Saturday, July 23, 2016

Positif - Negatif Kesundulan

Banyak yang beranggapan kesundulan itu rempong, tapi banyak juga yang setuju bahwa kesundulan itu seru. Lalu apa saja sih positifnya menjadi kesundulan? Dan apa negatifnya? Lebih banyak mana untung sama ruginya?

Sebelum mengetahui apa kelebihan dan kekurangan menjadi orang tua kesundulan, mungkin kita juga akan bertanya, "Apa sih kesundulan itu? Bagaimana kehamilan kita dianggap kesundulan?".
Jika ditilik dalam buku kamus besar bahas indonesia, sebenarnya tidak ada istilah kesundulan, sehingga kesundulan ini lebih kepada istilah yang dimunculkan oleh lingkungan sekitar secara tidak sengaja. Entah siapa penemu pertama kali istilah kesundulan ini. Namun, semua sepakat orang tua yang masuk kriteria kesundulan merupakan orang tua yang memiliki anak dengan usia jarak terlalu dekat, yaitu ketika kakak belum mandiri emaknya sudah hamil lagi.

Kalo di Jawa sendiri, malah ada istilah ekstrim untuk mengkategorikan orang tua kesundulan, yaitu "Bayi Pitu, Meteng Telu". Yang jika diartikan dalam bahasa indonesia kurang lebihnya, ketika bayi (kakak) berusia tujuh (pitu) bulan, emaknya lagi hamil (meteng) usia kandungan tiga (telu) bulan.

Pasti pada ngitung, berarti waktu ketahuan hamil adik pertama kali, umur kakak berapa bulan? Yah...kurang lebihnya saat kakak baru usia 3-4 bulan, emaknya hamil lagi :D
Loh, apa bisa? Kan kakaknya masih ASI eksklusif?
Kata siapa nggak bisa, ASI eksklusif bisa dijadikan sebagai KB itu kalo ada syarat dan ketentuan berlaku :D
Emak Kesundulan Pasti Sering Mengalami Ini

Jangankan kakak 3-4 bulan, ada bahkan seorang teman yang mengalami kesundulan ketika anaknya berusia 1-2 bulan, sudah hamil lagi adiknya. Sehingga saat adik lahir, kakak baru berusia 11 bulan. Nggak bisa bayangin bukan, gimana serunya cerita teman saya tersebut :)

Sebenarnya jika ditanya lebih banyak mana positif atau negatifnya, jawabannya relatif. Tergantung bagaimana kita sebagai orang tua kesundulan menyikapinya.
Disini, saya baru sadar alasan mertua saya utamanya heboh ketika mengetahui saya hamil lagi saat anak saya yang pertama baru berusia 10 bulan, dan saya baru paham ibu saya yang berkata kasihan kakaknya :)

Mungkin jika dilihat sekilas, orang akan mengira akan banyak negatifnya menjadi orang tua kesundulan. Benarkah demikian?
Asalkan sejak awal kita sudah bisa mengkondisikan dengan baik, maka semua orang tua kesundulan sepakat akan banyak positif yang didapat ketika memilih menjadi orang tua kesundulan.

Jika dilihat secara positif maka bisa jadi positifnya lebih banyak, diantaranya

Seru
Serunya menjadi emak kesundulan tidak bisa diungkapkan dengan 1-2 kalimat singkat. Melihat anak-anak tumbuh hampir bersamaan tentu banyak momen-momen seru yang sering kita temui.

Serasa memiliki anak kembar
Dengan perbedaan usia yang tidak terpaut jauh menjadi emak kesundulan serasa memiliki anak kembar.

Ilmu parenting yang didapat saat mengasuh kakak, kemungkinan besar masih fresh diotak

Repotnya bisa sekalian
Sehingga nanti saat anak-anak mulai tumbuh dewasa, anak-anak mulai bisa mandiri bersamaan.

Baju bisa gantian
karena ukurannya relatif hampir sama

Baju bisa kembaran
Biasanya ini tidak hanya berlaku untuk yang memiliki anak dengan jenis kelamin sama. Untuk yang memiliki anak dengan jenis kelamin berbeda pun juga bisa, misalnya dengan memakaikan kaos unisex yang bisa digunakan untuk anak laki-laki maupun perempuan. atau semisal tidak kembar sama persis biasanya tak jarang mencari baju dengan warna atau tema senada.

