Friday, August 26, 2016

Belajar Menikmati Menjadi Full Time Mother ala Bunda Shufiyanti Amalia Co-Founder The Sundulers.

Kali ini, setelah bersusah payah merayunya untuk menulis profilnya, akhirnya saya berkesempatan mewawancarai Bunda Shufiyanti Amalia atau biasa dipanggil Upay oleh teman-temannya.
Bunda Shufiyanti Amalia ini merupakan Co-Founder dari Komunitas The Sundulers. Tapi kalo saya bilang Co-Founder Bunda Upay selalu malu dan mengatakan hanya sebagai Tim Hore.

Keberhasilannya melewati masa NWP (Nursing While Pregnant) dan Tandem Nursing membuat banyak teman-teman di komunitas The Sundulers termasuk saya terinspirasi untuk bisa melewati masa-masa berat NWP dan Tandem Nursing.


Bunda Upay yang ketika masa mudanya memiliki background pendidikan akunting dan sempat menekuni karir di bidang jurnalistik di beberapa media dan terakhir sempat menjadi reporter infotainment kini mendedikasikan dirinya untuk suami dan anak-anaknya menjadi Full Time Mother (FTM) di rumah.

Alasan awal menjadi FTM selain dikarenakan Bunda Upay diboyong suaminya ke luar daerah, juga merupakan salah satu langkah awal untuk menjalani program hamil.

Ternyata keputusan menjadi FTM dianggap tepat karena selama kehamilan Bunda Upay mengalami Morning Sickness alias mabuk mual hamil berkepanjangan selama hamil.

Setelah anak pertama lahir, mengingat kerempongan menghandel anak membuat Bunda Upay mulai nyaman menjalani hari-harinya menjadi FTM. Hingga Akhirnya ketika anak pertama berusia 7 bulan Bunda Upay hamil untuk kedua kalinya.


Tak dipungkiri menurutnya menjadi FTM ada kalanya Bunda Upay berada pada kondisi titik jenuh. Namun menurut Bunda Upay hal tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut terlalu lama. Alasannya hal tersebut merupakan salah satu pengorbanan dari tahapan-tahapan yang dilewatinya dalam membesarkan anak-anaknya.

Sehingga meski memilih menjadi FTM bisa dibilang Bunda Upay bukan hanya sekedar menjadi Ibu Rumah Tangga biasa, karena Bunda Upay memiliki rencana jangka panjang kedepan sesuatu hal besar yang akan dilakukannya. Dari situ Bunda Upay jadi semakin semangat menjalani kesehariannya menjadi FTM, karena dia yakin bahwa rutinitas menjadi FTM ini hanya sementara.

Hal lain yang membuat Bunda Upay tetap memilih menjadi FTM, karena Bunda Upay merasa puas dengan pencapaiannya menghandle anak-anaknya dengan tangannya sendiri. Rasa puas ini tentu berbeda jika anak-anak dipasrahkan pengawasannya kepada orang lain.

Waktu saya tanya apa kegiatan Bunda Upay saat ini?
Dengan tawa renyahnya Bunda Upay menjawab saat ini menjalani keseharian santai-santai saja. Anak-anak belum sekolah, pertimbangannya masih repot. Mungkin nunggu tahun depan saja ungkapnya.

Namun meski begitu saat ini Bunda Upay tetap berusaha memberikan kegiatan positif untuk anak-anak dengan mengikuti kegiatan mengaji dan latihan bola diluar rumah.

Selain itu Bunda Upay membuka sedikit rahasia bahwa saat ini sembari menikmati kesehariannya menjadi FTM Bunda Upay sedang berusaha merintis sebuah usaha.

Usaha apa itu Bunda?
Tunggu Tanggal Mainnya, begitu ungkapnya.

Wahhh...semangat ya Bunda Upay...
Sukses terus untuk Usahanya 😉

3 comments:

  1. Semoga brhasil dan lancar utk usahanya yaa, bunda Upay...

    ReplyDelete
  2. Salut yaaa bisa tandem, aku dulu mulai hamil dan pake muntah ASI berkurang yaudah anak usia 1,5 tahun tak sapih.

    ReplyDelete