Tuesday, July 26, 2016

Behind The Scenes Lebaran Keluarga Kesundulan

Pagi itu saya sedikit berbunga-bunga ketika pulang dari shalat idul fitri, karena ada salah satu tetangga nyeletuk "Ya Ampun...anak-anaknya udah pada cantik (baca : udah mandi) ya sebelum berangkat shalat ied. Bangun jam berapa tadi? Anak saya boro-boro mandi pagi, sekarang paling masih tidur di rumah"

Lebaran Penuh Warna
Percaya nggak percaya, celetukan semacam itu bisa bikin emak kesundulan tersipu malu lo...hihihi lebay ya...

Ya gimana nggak lebay, untuk bisa ngangkut satu balita mandi pagi buat shalat idul fitri aja udah perjuangan yang luar biasa, apalagi sampe dua balita. Yap, saya termasuk yang mungkin buat sebagian ibu didunia ini sedikit ekstrim perkara jadwal tepat waktu. Jangankan ibu didunia, ibu saya dan ibu mertua saya juga sering komplain kok dengan kalimat "Ya Ampun kasihan lo...biarin tidur kenapa?".

Tapi saya sering ngales sih. Menurut saya dan suami nggak ada salahnya membiasakan anak-anak sejak dini bangun pagi, alasannya toh kelak saat mereka beranjak dewasa tetap harus terbiasa bangun pagi untuk shalat subuh. Kami selalu berargumen "Biarin mereka terbiasa bangun pagi bu, jangan sampe sekarang mereka disayang-sayang dibilang nggak papa bangun siang. Giliran sudah terbiasa bangun siang sampai gede nanti di ubrak-ubrak ala satpol PP". Nah kalo ini kayaknya ketauan nih pengalaman sering diubrak-ubrak bangun pagi ya mbak (iya...hehehe...).

Sedikit tips dari saya mempersiapkan dua balita mengikuti shalat idul fitri
  • Persiapkan diri kita bangun paling tidak 2 jam menjelang keberangkatan ke lokasi Shalat idul Fitri
  • Persiapkan hal-hal yang perlu dibawa malam hari sebelum tidur. Agar saat bangun nggak kelabakan.
  • Bawakan makanan dan minuman yang tidak menyebabkan "jeteh" (kotor dan lengket) di lokasi. Misalnya : Air Putih, Cemilan Kering seperti Kue Kering atau Biskuit.
  • Sediakan baju ganti cadangan.
  • Bangunkan anak perlahan bisa dengan cara menghujani anak dengan ciuman. Untuk yang satu ini biasanya kalo nggak berhasil saya langsung ajak anak saya ke kamar mandi. Kebetulan anak saya sudah lepas pampers, sehingga punya kebiasaan mem-pipis-kan anak di malam hari dengan cara membiarkan anak jongkok meskipun matanya merem. Nah ini ternyata efektif buat si kakak. jadi ketika kakak sudah berhasil buang air kecil saya segera menyounding kakak untuk bangun sembari menyiram-nyiram kaki kakak dengan air. Sedangkan untuk adik biasanya nanti otomatis akan ikut bangun ketika mendengar suara kakak yang sudah bangun duluan. 

Kakak Adik Duduk Tenang Menggenggam Cemilannya
Oh ya mungkin ada yang masih pro kontra terkait mengajak anak shalat idul fitri karena kuatir mengganggu jamaah lainnya. Saya sendiri mempunyai trik rahasia mengajak dua balita shalat idul fitri, yaitu :
  • Mencari posisi shaf paling belakang, dan jika perlu yang dekat dengan kamar mandi.
  • Membawa tali harness yang nantinya satu bagian akan dikalungkan ke tangan adik dan satu bagian. lagi ke tagan saya. Tujuannya agar saat adik tidak mau digendong adik tidak perlu keluyuran terlalu jauh karna tangannya sudah terikat tangan saya. Hal ini mungkin berlaku untuk balita yang sudah mulai bisa jalan.
  • Jika diperlukan maka tidak ada salahnya menggendong adik selama menjalankan shalat idul fitri.
  • Menyiapkan hal-hal yang bisa mengalihkan kakak didepannya agar kakak tetap fokus duduk ditempat tidak keluyuran selama semua jama'ah mulai shalat idul fitri. Misalnya minuman ataupun buku bacaan.
  • Menyounding kakak adik untuk kooperatif selama shalat idul fitri berlangsung.
  • Melihat kondisi kakak adik sebelum memutuskan mengikuti shalat idul fitri berjamaah. Maksudnya jika ada tanda-tanda rewel maka sebaiknya kita tidak perlu memaksakan mengikuti shalat idul fitri berjamaah, kita boleh cukup puas bisa mendengarkan ceramah idul fitri. Namun jika dirasa kakak adik cukup kooperatif maka kita boleh mengikuti shalat idul fitri dengan catatan saat salah satu dari mereka (mungkin) rewel yang bisa menyebabkan kegaduhan maka kita harus dengan segera tanggap menghandel mereka agar tidak mengganggu jamaah lainnya.
  • Mencari partner yang bisa diajak duduk bareng di shaf paling belakang. Modus nggak modus sih setiap idul fitri saya selalu pilih shalat di kota ibu (tahun ini di kota ibu mertua saya), maksud hati sekalian biar ada temen duduk bareng di shaf paling belakang. kalo suami kan duduknya di shaf laki-laki. Jadi agak susah kalo hanya mengandalkan suami.

