Sunday, September 25, 2016

Etika Mengajak Jalan Emak Kesundulan Yang Sedang Hamil Besar dengan Balita Aktif

Saat kita mengajak jalan ibu hamil (besar) dengan balita alias emak kesundulan, tentu memiliki kesan dan pengalaman berbeda dengan saat kita berjalan dengan teman-teman kita ketika masih single. Halahhh apa bedanya sih, cuman jalan ini? Nanti kalo capek kan tinggal duduk? Nah itu untuk ibu hamil tanpa bawa balita mungkin masih berlaku, berbeda jika si ibu membawa balita yang aktif. Seperti cerita pengalaman saya ketika jalan bersama salah seorang sahabat saya yang sedang hamil besar (8 bulan) sembari membawa balita berusia kurang lebih 18 bulan.


Hal utama yang harus diperhatikan adalah lokasi yang akan kita tuju. Usahakan lokasinya lebih baby friendly dan ibu hamil friendly. Bayangkan semisal kita mengajak jalan si ibu tersebut dipasar grosir yang umpel-umpelan dempet-dempetan. Selain itu usahakan tempat yang bakal kita kunjungi memiliki akses toilet yang mudah ditemui. Maklum ibu hamil besar biasanya hobinya nggak jauh-jauh dari toilet *pengalaman pribadi ya*

Selain itu siapkan diri untuk mau membantu si ibu mengejar balitanya, seperti yang kita tahu ibu hamil untuk membawa dirinya sendiri terkadang cukup bikin ngos-ngosan, apalagi untuk mengejar balitanya yang aktif. Sehingga ketika kita mengajak jalan ibu hamil besar dengan balitanya, otomatis secara tak langsung menjaga si balita menjadi bagian dari tanggung jawab kita.

Perhatikan jam.
Selain durasi waktu jalan, perhatikan juga jam makan dan sebagainya. Kita harus bisa maklum jika waktu yang direncanakan menjadi molor. Seperti pengalaman emak kesundulan yang sudah-sudah, meskipun banyak yang berusaha on time dengan menyiapkan jedah waktu kurang lebih 2 jam sebelum jadwal, namun bisa jadi ada saja hal yang membuat rencana on time menjadi tertunda. Semisal ketika semua sudah ready untuk berangkat tiba-tiba si balita pup, mau tak mau si ibu harus mengganti popok balitanya paling tidak 5-10 menit.

Untuk jam makan terutama, berbeda dengan kita orang dewasa balita biasanya memiliki jam makan sedikit berbeda, untuk proses tumbuh kembangnya bisa jadi ketika seharusnya kita tidak sedang berada dalam jam makan, si balita justru kelaparan. Begitu juga dengan si ibu hamil, yang seperti kita tau untuk ibu hamil trimester ketiga hampir sebagian banyak sering merasa gampang lapar. Sehingga mohon dimaklumi jika sedikit-sedikit harus mampir beli jajanan pengganjal perut. Saya masih ingat sekali dulu suami sampai takjub ketika jalan dengan saya karna saya gampang lapar padahal dia sedang kenyang berat. hihihi...

Dari sini sebenarnya kita memahami ketika emak kesundulan yang sedang hamil besar menolak ajakan kita untuk berjalan-jalan, selain mungkin si ibu kurang nyaman dengan kondisi nya, bisa jadi si ibu juga tak mau merepotkan kita.

8 comments:

  1. Kalau saya mah suka takut mbak kalau ngajak yang hamil sudah besar mah nanti pas melahirkan suka ada angin diperutnya gituh dan suka kembung kalau sudah melahirkan soalnya kemarin tetangga juga ada yang gituh akibat angin anginan mulu jadi kembung waktu sesudah melahirkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak papa sih sebenernya, karna ibu hamil yang mendekati persalinan kan memang butuh banyak jalan biar membantu mempermudah proses persalinan

      Delete
  2. Kalau saya mah jarang ngajak temen yang lagi hamil buat jalan-jalan. ya gitu, Mak.. gak tega ngelihatnya, apalagi kalau udah besar perutnya. Kasihan juga kalau kita ajak jalan-jalan.. emang repot ya, Mak, terutama bawa balita juga. Bener banget, harus cari tempat yang nyaman.

    ReplyDelete
  3. Emak-emak banget nih masalah begini mah :-) Nih mak harus baca nih etika yang satu ini apalagi jika kebetulan sedang hamil besar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini juga masalah bapaknya juga nih...hihihi...

      Delete
  4. Betul sekali, memperhatikan jam makan itu penting sekali. Ketika yang dewasa belum terasa lapar bukan berarti si balita sama.

    ReplyDelete