Friday, September 16, 2016

Sharing Pengalaman Melahirkan Normal

Beberapa waktu lalu saya tiba-tiba ditodong oleh seorang sahabat untuk nulis artikel Tips Melahirkan Secara Normal. Waduh agak berat dan sensitif ini temanya...hehehe...Tapi baiklah karena sudah beberapa teman sebelumnya juga bertanya tips melahirkan normal, mungkin karena melihat kebetulan saya 2x melahirkan secara normal alias nggak caesar maka saya ingin sedikit berbagi cerita disini.

Saya sendiri sebenarnya tidak ada tips khusus agar bisa melalui proses melahirkan normal. Seperti pada umumnya saya hanya mengikuti masukan dari orang tua, mertua ya meskipun nggak semua saya jalankan karna saya kombinasi masukan dan info tambahan dari teman-teman dan internet.

Seperti halnya saat ibu saya memaksa saya minum rendaman rumput fatimah, saya tidak mengikutinya. Ibu saya sempat kecewa karna saya dianggap nggak nurut nasehat orang tua. Tapi bagaimanapun info yang saya dapat rumput fatimah bisa bikin pendarahan. Dengan background ilmu farmasi yang pernah saya dapat, cuma bisa bayangin sih kalo misal bukaan lengkap trus terjadi pendarahan hebat bisa-bisa malah langsung eksekusi nggak boleh ngelanjutin lahiran normal. Berbeda dengan ibu saya yang tetap ngotot berpendapat pengalaman orang tua itu melebihi ilmu apapun yang hanya mengandalkan perkembangan penelitian-penelitian dan kadang berubah-berubah hasilnya.

Untungnya saya ada dukungan testimoni dari tante saya berbekal pengalaman sepupu saya yang sempat minum rendaman rumput fatimah. Menurutnya padahal saat itu dia hanya minum sedikit saja tapi langsung ketahuan oleh para perawat dan dokternya saat melewati proses melahirkan. Entah dari mana para tenaga medis tersebut tahu, saya sih nangkapnya mungkin dari kondisi pendarahan yang tidak senormal biasanya kali ya *ah saya mah sok tau nebak-nebak aja :D

Baiklah selanjutnya saya ingin langsung sharing saja.
Usaha yang saya lakukan agar bisa melewati persalinan normal, diantaranya :

  • Mencari dokter kandungan dengan embel-embel PRO NORMAL.
Menurut saya dengan mencari dokter kandungan PRO NORMAL paling tidak dokter bisa mengusahakan semaksimal mungkin agar saya bisa melahirkan secara normal. Selain itu juga meminimalisir kemungkinan dokter mencari-cari alasan alias pasrah saja melakukan caesar ketika melihat sesuatu (hambatan proses melahirkan normal) yang sebenarnya bisa diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya.
  • Mengikuti Senam Hamil
Memasuki usia kandungan 7 bulan saya mulai rutin mengikuti senam hamil. Sebenarnya senam hamil ini kalo nggak salah bisa dimulai sejak usia kandungan 5 bulan. Menurut saya mengikuti senam hamil ini juga bisa membantu saya belajar pernafasan agar nantinya kuat mengejan saat melahirkan. Ngapain sih pake belajar nafas? Bukannya tinggal nafas saja? Ternyata untuk melahirkan normal menurut saya memang butuh sebuah taktik nafas yang benar. Sebisa mungkin dengan satu tarikan nafas kita bisa mendorong janin dalam perut kita untuk keluar. Alasannya jika kita tidak kuat menahan nafas selama mengejan maka proses bayi keluar agak tersendat-sendat. Hal ini tentunya juga tidak baik bagi si bayi. Seperti yang saya baca bayi sebenarnya juga mengalami kesakitan saat harus berjuang keluar melalui jalan lahir pervaginam.

Selain itu juga ada tehnik pernafasan yang harus kita lakukan ketika si bayi sudah kebelet keluar padahal bukaan belum sempurna. Seperti info yang saya dapat dari perawat yang juga membantu saya melahirkan, saya dilarang mengikuti keinginan bayi lahir jika bukaan saya belum sempurna. Alasannya dikuatirkan jalan lahiran bisa menjadi bengkak, dan membuat bayi tidak bisa keluar melalui jalan tersebut, sehingga mau tak mau kalo sudah begitu alternatif caesar menjadi pilihan.

  • Menjaga asupan makanan
Meski banyak yang bilang ibu hamil boleh makanan apa saja, tapi sesuai saran ibu saya disarankan saya tidak makan makanan ikan asin, ikan pindang yang diawetkan. Kalo ibu saya sih bilangnya nanti bikin bayi yang ada dalam kandungan keracunan makanan. Saya pribadi melihatnya masuk akal, karena makanan-makanan tersebut bisa memicu terjadinya hipertensi alias tekanan darah tinggi. Ini tentu bisa mengganggu proses lahiran yang kita harapkan normal.

