Monday, October 17, 2016

Benjolan Kecil di Kelopak Mata Kakak, Kalazion atau Hordeolum?

Beberapa waktu lalu tiba-tiba muncul benjolan di kelopak mata kakak bagian atas. Awalnya kakak hanya pilek dan bersin-bersin biasa kemudian diiringi mulai nampak radang memerah dikelopak yang lama-lama menjadi benjolan kecil. Sekilas saya kira benjolan tersebut hanya tanda-tanda akan bintitan biasa yang lama-lama akan menghilang dengan sendirinya. Sempat googling tentang benjolan di kelopak mata, ada 2 istilah medis, yaitu Chalazion (kalazion) dan hordeolum.


Menurut info yang saya dapat, untuk kalazion merupakan kondisi dimana di kelopak mata timbul benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Sedangkan hordeolum merupakan kondisi timbulnya benjolan dikelopak mata dan terasa sakit.

Seminggu berselang, pilek kakak mulai membaik, sayangnya benjolan di kelopak mata kakak tetap nangkring cantik. Saya tetap berusaha meyakinkan tidak ada yang salah dengan benjolan dikelopak mata tersebut, hingga kurang lebih 3 minggu ternyata tak ada perubahan pada benjolan di kelopak mata kakak tersebut.

Saya pun memutuskan untuk menemui dokter spesialis anak langganan keluarga kami. Oleh dokter anak, si kakak diresepkan salep mata bernama cendo xytrol, yang oleh dokter disarankan untuk dioleskan dibagian dalam kelopak mata maupun bagian luar kelopak mata. Saya pun mengikuti anjuran sang dokter.

Sehari saya mengoleskan salep mata tersebut sebanyak 3x sesuai anjuran dokter. Namun berhari-hari saya lihat tidak ada perkembangan yang signifikan. Pernah sekali saya sudah girang melihat benjolan dikelopak matanya terlihat mulai membesar. Asumsinya kalo membesar nantinya bakal "meletus" dan kemudian kempes sendiri. Saya pun membawa kontrol ulang kakak ke dokter spesialis anak langganan kami. Anehnya ketika tiba di dokter benjolan tersebut tampak seperti hilang, namun setelah di lihat lagi lebih seksama benjolan tersebut sebenarnya masih ada. Saya nebaknya benjolan tersebut seperti jalan-jalan di kelopak mata. Meski demikian menurut si kakak benjolan tersebut tidak sakit sama sekali.

Karena sudah lebih dari sebulan tidak ada perubahan pada kelopak mata si kakak, maka oleh dokter spesialis kami disarankan untuk konsul dengan dokter mata. Menurut dokter anak, jika dibiarkan terlalu lama juga tidak baik untuk si kakak terutama dalam hal estetika. Menurut dokter anak kami, biasanya nanti jika memang tidak ada perubahan sama sekali akan ada tindakan insisi untuk mengambil benjolan di kelopak mata tersebut. Namun mengingat usia kakak yang belum genap 3 tahun, disitu sebenarnya dokter anak kami agak kurang sreg dengan tindakan insisi karena biasanya untuk anak-anak akan dilakukan semacam bius total yang dikuatirkan efek obatnya bisa mengganggu konsentrasi belajar anak kedepannya. Namun, kami tetap disarankan menemui dokter mata dengan harapan akan ada alternatif opini selain insisi.

Disini dokter anak juga menyarankan kami untuk mengompres hangat kelopak mata kakak. Namun karena kakak yang suka nangis kewer-kewer setiap episode memberi salep dan mengompres mata, maka saya jarang mengompres matanya. Pikir saya daripada harus berantem dan ada episode teriak-teriak nangis karena saya paksa kompres. Iya yang tau saya lagi ngobatin, yang ga tau jangan-jangan dikira saya lagi KDRT *amit-amit deh ya

Kami pun segera konsultasi kepada dokter mata dengan surat rujukan dari dokter anak. Oleh dokter mata kami masih diresepkan salep mata yang sama. Terutama saya yang bagian paling sering nyalepin kelopak mata kakak, disarankan untuk memberikan salep lebih banyak dibagian kelopak mata bagian dalam.

Saat di Periksa oleh Dokter Mata
Mengingat kakak selalu heboh menangis setiap saya oleskan salep mata, maka kemungkinan besar jika hanya sedikit salep mata yang dioleskan maka belum sempat meresap salep mata sudah terhapus oleh air mata. Ditambah kehebohan kakak untuk segera menghapus dan mengucek matanya, bisa jadi membuat salep mata jadi kurang menunjukkan reaksi. Selain itu dokter juga meresepkan obat sirup golongan kortekosteroid untuk si kakak yang hanya boleh diminum maksimal 1 minggu saja dan tidak boleh melebihi dosis.

Kurang lebih 2 minggu kami disarankan untuk kontrol ulang kembali ke dokter mata. Namun belum ada perubahan berarti dari kelopak mata kakak.

Untuk kontrol selanjutnya karena kondisi kakak yang kurang fit maka dokter belum berani menyarankan insisi. Sembari menunggu kondisi kakak fit dokter mata memberikan resep ibu profen mungkin dengan harapan mengurangi benjolan yang adakalanya setelah di beri salep nampak seperti membengkak.

Selain obat dari dokter mata, saat itu si kakak juga mendapat obat antibiotik dari dokter anak, karena kondisi kakak kurang sehat. Untuk obat-obatan ini, jika memang ada pengobatan lebih dari satu dokter saya selalu konsulkan kepada dokter yang kami datangi agar tidak terjadi peresepan dobel. Saya lupa saat itu keluhan kakak apa, kalo nggak salah kondisi badannya demam selama beberapa hari.

