Monday, August 22, 2016

Meri Adnan, Founder Komunitas The Sundulers

Berawal karena tidak menemukan solusi spesifik tentang kesundulan di komunitas parenting pada umumnya. Akhirnya Meri Adnan seorang ibu dua balita dengan jarak usia 19 bulan yang juga seorang dosen ini mengusulkan kepada beberapa teman yang mengalami kesundulan membuat komunitas yang berisi kesundulan.

Selain itu Bunda Meri Adnan atau biasa dipanggil Nimer dan Mak Meri ini merasa tidak nyaman jika harus curhat mengenai pengalaman kesundulannya di beberapa komunitas parenting.

Ternyata usulan tersebut direspon positif oleh banyak teman sesama ibu kesundulan. Alasannya banyak dari ibu-ibu diluar sana yang tidak benar-benar merasakan sulitnya menjadi ibu kesundulan, sehingga alih-alih memberikan solusi justru sering memberikan nasehat memojokkan yang bersifat kurang empati.


Hal lainnya Bunda Meri Adnan membuat grup The Sundulers karena dia melihat ibu kesundulan lebih memiliki potensi babyblues yang bisa berujung pada kejadian KDRT terhadap anak-anak. Tanpa disadari kelelahan seorang ibu dalam menghandel dua anak atau lebih yang masih kecil sangat menguras tenaga, emosi dan pikiran ditambah lingkungan yang kurang empati bisa memicu timbulnya KDRT.

Dari situlah berawal niat Bunda Meri Adnan mendirikan grup The Sundulers. Meski sempat terjadi kontra atas berdirinya grup The Sundulers karena dianggap hanya ingin memisahkan diri dari grup parenting lainnya, namun dengan bijaksana Bunda Meri Adnan dibantu oleh salah satu co-founder The Sundulers bisa memberi jawaban yang masuk akal.


Apakah benar memang niat berdirinya The Sundulers hanya ingin memisahkan diri dari grup komunitas parenting lainnya?

Tidak, menurutnya berdirinya komunitas ini hanya sebagai wadah teman-teman kesundulan yang tidak menemukan solusi di komunitas lain.

Seringnya ketika beberapa teman bertanya tentang permasalahan kesundulan di komunitas parenting lainnya, mungkin dikarenakan banyaknya yang tidak bisa memberikan solusi secara langsung karena tidak mengalaminya maka postingan tersebut tenggelam tertumpuk postingan lainnya.

Pun ketika bertanya di media chatting kemungkinan besar pertanyaan menguap dengan sendirinya tanpa ada yang bisa memberikan jawaban.

Apa bedanya sih kesundulan sama nggak kesundulan?
Kenapa harus bikin grup sendiri? Bukannya setelah menjadi seorang ibu, mau anaknya 1,2,3 atau seterusnya tetap sama saja?

Disini terkadang masih banyak ibu yang tidak menyadari bahwa meskipun sudah pernah menjadi seorang ibu sebelumnya, tetap saja dia akan menjadi ibu baru untuk setiap kelahiran anak berikutnya.

Terutama untuk para ibu yang mengalami kesundulan dimana kondisi anak pertama yang belum bisa diandalkan untuk mandiri ketika anak kedua lahir. Hal ini tentu berbeda pengalaman dan penanganan mengkondisikan anak-anak dalam kesehariannya.

Selain itu beberapa ibu lainnya mungkin menganggap seorang ibu lebay dan cengeng ketika mencurahkan keresahannya terkait usahanya dalam menangani anak-anaknya. Hal ini ternyata berbeda pendapat dengan Bunda Meri Adnan yang diamini oleh hampir semua teman di komunitas The Sundulers. Ibu kesunduluan itu tingkat stresnya double sehingga adakalanya perlu sedikit wadah untuk menangis mencurahkan beban dihatinya.

Sehingga berdirinya komunitas The Sundulers ini bisa juga sebagai wadah membuang uneg-uneg sekaligus menampung emak-emak kesundulan yang ingin menangis terkewer-kewer lebay. Menurut Bunda Meri Adnan wajar saja seorang ibu menangis untuk mencurahkan kegalauan hatinya, asal setelah curhat dan menangis puas mereka bisa segera move on.

Bagi sebagian orang, emak kesundulan itu seperti makhluk dari planet lain yang sulit dipahami, sehingga disinilah peran komunitas The Sundulers dimana salah satu visinya bisa menjadi wadah menjebatani agar antara emak kesundulan dan yang belum merasakan kesundulan bisa saling memahami.

Saat ini atas berbagai pertimbangan komunitas The Sundulers di facebook berubah nama menjadi The Sundulers Indonesia (Persatuan Emak Sundul Seluruh Indonesia).

So, sukses terus ya Nimer untuk grup The Sundulers nya.

13 comments:

  1. Replies
    1. Cari komunitasnya di FB The Sundulers Indonesia (Persatuan Emak Sundul Seluruh Indonesia)

      Delete
  2. iya serem bgt kalo baby blues lalu kdrt ama anaknya..
    butuh teman biar lebih bahagia,,.mom happy..baby happy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, tapi kadang ini yang nggak disadari lingkungan. Sering pada nggak mau tau.

      Delete
  3. wooow baru tau ada komunitas itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru 2 tahun berdirinya sekitar tahun 2014

      Delete
  4. Sepertinya saya newbie deh untuk topik ini.
    Kesundulan itu apa sih??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesundulan itu ketika seorang ibu hamil jarak berdekatan dengan kehamilan sebelumnya

      Delete
  5. Aku mau gabung jugaa dong mbak jadi emak Sundul.
    Semakin banyak belajar, semakin banyak teman kan semakin bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dicari komunitasnya di FB mbak, namanya The Sundulers Indonesia (Persatuan Emak Sundul Seluruh Indonesia)

      Nanti disana kita ngerumpi bareng mbak...hihihi...

      Delete
  6. Saya baru tau Mb asal usul kata sunduler ini. Benar jg ya Mb, kalau tdk sama2 merasakan responnya berbeda.

    ReplyDelete
  7. Saya sudah minta gabung ko blm di acc ya sm adminnya

    ReplyDelete