Sunday, July 17, 2016

Tantangan Menyusui Ketika Hamil (NWP)

Seperti yang kita ketahui NWP atau Nursing While Pregnant atau Menyusui Ketika Hamil, memiliki tantangan tersendiri bagi mama yang menjalaninya. Hal ini tak lain tak bukan karna masih banyaknya mitos yang beredar di kalangan masyarakat. Selain hanya sekedar mitos, masih ada beberapa tenaga medis yang menentang keputusan NWP tersebut. Saya sendiri sebagai salah satu dari sekian banyak emak kesundulan yang nekad menjalani NWP. Bukan tanpa sebab sebenarnya saya nekad mengambil keputusan tersebut, alasan saya karena setelah saya mencari informasi kesana kemari ternyata masih banyak simpang siur terkait kebenaran mitos NWP tersebut.




Jauh sebelum saya memutuskan NWP, saya sudah berdiskusi terlebih dahulu dengan suami agar bisa mendapatkan support penuh. Selain itu saya juga berusaha mengumpulkan informasi-informasi terkait NWP tersebut. Berbekal informasi dari sudut pandang islam dimana saya nggak menemukan larangan menyusui selama hamil, dan informasi secara medis tentang NWP, maka saya nekad NWP. Namun walau bagaimanapun, sebanyak apapun saya mengumpulkan informasi tetap masih banyak tantangan yang harus saya hadapi. Beberapa diantaranya adalah :
Pu*ing (Niple) terasa perih saat menyusui kakak ketika saya hamil si adik.

Memang ada benarnya karena seperti informasi-informasi yang saya dapatkan, bahwa niple ibu hamil lebih sensitif. Sehingga mungkin inilah salah satu alasan banyak mama yang menyerah saat mengahadpi tantangan pertama NWP ini. Saya sendiri kalo nggak dapat support penuh dari suami, sebenarnya sudah hampir menyerah mengigat perihnya yang luar biasa nggak umum. Menghadapi tantangan ini suami membantu memberikan solusi yaitu :
Menyediakan salep niple cream.
Salep ini berguna untuk sedikit mengurangi rasa nyeri. Biasanya saya oleskan ketika selesai menyusui.
Salah Satu Salep Andalan Ketika Pu*ing Terluka
Memberi minum air putih ketika kakak terbangun tengah malam karena haus.
Kebetulan kakak sudah mulai mpasi sehingga saya dan suami sudah bisa memberikan air putih untuk kakak. Sebenarnya sempat terpikir untuk memberi susu tambahan ditengah malam, namun menurut sharing beberapa teman yang berhasil NWP, hal tersebut bukan merupakan solusi, karena justru akan menimbulkan masalah karies gigi untuk si kakak.
Salah Satu Wadah Minum Andalan Dengan Sedotan Anti Sedak dan Anti Tumpah
Menyediakan tangan yang siap memijat kaki disaat menyusui.
Serius kalo yang ini bukan modus, bagaimanapun itu sangat membantu mengurangi "perasaan" nyeri saat menyusui kakak, ketika suami membantu memijat kaki saya saat menyusui. Hal ini mungkin dikarenakan saya fokus merasakan enaknya dipijet di kaki, sehingga saya bisa lupa dengan nyeri di niple saya.

Produksi ASI menurun.
Tak dipungkiri ketika usia kandungan semakin besar saya merasa produksi ASI saya semakin menurun drastis. Hal tersebut semakin membuat kakak menjadi rewel, mungkin karena merasa masih lapar. Sehingga saya dan suami sepakat untuk mebooster kakak dari segi mpasi.

Bagaimana dengan mama NWP yang usia bayinya masih dibawah 6 bulan?
Menurut Sharing dari teman saya yang hamil anak kedua ketika anak pertamanya belum genap usia 6 bulan, oleh dokter spesialis anak langganannya memang disarankan menambahkan susu formula untuk si kakak. Untuk beberapa pihak mungkin beranggapan keputusan teman saya memberikan susu formula tersebut sangat disayangkan, namun untuk saya pribadi yang menjalani NWP menurut saya itu memang jalan terbaik.

Tak dipungkiri ketika seorang ibu hamil maka dia akan mengeluarkan suatu hormon yang berseberangan dengan hormon yang memproduksi ASI. Hal ini tak bisa dipungkiri sedikit banyak berpengaruh terhadap ASI yang diproduksi oleh ibu hamil tersebut. Bahkan beberapa ibu hamil pun juga mengakui ketika usia kandungan menginjak trimester ke 3 atau usia kandungan sekitar 7 bulan, maka produksi ASI akan terasa menurun sangat drastis.

Padahal seperti yang kita ketahui selama ini prosentase kebutuhan ASI tiap rentang usia bayi sangat berbeda,
  • Usia 0-6 bulan : Kebutuhan ASI 100%
  • Usia 6-9 bulan : Kebutuhan ASI 70% ; Kebutuhan MPASI 30%
  • Usia 9-12 bulan : Kebutuhan ASI 50%; Kebutuhan MPASI 50%
  • Usia 12 bulan - 2 tahun : Kebutuhan ASI 30%; Kebutuhan MPASI 70%

Selain itu ASI merupakan salah satu sumber kalsium yang utama untuk masa pertumbuhan bayi, sehingga jika di paksakan hanya mengandalkan ASI saja dikuatirkan pertumbuhannya kurang maksimal. Hal ini berbeda dengan kondisi jika si anak sudah diatas 6 bulan maka gizinya bisa dibantu melalui makanan pendaping ASI (MPASI) lainnya.

Pandangan aneh dan nyinyir dari lingkungan sekitar.