Ikan Pindang
Mengurangi makanan dan minuman manis. Kebetulan BB saya termasuk obes, lahir dengan BB diatas 4 kg dan saya memiliki background orang tua diabetes sehingga saya berusaha agar tidak terkena diabetes getasional, seperti yang diwanti-wantikan oleh dokter penyakit dalam saya.

  • Meminta maaf kepada Suami, Orang Tua, dan Mertua saya jauh-jauh hari sebelum HPL.
Saya tidak pernah tau keseharian saya bisa jadi pernah melukai mereka. Bisa jadi karna luka yang pernah saya torehkan membuat hati mereka mengganjal. Saya tidak ingi ada rasa tidak ikhlas yang mungkin bisa menghalangi kelancaran proses melahirkan saya. Kalimat yang saya minta dari mereka adalah "Memaafkan segala kesalahan saya, dan mengikhlaskan serta mendoakan proses melahirkan saya lancar".
  • Meminta doa kepada teman atau kerabat yang kita kenal atau temui.
Dengan kalimat "semoga lahiran lungsur lancar gangsar" cukup sebagai doa penyemangat saya.
  • Membaca amalan beberapa surat dalam Al-qur'an
Saran ini saya dapat dari seorang teman yang sudah berhasil melahirkan normal terlebih dahulu, diantaranya : Surat Al Fatihah, Surat Yusuf, Surat Yaasin, Surat Luqman, Surat Maryam, Surat At Taubah, Surat Hujurat, Surat An Nahl ayat 78.
Yang tersirat pertama pasti "Wuihhh banyak banget yang dibaca". Saya pribadi bacanya gantian, jika hari ini hanya kuat membaca beberapa surat, maka selebihnya bacanya keesokan harinya.

Sumber : Share dari Beberapa Teman di FB
  • Mendengarkan CD Hipnobirthing
Untuk mengafirmasi positif dan merelaxkan pikiran agar tidak terlalu stres memikirkan proses melahirkan

  • Rutin Jalan Pagi
Selain merelaxkan pikiran dengan menghirup udara segar dipagi hari, dengan berjalan kaki pagi kita bisa melakukan olah raga ringan sehingga aliran darah dalam tubuh kita lancar.

  • Sarankan suami rutin menjenguk si adik bayi dalam kandungan menjelang HPL
Dari info-info yang saya dapat sperma bisa membantu melunakkan jalan lahir, sehingga sering berhubungan menjelang hari kelahiran turut membantu mempermudah proses kelahiran.

  • Konsumsi Buah Nanas Menjelang HPL
Dari yang saya baca enzim bromelain yang terkandung dalam buah nanas bisa membantu melunakkan jalan lahir. Sehingga turut membantu melancarkan proses melahirkan.

Lucunya saya punya pengalaman seru, ketika seorang penjual sayur menolak menjual buah nanasnya kepada saya karena melihat saya hamil besar. Si Pak sayur takut saya ada niat aneh-aneh dengan buah nanas tersebut -_-
Ya ampun pak perut saya udah gede kali...jadi emang udah waktunya lahir ini pak >_<

  • Nodong dokter minta diresepin suplemen yang konon terkenal dikalangan ibu hamil bisa membantu melunakkan jalan lahir.
Dokter saya sendiri sih bilangnya, "Jangan fokusnya sama suplemen ini yang katanya pasti bisa bikin lahiran normal ya buk, karena ini sifatnya hanya membantu saja". Siap dokter :D
Setelah melakukan semua langkah tersebut maka langkah terakhir adalah pasrah akan ketentuan dari Allah. Bagaimanapun saya hanya berikhtiar. Seperti saat menjelang kelahiran si kakak. Sebenarnya waktu itu hanya jadwal kontrol namun karena tensi saya drop sekitar 80/60 maka dokter menyarankan saya cek lab dan segera melahirkan selambat-lambatnya keesokan harinya. Saat itu saya hanya melongo sembari sedikit bertanya, "Dok tapi bisa normal kan ya?". Namun saat itu dokter hanya mengatakan, "kita lihat hasil lab nya dulu ya bu".

Jujur saya galau saat itu, bayangan ketakutan harus caesar berputar-putar dikepala saya. Namun suami saya mengingatkan agar saya pasrah, dan menasehati apapun itu percayalah yang terbaik dari Allah untuk kita semua.

Sembari menanti hasil lab saya berusaha menyounding diri sendiri bahwa Insya Allah saya bisa melahirkan normal. Seperti yang pernah saya baca jika ada 1% keraguan saja saya bisa melahirkan normal maka saya bisa jadi gagal melanjutkan proses melahirkan normal. Saat itu saya belum tau arti 1% keraguan tersebut.

Setelah hasil lab keluar dan menunjukkan hasil bagus dokter pun setuju saya menjalani proses melahirkan normal. Namun setau saya karena belum ada bukaan maka oleh dokter saya diberi obat induksi pervaginal. Yang saya ingat setelah satu obat masuk belum ada reaksi, maka perawat menambah lagi dosis sesuai anjuran dokter.

