Wednesday, October 26, 2016

Perencanaan Pemilihan Sekolah Anak Sejak Dini??? Mama Enji Curhattt Dongggg... #Sharing With Friends

Beberapa waktu lalu saya tergelitik dengan status FB dari Mama Enji, salah seorang sahabat saya di komunitas Mammamia. Disitu kurang lebihnya menceritakan pengalaman Mama Enji yang dipandang aneh di dua sekolah saat melakukan petualangan survey sekolah SD. Bahkan salah satu admin dari dua sekolah tersebut mentertawakan niatnya yang ingin mengetahui visi misi sekolahan tersebut sedangkan saat itu usia kakak faiq (putra dari mama Enji) baru 3 tahun. Mungkin bagi si admin hal yang dilakukan mama Enji itu aneh karena si kakak faiq baru akan bersekolah SD kurang lebih 4 tahun lagi. Namun sebenarnya mama Enji memiliki alasan kuat mengapa harus jauh-jauh hari survey tentang calon sekolah kakak Faiq.


Namun ada beberapa alasan mendasar yang menurut saya justru masuk akal kita sebagai orang tua sebaiknya jauh-jauh hari mulai memiliki gambaran sekolahan yang akan kita pilih untuk anak-anak kita.

Seperti yang diungkapkan oleh mama Enji di statusnya tersebut, alasannya :

Perencanaan Pemilihan Sekolah untuk Anak merupakan Tahapan Yang Sangat Krusial.
Butuh perencanaan matang, sebagai orang tua sebaiknya kita lebih memahami falsafah setiap sekolah, karena nilai-nilai yang diajarkan di sekolahan tersebut harus sesuai dengan visi misi keluarga.

Dengan alasan tersebut juga hampir bisa dipastikan sekolah yang mentertawakan maksud niat Mama Enji untuk survey sekolah langsung di coret dari daftar sekolah pilihan. Menurut mama Enji jangan sampai nantinya jika kakak faiq disekolahkan disekolah tersebut, maka semua ide-ide yang dianggap brillian oleh kakak Faiq akan ditertawakan oleh guru ataupun pegawai disana sehingga bisa mematikan kreatifitas kakak Faiq kedepannya, karena merasa idenya tidak hebat dan tidak bisa diwujudkan.

Setuju, karena SDM dari civitas sekolah tersebut terkesan menyepelekan tujuan dari calon orang tua/wali murid
Masuk akal sih bagi saya alasan mama Enji tersebut, karena jika niat/tujuan baik para orang tua/wali murid saja ditertawakan, bagaimana dengan mimpi anak-anak yang terkadang terlihat sedikit kurang masuk akal? Kalo logika saya pribadi sih setuju, karena jika salah satu civitas sekolah tersebut tidak bisa menghargai niat baik orang tua/wali murid maka bisa dicurigai civitas sekolah tersebut juga tidak bisa menghargai mimpi-mimpi muridnya yang terkesan tidak masuk akal. Padahal bisa jadi sebenarnya mimpi anak-anak tersebut nantinya menjadi suatu hal yang luar biasa.

(Baca juga curhatan saya dengan Mama Enji ketika tiba-tiba kakak marah tanpa sebab yang jelas)

Masih ingat cerita Tomas Alva Edison yang ditertawakan lingkungannya saat bermimpi menemukan bola lampu, karena dianggap aneh. Tak hanya Tomas Alva Edison, masih banyak juga Penemu Besar lainnya yang awalnya dianggap aneh, bahkan disepelekan justru menjadi orang besar dikemudian hari dimana penemuannya sangat berperan besar dalam kehidupan kita.

Ah baru satu oknum saja yang mentertawakan masak sudah langsung ambil kesimpulan begitu? Ya...saya pribadi sih lihatnya satu oknum saja juga bisa menjadi penanda bahwa semua civitas sekolah tersebut tidak kompak memiliki visi misi yang sama.

Padahal menurut wanita yang pernah mengajar disebuah sekolah yang telah berhasil menemukan bakat-bakat terpendam siswa-siswanya ini, semua civitas sekolah memiliki peran penting dalam kehidupan sekolah anaknya kelak, baik mulai dari kepala sekolah, guru, penjaga kantin bahkan mungkin OB nya pun menurutnya harus memiliki visi dan misi yang sama dengan visi misi sekolahan.


Setelah semua kunjungan terselesaikan, maka menurut wanita berhijab ini pekan depan saatnya mendiskusikan semua catatan yang dia dapat dengan pasangannya. Sehingga mereka bisa memilih sekolah yang lebih mendekati visi misi keluarga kecilnya.

Terkesan ribet memang, tapi menurut saya keputusan yang diambil Mama Enji itu keren, karena dengan melakukan petualangan survey sekolah sejak dini kita sebagai orang tua bisa mempersiapkan segala sesuatunya lebih awal. Seperti yang diungkapkan oleh Mama Enji di statusnya kita nggak perlu gedabrugan pilih sekolah eh nanti malah ujung-ujungnya nggak sesuai dengan visi misi keluarga kita.

Selain itu tentunya kita bisa mempersiapkan secara finansial lebih awal. Yang ini saya setuju juga, mengingat biaya sekolah saat ini hampir bikin para orang tua meringis. Sehingga paling tidak kita bisa menyesuaikan kemampuan budget sekolah untuk anak-anak kita jauh-jauh hari yang tentunya dengan pilihan sekolahan yang sesuai dengan visi misi keluarga kita.

Ah like that banget dah...saya paling suka sharing dari Mama Enji yang berhubungan dengan dunia pendidikan anak.

No comments:

Post a Comment