Wednesday, August 17, 2016

Dokter Didi, Dokter Kandungan di Surabaya Yang Pro IMD dan Pro NWP

Dokter Didi D. Dewanto, Sp. OG., salah satu dokter kandungan di Surabaya yang pro IMD (Inisiasi Menyusui Dini), pro NWP (Nursing While Pregnant), dan bisa saya bilang pro Normal.



Sebenarnya mungkin ada yang kurang setuju dengan anggapan saya bahwa beliau pro Normal, karena beberapa waktu lalu ada seorang sahabat saya yang bercerita bahwa "gosipnya" beliau ini kurang pro normal. *Kalo kata suami saya, gosip kok dipercaya... :D

Saya dan suami sih tetap melihat beliau dari sudut pandang kami sebagai pasiennya sih, beliau pro normal ya, hal ini didukung oleh beberapa testimoni dari perawat yang sering membantunya. *sebelum memutuskan lahiran biasanya saya sama suami memang masih sempet-sempetnya sih kumpulin informasi sana sini, salah satunya ya dari perawat-perawat yang membantu beliau.



Selain dari para perawat, juga saya bertanya kebeberapa teman atau pasien lain yang sama-sama antri di ruang tunggu. Nggak hanya pro normal, ada satu hal unik lainnya, konon katanya pasien bisa request tanggal lahirannya lo tanpa harus melalui proses caesar, alias normal. Saya sih dulu nggak percaya pikir saya paling nanti juga pake induksi. Ternyata oh ternyata pas lahiran anak ke dua, memang beneran lo bisa lahir sesuai tanggal request kami, yang nggak kalah penting jam dan menitnya juga istimewa, persis sesuai tanggalnya. Nah lo penasaran kan? Mistis nih mistis...hahaha...nggak lah...kalo mistis saya mana berani :D

Lah trus caesar nggak, induksi nggak, mistis juga nggak, lalu apa dong? Yah...saya sendiri kan juga cuma pasien...mungkin hanya dokter kandungan yang punya jawabannya.


Sebenarnya untuk pro Normal ini menurut saya tergantung kondisi pasiennya juga ya. Seperti pengalaman saat saya hamil pertama, memang sih saya ngeyel mintanya lahiran normal. Waktu itu dokter didi hanya bilang, kalo memang memungkinkan normal, kenapa harus caesar. Alhamdulillah untuk kehamilan pertama maupun kedua saya melewati proses lahiran normal. Ya meskipun diiringi detik-detik menegangkan saat dokter harus menarik ari-ari si adik dengan tenaga kuat. Suami sampe spechless waktu melihat proses tersebut.

Oh ya saya menggunakan kacamata dengan minus diatas 5, dimana menurut beberapa pihak yang kurang paham selalu menyatakan minus diatas 5 harus caesar. Berbeda dengan dokter Didi beliau tetap menyarankan saya bisa melewati proses lahiran normal dengan catatan saya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter mata.


Selain pro normal, dokter Didi pro IMD, dan tentunya pro ASI juga NWP. Ketika hamil si adik, saya memutuskan NWP dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter Didi, dan dokter Didi tetap memperbolehkan saya menyusui si kakak selama hamil si adik.


Alasan saya dan suami tetap memberitahukan kepada dokter Didi bahwa saya NWP sebenarnya agar selama kehamilan dokter meresepkan obat maupun suplemen yang aman untuk ibu menyusui. Kebetulan memang ada beberapa obat yang tetap harus saya minum selama kehamilan saya.


Selain itu juga agar dokter bisa memantau perkembangan janin saya, mengingat NWP diperbolehkan selama tidak ada kondisi medis yang memberatkan selama kehamilan.

Sukses terus ya dokter...

10 comments:

  1. suka banget sama dokter yang pro lahiran normal dan menyusui. soalnya sebagian besar ibu melahirkan di rumah sakit pasti ujungnya sesar, pas lahir bayi langsung dikasih dot ujungnya males nyusu ke ibu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah untuk pemberian dot kepada bayi sekarang katanya harus atas persetujuan orang tua. kalo nggak pihak rs/klinik bersalin bisa dituntut

      Delete
  2. NWP itu maksudnya apa ya mbak? Rada awam sy sama istilah medis

    ReplyDelete
    Replies
    1. nursing while pregnant mbak. alias tetap menyusui ketika hamil lagi

      Delete
  3. mbak domisili dimana mb? Ow ow Sby ya? nah, soal mata minus bs bikin ga bs lahiran normal itu, mitos apa ilmiah ya mb? blm sy tanyain pas ketemu bidan Yuli kemaren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya antara mata minus dan lahiran normal nggak ada hubungannya. yang berpengaruh itu kalo lapisan retina nya tipis dikuatirkan saat mengejan sobek dan menyebabkan kebutaan. nah banyak yg salah kaprah mata minus dianggap retina tipis, padahal yang nggak minus pun tetap ada kemungkinan retina tipis. itu sih yg saya tangkap

      Delete
  4. Salam kenal, Mbak. Makasih sudah main ke blog saya.
    Alamat blognya unik :)

    Dokter Didi keren, deh .... koq bisa ya, hari lahiran "dipesan" gitu. Saya kira hanya yang caesar saja bisa "memesan" hehehe.
    Moga2 dokter Didi sehat terus dan selalu pro normal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya mbak ga tau...

      Salam kenal juga mbak

      Delete
  5. Wah dokter ini luar biasa banget ya ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mbak, banyak fans nya pula... :D

      Delete