Kurang lebih jam 12 malam obat masuk, jam 7.20 saya sudah lahiran. Namun ada cerita dibalik saya menanti bukaan 10 alias sempurna. Ada seorang perawat yang mondar mandir menyarankan saya caesar saja alasannya sudah banyak yang induksi toh ujung-ujungnya gagal tetep operasi. Nah dengan kondisi menahan sakit proses bukaan tentu tawaran ini tergolong menggiurkan bisa membuat saya menyerah melanjutkan perjuangan saya menanti bukaan sempurna. Mungkin ini yang dimaksud 1% keraguan yang bisa menggagalkan keinginan saya untuk melahirkan normal.

CD HypnoBirthing yang Selalu Sering Saya Dengarkan Setiap Malam Menjelang HPL
Namun ada pesan yang terbersit dalam hati saya, biarkan saya berjuang mencoba dulu sampai bukaan sempurna.  Toh saya sudah melewati rasa sakit tersebut. Nggak lucu juga kalo saya harus sakit 2x disebabkan proses bukaan dan caesar karena saya menyerah ditengah jalan. Kalopun nanti usaha saya sudah mentok njedog ya udah mau bagaimana lagi baru saya pasrah. Alhamdulillah saya berhasil melewatinya. Bahkan sebelum dokter datang bayi saya sudah "maksa" mau keluar duluan. Aduh kalo diungkapkan itu mungkin kayak orang diare disuruh nahan hasrat pup karena nggak nemu toilet...hahahaha...

Berbeda lagi dengan pengalaman si adik yang memang tanpa induksi karena memang kondisi tensi saya normal.

Oh ya sebagai tambahan memang mungkin ada sedikit kesalahan sounding ketika mau melahirkan si kakak. Suami saya memang sejak awal sudah wanti-wanti dan menyounding si kakak yang masih dalam perut untuk tidak lahir tanggal 30 september. Padahal HPL seharusnya sekitar 27 september. Kalo kata ibu saya bayi saya bingung mungkin. Sehingga selewat tanggal 30 ibu saya langsung menyuruh suami menarik soundingannya. Suami pun segera meminta si kakak segera lahir. Benar saja tak lama kemudian si kakak menunjukkan tanda-tanda mau lahir.

Dari pengalaman kakak, si adik waktu menjelang HPL langsung kami sounding dengan nodong tanggal cantik. Karena tahunnya 2015, jadi kami iseng-iseng soundingnya "adek tanggal 15 aja ya lahirnya biar jadi tanggal cantik". Benar saja saking cantiknya si adik lahir tanggal 15 jam 15.15. Percaya nggak percaya sih katanya memang ada istilah the power of sounding.

Camilan Sehat Dikala Hamil :D
Oh ya soal rasa sakit yang bikin para ibu hamil keder sebenarnya itu nggak sesakit yang dibayangkan kok. Sakitnya bukan karena akan ada kepala bayi yang lahir melalui jalan yang kita bayangkan "sempit". Aduh saya dulu sumpah bayangin sakitnya itu karena jalan lahir sobek dilewatin kepala bayi lahir. Ternyata pas episode itu malah nggak sakit...hehehe...Sakitnya ya pas nunggu bukaan sempurna saja sih ya menurut saya. Itupun bisa diakalin dengan tehnik pernafasan yang benar dan semua akan terbayar ketika kita mendengar suara tangis bayi kita lahir ke dunia ini. Subhanallah.

Artikel ini saya dedikasikan untuk teman-teman saya yang sedang deg-deg an menanti kelahiran buah hatinya yang semakin mendekati HPL (^,^)

Semoga proses lahiran lancar dan gampang
Tetap Semangat ya ;)

*HPL : Hari Perkiraan Lahir

6 comments:

  1. Hooo mbev kan drama minum rumput fatimah sama umik..terus dimarahi suster suster "dokter kok minum rumput fatimah sih hehehe"
    Dokter kan pas jam kerja..pas jam jam dramah tetep anak umik dong hhahahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rumput Fatimahku sampe sengaja tak tinggal dirumah...hihihi

      Delete
  2. Yang saya denger dari ibu waktu mengandung saya dalam perutnya tuh suka jalan pagi setiap hari :-) walaupun lahirannya gak ke dokter cuma ke dukun beranak karena jaman dulu susah banget tapi alhamdulilah sehat dan selamat :-) Jadi sayang nih sama ibu sendiri :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya jalan pagi bisa membantu melancarkan aliran darah dan merelaxkan pikiran untuk ibu menjelang hari perkiraan lahir

      Delete
  3. Memamgn lebih enak mana sih mbak melahirkan melalui operasi caesar atau normal ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Melahirkan itu baik caesar maupun normal sama-sama perjuangan mas

      Delete