Saturday, July 16, 2016

Ketika Emak-Emak Kesundulan Anyang-Anyangan

Menjadi seorang ibu dengan dua balita memiliki jarak usia yang berdekatan atau biasa disebut dengan istilah emak kesundulan, menyebabkan seringnya para emak kesundulan menahan rasa ingin buang air kecil. Hal ini tentu bisa berdampak pada kesehatan, diantaranya : muncul rasa anyang-anyangan. Sepele sebenarnya namun jika dibiarkan bisa berlanjut menjadi rasa sakit saat buang air kecil.
Kebiasaan menahan buang air kecil ini pernah kami alami yaitu ketika anak-anak kami dilanda fase separation anxiety, dimana mereka merasa takut kehilangan emaknya, sehingga mereka tak mau sedetik pun jauh dari kami. So sweet sih, namun terkadang sedikit bikin puyeng kalo pas hasrat buang air kecil muncul. Biasanya karena nggak tega daripada ke toilet sambil diiringi backsound tangisan anak-anak, seringnya kami memilih menahan keinginan buang air kecil kami.

Selain itu, terkadang saking hebohnya kami menghandel dua balita, menyebabkan kami tidak langsung bisa menyempatkan untuk menyalurkan hasrat buang air kecil kami. Jangankan buang air kecil, hanya sekedar sisiran menata rambut setelah mandi pun kami jarang sempat, karena sudah disambut rengekan mesra dari anak-anak kami.

Beberapa waktu lalu saya sendiri sempat melakukan cek lab lengkap termasuk cek urine. Ternyata hasil lab menunjukkan adanya bakteri pada urine saya. Dari hasil lab tersebut saya didiagnosa kemungkinan mengalami infeksi saluran kemih. Sehingga saya disarankan untuk menemui dokter agar bisa mendapat terapi lanjutan. Namun karena kendala waktu dan kesibukan menghandel dua balita menyebabkan saya tidak bisa menemui dokter. Maklum namanya juga emak kesundulan dengan dua balita serta suami yang sibuk bekerja ditambah tanpa bantuan asisten rumah tangga di rumah. Jadi sekedar ke dokter pun harus mikir berulang kali nasib anak-anak.

Dengan beberapa alasan kendala tersebut sehingga saya memutuskan untuk mencari info terlebih dahulu tentang anyang-anyangan. Sebenarnya waktu mencari informasi tersebut saya agak tergelitik teringat mitos dari nenek saya yang mengatakan penyebab anyang-anyangan dikarenakan sering melangkah di atas sapu (lidi) penebah kasur. Saya sih waktu kecil percaya saja, sehingga dulu saya paling "takut" kalo tanpa sengaja melangkah di atas sapu lidi. Namun sejak punya dua balita, saya menyimpan sapu lidi jauh dari jangkauan anak-anak, jadi kecil kemungkinan bisa tanpa sengaja berjalan melangkahi sapu lidi.

Sapu Penebah yang Menurut Mitos Menyebabkan Anyang-Anyang

Hal tersebut juga yang membuat saya penasaran fakta penyebab anyang-anyangan. Ternyata beberapa penyebab anyang-anyangan yang bisa berlanjut menjadi rasa sakit buang air kecil sebenarnya merupakan gejala dari infeksi saluran kemih, beberapa diantaranya karena :
  • Kurangnya konsumsi air putih
  • Seringnya menahan buang air kecil
  • Kebiasaan cebok yang salah. Pada umumnya infeksi saluran kemih ini sering menyerang kaum hawa dikarenakan berhubungan dengan kebiasaan cara cebok yang salah. Kebanyakan mungkin masih belum memahami cara cebok yang benar adalah dari depan ke belakang bukan sebaliknya, dengan tujuan agar kuman yang berasal dari dubur tidak mengumpul di bagian depan.
  • Toilet yang kotor. Terkadang tanpa sadar kita mungkin sering menggunakan toilet umum dimana banyak bakteri dari berbagai sumber yang mengumpul di closet toilet umum tersebut. Dengan alasan tersebut sebenarnya memilih closet jongkok lebih dianjurkan daripada closet duduk. Namun jika kepepet nggak menemukan closet jongkok, maka kita bisa mengatasi menggunakan tisu pelapis closet sebelum memutuskan duduk. Alternatif lainnya bisa dengan menyemprot closet dengan semprotan disinfektan yang saat ini banyak di jual di beberapa apotek.
  • Celana dalam yang kurang bersih. Kebiasaan jarang mengganti celana dalam seharian juga bisa menyebabkan timbulnya bakteri di area celana dalam.