Meski terkadang kita sudah berusaha cuek dengan pandangan aneh dari lingkungan sekitar tentang keputusan kita NWP, tak dipungkiri terkadang tetap muncul anjuran bahkan paksaan terhadap kita untuk menghentikan keputusan NWP. Tak kurang banyak dari keluarga maupun kerabat yang menambahkan cerita-cerita yang bikin down terhadap usaha saya memperjuangkan NWP untuk anak-anak saya.

Nenek saya sendiri sempat memaksa saya untuk menghentikan NWP. Namun karena beliau tidak memiliki alasan kuat baik dari segi medis maupun agama untuk memaksa saya berhenti NWP maka beliau pada akhirnya memilih diam. Ya meskipun diamnya sambil ngedumel "nggak boleh ya nggak boleh!!!"

Jangankan untuk yang kontra terhadap ASI bahkan teman-teman yang awalnya pro ASI pun tidak ada yang berani mendukung 100% NWP. Alasannya karena untuk bisa menjalankan NWP maka ada syarat dan ketentuan berlaku secara medis.
Saya masih ingat ketika saya mengalami salah makan yang menyebabkan perut saya sangat melilit sehingga saya harus di opname. Di situ sebenarnya saya sangat down, selain banyak teman-teman yang menyarankan saya untuk tidak melanjutkan NWP dengan alasan kuatir kondisi janin, ada salah satu perawat yang bolak balik memarahi saya sambil memastikan saya berhenti menyusui si kakak.

Padahal saya pribadi merasa aman untuk tetap menyusui si adik, hal ini saya perkuat dengan pernyataan para perawat yang mengatakan bahwa kondisi janin saya baik-baik saja, dan sakit perut yang saya rasakan tersebut bukan kontraksi. Waktu itu saya memang belum bertemu dengan dokter kandungan saya langsung karena beliau masih berada di luar kota.

Dasar saya orangnya agak ndableg, sehingga saya tetap nekad menyusui dengan sembunyi-sembunyi (untuk yang satu ini jangan ditiru ya). Alhamdulillah keesokan harinya saat bertemu dengan dokter kandungan saya dinyatakan sehat dan tetap diperbolehkan menyusui si kakak karena tidak ada tanda-tanda berbahaya secara medis. Sayapun berhasil melanjutkan NWP hingga adik lahir. Bahkan menjelang berangkat ke Rumah Sakit tempat saya bersalin, saya masih menyempatkan untuk menyusui si kakak.

Saat proses bersalin pun saya sempat dimarahi oleh perawat karena saya ketahuan masih menyusui si kakak padahal sudah mau lahiran, sehingga si perawat mengadu kepada dokter kandungan saya. Namun respon dari dokter kandungan saya sepertinya diluar prediksi si perawat, karena dokter kandungan saya hanya menjawab "Oh nggak papa" sambil tersenyum sumringah, dan saya lihat perawatnya pun sempat kaget mendengar jawaban sang dokter sambil kemudian bertanya alasan saya diperbolehkan menyusui saat hamil.

Sebagai tambahan saran, saya sendiri memutuskan NWP juga dengan berkonsultasi kepada dokter kandungan saya dan dokter spesialis anak si kakak yang kebetulan juga seorang konselor laktasi, dengan tujuan memastikan bahwa kondisi kehamilan saya masuk kategori aman, serta memastikan kecukupan gizi si kakak selama saya menyusui ketika hamil (NWP). Sehingga untuk emak-emak kesundulan lainnya yang ingin tetap menyusui si kakak ketika hamil si adik tidak ada salahnya untuk tetap mengkonsultasikan keputusan NWP tersebut dengan dokter kandungan dan dokter spesialis anak si kakak. Agar setiap perkembangan kehamilannya bisa di pantau, dan jika dirasa ada sesuatu yang membahayakan atau merugikan baik untuk si janin, ibu ataupun si kakak karena keputusan NWP tersebut bisa diantisipasi terlebih dahulu.

6 comments:

  1. Nggak bisa bayangin ketika hamil, masih nenenin kakaknya yang masih kecil. Salut untuk mbak yang tetap menyusui bahkan saat sudah mau lahiran adiknya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya mbak aku sendiri ga bisa bayangin bisa melewati episode NWP 😂

      Delete
  2. Wah baru tau ilmunya.
    Malunya bu perawat...
    Semangat mbak. Kalo udah tekad kuat insyaAllah sehat... btw harus konsul dlu ya ke dokter? Kalo aku pinginnya sih tetep asi eksklusif walo kesundulan tapi g perlu konsul2 lg gitcu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebaiknya sih tetep dikonsulkan dengan dokter kandungannya mbak, untuk memastikan kondisi kehamilan kita aman untuk melanjutkan nwp

      Delete
  3. Mba,mnt saran n tips dong,sy jg lg NWP tp si kakak cm mau nyusu dpayudara sblh kiri aja,yg kanan sm skli ga mw sejak saya +hamil. Skr sy ngrasa yg sblh kanan jd kenceng bgt dbanding yg kiri,coba diperah pun gak kluar n perih skali, gmn ya mba kl kondisinya spti ini? Tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak, kalo boleh tau usia kandungannya berapa bulan ya mbak? untuk mengatasi kencang dan perih mungkin bisa dikompres dengan kompres hangat dan dingin bergantian. Untuk asi yg nggak keluar bisa jadi karena sudah tidak disusu sehingga asi memang stop produksinya, atau bisa juga karena produksi asi memang sedang turun sekali karna faktor hormon ibu hamil. Seperti beberapa teman saya memang ada yang mengatakan ketika usia kehamilan menginjak 7 bulan maka produksi asi tiba2 menjadi seret hampir tidak keluar sama sekali. bahkan ada yang merasa asi nggak keluar. walau demikian si kakak tetap menyusu hanya untuk mendapat kenyamanan saja

      Delete