seru-seruan sebagai salah satu upaya emak-emak kesundulan menghilangkan penat, lelah dan stres.

Wah, para emak kesundulan ternyata masih bisa ya bikin tulisan surat cinta? Loh, jangan salah ya masih bisa lah. Berikut beberapa tulisan surat cinta terbuka dari para emak kesundulan (member grup the sundulers) yang saya copas langsung tanpa mengurangi ataupun menambah isi tulisannya. Maunya sih saya screenshoot langsung sebagai tanda bukti kalo tulisannya bener-bener asli tanpa ditambah-tambahin atau dikurangi, tapi apa daya ternyata para emak ini sepertinya terhanyut kebawa perasaan hingga panjang tulisan surat cintanya.

Oh iya kalo ada yang nanya apa sih motivasi saya bikin kuiz beginian di grup the sundulers? Mau nyontek isi surat cinta emak-emak ya? Nggak, serius deh saya nggak niat nyontek, suwer terkewer-kewer deh (>,<). Sebenarnya saya cuma ingin berbagi aura kebaagiaan dengan teman-teman disana. Mengingat sebentar lagi mau lebaran jadi  nggak ada salahnya kan ngajakin kebaikan untuk ngungkapin rasa sayang, cinta dan terimakasih kepada suami masing-masing yang selama ini sudah banyak membantu support para istri dirumah.

Yuk, mari simak ungkapan cinta dan sayang dari beberapa emak kesundulan untuk suaminya tercinta yang tertuang dalam sebuah tulisan singkat penuh makna *ciyeee ciyeee... ^,^

  • Surat Cinta Terbuka Untuk Suami dari Bunda Ratna Pillar
Dear suamiku,
Terasa banget pastinya ya sudah 5th kita menikah dan dianugerahi 2batita cantik bertenaga rambo yg tak lelah membuat emaknya kerja keras setiap hari. Suamiku, kau adalah laki2 terbaik pilihan dari Alloh sebagai jodohku, yang jika pulang kantor selalu langsung pulang kerumah, yg selalu makan masakanku dengan lahap meski rasanya aneh, yg selalu menyediakan punggungnya untuk bermain kuda2an anak2 meski baru aja pulang, dan tentunya rajin belanja ke pasar. You're the best man i've ever had (bener ga ini tulisannya).

Tapi suamiku sayang, cintaku seolah2 selalu menguap bersama angin ketika kau meletakkan baju kotormu di keranjang cucian bersih yg baru diangkat dari jemuran, berangkat ke kantor dan meninggalkan handuk basah diatas kasur sehingga sprei menjadi basah, dan yg lebih menjengkelkan meletakkan kunci motor dan charger sembarangan kemudian minta tolong dicarikan dengan santaiiinyaaa. Sungguh hal ini rasanya sama nyeseknya dengan ketika kau 5x kehilangan henpon.
Di momen puasa ini aku istrimu yg paling cantik dan sholeha lagi pintar ini mau minta maaf atas segala rupa omelanku, rengekanku, tangisanku. Tapi plis plis pliiiiiis banget ini juga bisa jadi momen tepat bagimu untuk berubah, aku tidak memintamu mencuci baju tp taruh baju bekas pakaimu di ember hitam jangan di keranjang pink karena keranjang pink adalah tempat baju bersih, gantung handuk basah di tempatnya, dan jangan lupa kaos kaki bekas pakaimu letakkan di sepatu jika masih mau dipake lagi. Aku sebenernya tidak memintamu belanja, tapi jika ke pasar beli bahan secukupnya, jangan beli lengkuas sekilo karena harganya murah. Aku mau kok memasak untukmu tp jika kau memasak pliiiss jangan menghabiskan setengah liter minyak hanya untuk menggoreng 1 ekor lele, hemat beib.
Tapi sayangku, diluar semua itu kau adalah suami dan ayah terbaik untuk keluarga kecil kita.
We love you so much

Dari tulisan surat cinta bunda Ratna Pillar tersebut sekilas mungkin orang awam akan menangkap lebih banyak ngomelnya, namun sebenarnya disitu tersirat betapa bunda Ratna mencintai suaminya apa adanya. Dia mungkin hanya tak pernah lelah untuk mengingatkan suaminya agar selalu berusaha menjadi lebih baik lagi. Bagaimanapun sebagai orang tua kesundulan saya sendiri menyadari untuk selalu belajar cara hidup hemat dari bunda Ratna ini, karena mengingat nantinya biaya yang harus kami persiapkan untuk masa depan anak-anak kami.