Salep obat mata kakak pun sempat diganti dengan salep mata tobroson. Jika sebelumnya untuk mengoleskan salep mata cendo xytrol (cendo xytrol eye oint) perlu perjuangan keras, kali ini untuk mengoleskan salep mata tobroson (tobroson eye oint) lebih memerlukan usaha lebih dan jerih payah yang lebih heboh. Bagaimana tidak heboh setiap selesai mengoleskan salep selalu ada episode kakak yang teriak perih, terkadang pun kakak mengeluh tidak bisa melihat. Ya Allah saya sering ngeri dibuatnya :'(

Benjolan di kelopak mata kakak pun yang semula lempeng-lempeng saja tidak ada perubahan baik mengecil atau membesar tiba-tiba berubah memerah dan yang semula disentuh tidak sakit berubah cukup bisa membuat kakak menangis histeris jika tersentuh.

Benjolan di Mata Yang Memerah
Diagnosa dokter mata yang semula tanpa sengaja saya dengar kalazion sepertinya berubah menjadi hordeolum. Ini saya nggak tanya langsung sih ya istilah medisnya, saya sekedar nguping aja saat dokter ngobrol dengan perawatnya sembari nulis resep. *Maap ya dok saya nguping

Saya sendiri tidak tau apa penyebabnya benjolan tersebut tiba-tiba bisa mulai membesar. Hanya sekedar menebak-nebak bisa jadi karena pemberian salep yang baru dibantu oleh kompres hangat rutin dikelopak mata sehari 3x.

Yang pasti saat itu melihat ada perubahan membuat saya seperti mendapat angin segar. Minimal saya berharap dengan membesar benjolan tersebut bisa segera meletus dengan sendirinya sehingga tak perlu ada tindakan insisi dan bius membius.

Jadi kesimpulannya benjolan di mata kakak Kalazion atau Hordeolum?

Saya sendiri juga kurang paham. Namun menurut info yang saya kumpulkan dari diagnosa beberapa dokter, penyebab timbulnya benjolan tersebut bisa jadi karena alergi sehingga terjadi penyumbatan kelenjar minyak yang ada di kelopak mata. Penyumbatan tersebut menumpuk dan tidak bisa keluar dari kelopak mata melalui pori-pori yang ada di area bulu mata. Dari situ juga saya berasumsi tujuan pemberian kompres hangat adalah agar benjolan dikelopak mata menjadi lunak dan keluar sedikit demi sedikit dari pori-pori bulu mata. Hal ini juga berdasarkan saran dokter mata yang menyarankan mengompres kelopak mata sembari memijat ringan kompres ke depan arah bulu mata. Nah jika dengan cara seperti ini tidak menunjukkan perubahan maka alternatif lainnya adalah dengan insisi.

Selain karna alergi, menurut info yang saya dapat lainnya ketika dokter melihat kondisi kelopak mata si kakak yang memerah, bisa juga terjadi karena tangan yang kurang bersih kemudian tanpa sadar mengucek kelopak mata. Dari situlah muncul radang yang mungkin disebabkan oleh kuman.

Lalu masih perlukah dilakukan tindakan insisi untuk kelopak mata kakak? Dan apa penyebab munculnya benjolan di kelopak mata kakak saat itu?

Alhamdulillah setelah hampir 3 bulan lebih kami jungkir balik riwa-riwi konsultasi sekaligus kontrol ke dokter anak, dokter mata, dokter klinik (umum) dan sempat ke dokter anestesi kondisi kelopak mata kakak tiba-tiba membaik dengan sendirinya (namun dengan melalui episode si benjolan membesar, meletus dan sempat membuat kakak histeris).

Tambahan info lainnya, selain mendapat pengobatan salep dan obat minum, kompres kelopak mata dengan air sehari 3x dengan durasi 10-15 menit sekali kompres, kakak juga disarankan untuk diet makanan yang dianggap bisa memicu alergi, seperti :
- Telor
- Coklat
- Keju
- Susu
- Ayam
- Bakso (ada kemungkinan mengandung ayam)

Diet alergi ini bertujuan agar penyumbatan kelenjar minyak yang menumpuk dikelopak mata tidak semakin bertambah. Proses nya pun memang tidak instan. Saya sendiri melewati episode tersebut hampir 3 bulan lebih. Saat ini sembari mengoreksi penyebab benjolan tersebut si kakak masih disarankan untuk menjalani diet makanan *jujur sih diet makanan ini agak berat untuk kakak. Kedepannya jangan ada benjolan lagi ya kak di kelopak mata. Sehat terus, amin.

5 comments:

  1. Hordeolum atau kalazio? Istilahh yg sangat asing di telinga. Heee


    Smoga lekas sehat dan pulih kembali yaa, kakak....

    Oh iya mbak, klo di desa tempatku tinggal, kondisi benjolan pada kelopak mata itu dinamakan timbilen. Hhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. timbilen itu bintitan bukan mbak? bintitan kalo ga salah istilah medisnya hordeoulum

      Delete
  2. Alhamdulillah udah baikan ya mbak. Pasti jadi ibu ketar ketir karena kelopak muncul benjolan, apalagi sampai 3 blnan. Semoga nggak kambuh lagi ya. Sehat buat bocils. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak banget, yan bikin ketar ketir itu kalo sampe harus insisi, kan nggak tega

      Delete
  3. Anakku juga ada benjolan seperti anak mbak.. baiknya gmn ya? Apa di kompres secara rutin bisa kempes benjolannya?

    ReplyDelete