Thursday, September 15, 2016

Bijak Saat Dihapus Dari Pertemanan Di Medsos

Beberapa waktu lalu saya dan beberapa teman dari sebuah komunitas parenting bernama Mammamia heboh karena tiba-tiba di delcon alias di hapus pertemanan oleh salah satu teman yang mungkin sering baper dengan candaan kami. Ah mungkin kitanya juga baper kali ya di UnFriend sampe harus heboh.

Saya sendiri sebenarnya merasa sudah maaf-maafan dengan yang bersangkutan dan seinget saya teman saya tersebut juga sudah meminta maaf kepada saya atas kesalah pahaman diantara kita. Jadi saya kira sudah clear. Tapi hati orang siapa yang tau. Ternyata saya tetap kena UnFriend di deretan list pertemanan dia.

Saya pun sharing dengan beberapa teman, demi mengoreksi kesalahan saya dalam berteman. Ternyata dari beberapa sharing di hapus pertemanan di FB itu sudah biasa.

Beberapa teman ternyata juga sering mengalami up and down hubungan dalam pertemanan. Jangankan teman yang baru itungan bulan kita kenal di Medsos, dengan beberapa teman yang sudah bertahun-tahun kita kenal pun hal itu bisa terjadi.


Banyak diantara teman-teman yang ternyata juga pernah kena hapus pertemanan namun tak tahu penyebabnya. Seperti halnya Mommi Diana yang pernah di hapus pertemanannya di FB oleh sahabatnya dan dia tak pernah tau alasannya.

Tak kurang dari mereka juga berbagi cerita pernah menghapus pertemanan di FB karena banyak hal seperti misalnya Bunda Meri yang pernah menghapus pertemanan di FB karena merasa terganggu dengan status temannya yang mengandung SARA. Berbeda dengan Bunda Dewi yang pernah menghapus pertemanan FB karena sudah tidak bermain game, dulu nge add nya juga karena permainan di FB.

Lalu bagaimana agar kita bijak menyikapinya?
Sebut saja kak Ros Lina, dia sekarang mulai santai menanggapi up and down dalam pertemanan. Kak Ros yang juga admin dari beberapa komunitas FB, juga berpendapat menurutnya ya sudahlah jika memang mau berteman dengan dia silahkan, kak Ros akan membuka diri untuk berteman kembali sebaliknya jika memang mau menjauh dia tidak akan memaksa untuk mendekat apalagi untuk mengkonfrontasi.

Hampir senada dengan yang diungkapkan oleh mom Peggy, mama dua anak yang cantiknya luar biasa ini mengatakan memiliki pengalaman di hapus pertemanan oleh temannya. Namun menurutnya dia tak perlu marah atau keki dengan kejadian itu, toh hidupnya sampai saat ini tetap bahagia walau di UnFriend oleh temannya tersebut.

Ah saya jadi ingat nasehat bijak sahabat saya mama Enji yang memiliki usaha online shop Abinara Clodistore. Menurutnya hidup kita terlalu indah hanya untuk memikirkan orang-orang yang membenci kita.

Seperti kata Bunda Indara, biasanya seseorang menghapus pertemanan karena merasa tidak nyaman dengan keberadaan kita di list pertemanannya. Bisa jadi mungkin karena status kita yang dianggap sering menyindir mereka, dsb. Menurut bunda Indara wajar saja dan itu adalah hak prerogatif mereka.

Begitu juga dengan Bunda Yeni yang santai menanggapi jika dia di hapus pertemanan oleh salah satu teman medsos. Menurutnya mungkin mereka yang menghapusnya dari list pertemanan karena merasa nggak selevel dengan Bunda Yeni.