  •  Surat Cinta Terbuka Untuk Suami oleh Bunda Iin  Mufarikhah
Assalamualaikum,,,
Sedang apakah kau disana pak BudiMustika,oh pujaan hatiku separuh jiwaku.
(padahal cuma ditinggal 5hari saja udah lebay)
Masih ingat betul saat kau datang kerumahku membawa gethuk magelang dan enting-enting gepuk,tak kusangka setelah pertemuan itu kau membawa orang tuamu untuk melamarku.kau memujiku didepan ibumu kalau aku sosok wanita yang lemah lembut dan penyabar yang membuatmu tergila-gila.
Tak kusangka hampir 5tahun kita berumah tangga,kita dikaruniai 2 anak yang ganteng-ganteng.mungkin pernah terbesit dalam pikiranmu untuk meralat pujianmu terhadapku waktu kau melamarku.kini aku bagaikan singa yang siap menerkam mangsanya tatkala lantai rumah yang semula kinclong bak iklan karbol berubah menjadi lautan susu karna anak kita sedang bereksperiman bagaimana jika air dan bedak disatukan siapa tau bisa jadi cheescake lumer.
kau juga mungkin sebelumnya tidak pernah mengira jikalau istrimu punya bakat menyanyi seriosa disaat si kakak dan adik berantem gara-gara rebutan mainan.
Duhai suamiku,maafkan diriku yang dulunya pemalu dan pendiam,sekarang berubah menjadi seseorang yang cerewet,bahkan soimah pun lewat.


Terkadang kau juga seperti anak-anak dikala aku sedang ''me time'',kau merajuk manja ingin diperhatikan.rasanya ingin ku gendong kamu dan aku taruh dibak cuci piring biar kamu bisa main air seperti anak-anak kita.
Tapi ketahuilah suamiku,kau adalah lelaki yang membuatku selalu meleleh karna kau tidak pernah marah padaku.kau selalu membantuku membereskan rumah sampai tetangga bilang ''laki-laki kok buat kalahan,apa gunanya punya istri kalau gak mau nyapu''(bukan gak mau sih,cuma kalo nyapu yang ada sapunya buat rebutan anak-anak)ini mah alibi doang.
Ahh kakandaku cepatlah pulang,daku membutuhkanmu biar ada yang gantian nyebokin pup anak kita,ada yang jemurin cucianku di loteng.ada yang gorengin tempe buatku.Eh jangan lupa transfer juga ya,atm udah menipis nih.love you love you
Salam,
Ibu dari anak-anakmu

Berbeda dengan bunda Ratna, isi surat cinta bunda Iin ini lebih menggambarkan betapa dia merindukan suaminya yang (mungkin) sedang ada kesibukan di luar kota. Disitu beliau menceritakan bagaiman dia yang awalnya dulu mungkin kalem lemah lembut, tiba-tiba berubah seperti macan yang siap menerkam.

Ah, saya jadi ingat sama diri saya sendiri, yang pernah dikomplain sama suami karena menurutnya saya jadi sedikit galak. Aduh suamiku sekali lagi maapkan aku ya...terkadang kalo sikonnya kayak bunda iin begitu siapa yang nggak khilaf ngomel...hehehe...


  • Surat Cinta Terbuka Untuk Suami oleh Bunda Wirda Wahyuni D
Dear Aries Alrasyid,
Ini merupakan ‪#‎suratcintauntuksuamiku‬ terima kasih telah memberikan aku 2anak batita yang lucu. Kamu tau anak perempuanmu mulai bawel dan bisa marah?kamu tau anak lakimu sangat rewel dan nidurinnya ngga pernah mudah?pasti kamu tau.kamu sering merasa bising.suka joget saat keduanya stereo kamu jangan pernah anggap ini konser metalica. Saat itu aku ngga mau dihadapi sendiri.jogetmu ngga pernah menghiburku.jangan pernah ganggu tidur anak lakimu.jangan pernah membangunkan marah anak perempuanmu.kegemasan kamu bisa membuat kegemasan digenggaman tanganku. Hindari hp dihadapan kami, itu radiasi.jangan lari saat 2anakmu pup. Aku sangat membutuhkanmu aku tak bisa tanpamu.
salam,
Putri wirda

Dalam tulisan surat bunda Putri yang sangat singkat tersebut, meskipun ada ungkapan tersirat betapa gemasnya bunda putri dengan suaminya yang mungkin sering iseng godain istrinya agar terhibur. Disitu menggambarkan betapa mereka mengungkapkan cinta mereka satu sama lain dengan cara yang unik. Dan bunda Putri juga menuliskan dengan jelas betapa dia membutuhkan suaminya dan tak mungkin bisa tanpanya.


  • Surat Cinta Terbuka untuk Suami dari Bunda Shufiyanti Amalia
Suamiku..
Tak terasa sekarang sudah memasuki bulan Ramadhan...
Tepat 4 tahun yang lalu, beberapa minggu sebelum Ramadhan, kita mengikat janji suci,
Di Masjid salah satu kampus di kawasan Jakarta Barat, yang mana kampus itu adalah kampusku.. Hahahahaha
Pada waktu itu impianku saat kuliah terkabul, ingin menikah di Masjid itu... :P

Suamiku terkasih,
Tak terasa 4 tahun lamanya kita melewati suka duka pernikahan...
Kerikil-kerikil pun menghiasi perjalanan kita
Dari pertengkaran lempar bantal, sampai lempar HP pernah kita lalui (gue yang ngelempar sih, dia diem aja B-) )
Namun, banyak juga sukacita yang kita lalui bersama...