Infeksi saluran kemih berhubungan dengan bakteri sehingga kebanyakan pengobatannya menggunakan antibiotik. Padahal penggunaan antibiotik seperti yang saya ketahui tidak boleh sembarangan dan harus atas resep dokter agar sesuai indikasi dan dosis. Apalagi saya masih menyusui, hal ini tentu menjadi pertimbangan "keras" saya untuk tidak sesuka hati mengkonsumsi antibiotik.
 
Atas dasar pertimbangan itu pula, maka sementara saya memutuskan hanya memperbanyak minum air putih. Tujuannya sih dengan seringnya saya minum air putih saya akan sering kebelakang sehingga bakteri yang ada pada urin saya bisa ikut luruh ketika saya buang air kecil.

Kemudian saya jadi ingat beberapa waktu lalu ada sahabat saya di komunitas the sundulers yang beranggotakan emak-emak kesundulan, menceritakan bahwa dia merasakan sakit saat buang air kecil. Beberapa teman menyarankan untuk memperbanyak minum air putih. Namun sepertinya infeksi saluran kemihnya sudah memerlukan pemeriksaan dari dokter, karena ditunggu beberapa hari rasa sakit saat buang air kecil tak kunjung mereda juga.

Perbanyak Minum Air Putih Untuk Mengatasi Anyang-Anyangan

Sehingga dia memutuskan segera menemui dokter. Singkat cerita dokter pun meresepkan antibiotik untuknya. Namun sepertinya dia lupa tidak menyampaikan kepada dokter bahwa dia masih menyusui anak keduanya. Dia pun sempat meminta pihak apotek untuk mengganti dengan antibiotik yang aman bagi ibu menyusui. Tetapi sesuai kode etik, apoteker tidak boleh mengganti obat yang diresepkan oleh dokter kecuali atas rekomendasi dari dokter yang bersangkutan. Sehingga mau nggak mau teman saya tersebut harus rela menghubungi dokternya kembali.

Dari pengalaman saya dan teman saya tadi saya berusaha mencari informasi terapi untuk anyang-anyangan yang aman untuk ibu menyusui, dan tentunya mudah diperoleh oleh emak-emak kesundulan yang bahkan untuk sekedar meninggalkan anak-anak ke toilet saja susah, apalagi sampai harus meninggalkan anak-anak antri ke dokter. Bagaimanapun juga infeksi saluran kemih ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika dibiarkan maka infeksi bisa menyebar dan berkelanjutan merusak ginjal.

Sambil terus mencari-cari informasi disaat senggang, saya menemukan informasi tentang buah cranberry ternyata bisa untuk mengatasi anyang-anyangan. Dimana seperti yang saya baca buah cranberry ini bentuknya hampir sama dengan buah cherry.
Buah Cranberry. Sumber Gambar : lifestyle.sindonews.com


Buah Cherry. Sumber Gambar : wolipop.detik.com
Buah Cranberry ini, termasuk aman jika dikonsumsi ibu menyusui, sedangkan untuk ibu hamil masih banyak pro kontra. Kebanyakan yang berpendapat kontra beralasan bahwa buah cranberry ini termasuk buah ber-gas sehingga jika ibu hamil mengkonsumsi buah tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perutnya. Padahal pada kondisi ibu hamil tanpa mengkonsumsi makanan mengandung gas saja sudah cukup mengalami rasa tidak nyaman di lambungnya, dan tak sedikit ibu hamil mengalami mual hebat akibat rasa tidak nyaman tersebut.

Setelah saya kunjungi beberapa toko buah atau supermarket di kota saya, mencari buah cranberry ini tidak semudah mencari buah tropis lainnya. Menurut saya Buah cranberry termasuk buah langka. Tak patah semangat saya terus mencari info dimana saya bisa mendapatkan buah cranberry ini.

Hingga suatu ketika saya menemukan info produk suplemen bernama Prive Uri-Cran, yaitu suplemen kesehatan yang di claim bisa mengobati infeksi saluran kemih dan aman di konsumsi siapa saja termasuk ibu hamil. Wah pikir saya keren nih. Tapi dasar saya orangnya memang kebiasaan nggak bisa langsung menelan mentah-mentah informasi yang saya dapat, menyebabkan saya berusaha menggali informasi suplemen ini lebih dalam.

