Monday, September 5, 2016

Tips Mengurangi Tingkat Stres Pada Emak Kesundulan

Memang tidak mudah untuk sebagian ibu dengan dua balita aktif dirumah untuk tidak gampang stres mengingat tingkat kesibukan yang luar biasa dalam menghandle dua balita. Namun saya ingin berbagi sharing beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi tingkat stres para emak kesundulan dengan dua atau lebih balita aktif di rumah.

Ilustrasi, Sumber : tabloidnova(dot)com


1. Menurunkan Standart Kerapihan Rumah
Mempunyai balita aktif sering membuat kita kebingungan dengan kondisi rumah yang selalu berantakan. Bagaimana bisa rapi, belum 5 menit kita merapikan satu bagian rumah, tiba-tiba si kakak mengacak-ngacak sisi bagian rumah lainnya. Puas mengacak-ngacak di sisi lainnya, ganti adik yang dengan girangnya membongkar semua mainan di spot favorit lainnya. Kenyataannya melihat rumah berantakan cukup membuat mood kita amburadul, ditambah tanpa sengaja menginjak beberapa mainan yang tercecer dilantai terkadang cukup membuat kita ingin langsung teriak histeris emosi.

Kalo sudah gitu solusinya, segera tarik nafas dalam-dalam, istighfar kemudian senyum lebar selebarnya, sembari sounding diri dibalik rumah berantakan ada anak-anak yang sehat dan bahagia. Yakinkan diri bahwa tak masalah rumah berantakan. Hal ini juga diakui oleh suami saya yang sering membantu saya menyelesaikan problem rumah berantakan. Intinya tunggu anak-anak tidur baru beresin rumah. Menurutnya justru menjadi sia-sia kalo kita beresin rumah saat anak-anak bermain, karena kita bisa mengekang kreativitas anak. Baiklah mari biarkan rumah berantakan. Jika ada tamu berkunjung cukup sampaikan permohonan maaf karena rumah sedang berantakan.

2. Melakukan Hal Yang Disenangi
Ada banyak cara hal yang bisa dilakukan, seperti saya contohnya karena dengan menulis saya merasa bisa bebas menuangkan ide, masukan atau hal-hal yang ingin saya bagikan dengan semua orang sehingga saya bisa melepaskan semua beban yang mungkin tanpa sadar ikut terhimpit tersimpan didalam memori saya.

Selain menulis, hal menyenangkan lainnya yang sering saya lakukan adalah menyetir. Dengan berkendara saya merasa semua beban yang ada dipikiran saya ikut terbang bersama angin tertinggal di semua bagian jalan yang telah saya lewati. Menyetir dengan mendengar alunan musik juga bisa membantu membuat mood saya menjadi lebih bagus.

3. Me Time
Setiap ibu sebaiknya memiliki beberapa waktu me time. Hampir semua sepakat bahwa me time bukan suatu hal egois yang dilakukan para ibu. Me time berguna untuk mengacak kejenuhan rutinitas harian yang melelahkan dalam menghandel anak-anak. Tak perlu terlalu jauh dan mahal membayangkan, me time yang paling gampang dilakukan oleh para emak kesundulan adalah semedi atau sekedar menikmati mandi bersih segar dikamar mandi tanpa diganggu oleh teriakan para balita. Tak hanya itu, cukup dengan bisa menikmati semangkuk indomie kari ayam pedas lengkap dengan telor, sawi dan potongan cabe tanpa dikejar-kejar tangisan anak terkadang juga bisa menjadi me time paling nikmat sepanjang masa.
Ilustrasi, Sumber : sayangianak(dot)com
Disini peran kerja sama dengan suami benar-benar diperlukan. Buat perjanjian dengan suami bahwa jam sekian sampai jam sekian kita butuh kehadiran suami untuk membantu menghandel anak-anak, karena kita ingin "cuti" sejenak dari rutinitas melelahkan seharian.

4. Mencari Tempat Curcol (Curhat Colongan)
Jangan lupa mencari teman atau tempat curcol yang aman dan memang memahami kondisi kita. Namun sebisa mungkin memilah-milah tema curhatan kita. Terkadang tak semua orang bisa menerima dan melihat curhatan kita dari segala sudut pandang. Satu hal yang harus selalu diingat, kita harus siap menerima konsekuensi feedback yang didapat dari teman-teman yang kita jadikan tempat sampah uneg-uneg kita.

Seperti hal nya curhat buang uneg-uneg tetap jangan lupakan teman-teman saat kita bahagia. Jika dengan berbagi curhat kegalauan beban kita bisa diringankan oleh teman kita maka begitu juga saat kita berbagi curhat kebahagiaan maka kita juga bisa mengajak mereka turut bahagia mendengar cerita kita.

5. Mengacak Jadwal Rutin Harian atau Mingguan
Rutinitas harian yang itu-itu saja terkadang tanpa sadar bisa membuat kita menjadi boring alias bosan. Kebosanan yang terus menerus ternyata juga bisa menjadi salah satu faktor pencetus ke-stres-an para ibu.

Jika sehari-harinya kita menghabiskan waktu kita dirumah dengan anak-anak maka tak ada salahnya sekali waktu kita mengajak mereka bermain di taman atau berjalan-jalan di mall terdekat. Jangan lupa pastikan tempat yang akan kita kunjungi baby friendly.

