Thursday, September 8, 2016

Benarkah Menyusui Ketika Hamil Menyebabkan Gagal Tumbuh Kembang?

Menyusui ketika Hamil atau biasa disebut NWP (Nursing While Pregnant) selama ini masih dianggap aneh oleh masyarakat umum. Banyak mitos muncul terkait dengan keputusan NWP. Paling parah banyak orang yang ikut menyalahkan si ibu terkait keputusan NWP nya jika kedepannya dianggap ada ada sesuatu yang tidak beres terkait tumbuh kembang anaknya. Parahnya tak kurang yang berpendapat menyusui ketika hamil itu berdosa karena dianggap ASInya sudah menjadi darah. Benarkah demikian?

Jauh sebelum hamil anak ke dua dan memutuskan NWP saya sempat mencari informasi mengenai seluk beluk menyusui ketika hamil. Info pertama yang saya cari mengenai nutrisi yang akan diterima oleh si jabang bayi yang ada dalam kandungan maupun nutrisi dalam ASI yang akan diterima oleh si kakak.

Beberapa info yang saya dapat mengatakan bahwa untuk kondisi ibu hamil yang menyusui maka asupan nutrisi utamanya akan diberikan kepada si jabang bayi. Setelah kebutuhan nutrisi jabang bayi tercukupi maka nutrisi tersebut akan disalurkan masuk kedalam ASI. Yang terakhir baru nutrisi akan disalurkan untuk si ibu hamil. Andaipun kebutuhan asupan nutrisi ibu kurang maka tubuh akan berinisiatif membongkar cadangan nutrisi yang ada ditubuh ibu untuk mencukupi semua kebutuhan nutrisi tiga individu tersebut.

Lalu bagaimana dengan tumbuh kembang adik dalam kandungan?
Iseng-iseng saya sempat melakukan survey dengan beberapa anggota komunitas The Sundulers yang berhasil melakukan NWP (menyusui ketika hamil) hingga menjelang lahiran. Dari hasil yang saya dapat untuk berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) si adik atau bayi lahir dari ibu yang melakukan NWP ternyata tidak ada masalah dan tergolong normal.


Seperti yang diungkapkan oleh Bunda Mieke Yolanda, si adik lahir dengan berat badan 3,1 kg dan Panjang Bayi 49 cm. Hampir sama dengan Bunda Yossi yang sehari-harinya berprofesi sebagai dokter mengatakan anak keduanya lahir dengan berat badan 3248 gram dan panjang bayi 49 cm. Bunda Eni Gansila juga mengatakan anak keduanya lahir dengan BB 3012 gram dan panjang bayi 50 cm yang menurut saya dengan panjang tersebut termasuk dalam rentang ukuran tinggi bagi bayi new born.

Senada dengan Bunda Mawar Firdausi yang mengalami kesundulan dua kali, dan sukses menyusui anak keduanya disaat hamil anak ke 3, pada saat lahir bayinya memiliki berat badan lahir 3,1 kg dan panjang badan 50 cm. Bebeda dengan Bunda Meri yang pada saat menjelang kelahiran si adik memutuskan menyapih si kakak, saat lahir berat badan adik mencapai 2,7 kg dengan panjang 47 cm meski terkesan mungil namun bb dan panjang bayi bunda Meri selaku founder komunitas The Sundulers ini masih termasuk dalam rentang normal.



Begitu juga dengan bunda Thya Anggraeni, yang melahirkan bayi keduanya dengan berat 3,5 kg dan panjang bayi 47 cm. Yang menakjubkan lagi saya mendapatkan data berat badan bayi kedua dengan berat 3,9 kg dan panjang bayi 52 cm dari bunda Titis Kiddo.

Masih banyak lagi data berat badan dan panjang bayi ke dua dari emak The Sundulers yang berhasil melewati masa Nursing While Pregnant (NWP), Seperti Bunda Ravha Soraya yang melahirkan bayi ke duanya dengan BB 3,0 kg panjang 48 cm, Bunda Ratna Pillar dengan BB bayi keduanya 3,5 kg dan panjang bayi 49 cm. Kemudian ada Bunda Tita El Yanto yang menjalani NWP hanya sampai usia si kakak 2 tahun, pun demikian BB anak keduanya tetap melegakan dengan berat 3,2 kg dan panjang bayi 49 cm.


Ada juga bunda Faeiza Nabil yang melakukan NWP dan sekarang masih lanjut tandem ASI, dimana ketika lahir BB anak keduanya berada diangka 3,2 kg dengan panjang bayi 50 cm. Menyusul data dari Bunda Aisyah Salsabila yang baru saja melahirkan anak ke 3 dengan BB 3,2 dan PB 49 cm.


