Thursday, October 20, 2016

Ada Banyak Silica Gel di Mulut Adik?! Bagaimana Sebaiknya?

Beberapa waktu lalu lagi-lagi saya dibuat heboh oleh keseruan yang dilakukan oleh kakak adik. Awalnya saya tidak sadar karena sedang diminta membuat agar-agar oleh kakak didapur. Saya pun santai karena kakak adik saya perhatikan sedang akur dan tenang. Setelah selesai dari dapur alangkah kagetnya saya melihat adik sedang menggigit bungkus silica gel dimulutnya, dimana kondisi bungkusnya sudah tersobek dan isi silica gel sebagian menempel dimulut dan sisanya terhambur di lantai.

Sisa Silica Gel Yang Terhambur Di Lantai
Saya pun segera mengambil bungkus silica gel tersebut dari mulut adik, dan mulai melogok-logok membersihkan silica gel yang terdapat di dalam mulut. Sempat saya dibantu kakak berusaha membuat adik muntah, mulai dari melogok sampai menepuk-nepuk pundak adik tapi tidak berhasil. Sehingga saya buru-buru mengabari suami. Saya sendiri tidak tahu apakah ada silica gel yang tertelan dan seberapa banyak yang tertelan.

Dengan kondisi panik saya segera meminumkan susu uht kepada adik, sembari menunggu kabar suami yang meminta saran kepada dokter anak kami. Sebenarnya ini hanya prosedur sederhana yang saya tau untuk mengantisipasi jika ada racun masuk kedalam tubuh, saya hanya menggunakan asumsi bahwa susu menetralkan racun dari alasan obat yang tidak boleh diminum bersama susu karna akan menghilangkan efeknya.

Tak lama kemudian suami menelpon saya dan menyarankan saya untuk meminumkan susu *ini persis seperti langkah yang sudah saya ambil sebelumnya. Selain itu suami meminta saya memperhatikan perkembangan adik terlebih dahulu, mengingat jam praktek dokter anak kami sudah berakhir. Saran dari dokter jika dirasa ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan maka saya harus segera membawa adik ke UGD.

Sembari memperhatikan kondisi adik saya pun mulai mencari seluk beluk tentang bahaya silica gel yang tertelan ini.

Ternyata selain dikuatirkan bahaya tersedak jika tertelan silica gel, bahaya yang paling dikuatirkan lainnya yaitu terjadinya dehidrasi karena sifat silica gel ini menyerap kurang lebih 40% cairan tubuh yang ada disekitarnya. Selain itu ternyata silica gel ini memiliki efek toxic kedepannya juga bisa menyebabkan kanker.

Saya sebenarnya sedikit panik, tapi berusaha tenang sembari berlogika jika silica gel yang masuk kedalam tubuh bisa menyerap setidaknya 40% jumlah cairan tubuh yang disekitarnya, tentu silica gel bisa membuat dehidrasi. Dehidrasi pun tak bisa dianggap sepele, karena jika terjadi kekurangan cairan maka bisa menyebabkan organ-organ tubuh bekerja tidak maksimal dan menjadi fatal karena kurangnya suplai cairan. Untuk dehidrasi berat biasanya bisa berujung koma.

Sehingga saya sesegera mungkin berpendapat bahwa langkah pertolongan pertama untuk adik saat itu adalah dengan sesegera mungkin memberikan cairan sebanyak mungkin sebagai antisipasi agar adik tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) yang disebabkan oleh silica gel tadi.

Selain susu uht, air putih, saya juga meminumkan renalyte (salah satu cairan elektrolit tubuh). Selain itu karena adik masih ASI, saya berusaha menyusui adik sesering mungkin. Saya juga berharap adik segera BAB sehingga silica gel yang mungkin tertelan bisa segera terbuang melalui bab.

Tak lama setelah itu adik berhasil BAB, sedikit lega meski sebenarnya saya tak yakin kalo silica gelnya keluar bersama BAB saat itu. Tapi minimal saya melihat tidak ada tanda-tanda kegawat daruratan adik, salah satunya dengan melihat adik masih berkeringat. Disitu saya berasumsi bahwa adik tidak mengalami dehidrasi dikarenakan silica gel.

Sorenya adik masih dengan kondisi sehat ceria, ternyata kakak yang menunjukkan suhu badan mulai tinggi. Saya sempat heran sebenarnya ini yang mulutnya habis ngunyah silica gel adeknya, kok yang panas kakaknya. Sempat curiga tapi saya tepis jauh-jauh.

Paginya panas kakak tetap tinggi meskipun sudah saya minumkan obat pereda demam, seperti biasa saya mengabarkan kondisi kakak kepada suami. Alangkah terkejutnya saya ketika suami mengatakan semalam saat setengah tidur iseng-iseng kakak dipancing pertanyaan, ternyata tanpa sadar keluar pengakuan dari mulut kakak bahwa dia juga ikut makan "blink-blink".

Saya pun segera menunjukkan gambar silica gel yang saya punya kepada kakak, dan menurut pengakuannya iya dia makan "blink-blink" itu.

Jeng jeng jeng...

Mumet, Shock, Mual seketika rasanya (T_T)

12 comments:

  1. Lekas sembuh yaa kakak....
    Ini dugaannya melesat ya mbaaak. Yg awalnyaaa khawatir adik kena. Ehh nggak taunya kaakaknya yang ngaaku klo ikut makan silica gel. Baru taau kika efeknya sangaaat buruk gitu mbk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, kirain kakaknya ga ikutan incip ga taunya malah ikut incip

      Delete
  2. Jadi langkah pertama itu meminumi susu ya. Sehat terus ya, Kak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya nggak harus susu. menurut saya yang penting jangan sampai dehidrasi. tapi kalo mau diminumi susu juga nggak papa, biar bisa cepet bab juga sih pak

      Delete
  3. Wah bahaya itu kalau kemakan mbak, punya balita itu harus waspada ya mbak, anak kecil suka makan benda1 kecil kayak gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, karena anak kecil masih dalam fase penasaran

      Delete
  4. "Jihad"- nya Bunda ♥

    ⓢ⒠ⓜ⒜ⓝ⒢ⓐ⒯ ♡ ya, krn memang ini adalah "sekolah" yg harus ditempuh para Ayah dan Bunda hingga akhir nanti..

    Syafakhillah cantik.. ♥

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak sekolah terus untuk jadi orang tua yang lebih baik

      Delete
  5. Ya ampun ngilu aku bacanya
    Cepat sembuh ya kakak dan adik

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku yang tau waktu kejadian langsung berasa mual, kepala pusing, keringat dingin

      Delete
  6. Terus sekarang kakak gimana? Ga kenapa2 kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah nggak ada tanda-tanda yang membahayakan

      Delete