Wednesday, August 31, 2016

Tips Memilih Alat Kontrasepsi ala Emak-Emak Kesundulan

Saat menanti buah hati cukup lama, kebanyakan para pasangan akan memutuskan untuk tidak menunda-nunda rejeki hamil berikutnya.
Namun setelah mengalami kehamilan beruntun dengan jarak dekat alias kesundulan rata-rata para ibu akan memutuskan stop dulu acara hamilnya.


Lo, kenapa hamilnya di stop dulu? Bukannya hamil itu ngangenin? Iyap, hamil itu memang ngangenin, cuman setelahnya itu yang sering bikin heboh.
Yah, seperti yang kita tau anak itu adalah amanah. Amanah yang harus dijaga, dan harus dipertanggung jawabkan. Dimana pertanggung jawabannya kelak bakal dipertanyakan.
Nggak boleh toh habis hamil, procot melahirkan trus emaknya cuek bebek ngeloyor gitu aja, nggak ngurusin anak-anaknya.

Dengan alasan tesebut banyak ibu kesundulan yang memutuskan KB dulu, demi memanajemen jarak kelahiran anak, agar lebih berkualitas dalam mengasuh anak.

Namun, kontrasepsi ini salah satu tema yang nggak ada habisnya, kalo dibahas di grup emak-emak kesundulan.
Kenapa nggak ada habisnya, karena rata-rata pada belum siap kesundulan lagi tapi galau bingung milih KB kontrasepsi apa.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang tips memilih alat kontrasepsi nggak ada salahnya kan mengupas lebih dalam terlebih dahulu tentang kegalauan yang sering terjadi ketika memilih alat kontrasepsi agar kedepannya bisa lebih mantap dalam menentukan pilihan.

Beberapa hal yang sering membuat galau, diantaranya :

Banyak diantara kami yg menolak memilih kontrasepsi bentuk pil atau suntik.
Alasannya karena pernah memiliki riwayat hormon yang kacau, dan juga faktor berat badan.
Seperti dokter kandungan saya yang melarang saya menggunakan pil/suntik KB dengan alasan badan saya basicnya udah jumbo, dikuatirkan nanti malah makin melar karna faktor hormon.
Ilustrasi, Sumber : vemale(dot)com

Selain itu, kontrasepsi IUD ternyata juga menjadi momok kegalauan emak-emak kesundulan. Alasannya, karena sering mendengar berita kurang menyenangkan terkait metode kontrasepsi ini.

Ada yang mengatakan, pernah mendengar berita si ibu tetap hamil dan iudnya menempel di placenta bayi. Aduh kalo bayangin cerita ini kok jadi ngeri-ngeri syedep ya...
Lalu ada juga yang ngaku haidnya jadi semakin sakit, haidnya jadi lebih banyak atau bahkan lebih sedikit.
Ada juga pengalaman teman yang lain, sempat hampir pingsan beberapa kali setelah memasang KB tersebut. Setelah konsultasi berulang kali kepada dokter kandungan, ternyata dia didiagnosa alergi terhadap kontrasepsi tersebut sehingga tubuhnya merespon alat kontrasepsi tersebut sebagai benda asing.

Meskipun cerita-cerita tersebut seringnya hanya berdasarkan "katanya" , tetap saja bisa membuat keder para emak-emak.

Lalu bagaimana dengan sarung pelindung alias kondom.

Biasanya kalo udah sampe bahasan ini pada seru nih :D
Ternyata eh ternyata beberapa teman kesundulan ada yang "gagal" menggunakan metode kontrasepsi ini.
Salah Satu Brand Jepang Sarung Pelindung. Sumber : Komunitas The Sunduler

Loh kok bisa?
Yap, jadi jangan kira ya dengan kondom tetap bisa aman nggak hamil
*nah hati-hati nih buat yang mau maen api!!! Sesuai info yang pernah saya dapat dulu, kondom itu hanyalah buatan manusia biasa, lebih tepatnya hanya buatan mesin. Jadi terkadang masih memiliki resiko kegagalan atau lebih tepatnya biasanya bisa dibilang gagal produk.

