Friday, June 3, 2016

Tips Puasa Full Saat Hamil, Menyusui, NWP, dan Tandem Nursing

Ramadhan Tiba
Beberapa waktu lalu, seorang sahabat menanyakan kepada saya, tentang tips kuat menjalankan puasa sebulan penuh saat hamil. Sebenarnya saya sendiri, dulu saat hamil termasuk ibu hamil yang sering mual muntah parah. Namun, saat saya berpuasa ternyata mual saya justru berkurang. Perut sebah, panas, mual, muntah yang biasanya saya rasakan malah hampir nggak kerasa ketika saya berpuasa. Hal tersebut mungkin yang membuat saya termotivasi untuk kuat puasa selama satu bulan penuh ketika hamil.

Dokter pun saat itu juga memperbolehkan saya puasa, dengan catatan jika memang ditengah puasa saya merasa tidak kuat melanjutkan puasa hari itu maka saya disarankan untuk membatalkan puasa saja.
Mungkin selain makan dan minum cukup seperti ibu-ibu hamil lainnya, saya juga tetap meminum suplemen kehamilan yang diresepkan oleh dokter saya. Selain itu saya juga minum susu UHT low fat saat sahur. Alasan saya memilih susu UHT low fat karena BB saya sudah tergolong overweight, sehingga saya merasa harus menjaga asupan demi kesehatan janin saya. Terkadang saya juga mengkonsumsi madu ketika sahur.

Oh ya, selain itu ada tips khusus yang saya tiru dari ibu saya dan beberapa kerabat saya yang juga berhasil menjalankan puasa satu bulan penuh, ketika hamil. Tips tersebut adalah
  • Niat. Maksudnya niat disini adalah kita niatnya nggak setengah-setengah. Karena jika kita masih ragu untuk menjalankan puasa biasanya godaan untuk membatalkan puasa akan besar.
  • Sounding janin/bayi kita yang ada dalam kandungan. Yah, saat sahur saya disarankan untuk mengajak ngobrol janin saya, untuk mau bekerja sama kuat diajak puasa hari itu.
Jika pengalaman saya hanya puasa saat hamil si kakak, berbeda lagi dengan salah seorang sahabat saya yang mempunyai pengalaman berpuasa satu bulan penuh ketika masih menyusui asi eksklusif salah satu anaknya.

Sebut saja Bunda Elok, dia adalah seorang guru, dengan dua anak balita yang berhasil menjalankan puasa sebulan penuh ketika menyusui si adik yang saat itu masih berusia 3 bulan alias masih ASI eksklusif. Padahal, dia masih harus bolak-balik rumah sakit karena kondisi bapaknya yang sakit dan opname dirumah sakit.

Tips dari Bunda Elok ini, yaitu :
  • Tetap makan tiga kali, yang terbagi makan pertama saat sahur, makan ke dua ketika berbuka puasa, dan makan ketika saat malam sekitar pukul 10 malam
  • Ngemil (makan cemilan) buah
  • Saat sahur bunda elok menambahkan menu susu UHT plain
  • Sesekali bunda elok menyelipkan menu minuman isotonik untuk rehidrasi cairan tubuhnya yang hilang selama menjalanka puasa
Namun, Bagaimana jika Ibu hamil tersebut merangkap menyusui si kakak ketika hamil si adik atau Nursing While Pregnant (NWP)? Dan, Bagaimana jika ibu tersebut menyusui dua bayi/balita sekaligus (Tandem Nursing) ketika menjalankan puasa? Apa mungkin? Jika mungkin apa ada tips-tips khusus?

Yah, ternyata hal tersebut masih mungkin dijalankan. Berikut tips dari teman saya. Sebut saja Bunda Ratna, seorang ibu yang mendedikasikan dirinya dirumah untuk anak-anaknya, juga berhasil menjalankan puasa sebulan penuh saat NWP maupun tandem nursing.
Adapun tips dari Bunda Ratna, diantaranya adalah :
  • Makan tetap tiga kali, yaitu setelah shalat maghrib (saat berbuka), setelah shalat tarawih atau sebelum tidur malam, dan saat sahur.
  • Menu selalu lengkap dan harus ada sayur
  • Minum air putih minimal 10 gelas, 2 gelas saat berbuka puasa, 2 gelas setelah shalat maghrib, 2 gelas setelah tarawih, 2 gelas saat bangun tidur, dan 2 gelas ketika sahur.
  • Saat sahur tidak usah terlalu banyak menu karbohidrat, tetapi lebih banyak sayur dan protein
  • Minum 1 sendok teh kayu manis bubuk ditambah 1 sendok makan madu diseduh seperti teh.
  • Istirahat cukup
  • Menjelang sore olah raga ringan, dengan tujuan memecah glikogen menjadi glukosa agar badan tidak lemas
Menu diatas belum termasuk menu takjil berupa kolak, es buah, dsb.
Menurutnya ketika menjalankan puasa sebulan penuh sembari NWP tidak ada masalah dengan BB janinnya.

Namun demikian, tidak ada salahnya jika ibu NWP maupun tandem nursing tetap mengkonsultasikan kondisi  janin atau bayinya kepada dokter saat memutuskan ingin menjalankan puasa.

Saya sendiri saat tandem nursing belum diperkenankan mengkuti puasa oleh dokter spesialis anak langganan kami, mengingat berat badan si adik yang kenaikannya kurang memuaskan, ditambah saat itu si adik masih ASI eksklusif.

Walau demikian, saat si adik mulai mendapat mpasi (makanan pendamping asi) saya memulai mencoba puasa untuk membayar hutang puasa saya, dengan menggunakan tips dari Bunda Ratna tersebut. Ternyata tidak seberat yang saya bayangkan. Seperti kata Bunda Ratna sebenarnya tidak ada tips khusus, semuanya hampir sama dengan saat kita puasa ketika hamil si kakak atau menyusui si kakak saja.

*) Noted : Beberapa artikel yang pernah saya baca tidak menyarankan ibu hamil untuk mengkonsumsi kayu manis. sehingga salah satu tips mengkonsumsi kayu manis ditambah madu dari bunda Ratna mungkin lebih ditujukan untuk kondisi ibu tandem nursing. sedangkan untuk ibu NWP (menyusui ketika hamil) bisa mengambil opsi mengkonsumsi madu tanpa kayu manis.

No comments:

Post a Comment