Saya sendiri sebenarnya memang pernah sih beberapa kali menghapus beberapa list pertemanan jika dirasa tidak pernah komunikasi dengan daftar list yang ada di FB atau lebih tepatnya merasa tidak terlalu kenal dan terlalu dekat. Apalagi jika saya melihat tidak kenal dengan nama FB nya *nah ini biasanya mungkin untuk beberapa teman yang ganti nama jadi kena imbas kehapus tanpa sengaja juga...hehehe...maap banget...sungkem dulu deh >,<

Sebaliknya saya selama ini malah nggak pernah sadar sih ya pernah di hapus apa nggak sama temen-temen di FB. Baru kali ini sadar itu pun setelah diberi tahu beberapa teman ada penghapusan pertemanan secara masal :D

Padahal saat itu saya sedang berusaha move on, tapi ya mau gimana lagi. Menghapus pertemanan itu sebuah pilihan. Buat saya pribadi ya sudahlah kedepannya cukup tau aja *kasih senyum manis*

Dari banyak sharing dengan Mama Enji yang selalu bijak layaknya Mama Dedeh. Saya pun mulai menyadari mungkin saya juga pernah berada di posisi labil yang tidak mau mendengar nasehat dari beberapa teman, bedanya saya nggak sampe delcon atau unfriend teman-teman sih ya, karena saya orangnya kadang memang suka "vulgar" alias jujur dalam berteman. Kalo nggak suka ya bilang nggak suka, mau marah ya langsung marah, baper ya langsung ngomong terus terang. Tapi mungkin jadi ada beberapa teman yang merasa kurang nyaman dan menjaga jarak dengan saya. Yah ini pelajaran buat saya sih ya.


Kedepannya saya berusaha untuk lebih bijak dalam berteman, terutama untuk update status di medsos. Meski dengan niat bercanda karena terkadang tak semua orang bisa menangkap niat candaan kita di medsos.

Aduh ini saya yang baper apa gimana sih ya? Nggak sih ya saya memang sedang berusaha untuk nggak nyari musuh, karena nambah satu musuh itu udah banyak, sebaliknya nambah satu teman itu masih kerasa dikit.

Bisa jadi langkah pertemanan yang kita ambil saat ini berimbas jangka panjang baik untuk bisnis kita, kerjaan suami kita, atau masa depan anak-anak kita.

Untuk hapus menghapus saat ini saya sudah move on, seperti kata mama Dedeh eh maksud saya Mama Enji, Hidup terlalu indah untuk memikirkan orang yang tidak mau berteman dengan kita. Maafkan saja mereka.

Sebaliknya melalu tulisan ini saya juga ingin menyampaikan permintaan maaf terbuka untuk semua teman-teman saya yang mungkin pernah merasa "garing" dengan candaan saya sehingga bisa jadi merasa dipermalukan melalui status-status FB saya yang jujur dari lubuk hati terdalam saya nggak pernah sekalipun ada niat seperti itu. Sumpah terkewer-kewer. Juga permintaan maaf kepada teman saya yang mungkin sering baper atas ke"vulgar"an atau kejujuran saya dalam menyampaikan nasehat maupun pendapat.

Yeah seperti kata mama Enjih, it's FORGIVEN but NOT FORGOTTEN. Tapi menurutnya REAL FRIENDS LAST FOREVER sih. Maksudny meski kejadian yang termaafkan kadang belum tentu terlupakan namun jika memang teman kita benar-benar teman sejati maka walau pernah ada masa crash (kres), musuhan bahkan sampai diam-diaman suatu saat pasti balik lagi jadi baik.

Ah saya jadi belajar banyak tentang pertemanan. Apalagi saya sudah menjadi ibu yang tentunya harus menjadi teladan dan memberi contoh baik kepada anak-anak tentang pertemanan yang baik. Bagaimanapun kedepannya saya dan suami selalu berharap anak-anak memiliki jiwa sosialisasi yang tinggi.

Terimakasih untuk teman-teman yang selalu mengingatkan dan mengajarkan saya tentang arti persahabatan yang sesungguhnya (^,^)

6 comments:

  1. Senyuman manis yaaa mbaaa hihii.. Persahabatan bagai kepompong.
    Aku belum pernah unfriend temen di socmed..

    ReplyDelete
  2. Dari postingan ini saya juga menjadi sadar bahwa mungkin tidak semua teman cocok dengan posting yang saya buat di media sosial; maka belajar menjadi lebih baik adalah keniscayaan. Makasih banyak ya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mas. Yap kita akan terus belajar untuk menjadi bijaksana

      Delete
  3. Kadang mereka merasa tidak nyaman dengan perkataan kita.

    ReplyDelete
  4. wah, aku gak pernah ngecek ni mba :)

    ReplyDelete