Si Adik dengan Tali Harness
Ada benarnya jika shalat idul fitri itu termasuk shalat sunnah, sehingga untuk kondisi yang memberatkan kita diperbolehkan untuk tidak memaksakan diri datang ke lokasi. Namun, sepengetahuan saya untuk wanita yang mungkin berhalangan shalat karena haid tetap disunnahkan bisa datang ke lokasi shalat idul fitri dengan tujuan agar bisa mendengarkan ceramah idul fitri serta menjalin silaturrahmi dengan jama'ah shalat idul fitri lainnya. Sehingga menurut saya momen shalat idul fitri yang hanya diadakan setahun sekali ini terlalu sayang untuk dilewatkan hanya karena alasan rempong bawa dua balita. Saya sendiri berprinsip dengan niat baik pasti akan selalu ada jalan.

Setelah satu misi (misi mengajak dua balita shalat idul fitri) terlaksana, saya lanjut mempersiapkan misi selanjutnya. Misi mengajak anak-anak halal bihalal ke acara open house keluarga besar nenek dari pihak ibu saya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ibu saya mengajak kami menggunakan dress code selain untuk hadir di acara open house keluarga besar, juga untuk sesi pemotretan foto keluarga. Wah, jarang-jarang nih ibu saya mau diajak foto keluarga :D

Sesi Photo
Namun, sebenarnya khusus dress code foto keluarga, jauh-jauh hari saya sedikit was-was. Kuatir belum sempat foto, baju anak-anak sudah cemong nggak karuan. Nggak kurang akal, sebelum ibu saya memutuskan warna dress code lebaran, saya sudah request warna yang kira-kira anak saya punya stok baju dengan warna senada lebih dari satu. Sehingga dipilihlah warna tosqa. Kebetulan juga kok ya sebelum lebaran ibu saya sempat membelikan oleh-oleh baju berwarna tosqa. Ini kalo saya bilang namanya berkah lebaran. Saya nggak perlu beli baju lebaran, anak-anak juga cukup beli baju lebaran masing-masing satu berwarna tosqa. Baju cadangan pake stok yang sudah ada dirumah saja :D

Sepulang dari shalat idul fitri saya dan suami buru-buru meluncur ke kota ibu saya, karena sudah plot jadwal untuk sesi foto keluarga dengan studio foto (halah udah kayak artis aja pake sesi foto).

Behind The Scenes Saat Pengambilan Foto Studio
Kemudian kami juga tidak mau melewatkan acara open house halal bihalal keluarga yang diadakan di rumah tante saya. Seperti tahun-tahun sebelumnya menu andalan halal bihalal lebaran adalah Bandeng Raksasa dengan didampingi legen khas kota kami. Sebenarnya sehari sebelum lebaran, seperti biasa kami juga membeli bandeng raksasa. Maksud hati biar nanti kalo masih kurang puas makan bandeng di rumah tante, bisa ngelanjutin makan bandeng lagi di rumah sendiri.

Kakak Adik Antusias Dengan Bandeng Raksasa
video
Behind The Scenes Proses Eksekusi Bandeng Raksasa

Tahun ini, selain menu bandeng raksasa dan legen, ada tambahan menu spesial tumpeng. Tumpeng ini sebagai bentuk syukuran karena ada sepupu yang sudah lulus kuliah dan diterima kerja. Asikkk...jatah ngeluarin THR buat sepupu berkurang satu. Hahaha...modus ini...

Membawa dua balita ke halal bihalal keluarga itu juga ternyata membawa banyak barokah. Kalo biasanya bawa satu balita dapat jatah amplopannya satu, berhubung ini bawanya dua balita otomatis dapat jatahnya juga dua amplop. Alhamdullillah rejeki mamam sholehah...eh salah ya harusnya rejeki anak balita sholehah :D

Lebaran tahun ini bisa dibilang penuh barokah. Alhamdulillah kami masing-masing kecipratan THR. Mulai suami yang dapat THR berupa voucher BBK berlembar-lembar (lumayan nih budget duit bensin selama lebaran bisa dihemat buat yang lain), saya yang jauh-jauh hari dapat oleh-oleh gamis dari ibu saya sehingga bisa digunakan untuk dress code lebaran, sampai anak-anak yang mendapat THR beramplop-amplop (ah ini lebay ah...). uhuy...uhuk kalo ini emaknya yang panen nih *ya ampun keliatan banget yak muka emaknya muka THR an... >,<

THR berupa Voucher

Oh ya untuk dress code lebaran anak-anak, saya juga tidak beli sendiri, melainkan dapat jatah baju lebaran dari ibu saya. Begitupun dengan sepatu lebarannya dapat jatah dari potong duit lebaran yang diberi ibu mertua saya untuk anak-anak. Kalo kata mertua saya sengaja kasih duit lebaran aja biar bisa milih sendiri baju atau sepatu lebarannya. Maksud hati sih maunya ditabung saja, tapi ibu mertua sudah wanti-wanti suruh beliin baju atau sepatu buat lebaran biar duitnya ada bentuknya. Baiklah amanah harus dijalankan.