Trus, kalo gagal produk kok masih boleh beredar (dijual)? Yahhh kadang kan gagal produk itu nggak semuanya kaliii...jadi misal dalam 1 batch itu memproduksi 100 kondom, nah nanti diambil sampling random untuk dilihat apakah sudah sesuai standart. Jika sampling tadi dianggap sudah oke berarti 1 batch dianggap layak jual.
Loh kok nggak semua diuji? Lah kalo semua di uji nggak ada yang dijual dong :D
Jadi jika suatu saat tetap hamil padahal ngerasa udah pake pelindung, nggak usah kaget :p

Sebagai tambahan info saja, pada umumnya masyarakat mengenal kondom sebagai alat kontrasepsi yang hanya dipakai oleh pria. Namun ternyata ada juga kondom untuk wanita. Sayangnya mungkin karena kurang tenar membuat kondom wanita ini kurang diminati dan jadi sedikit alat kontrasepsi yang langka.

Kontrasepsi dengan ASI
Seperti yang kita ketahui, katanya dengan menyusui itu bisa menjadi KB alami. iya bener, tapi...*nah ada tapinya juga
Syarat dan ketentuan berlaku!
Sepanjang yang saya tau metode ini berlaku jika si ibu rutin menyusui bayi minimal 2 jam sekali dengan durasi minimal 20 menit, dan berlaku jika setelah nifas si ibu belum mendapat haid. Apabila ibu sudah mendapat haid biasanya metode ini tidak berlaku. Jadi tetap waspadalah waspadalah :D

Lalu ada lagi Kontrasepsi dengan Metode Kalender. Waduh...kalo yang ini sepertinya nggak berlaku untuk emak-emak yang punya riwayat hormon kacau. Lah gimana bisa, kalo haidnya aja datang dan pergi sesuka hati nggak tentu. Bubar dandanan kalo tetep nekat pake metode kontrasepsi yang satu ini.

Sumber : kalkulatormasasubur(dot)com

Trus bagaimana dengan steril? Kalo yang ini sebenarnya banyak diminati oleh beberapa emak-emak kesundulan yang memutuskan untuk stop dua anak cukup :)
Namun ternyata beberapa mengatakan metode ini masih jadi perdebatan secara agama, beberapa menyatakan metode kontrasepsi ini masuk kategori haram.

Nah lo nah lo...bingung lagi kan... :D

Eh ada satu lagi sebenernya metode kontrasepsi, yaitu metode senggama terputus atau coitus interruptus yang dalam bahasa awam sering disebut dengan cabsing (cabut singkong). eaaaaa...*penonton kecewa
Kalo yang ini melipir dulu deh ya...karena selain resiko yang terlalu besar, faktor kurang nyaman dari pasangan biasanya juga menjadi penyebab salah satu metode ini menjadi kegalauan para emak-emak. Sebulan setelah menggunakan metode ini bisa dipastikan jika haid tak kunjung datang, maka akan ada anggaran tambahan belanja bulanan untuk kulakan tespack :D

Selain itu metode coitus interruptus ini menurut beberapa info yang pernah saya dengar dari beberapa narasumber terpercaya di televisi dan beberapa artikel yang saya baca juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan untuk para suami. Untuk jangka panjangnya gangguan tersebut diantaranya berupa gangguan ED (Ejakulasi Dini). Sehingga sebaiknya disarankan untuk tidak menggunakan metode ini.

Namun dari sekian banyak kegalauan para emak-emak, mau nggak mau pada akhirnya "tetap harus" mengambil keputusan menggunakan metode kontrasepsi apa.

Begini kira-kira,
Tips Memilih Alat Kontrasepsi ala Emak-Emak Kesundulan di Komunitas The Sundulers

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya sebenarnya memang semua alat kontrasepsi tetap memiliki prosentase resiko kegagalan. Namun, asalkan disesuaikan dengan kondisi maka alat kontrasepsi tersebut bisa diminimalisir resiko kegagalannya.

