Friday, September 23, 2016

Peran Mak Sundul Menghadapi Perkembangan Gadget

Aduh ini blog kenapa sundulerparents namanya? Banyak yang bertanya alasan pemberian nama tersebut di blog ini. Awalnya terinspirasi dari teman-teman di komunitas The Sundulers Indonesia yang kesulitan mencari informasi secara spesifik tentang seluk beluk kesundulan. Mulai tips menghandel dua anak berusia dekat hingga problematika pemberian ASI yang belum tuntas 2 tahun karena hadirnya adik, maupun pandangan aneh dari lingkungan sekitar.

Kesundulan? Apa sih itu? Kesundulan disini sebenarnya bisa dibilang merupakan pergeseran bahasa jawa yang di indonesiakan. Menurut salah satu sahabat saya yang sudah bela-belain buku kamus besar bahasa indonesia, disana masih belum ada istilah kesundulan. Namun secara awam orang menyebut ibu yang memiliki anak dengan jarak terlalu dekat dengan istilah Kesundulan. Dalam bahasa jawa sering disebut dengan istilah bayi pitu meteng telu (bayi 7 hamil 3) yang berarti ketika si kakak berusia 7 bulan ibu hamil lagi dengan usia kandungan 3 bulan.

Lalu apa hubungannya kesundulan dan gadget yang saya kupas dan bahas dibeberapa artikel blog saya? Yah sebagai seorang ibu yang berperan sebagai guru utama anak dirumah, dimana rumah sebagai madrasah utamanya dan suami sebagai kepala sekolahnya, kita tentu ingin menjadi seorang ibu yang terus up to date dengan perkembangan tehnologi yang ada saat ini. Apalagi saat ini gadget bisa dibilang menjasi bagian keseharian kita. Tak dipungkiri terutama anak-anak jaman sekarang yang tak lepas dari canggihnya gagdet yang beredar dipasaran.

Saya sendiri berlogika, misal kita parno dengan pengaruh negatif dari luar, sejelek-jeleknya kita bisa mengurung anak-anak dirumah, namun kita tak bisa menghindari "terjangan" pengaruh dari luar melalui tehnologi yang ada didalam rumah, seperti gadget (internet), televisi. Meski sayapun berusaha untuk meminimalisir pengaruh perkembangan tehnologi kepada anak-anak tapi tetap saja selalu ada celah, seperti ketika anak-anak bermain dengan keluarga besar. Tak dipungkiri beberapa diantara mereka ketika berkumpul sedang sibuk dengan gadget, yang tentunya membuat anak-anak penasaran. Disitulah peran kita menjembatani rasa penasaran anak-anak yang sangat besar.

Menurut beberapa pendapat, semakin kita melarang anak kita, maka semakin besar rasa penasaran yang bisa berdampak mereka mencari-cari informasi di belakang kita. Tentunya saya pribadi dan suami tidak ingin hal tersebut terjadi, karena justru jika mereka mencari informasi dibelakang kita tak tahu info yang ditangkapnya merupakan hal positif atau negatif.

Dengan alasan tersebut, saya selalu haus mencari informasi berhubungan dengan apa saja yang mungkin bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak termasuk perkembangan tehnologi saat ini. So, menjadi orang tua kesundulan menurut saya kita tak boleh menutup diri terhadap informasi yang ada disekitar kita. Kalo kata suami saya, ibarat saringan ambil yang baik singkirkan yang buruk.

3 comments:

  1. Dalam hal ini peran ibu sangat dibutuhkan sekali ya, tapi kalau suami mah bingung sebenarnya, ahi hi hi.

    ReplyDelete
  2. itu yang cowo kembar bukan mba? hhehehee..

    ReplyDelete
  3. Sip ajib kata-katanya sama kaya emak saya. "semakin kita melarang anak, maka anak akan semakin penasaran untuk mencari tahunya" jadi pada intinya jangan terlalu di larang ya mba, salah satunya dalam menggunakan kecangihan teknologi masa kini :-)

    ReplyDelete