Sunday, September 4, 2016

Tips Mengatasi Kakak Adik yang Sering Bertengkar

Hampir semua setuju memiliki anak dengan jarak usia terlalu dekat itu seru. Namun dibalik keseruan tersebut adakalanya terdapat hal-hal yang sering bikin mumet para Emak Kesundulan. Yap karena jarak yang terlalu dekat seringnya mereka bertengkar bahkan mungkin gaplok-gaplokan hanya karena hal sepeleh. Sebagai bunda kita tentu tak mau kebiasaan tersebut berlangsung terus menerus hingga dewasa. Setiap orang tua pasti ingin anaknya akan selalu akur dan saling menyayangi. Bagaimana Tips kita menyikapinya? Berikut ulasan yang saya rangkum dari pengalaman beberapa teman di komunitas The Sundulers dengan dua balita di rumahnya.

Komunitas The Sundulers di Whatsapp
Sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari melihat kakak adik berantem dan bertengkar untuk para bunda di komunitas ini.
Senada dengan komentar dari Bunda Vera Jaya yang menurutnya sudah hukum alam kakak adik hobinya berantem terus, hal ini juga diamini oleh Bunda Septi Riani, Bunda Indah, Bunda Yeni, Bunda Nur Amsire, Bunda Morina Octavia dan Bunda yang lainnya.

Bunda Septi Riani
Bunda Vera Jaya memiliki tips jitu, dengan memberikan bisikan lembut dan ciuman sayang ketika anak-anak mengantuk atau baru saja tertidur menjadi cara ampuh Bunda Vera Jaya. Sesuai pengalamannya cara tersebut sering berhasil dilakukan sebagai problem solving mengatasi kebiasaan anak-anak yang hobi bertengkar.

Sharing lainnya, menurut Bunda Meri yang merupakan founder dari komunitas The Sundulers, Hubungan persaudaraan yang sehat itu justru yang di warnai dengan akur dan berantem. Sebaliknya hubungan akan menjadi tidak sehat jika anak-anak akur terus tanpa ada pertengkaran sama sekali.

Bunda Meri
Alasan ibu dua balita yang masih aktif menjadi dosen ini dengan adanya bumbu-bumbu berantem atau bertengkar membuat kakak adik belajar untuk bisa lebih mengendalikan emosi, kontrol amarah, dan menyelesaikan permasalahan. Selain itu dengan adanya pertengkaran antar saudara juga memberikan gambaran kepada kakak adik bahwa didunia ini tak selamanya damai. Sehingga saat anak-anak nantinya dilepas di masyarakat mereka tidak kaget dan bisa belajar mengatasi masalah dengan bijak.

Hampir senada yang diungkapkan oleh Bunda Ratna Pillar, Menurutnya sudah jadi makanan sehari-hari melihat anak-anaknya bertengkar untuk hal-hal sepele. Justru disitulah seni persaudaraan. Karena nantinya justru ketika mereka tidak saling bertemu akan muncul rasa kangen diantara mereka. Pertengkaran juga bisa menjadi bentuk salah satu ungkapan rasa kasih sayang antar saudara.

Bunda Ratna Pillar
Ada kalanya sebagai orang tua kita tak perlu ikut campur untuk menyelesaikan pertengkaran yang terjadi karena saat kakak adik bertengkar disitu terkadang mereka juga sedang belajar problem solving untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Cukup awasi anak-anak sembari tetap waspada jika mulai terjadi kekerasan antara kakak adik maka Bunda harus segera sigap melerainya. Secara prakteknya Bunda Ratna selalu menerapkan hukuman bagi anak-anaknya yang mulai duluan melakukan kekerasan atau perbuatan kasar dalam pertengkarannya. Tak peduli baik kakak ataupun adik jika mulai berbuat kasar duluan maka akan mendapat hukuman darinya.

Tambahan tips dari Bunda Indah Ratnasari yang juga setuju sudah menjadi suatu hal yang lumrah ketika kakak adik sering bertengkar, berebut sesuatu. Yang penting beberapa hal penting yang tetap harus ditanamkan kepada kakak adik sejak dini adalah pentingnya berbagi, kebersamaan, saling sayang, saling memaafkan, ungkapan terimakasih, dan tak kalah penting mengajarkan arti kehilangan sehingga kedepannya akan tumbuh rasa saling menjaga antar saudara.

Bunda Indah Ratnasari
Mengingat saya sendiri sering dihadapkan dengan kondisi kakak adik yang hobi bertengkar tanpa penyebab jelas, saya setuju dengan tips dari para Bunda tersebut. Sayangnya saya sendiri sering kelewat mumet sehingga terkadang tanpa sadar saya malah ikut sorak-sorak bak supporter gila melihat anak-anak yang sedang berebut. Lucunya justru kakak adik tidak jadi melanjutkan pertengkarannya setelah melihat saya selaku mamamnya justru tidak teriak heboh melerai melainkan malah jadi supporter.

Awalnya mengira mungkin saya mulai stres menghadapi anak-anak yang berantem terus menerus, ternyata menurut bunda Ratna suaminya juga sering melakukan cara seperti saya dengan malah menjadi supporter ketika anak-anaknya bertengkar gaplok-gaplokan. Menurutnya cara suaminya itu terkadang justru lebih efektif menghentikan pertengkaran ketimbang cara Bunda Ratna yang selalu ngomel dari anyer sampe panarukan.

Satu hal yang selalu saya usahakan seperti saran ibu-ibu yang memiliki lebih dari satu anak balita, bahwa sebisa mungkin untuk tidak membela anak berdasarkan usia. Jangan hanya karena adik lebih kecil lantas membuat kita berhak meminta kakak untuk selalu mengalah, karena hal tersebut nantinya juga tidak baik untuk perkembangan adik. Saya selalu berusaha mengingatkan diri saya untuk tidak berkata "kakak ngalah ya kan adik masih kecil jadi belum tahu". Justru karena belum tau maka tugas kita yang memberi tahu.

Semangattt \(^,^)/
Komunitas The Sundulers di Facebook

6 comments:

  1. Betul sekali, tidak membela salah satu anak berdasarkan usia ini sangat penting untuk diperhatikan ya, Mbak.

    ReplyDelete
  2. Aku juga belajar dari saudara punya anak 2 ribut terus tapi emaknya malah belain mulu yang kecil padahal jelas2 salah akhirnya kakaknya cemburu dan malah tingkahnya jadi nyebelin banget hehehe..pembeljaran buat aku kalau dikasih anak lagi hehehe bener mba jangan belain anak sesuai usianya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, anak anak kan punya hati. Toh kalo salah dibela juga ga baik untuk perkembangannya

      Delete