Monday, September 26, 2016

Saat Terpaksa Menitipkan Anak Kepada Suami karena Kesibukan Emaknya

Kalo sebelumnya dikatakan Me Time itu perlu, maka kali ini saya ingin sharing tentang pengalaman menitipkan anak-anak kepada yayahnya, ketika saya ada keperluan mendesak.

Biasanya akan menjadi sebuah pengalaman awal mendebarkan jika sebelumnya kita tak pernah jauh dari anak-anak. Saya pun demikian, namun dari beberapa kali pengalaman ternyata suami patut saya acungin jempol karna sanggup menghandel dua balita aktif saya dengan excellent.

Sehari sebelumnya biasanya saya menyounding anak-anak agar mau bekerja sama dengan yayahnya, terutama si kakak.

Kemudian saya melihat lokasi, jika memang saya terpaksa harus menitipkan anak-anak kepada suami ketika berada diluar rumah maka saya akan memberi list tempat nyaman yang baby friendly dan tentunya anak-anak suka. Tak lupa biasanya saya menyiapkan perbekalan camilan serta pampers secukupnya terutama untuk si adik. Nggak boleh ketinggalan botol minum isi air putih untuk kakak dan adik.

Jika meninggalkan anak-anak dirumah biasanya situasi dan kondisi lebih aman terkendali, dengan catatan saat pulang kita harus pasrah melihat rumah amburadul lengket dimana-mana.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan jika kita terpaksa menitipkan anak-anak dirumah bersama suami dirumah adalah stok makanan. Bagaimanapun untuk urusan makanan anak-anak, saya dan suami memiliki sudut pandang yang berbeda.

Saya termasuk tipe heboh kasih makan anak-anak harus ontime, karena saya berusaha mengenalkan rasa lapar dan kenyang kepada anak. Terutama untuk anak saya yang tipenya jarang minta makan meskipun lapar. Bagaimana mau minta kalo mereka hobinya nyemil sepanjang masa, disinilah fungsi dari disiplin waktu makan anak.

Berbeda dengan suami yang saya perhatikan ya udah nggak bakal nawarin anak-anak makan kalo dia nggak lapar. Pun ketika belum ada nasi masak, suami juga bakal cuek kuat nggak makan. Nah sayangnya terkadang suami lupa kalo perut anak-anak berbeda dengan perutnya yang kuat diajak diet nggak makan seharian. Jadi mau nggak mau sebelum berangkat kita harus menyiapkan makan terlebih dulu. Makanan tersedia = Suami Tergoda Makan = Tergoda menawari anak-anak makan.

Selain makan, hal lain yang harus diperhatikan adalah jam mandi pagi anak-anak. Jika memang kita terpaksa menitipkan anak-anak kepada suami dipagi hari maka usahakan anak-anak sudah cantik sebelum kita berangkat. Karena ternyata seperti suami saya dia memiliki prinsip weekend merupakan hari bebas nggak mandi seharian (kecuali kalo memang ada keperluan keluar). Seandainya ternyata kita terburu-terburu, ya udab. bagaimana lagi, jam berapapun buat saya nggak papa deh yang penting anak-anak sehari mandi 2x. Lebih penting lagi terutama untuk urusan mengganti popok, jangan ragu-ragu untuk mengingatkan suami mengganti popok anak kita tiap 4 jam sekali. Kalo nggak, bisa-bisa seharian popok anak kita tebal bin nggladus karena penuh plus habis dibuat guling-guling bermain dilantai yang lengket.

Setelah semua nya sudah "dikondisikan" dengan benar, maka kita bisa melangkah mantap menghadiri sebuah acara yang melarang kita membawa anak. Seandainya mau me time pun kita pasti bisa menjalankan me time dengan tenang. Sehingga pikiran kita menjadi fresh, hati tenang, hubungan keluarga semakin harmonis.

11 comments:

  1. Kalau saya nitipin anak2 sama ayahnya paling heboh. Jangan dilepasin tangan anaknya, awas lho, kalo di mall jangan sekali kali lepas pengawasan...hihi...soalnya trauma ...

    ReplyDelete
  2. Jadi bedanya kalau suami mba tidak nawarin anak makan kalau anaknya tidak lapar dan minta makan ? Berbeda dengan Bapak saya yang selalu nyuruh makan dan disiplin waktu padahal saya sebagai anaknya masih kenyang :D

    ReplyDelete
  3. dan saya bayangkan, jika pak Suami yang ngurus full anak-anak dari mandi, makan dan lainnya, pasti terlihat rempong banget :D

    ReplyDelete
  4. Inilah salah satu tugas suami yang harus bisa diterima dengan lapang dada karena anak juga kan butuh kasih sayang dari bapaknya untuk itu boleh lah kalau misalnya nanti saya ketitipan, gkgkgk.

    ReplyDelete
  5. Nice info mba,

    Budy | Travelling Addict
    BLOGGER ABAL-ABAL
    www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
  6. Kalo ama ayah nya, semua nya OK tanpa ada larangan, beda ama emak nya yang apa2 di larang hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya gitu, makanya anak2 girang banget...hihihi...

      Delete
  7. hmm menitipkan anak ke ayahnya sendiri pun butuh koordinasi ya mbak :D

    ReplyDelete
  8. Hahaha, jadi keinget anak yang suka protes kalo saya yang bikinin susu atau nyediain makanan... Gak enak lah, kebanyakan lah, emang bundanya yang paling ngertiin deh..

    ReplyDelete
  9. Anak2 kalau lagi sama ayahnya suka berisik banget. Malah jadi lebih manja. Maklum, biasanya memang anak perempuan 'kemantil' sama ayahnya. :)

    ReplyDelete