Tuesday, September 20, 2016

Me Time, Mencintai Diri Sendiri Untuk Mencintai Keluarga

Pernah ditegor oleh orang sekitar pas lagi enak-enaknya mandi menikmati kesegaran air mandi, atau pas lagi menikmati mie rebus rasa kari ayam. Boro-boro mau ijin lama ke salon buat sekedar creambath bisa-bisa dibilang egois. Yah, mungkin untuk sebagian orang tidak pernah tau jika kita sedang membutuhkan waktu Me Time sesaat untuk melepas stres atas rutinitas harian menjalani kesibukan sebagai mamam yang sering heboh dengan balita.


Seringnya sih mamam yang membutuhkan Me Time itu yang memiliki aktifitas sebagai full time mother dengan dua balita atau lebih. Alasan simplenya karena mereka paling rawan mengalami stres yang berujung KDRT. Stresnya tak lain tak bukan karena sering mendengar kerewelan anak-anak secara estafet. Belum lagi harus melihat rumah yang seperti kapal pecah meski sudah dibersihkan berturut-turut.

Kalo saya pribadi mengibaratkan Me Time ini seperti kegiatan yang kita lakukan untuk mencintai diri sendiri demi mencintai keluarga. Kalo mendengar kata mencintai diri sendiri mungkin yang terlintas pasti ah egois ini emaknya. Tapi bagaimana kalo dengan alasan demi mencintai keluarga? Ah kalo ibu saya biasanya nyeletuknya *ah itu alasanmu aja...hehehe...

Baiklah begini kira-kira gambarannya menurut saya, ketika seorang mamam telah melewati rutinitas yang melelahkan seharian karena berkejar-kejaran sekaligus mendengar rengekan para balitanya yang tak berujung biasanya bisa memicu rasa stres yang berujung kepada rasa frustasi.


Nah dengan melakukan Me Time kita bisa meng-cooling down emosi kita yang berpotensi meledak-meledak. Bisa dibilang Me Time ini sebagai "penanda" ujung dari rutinitas harian yang sedikit bisa bikin spanneng. Ibaratnya "pause" dulu lah ya kayak maen game biar nggak bosen...Nanti kalo udah siap kita start lagi game nya, nah kan lebih seru toh memulainya.

Lalu bagaimana pendapat Emak-Emak lain di komunitas The Sundulers yang beranggotakan para emak dengan balita lebih satu berjarak usia dekat tentang Me Time?

Menurut Bunda Morina Octavia Me Time adalah meluangkan waktu untuk diri sendiri di sela-sela rutinitas domestik, seperti menyalurkan hobby/bakat, berkunjung ke tetangga untuk ngobrol-ngobrol, atau sekedar menikmati rinai hujan dengan secangkir teh hangat. Me time, aktivitas diluar kegiatan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga tapi bisa mencharge energi agar senantiasa bersemangat dan bisa menjadi happy mommy.

Menurut ibu tiga anak ini, Me Time dianggap tidak berdosa. Justru kebutuhan ini, perlu diperhatikan anggota keluarga lain khususnya suami... dan biasanya tidak mengganggu aktivitas ibu sehari-hari... Kecuali kalo dalam konteks overdosis alias Me Time keterusan tidak produktif (malas-malasan gitu kali ya maksudnya) dan bisa menerlantarkan keluarga.

Begitu juga menurut Bunda Mawar Firdausi, Me time itu harus ada. Bukan cuma untuk istri, tapi buat suami juga. Menurutnya, harus ada waktu bagi masing-masing dari kita untuk "aktualisasi diri", mengingat bahwa masih ada "mawar" dalam dirinya, tidak hanya "bunda". Ini penting, krn dalam hati kita pun kita masih butuh pengakuan, meski dari diri kita sendiri.

Me time buat Bunda yang sudah kesundulan 2x ini adalah sejenak meluangkan waktu tanpa perlu mikirin anak/keluarga. Misalnya, seperti Bunda mawar yang menyalurkan hobi dengan menjahit, atau terkadang memanggil salon/tukang pijat ke rumah untuk relaksasi sementara anak-anak dihandle suami.

Saat kesibukan melanda dan tak ada waktu untuk me time, kita bisa menyalurkan hobi yang bisa dikerjakan dengan pekerjaan lainnya, misalnya cuci piring sambil nyanyi-nyanyi hehehe. Bisa juga me-time berdua bareng suami, misal suami main gitar kita yang nyanyi, atau nonton berdua saat anak-anak sudah tidur. Dengan begitu, ayah bunda menjadi rileks dan bahkan bisa makin mesra lagi.