Kakak menjadi lebih dewasa
Percaya atau tidak untuk kakak karena sudah terbiasa dengan hadirnya adik biasanya secara tidak langsung mereka akan tumbuh menjadi lebih dewasa, lebih ngemong, nggak egois, dsb

Lebih hemat mainan
Dengan rentang usia yang tidak terpaut jauh antara kakak dan adik membuat kita lebih hemat mainan, karena bisa memberdayakan mainan kakak untuk si adik yang tentunya sesuai dengan rentang usia mereka.

Mungkin ada yang bertanya, kalo banyakan positifnya kenapa banyak orang tua kesundulan yang saya temui sering mengeluh? Pertanyaannya adalah seberapa sering kita bertemu dengan para orang tua kesundulan tersebut, dan berapa sering dia menceritakan keluhannya dibanding keseruannya bersama anak-anaknya :)

Lalu kenapa banyak orang menyarankan sebaiknya beri jarak kehamilan jangan terlalu dekat? Kenapa juga banyak orang tua kesundulan yang menyarankan untuk sebaiknya jangan keburu-buru dulu untuk hamil lagi disaat anak pertama belum cukup mandiri?

Jawabannya,
Mungkin bisa jadi karena beberapa orang tua kesundulan pernah mengalami kerempongan menghandel duo atau bahkan trio bocilsnya, sehingga mereka juga nggak sampai hati kalo ngajak-ngajak orang lain merasakan rempongnya kesundulan *teori ngawur sih ini :D

Secara tehnis, memang ada beberapa kelemahan jika memilih menjadi orang tua kesundulan, diantaranya yaitu,
Kondisi Saat Anak Sakit
Jika salah satu anak sakit, seringnya sakit berjamaah (barengan) atau estafet (bergantian). Misalnya saat salah satu pilek, bisa dipastikan biasanya satunya juga bakal ikut pilek.

Pasti Ada Yang Dikorbankan
Untuk orang tua yang dulunya hobby ngukur mall tiap hari, mungkin saatnya untuk berpikir dua kali saat menjadi orang tua kesundulan. Karena namanya bawa bayi/balita satu aja bawaannya bisa segambreng, apalagi bawa dua. Namun tetap ada solusinya, karena kita bisa mengalihkan hobby ngemall kita di hari libur atau weekend saat suami libur. Sehingga ada yang bantu handle duo bocils saat berada di mall. Kecuali mungkin yang punya asisten rumah tangga, masih bisa tetap eksis ngemall tiap hari, cuman pasti tetep capek sih ya...hehehe...

Untuk hal-hal lain seperti rejeki, para emak kesundulan sepakat kalo rejeki itu sudah ada Yang Mengatur. Rejeki anak insya Allah ikut orang tuanya. Namun tetap usahakan memahami kemampuan kita sebagai orang tua ya ketika memutuskan untuk menjadi orang tua kesundulan.
Ilustrasi, 2 kali Kesundulan
"Memutuskan" disini berarti berlaku untuk beberapa kasus "kesundulan" yang memang sudah diprediksi atau disengaja. Maksudnya, memang emak bapaknya sepakat punya anak lagi dalam rentang usia anak berjarak dekat. Kalo untuk kasus kesundulan yang tanpa sengaja, insya Allah semua sudah ada yang ngatur. Seperti kata sahabat saya yang 2 kali mengalami kesundulan tanpa sengaja, dia selalu mewanti-wanti bahwa Allah lebih tahu kemampuan umatnya.

6 comments:

  1. Yes mbak, bajunya gantian n kembar. Tapi rempongnyaaaaa, tetep hepi sih

    ReplyDelete
  2. Istrinya temen kantor ada mak. Waktu anak pertama (cowok) baru umur 1 bulan, istrinya hamil lagi, jadi pas kakaknya masih umur 10/11 bulanan, adiknya lahir (cowok lagi). Semuanya lahir lewat proses caesar. Saya kebayang ngilunya luka bekas operasi pertama masih suka cenut2 udah dibelek lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Temen ku juga gitu mbak, tapi namanya seorang ibu secenut2nya kayak apapun mereka tetap bertahan demi anak2 dan suaminya

      Delete
  3. Salam kenal nama saya dewi saya juga kesundulan usia baby msh 4bln 23sep kemarin. Sebenernya saya bingunk antara senang atau sedih karena usia bayi msh 4bln dan proses melahirkan kemari caesar... Bahaya atau g sih bunda2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dikonsultasikan kepada dokter mbak, biasanya nanti dokter lebih tau kondisi kita. Banyak kok mbak teman yang melahirkan jarak dekat, mereka selalu berkonsultasi kepada dokter. Beberapa ada yang memang harus sc lagi demi kebaikan si ibu, beberapa ada yang memang bisa normal. Nanti dilihat lagi kondisi si ibu dan bayi biasanya

      Delete