Untuk yang memiliki resiko hormon kacau sebelumnya atau basic berat badan yang kacau sebaiknya hindari metode kontrasepsi hormon, seperti pil KB, suntik KB, atau implan. Berarti yang hormonnya kacau ya mau nggak mau pasrah sama pilihan pelindung alias kondom atau IUD.

Bagaimana dengan presentase kegagalan dalam menggunakan alat kontrasepsi?
  • Hampir semua sepakat sistem kalender dan senggama terputus memiliki tingkat prosentase kegagalan tertinggi sebagai pilihan alat kontrasepsi.
  • Kontrasepsi dengan metode ASI pun juga tak mau kalah memiliki faktor resiko kegagalan yang bisa dibilang lumayan bikin deg-deg an.
  • Sedangkan di peringkat selanjutnya alat kontrasepsi menggunakan sarung pelindung alias kondom juga memiliki prosentase gagal lumayan bikin meringis.
  • Setelahnya ada metode kontrasepsi hormon yang juga tetap memiliki resiko kegagalan.
  • Sedangkan IUD dianggap paling memiliki faktor resiko kegagalan terkecil.
Sehingga survey membuktikan hampir semua setuju metode kontrasepsi IUD bisa dijadikan kontrasepsi andalan untuk para emak kesundulan. Salah satu alasan paling utama pasang IUD nggak lebih mengerikan ketimbang harus kesundulan lagi, mengingat banyak yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan terkait tumbuh kembang kakak dan adik.

IUD, Sumber : tabloid-nakita(dot)com

Seandainya setelah menggunakan metode IUD tetap "gagal" ya sudah berarti "nasib". Mengutip kalimat para suami emak-emak the sundulers "Toh sudah ada bapaknya ini" :D

Lain lagi halnya yang pernah diungkapkan beberapa emak-emak the sundulers, yang penting kita sudah berusaha, seandainya gagal, berarti Allah masih memberi kepercayaan kepada kita untuk kesundulan lagi :)

16 comments:

  1. Pake pil atau suntik biasanya berkait erat dengan hormon dan berat badan ya, Mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya karna kan itu isinya hormon sintetis

      Delete
  2. aku ggberani IUD, akhirnya aku milih suntik 3 bulanan
    enggak kesundulan sih, soalnya aku lahiran SC, jadi harus jaga jarak aman
    hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya banyak yang ga berani iud. jujur aku juga takut mbak...hihihi

      Delete
  3. Menggunakan alat kontrasepsi itu bukannya haram ya mbak ?
    Tapi kalau saya mah belum sih, gk gk gk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setau saya nggak semua metode kontrasepsi itu hamil,pernah dibahas MUI kok.

      Delete
  4. Replies
    1. Nggak papa mbak mumpung masih muda #eh >,<

      Delete
  5. pake kontrasepsi gk haram kok klo tujuannya bwt menjaga jarak kehamilan yg gk blh itu klo niatnya gk pny anak lg tanpa ada udzur.

    So far pke sarung sama azl. Masih blm jebol, pdhl ngarep hamil lg haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju #eh

      oia mbak tapi katanya ada KB pake sarung yang masuk kategori haram. itu kalo si sarung mengandung spermatizid alias pembunuh sperma. tapi belum tau juga sih kejelasan bener atau nggaknya

      Delete
  6. Aku belum pernah pake kontrasepsi sama sekali nih. Gak KB aja gak jadi2 adiknya Prema, gimana klo KB #curcol

    Eh tapi, ada yg bilang justru klo mo hamil pake KB dulu katanya trus lepas, jadinya subur. Bener gak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagian memang ada yg gitu tapi sebagian lagi malah bikin hormon kacau.

      aku sendiri dulu pernah promil ke dokter dikasih obat KB merk tertentu selama 3 bulan. asumsinya ada hormon dalam pil kb tersebut yg dibutuhin tubuhku

      harapannya pas lepas kb bisa langsung hamil. hasilnya pas itu nihil sih

      Delete
  7. Pernah dengar juga (lupa tapi dari pengajiannya siapa) metode coitus interuptus itu juga ga boleh ya Mbak menurut agama?

    ReplyDelete