Menurutnya, Me time tak perlu lama, 10 menit cukup. Saat si "mawar" (diri kita) sudah kembali, dijamin stres pun hilang dan kita siap menghadapi anak dan suami dengan lebih sabar tanpa emosi.

Bagaimana dengan Me time ala bunda Mieke Yolanda, sebagai emaknya Ozil Karim? Menurutnya makan cemilan enak, mandi agak lama, membersihkan kamar mandi tanpa diburu, mencoba resep yang sedang booming, mengintip jualan (online shop) di IG, menyiram tanaman depan belakang pagi sore, keliling mendorong abang Ozil naik sepeda pas adek tidur pules titipin ke nenek, sudah menjadi kegiatan yang mengalahkan serunya piknik ke pantai.


Senada dengan Bunda Aisyah Salsabilah, menurutnya me time itu bisa menikmati makan tanpa diganggu..mandi yg benar (nggak gubrak gabruk) atau nonton movie di tv sambil minum coklat panas...(sedappppp).  Yap saya pun setuju...apalagi menurut yang saya baca didalam coklat ada kandungan yang bisa membantu memperbaiki mood menjadi lebih baik.

Setuju dengan yang lainnya menurut Bunda Aisyah Me time itu hak, karena daripada ngomel-ngomel nggak jelas diakibatkan stres bisa makin berabe sepertinya.

Me Time menurut Bunda Ratna Pillar itu penting, we time juga nggak kalah penting untuk merefresh lagi niatan membangun keluarga seperti ketika awal-awal menikah dulu.

Tiap ibu pasti beda, seperti yang diungkapkan Bunda Ratna yang memiliki hobi memasak dan membuat kue, Me time terpenting sebenernya adalah menyalurkan hobi tanpa gangguan anak, hal tersebut dianggapnya sangat efektif disamping menyalurkan hobi lain seperti membaca, merajut.

Senada yang diungkapkan oleh Bunda Windy Zeeda, Me time itu penting menurutnya, agar pikiran menjadi fresh dan nggak stress. Kalo lagi stress fisik stress pikiran biasany bawaan nya emosi mulu ketika mengurus keluarga. Hal ini justru bisa membuat sikon menjadi nggak enak.

Lalu bagaiman dengan kondisi mamam yang diundang mendatangi suatu acara dimana disarankan tidak membawa anak (balita). Bagaimana jika dihubungkan dengan istilah anak prioritas utama?

Menurut Bunda Ratna Pillar datang ke suatu acara menurutnya tidak menjadi masalah semisal tidak diperbolehkan bawa anak, asalkan anak dipastikan dihandel orang yg bisa dipercaya dan berkompeten, lebih bagus lagi ayahnya. Bagaimanapun seorang ibu butuh untuk bersosialisasi dengan manusia dewasa selain suaminya, menurutnya jika membawa anak justru kita tidak bisa fokus dengan acara tersebut karena sibuk mengejar anak.

Begitu juga menurut Bunda Morina Octavia, Sesekali tak masalah anak-anak nggak diajak. Sekama ini Bunda Morina juga selalu membawa anak-anak setiap ada acara. Namun pernah sekali tidak membawa anak ke ruangan karena dilarang panitia, dikuatirkan akan mengganggu acara sehingga anak-anak disediakan tempat penitipan di ruangan lain. Menurutnya memang rasanya lain, ikut acara tanpa serta anak terasa sekali sensasi me timenya.

Wah kalo yang itu saya setuju memang kerasa sekali sensasi Me Time nya ketika menghadiri acara tanpa dihebohkan anak-anak. Saat acara ada rasa rindu kangen tak terkira ingin bertemu anak, sehingga membuat saya bisa sambil merenungi dan mereview kesalahan-kesalahan saya dalam menghandle anak sehari-sehari.

Jadi ingat sebuah pesan yang mengatakan kalo sudah rindu baru kerasa betapa berartinya seseorang dalam kehidupan kita.

So, Me Time Mencintai Diri Sendiri Untuk Mencintai Keluarga merupakan hal yang penting dilakukan dan dianggap tak berdosa selama konteksnya bukan untuk egois melupakan anak-anak dirumah ya...Semangat...

4 comments:

  1. Menjadi seorang ibu rumah tangga memang susah sekali ya bu untuk mendapatkan me time apalagi bisa kalau sedang punya bayi susahnya minta ampun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benul karena waktu kita sudah bukan milik kita sendiri

      Delete
  2. kalau sementara ini "me time " ku ya motret makanan. gitu aja kadang kalau Aira bangun buyar deh hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya motret perlu konsen tinggi biar dapat hasil bagus

      Delete