6. Support Penuh Dari Suami
Support penuh dari suami ini bisa berbagai macam bentuknya. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya dengan memberikan waktu me time kepada kita juga bisa menjadi salah satu support suami untuk kita.

7. Hari Bebas Berantakan Seharian
Jika sebelumnya sudah pernah menurunkan standart kerapihan, maka ini saatnya kita lebih cuek membiarkan rumah berantakan seharian. Tidak ada salahnya mengajukan ijin cuti sehari kepada suami untuk membiarkan rumah berantakan, kalo perlu minta bantuan kepada suami untuk menghandel anak-anak seharian tanpa campur tangan kita. Selain bagus untuk kesehatan kita karena bisa selonjoran seharian, hal tersebut juga bagus untuk mendekatkan hubungan kasih sayang dan kekompakan antara ayah dan anak-anak.

Ilustrasi, Sumber : Share dari Facebook
Percaya atau tidak dibagian ini biasanya kita suka nggak tega. Biasanya cukup 2 jam saja bisa selonjoran udah alhamdulillah :D

8. Berlibur Setahun Sekali
Jika ada rejeki lebih, maka tidak ada salahnya kita meng-agendakan jadwal berlibur keluarga setahun sekali. Selain untuk melepas stres juga bisa sebagai sarana memperbaiki kualitas kebersamaan dengan keluarga tanpa adanya gangguan dari luar termasuk deadline pekerjaan.

Sumber : rafifjalanjalan(dot)com

9. Ganti Suasana Sebulan Sekali
Ganti suasana disini bisa kita lakukan misalnya dengan mengganti sprei dengan warna yang berbeda dan lebih ceria dari sebelumnya atau berkreasi merubah posisi perabotan rumah agar terlihat lebih fresh dari sebelumnya.


Selain itu jika ada rejeki berlebih boleh juga sekali waktu kita menyisihkan tabungan untuk mencoba refreshing dengan staycation di hotel sesuai budget yang ada di kota kita (kalo yang ini mungkin nggak harus sebulan sekali ya).


10. Bersyukur Kepada Sang Pencipta
Ketika kita mulai merasa stres, hal utama yang harus selalu kita ingat adalah kita memiliki Allah SWT sebagai sang pencipta. Dengan melakukan ibadah tepat waktu, dan mengadu di setiap shalat juga bisa membuat plong perasaan kita. Bersyukur telah diberi anak-anak sehat aktif yang cukup membuat saya dan suami kuwalahan dalam menghandel rumah yang berantakan.

Aduh gimana bisa shalat? Lihat rumah aja berantakan? Karena rumah saya memang sempit selama ini saya mengakalinya dengan mencari spot yang saya yakin bersih dan suci kemudian cukup menyisihkan mainan yang berantakan kepinggir, asal cukup buat space sujud saja sudah lega.


Mungkin akan timbul beberapa pertanyaan, kenapa nggak pakai jasa asisten rumah tangga saja sih?
Memang sebagian orang terbantu dengan kehadiran asisten rumah tangga, namun tak semua orang bisa merasa nyaman. Seringnya justru susah mencari yang klop atau minimal sevisi misi dengan kita tentang urusan standart kerapihan dan kebersihan rumah.

So, tetap semangat ya melihat rumah yang berantakan \(^,^)/

Ilustrasi, Sumber : Share dari Facebook

13 comments:

  1. Huwaaaa lah aku hari bebas berantakan sedunia berlaku mulai senin-minggu loooh mbak gara gara bayi besaaaar ×_×
    Soale ben beres beres mesti dhana huru hara..hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iku ngkuk luweh klop maneh...bwahahaha

      Delete
  2. Nah kalau yang point ke 10 saya mah setuju bu karena segala sesuatu pasti akan kembali kepada sang pencipta untuk itu harus tetap bersyukur walau keadaan sedang kesal atau apa yang membuat pikiran pusing terutama ibu ibu yang kesundulan.
    Tipsnya bermanfaat sekali bu.

    ReplyDelete
  3. wkwkwk sabar y mba, kadang juga qu pengen banget selonjoran ya salam ditinggal bentar emaknya merem udah kayak apa tau rumah. Tapi syukurnya anakku uda bisa diajak kerjasama buat beresin jd ga tll capek lagi kayak dlu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini yang kakak mulai bisa diajak kerja sama tapi kadang kan liat partnernya alias adeknya seru semburatin maenan dia jadi ikutan lagi...wkwkwk

      Delete
  4. Semoga bisa nerapin tipsnya mbak

    ReplyDelete
  5. Cakep tas punggungnya
    Eh gagal fokus

    Klo sy setuju sekali Mb menurunkan standard kerapian di pagi hinhha isya. Klo sdh tidur anaknya sy mulai beberes. Iti jg klo g dikejar dl nulis apa Konsul tesis.

    Untuk hari bebas berantakan seharian berati saya tiap hari gt HHahahha
    Maklum anak emak ldr sama bapaknya

    ReplyDelete
  6. Hai Mba, saya baru memiliki 1 anak. Awalnya saya juga selalu menjaga kerapian rumah tapi setelah anak saya memasuki usia toodler dan semakin aktif sepertinya saya yang suka capek sendiri bersih sebentar berantakan lagi heheh jadi biar saja anak bermain kalau dia sudah capek dan tidur nah baru beres beres lagi hehe. Nice sharing mba.

    ReplyDelete
  7. *nyimak dulu karena belum berpengalaman jadi emak :D

    ReplyDelete