Setelah saya baca-baca komposisinya, menurut saya suplemen kesehatan ini memang masuk kategori aman. Oh ya saya sebut Prive Uri-Cran ini sebagai suplemen kesehatan bukan obat, karena kandungannya bukan mengarah ke obat-obatan yang biasanya cenderung identik dengan kandungan bahan kimia.

Komposisi Prive Uri-Cran: Ekstrak Cranberry dan Proanthocyanidins.


Prive Uri-Cran. Sumber : www.mypriveworld.com
Proanthocyanidins merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam buah cranberry. Seperti informasi yang saya dapatkan bahwa buah Cranberry bisa mengatasi anyang-anyangan, begitu juga dengan Proanthocyanidins yang bisa bersifat sebagai anti bakteri sehingga bisa menekan pertumbuhan bakteri E. Coli penyebab infeksi saluran kemih.

Selain itu juga terdapat produk suplemen Prive Uri-Cran Plus. Berbeda dengan produk Prive Uri-Cran yang berbentuk kapsul, Prive Uri-Cran plus ini berbentuk sachet, sehingga ini bisa menjadi solusi bagi yang mengalami kesulitan menelan kapsul.

Komposisi Prive Uri-Cran Plus : Ekstrak Cranberry, Vitamin C, Lactobacillus Achidopillus, Bifidobacterium bifidum.
Prive Uri-Cran Plus. Sumber : www.mypriveworld.com

Dari membaca komposisi tersebut dan saya kroscekkan dengan informasi yang saya kumpulkan mengenai buah Cranberry yang bermanfaat untuk mengatasi anyang-anyangan yang merupakan salah satu gejala infeksi saluran kemih, menurut saya Prive Uri-Cran ini masuk kategori aman dikonsumsi untuk ibu menyusui.

Begitu juga dengan kandungan Lactobacillus Achidopillus, dan Bifidobacterium bifidum yang terdapat dalam Prive Uri-Cran Plus. Selain bermanfaat untuk memelihara kesehatan pencernaan, ternyata  Lactobacillus Achidopillus ini juga berperan dalam menghambat pertumbuhan jamur candida albicans yang bertanggung jawab terhadap beberapa infeksi. Begitu juga dengan Bifidobacterium bifidum merupakan bakteri baik yang juga memiliki efek menguntungkan dapat mencegah atau menyembuhkan infeksi saluran kemih. Bifidobacterium bifidum ternyata juga ditemukan didalam kandungan ASI, hal ini tentu mendukung asumsi saya bahwa Prive Uri-Cran Plus ini masuk dalam kategori suplemen kesehatan yang aman di konsumsi oleh ibu menyusui.

Untuk ibu hamil menurut saya Prive Uri-Cran maupun Prive Uri-Cran Plus termasuk suplemen kesehatan yang aman di konsumsi oleh ibu hamil. Namu, karena buah cranberry sendiri masih menjadi pro dan kontra keamanannya bagi ibu hamil, maka menurut saya jika ibu hamil tetap ingin mengkonsumsi tidak ada salahnya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Sehingga ibu hamil juga tidak perlu merasa was-was selama mengkonsumsinya.

6 comments:

  1. Kalau saya mah biasanya nggak suka pake toilet umum. Kecuali kalau emang udah kebelet banget. Kalau nggak saya tahan aja sih. Hehehe, kebiasaan yang nggak baik ya ini :3
    Terima kasih atas infonya mbak! belum jadi emak-emak sih, tapi boleh buat buat bekal nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya biasanya sebisa mungkin cari closet jongkok... :D
      Sama-sam mbak ;)

      Delete
  2. Perempuan memang rentan terjadi ayang-ayangan ya mba
    perlindungan kesehatan yang trerbaik yang harus dterima perempuan ya mba :)

    ReplyDelete
  3. Kalo aku jarang anyang2an, mbak. Soalnya aku maniak air putih. Sehari bisa 4-5liter. 500ml aja sekali teguk, abis itu nambah lagi. Ahahaha. Macem jet pam.
    Pernah, duluuuu banget anyang2an, ngatasinnya cuma banyakin air putih. Ahis pipis dikit2 itu minumnya seliter, bbgitu seterusnya sampe frekuensi pipis balik lagi normal.

    Btw mitos anyang2an dengan sapulidi, aku baru dgr loh mbak.

    Btw makasih kunjungannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mitos anyang-anyangan mungkin di tiap tempat berbeda-beda mbak, tapi saya inget banget dulu suka dimarahin nenek saya kalo tanpa sengaja melangkahi sapu lidi...hihihi

      sama-sama mbak ;)

      Delete