Anak-anak udah macam kayak dapat endorse-an aja nih, karena dress code lebarannya mulai atas sampai bawah dapat gratisan.

Dress Code Kakak Adik Berasa Kayak dapat Endorse :D

Selesai acara halal bihalal, kami mengambil foto keluarga besar. Kalo yang ini dadakan aja sih fotonya. Hanya  mengandalkan timer kamera dan foto ala-ala wefie kekinian.

Tim Behind The Scenes Suksesnya Pengambilan Foto Keluarga Besar
Alhamdulillah misi lebaran hari pertama terselesaikan. Ibarat maen game ada istilah mission completed. Kalo sudah gitu mamam sama yayahnya ini bisa bernafas lega plong. Yang tadinya berasa habis dikejar-kejar hansip karena harus mengejar jadwal yang ditentukan oleh banyak pihak, sampe rumah langsung bisa selonjoran.

Ada yang istimewa dari acara halal bihalal keluarga besar kami. Saya sendiri lupa tepatnya sejak kapan, namun beberapa tahun belakangan ini semua tante saya sudah kompak menggunakan hijab tidak hanya saat lebaran saja namun juga dalam kesehariannya, tanpa ada pemaksaan dari pihak lain.

Foto Bersama Keluarga Besar

Dua balita saya sendiri sebenarnya sebelum tiba di lokasi halal bihalal sudah siap lengkap dengan dress code berhijab. Tapi apa daya namanya anak-anak, hijabnya udah cemong jeteh kena makanan semua sebelum tiba di lokasi. Jadi sementara pasrah dulu dress code lebaran dua balita saya tahun ini tanpa hijab dulu. Next, bisa buat pembelajaran untuk meminimalis kejetehan makanan di hijab yang digunakan anak-anak maka solusinya ada dua, yaitu :

  • Memakaikan hijab ketika sudah tiba di lokasi

          atau

  • Membawa cadangan hijab untuk anak-anak

Ngomong-ngomong soal hijab, ada info event menarik dan sayang untuk dilewatkan oleh para hijaber nih.
Dalam waktu dekat ini Diaryhijaber akan mengadakan acara :

"Hari Hijaber Nasional"
Yang akan diselenggarakan pada :
Tanggal: 07 Agustus 2016 – 08 Agustus 2016
Tempat: Masjid Agung Sunda Kelapa,  Menteng, Jakarta Pusat

Acara Hari Hijaber Nasional oleh Diaryhijaber

So jangan sampe ketinggalan ya (^,^)

14 comments:

  1. Akupun sejak anak-anak bayi membiasakan mereka bangun pagi pas hari raya, baik itu idul fitri maupun idul adha. Malah kasian ah kalo nggak dibangunin, nggak pada merasakan syahdunya pagi lebaran dong. Hihihii. Seru banget foto keluarganya, jadi pengen buat jugaaa. Makasi sharingnya ya Maaaaak

    ReplyDelete
  2. Emang bener-bener colorful ini Lebaran Mbak Vety.. bolehlah itu vocher THR nya,, hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah habis mbak vouchernya...hihihi...

      Delete
  3. Lebarannya jadi makin berkesan, ya ^^
    Memang momen lebaran paling seru itu ya selalu bareng keluarga ^^

    ReplyDelete
  4. Mbaak.. seru lebarannya.... Emang bener sih, kalo dresscode buat anak2 makaikannya kalo udah nyampe acara, atau kalo buat sesi foto2, mendingan dipakaikan pas mau foto aja.... biar aman hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jadi kalo bawa anak-anak udah berasa kayak mau pindahan, bisa2 baju selemari dibawa semua >,<

      Delete
  5. Siapin semuanya malem2 emang penting yaa mak,daripada pagi2 grabak grubuk,apalagi aku biasanya tepar abis masak ketupat. Kaka sama ade cantik deh pake dress code foto kelg :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak bener, kadang udah disiapin malam, paginya juga masih gedabrugan...hihihi

      Delete
  6. si kakak cantik..fotogenik
    eh beneran lho mba Vety keliatan kurusan :D
    keluarga besar ya..rame banget

    tapi kasian ampe diikat segala tu duo Al hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...mbak avi harusnya belum kelihatan kurusan karna BB masih naek turun sesuka hati...

      yang dipasang harness tangannya si adik mbak, soalnya pengalaman kalo nggak gitu pas shalat adik bisa ngeloyor nggak bersuara kemana2 >,<

      Delete
  7. Adiknya, ngikuti sang kakak ya, Mbak. Berarti kuncinya ada di kakak, gampang dibangunin apa ndak, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dan aku baru tau makna dari nasehat kakak itu harus bisa jadi teladan untuk adiknya

      Delete