Kau adalah sosok Papa yang sempurna (kaya judul lagu Peterpan, Mimpi Yang Sempurna)
Tanpa protes, kau bantu aku memandikan anak-anak dipagi hari, menyiapkan sarapan, dan menyuapi mereka,
Sementara aku masih kecapean karena membabu buta semaleman. Hihihihihihi

Mungkin aku bukan istri yang sempurna buat mu..
Tapi, aku selalu berusaha tidak pernah menolak... Semua yang kau perintahkan.. (Karena takut dosa) hahahahaha
Sebaliknya kaupun membantuku mengerjakan tugas-tugas rumah tangga dengan ikhlas... (Meskipun harus disuruh dulu -_- )

Suamiku tersayang,
Melalui moment bulan puasa ini, ijinkanlah aku untuk mengajukan anggaran keperluan belanja untuk lebaran, sebagai berikut:
- Bulu mata palsu
- Lipstik warna warni biar kaya pelangi
- Kue-kue dari seluruh penjuru mata angin
- Angpau aneka warna
- Duit berkilau bergepok-gepok gambar proklamator RI untuk belanja di Tanah Abang

Demikian suamiku, surat ini kusampaikan kepadamu... Mohon untuk diproses sebagaimana mestinya...
Salam sayang selalu... :*

Begitu juga dengan surat cinta dari bunda upay, biasa teman-teman memanggilnya. Di suratnya dia menuliskan perjalanan cintanya, hingga rasa terimakasih kepada suaminya tercinta karena telah sering membantunya menghandel dua anaknya. Walau begitu secara nggak langsung dia juga mengatakan bahwa dia sangat berterimakasih kepada suaminya, dengan berusaha untuk tidak menolak semua permintaan suaminya.

Seperti itulah, kira-kira isi surat cinta yang mewakili perasaan para emak kesundulan. Terkadang tanpa sadar beberapa tahun terlewati, tanpa kita ingat kapan terakhir kali kita menuliskan surat cinta yang romantis untuk suami kita. Jangankan nulis surat cinta, mungkin sekedar mengatakan aku cinta kamu dengan nada manja bak remaja alay jaman sekarang, para emak kesundulan ini sudah kaku, saking hebohnya dengan kesibukan menghandle anak-anaknya

Sering ngomelnya para emak kesundulan juga bukan berarti sudah hilang rasa cinta diantara mereka, namun percayalah wahai suami bahwa mengomel saat ini bisa jadi merupakan salah satu ungkapan cinta yang tersirat dari para istri, yang mungkin orang lain tidak akan sanggup dan mampu untuk mengungkapkan padamu *ah, kalo ini sih modus saya aja kali ya biar bisa ngomel ke suami... :D

Untuk suamiku tercinta yang mungkin sedang baca tulisan ku ini *lebih tepatnya yang selalu aku paksa untuk jadi pembaca pertama tulisan ku ini, demi mendapat saran dan kritik darimu
Lewat tulisan yang tersurat ini, sebenarnya aku ingin berterimakasih secara terbuka kepadamu...

Terimakasih engkau telah memilihku menjadi istrimu, meskipun kata orang-orang aku kayak w*ti tetanggamu (eh jujur lo ya aku sebenernya nggak suka disama-samain -_-")

Terimakasih juga engkau selalu mensuport aku, tanpa supportmu mungkin aku nggak lulus dari jurusan pilihan orang tuaku (kalo nggak lulus ya mungkin kita nggak jadi nikah, kalo nggak jadi nikah nggak mungkin lahir duo al, kalo nggak lahir duo al mungkin nggak bakal ada tulisan ini) :D

Jangan pernah lelah mendampingi istrimu yang cerewet dan suka ngomel ini ya, wahai yayah udin suamiku tercinta. Aku ngomel karena sayang kamu, aku cerewet juga karena cinta kamu, Justru kamu perlu waspada jika aku sudah nggak mau ngomel lagi. Kalo aku sudah nggak mau ngomel lagi artinya kamu perlu ngajak aku piknik lagi :D *ah modus ini modus.

Untuk selanjutnya mari kita berusaha menjadi orang tua teladan, yang bisa membanggakan dan memuliakan anak-anak kita kelak.
I Love You So Much
Istrimu Yang Hobi Ngomel di rumah :D
-Vety-


***Curang nih sengaja nulis surat cinta pake tinta pink, biar yang baca agak usaha melek-melek dikit...hihihi jadi malu >,<

4 comments:

  1. surat cinta untuk suami?..aku keknya ga romantis bikin ginian mbak ..langsung tembak aja kali..he..he..salam kenal mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...aku sendiri baru inget kalo udah lama ga pernah bikin surat cinta buat suami >,<

      Salam kenal juga mbak

      Delete
  2. nguahahahaha..anak gadis solehah nyasar ke blog emak-emak solehah..

    ReplyDelete
  3. bwahahahaha...ketemu lagi disini ternyata kita... :D

    ReplyDelete