Wah...ternyata masih banyak Bunda The Sundulers yang juga menjalani NWP dan melahirkan anak ke duanya dengan berat badam dan panjang bayi yang tetap menyenangkan, seperti halnya Bunda Allyn Nadhya yang melahirkan anak ke2 nya dengan BB 3,4 kg PB 50 cm, ada Bunda Ummi Ruqoyah BB 2,8 kg dan PB 51 cm. Kemudian Bunda Hans Thayank berat badan 3,1 kg dan panjang bayi 50 cm, serta Bunda Putri Wirda Wahjuni yang mengaku hanya sempat NWP selama 2 bulan karena si kakak menyapih dirinya sendiri, pun demikian Abdul anak keduanya lahir dengan berat badan 3,8 kg dan tinggi badan 50 cm.


Dari survey kecil-kecilan tersebut saya memiliki kesimpulan bahwa menyusui ketika hamil tidak mempengaruhi tumbuh kembang bayi yang dikandung dari segi berat badan maupun tinggi badan. Mengingat anak saya yang ke 2 juga lahir dengan berat badan 3,2 kg dan panjang badan 48 cm. Sebenarnya saat itu saya sendiri memang sempat disarankan oleh dokter kandungan untuk diet gula ketika hamil si adik mengingat peningkatan berat badan janin (BBJ) dari hasil USG menjelang kelahiran melaju dengan cepat. Belajar dari kehamilan pertama ketika kakak lahir dengan berat badan 3450 gram, sehingga memang diharapkan si adik lahir tidak melebihi BB kakak.


Disclosure : Mengingat Berat Badan dan Tinggi Badan merupakan hal sensitif bagi sebagian orang tua, maka diharapkan agar pembaca memahami bahwa data yang dicantumkan dalam artikel ini tidak bertujuan untuk membandingkan tumbuh kembang bayi satu dengan yang lain. Data tersebut merupakan hasil survey yang benar-benar ditujukan untuk membuka wawasan kepada masyarakat luas bahwa tidak ada yang salah dengan NWP (menyusui ketika hamil) jika memang tidak ada kendala medis.

Lalu bagaimana dengan perkembangan motorik si bayi? Dari yang saya perhatikan juga hampir semuanya tidak ada kendala. Namun jika ada ibu yang merasa motorik si adik tidak seperti balita lain pada umumnya sehingga merasa sering disalahkan orang sekitar, menurut emak-emak the sundulers yang juga yang menjalani NWP keterlambatan perkembangan motoriknya mungkin bukan dikarenakan proses NWP. Hal ini seperti penjelasan yang pernah saya dapat dari seminar yang mengatakan bahwa selama usia anak masih belum 6 tahun maka segala perkembangan motorik yang tertinggal masih bisa dikejar. Alasannya pada saat itu belum semua sambungan syaraf-syaraf di otak yang berperan dalam menunjang motorik anak belum semuanya terhubung sempurna, dan sambungan satu balita dengan balita lain tidak pernah sama.

(Baca juga : Berbagi Pengalaman dari Seminar Parenting Siap Cerdaskan si Kecil Sejak Dini)

Meski nutrisi untuk bayi dalam kandungan dan kakak yang sedang menyusu dianggap aman, untuk ibu yang kekurangan dalam suplai asupan nutrisinya karena gangguan mual muntah sebaiknya disarankan untuk rajin mengkonsumsi vitamin kehamilan yang diresepkan oleh dokter kandungan. Karena seperti yang sudah dibahas sebelumnya jika asupan ibu kurang maka respon tubuh otomatis akan membongkar cadangan nutrisi yang disimpan oleh ibu didalam tubuhnya. Sehingga ini tentu kurang baik untuk kesehatan si ibu, seperti contohnya si ibu bisa saja mengalami osteoporosis dikarenakan tubuh membongkar cadangan kalsium yang ada di tulang, ketika mengalami kekurangan kalsium.

Oh ya sedikit tambahan info, bagaimana NWP dari segi hukum agama. Meskipun nenek saya sempat nyeplos NWP dianggap berdosa, namun beliau tidak bisa memberikan dasar hukum agama yang tepat. Saya pun sempat mencari info tentang NWP ini secara agama Islam. Sepanjang info yang saya dapat belum ada satupun yang mengatakan menyusui ketika hamil itu berdosa. Sehingga saya berpendapat bahwa NWP itu tidak dilarang selama tidak ada kendala atau larangan secara medis.

Sebagai saran tambahan, sebaiknya tetap konsultasikan kondisi ibu hamil yang memutuskan NWP (Nursing While Pregnant) kepada dokter kandungan yang pro ASI. Tetap usahakan mencari dukungan dan support terutama dari suami agar NWP berjalan lancar, nyaman, dan menyenangkan ;)

No comments:

Post a Comment