Sunday, September 18, 2016

Kekuatan ASI Melawan Diare

Beberapa waktu lalu si adik tiba-tiba pup (bab) sampai 4x dalam sehari. Awalnya saya kira lumrah karena memang si adik ini sejak newborn hobinya ngebrot alias bab. Tapi saya biarkan kok besoknya frequensi bab nya makin banyak, udah gitu texturnya makin lembek lama-lama seperti ada busa dan malah berwarna hijau. Wah diare bin mencret nih. Yang terbersit home treatment saat itu hanya memberi ASI adik sesering mungkin.

Sempat panik sebenarnya melihat si adik diare sampai lebih dari 6x sehari. Oh Em Ji...Padahal hari itu saya dan suami harus survey kado buat kakak yang udah "kemecer" request kasur warna purple buat hadiah ultahnya. Iya si kakak mumpung semangat minta tidur sendiri.

Keesokan paginya berpikir sejenak nih anak harus dikasih obat apa ya biar cepet sembuh mencretnya, sambil ancang-ancang kalo sampe beberapa kali masih ngucur diarenya mau nggak mau ya harus saya bawa ke UGD. Ah...UGD lagi pasti kalo diare gini ujung-ujungnya harus opname pasang infus buat rehidrasi elektrolit tubuh yang hilang selama adik diare. Ya mau nggak mau sih karna yang saya tau memang dehidrasi bisa memperburuk keadaan diare. Jadi diare menyebabkan dehidrasi, nah kalo dehidrasi nggak diatasi bisa bikin diare makin memburuk, parahnya bisa berakibat fatal juga. Pernah dapat cerita anak teman suami ada yang sampai koma dan harus masuk ICU karena dehidrasi nggak ketahuan akibat diare.

Baiklah, tapi sebelum saya memutuskan mengajak adik ke UGD saya sepakat mencoba memberi pertolongan pertama terlebih dulu dirumah. Bagaimanapun kasihan juga si adik kalo harus bolak balik opname.

Akhirnya saya dan suami sepakat memberikan suplemen probiotik Lacto B untuk si adik. Saya sengaja tidak memberikan obat diare karena beberapa alasan. Seperti yang saya ketahui diare biasanya merupakan respon untuk membuang racun yang ada dalam tubuh. Sehingga saya tidak mau langsung membuat mampet diare si adik, bisa mampet tapi kalo racunnya nggak keluar kan sama aja bohong. Bisa-bisa malah bikin mules melintir-lintir.


Selain itu untuk usia balita pemakaian obat diare yang bersifat memampetkan seperti loperamid atau imodium memang tidak disarankan, alasannya karena sebagian organ tubuh pada balita dibawah usia 2 tahun masih berkembang termasuk si usus, sehingga dikuatirkan obat-obat tersebut malah membuat motilitas (gerak) kerja usus berhenti selamanya. Nah padahal untuk bisa bab kan dibutuhkan campur tangan gerak usus.

Sedangkan untuk obat-obat diare yang bersifat menyerap racun semantara memang belum saya berikan dengan alasan, obat tersebut juga bisa menyerap gizi yang masuk pada tubuh balita. Padahal usia se-adik masih membutuhkan asupan gizi maksimal dalam tubuh, terutama seperti kalsium, zat besi dsb.

Oke berarti satu-satunya jalan sementara cuman suplemen probiotik bertujuan untuk melawan bakteri jahat yang ada dalam tubuh, dan mungkin rehidrasi oral semacam oralit, renalyt, pedialit. Bagaimana dengan Pocari Sweat? Untuk kondisi diare meskipun sama-sama cairan elektrolit pengganti tubuh tapi memiliki perbedaan kepekatan larutan. Seperti info yang saya dapat cara melarutkan oralitpun tidak boleh salah, karena jika air yang ditambahkan kurang maka akan menyebabkan konsistensi larutan oralit menjadi lebih pekat dan justru bisa memicu diare. Untuk membuat larutan oralit setidaknya 1 sachet oralit harus dilarutkan kedalam air setidaknya minimal 200 ml.

Baiklah selain suplemen probiotik dan larutan pengganti elektrolit tubuh, saya berusaha memberikan ASI sesering mungkin kepada adik. Asumsi saya selain mengandung antibodi, ASI juga membantu mengantisipasi terjadinya dehidrasi pada adik akibat diare.

Selain itu saya juga berusaha mengurangi dan menghindari makanan yang bisa memicu semakin parahnya diare si adik. Adapun makanan yang dapat memperparah diare diantaranya gorengan, makanan mengandung santan, susu (susu disini berbeda dengan ASI ya).

Alhamdulillah tak sampai sehari saya "gempur" ASI, frekuensi diare si adik berkurang. Keesokan harinya pun konsistensi BAB adik menjadi normal kembali. Padahal sehari sebelumnya konsistensinya sudah hampir seperti ingus dan berwarna hijau seperti lumut. Aduh kalo diibaratkan mungkin udah kayak bubur lumut kali ya.


Kedepannya adik jangan pake diare lagi ya...BB udah susah-susah merambat naek tiba-tiba kena diare itu sakitnya di emaknya. Pasti dikomplen banyak orang "haduh kurusnya". Masih mending cuman dibilang gitu, paling kesel kalo ditanya "Anak ibu cacingan ya?".

Ah tentu tidak kan anak saya sudah saya beri com**n*** <- dikira lagi maen iklan kali...hahaha...

9 comments:

  1. Asi memang sangat diharuskan sekali ya bu untuk anak karena asi itu melambangkan kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya dan teryata asi dari seorang ibu itu memiliki manfaat yang sangat luar biasa salah satunya bisa melawan diare ini ya bu ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap benar ASI banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan anak

      Delete
  2. ASI ? Asi pada ibu sangat baik sekali ya untuk bayi karena mengandung sel darah putih yang mampu melindungi anak dari berbagai kuman penyebab penyakit. Perlu di ingat ya UNTUK MELINDUNGI ANAK bukan UNTUK MELINDUNGI BAPAK :-) jadi ingat ya pak ASI nya itu untuk anak bukan untuk BAPAK :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lo ASI juga melindungi Bapak. Kan melindungi isi ATM dan dompet bapak terkuras dari godaan beli susu formula :D

      Delete
  3. ASI memang terbukti amat sangat bermanfaat ya, Mbak.

    ReplyDelete
  4. ASI memang terbukti amat sangat bermanfaat ya, Mbak. Semoga ini menginspirasi banyak ibu untuk semakin yakin akan pentingnya ASI bagi anak.

    Oh iya, Mbak, mohon izin yaa, baru saja saya follow blog ini. Terima kasih...

    ReplyDelete
  5. mau tanya mba, apakah benar kalau si anak sakit. yang harus makan obatnya ibu dari anak itu??

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak bener itu, karena justru ada obat yang nggak keluar lewat asi

      Delete