Thursday, November 24, 2016

Meluntir-Meluntir Biar Diturutin? Mama Enji Curhattt Donggg... #Sharing With Friends

Entah bagaimana, menurut saya sahabat saya yang satu ini selalu seru untuk menjadi tempat curhat. Sepertinya selalu ada solusi di setiap pertanyaan yang saya ajukan. Bisa dibilang mama Enji ini mungkin tipe pendengar (pembaca) curhatan yang baik ya...hihihi...
Beberapa waktu lalu tiba-tiba ada seorang sahabat yang nitip curhat ke Mama Enji, begini kira-kira curhatnya...
"Anakku nih kayaknya lagi fase suka meluntir-meluntir, kalo yang dia mau nggak diturutin...Gimana ya...Tanyain Mama Enji Donggggg..."
Oke saya bayangin meluntir-meluntir itu semacam kayak cucian abis diperes gitu kali ya >,<

 
Mama Enji Curhatttttt Donggggg...*Kayaknya abis ini mama Enji bisa buka jasa konsultasi nih...dan perlu dibikin contact person khusus nih :p
Percaya nggak jawaban Mama Enji saat pertama kali aku ajukan pertanyaan tersebut adalah
"Eh busyettttt...Aku kan bukan orang kesehatan..."

Bwahahaha...tapi yakinlah apapun pertanyaan yang saya ajukan kepada sahabat saya yang satu ini selalu ada saja jawaban solusinya.
Mama Enji pun melanjutkan jawabannya...
Menurutnya jika menghadapi kasus seperti ini, seharusnya kita menarik terlebih dahulu sejarahnya.

Apakah Ortunya biasa memberikan yang dia mau setelah dia berguling-guling?

Jika iya, bisa ditebak nantinya pasti akan seperti ini yang terjadi
Menurutnya orang tua harus konsisten
Sebagai orang tua harusnya kita bisa menekankan bahwa anak hanya akan mendapatkan apa yang dia butuhkan bukan yang dia inginkan *PE ER banget nih untuk saya dan suami yang masih sering menuruti kemauan anak -_-

Tapi kemudian saat obrolan tersebut berlanjut, ada sekilas pertanyaan lewat dibenak saya
Apa mungkin justru karena ortunya suka berjanji tapi sering nggak nepatin janji?

Saya tiba-tiba ingat episode ketika saya memaksakan sesuatu kepada ibu saya, dimana saya merasa pokoknya harus (!!!) dituruti hari itu juga. Yang jelas saat itu kelakuan saya cukup membuat ibu muntab dan marah besar. Tapi saya nggak perduli karena pikir saya kalo ditunda-tunda lagi nanti pasti nggak jadi. Yang saya ingat dengan jelas saat saya kecil, sakit rasanya kalo cuman diberi janji-janji palsu oleh orang tua yang selalu kita anggap orang paling bisa kita percayai di dunia.

Sebenarnya dengan alasan ini juga, saya dan suami sepakat untuk nggak ngasih janji palsu kepada kakak-adik. Seandainya pun ada sesuatu yang membuat kami tidak bisa menepati janji biasanya sesegera mungkin kam meminta maaf kepada anak-anak sembari menyampaikan alasan yang jelas.

Soalnya kalo nggak ditepatin itu sakitnya disini *sambil nunjuk ke dada. Mungkin benar seperti yang dibilang anak itu ibarat spons yang mudah menyerap air (informasi) yang ada disekitarnya yang mungkin tanpa sadar akan selalu diingatnya sampai kelak dewasa, berbeda dengan kita yang sudah dewasa yang mungkin karena faktor usia terkadang sering melupakan janji.

Menurut Mama Enji, iya bisa juga seperti itu,
Namun di jaman sekarang justru seringnya karena anak selalu diberi hal-hal yang dia ingin meski sebenarnya si anak nggak membutuhkannya.

Ditambahkan Mama Enji,
Saat anak guling-guling trus bisa dapat sekali saja, maka selanjutnya si anak akan belajar tehnik dengan guling-guling dia akan langsung mendapatkan apa yang dia mau!

Intinya : TEGAS DAN KONSISTEN
Katakan kepada anak berkali-kali bahwa tidak semua yang dia inginkan akan didapatkan. Dia hanya akan mendapat apa yang hanya dibutuhkannya.

Menurut Mama Enji ini mantra manjur yang diterapkan kepada buah hatinya sejak bayi. Sehingga sampai saat ini sang anak tak pernah berani minta sesuatu sambil guling-guling, karena sang anak tau usaha yang dilakukannya bakal sia-sia. Mau guling-guling seperti apa, dia dan suaminya justru malah meninggalkan si anak.

So, kalo misal udah terlanjur guling-guling gitu gimana dong Mama Enji?

Cuekin sambil ngeloyor pergi?
Atau...
Marahin sambil memastikan nggak bakal dapat meskipun mau guling-guling salto sekalipun?
Atau...
gimana dong?

Jawaban Mama Enji, NGELOYOR!

Trus pernah nggak sampai dilihatin orang banyak dan dianggap nggak berperi kemanusiaan? Soalnya kan nggak bisa bayangin kalo gitu...huhuhu...

Mama Enji sih jawabnya,
Ya udah kalo masih nangis tungguin aja biarpung (nggak dipungkiri) malunya (ya ampun) luar biasa.
Lalu step selanjutnya menurut mama Enji, datangi si anak terus peluk (ajak berpelukan), baru setelah sedikit reda ajak ngobrol si anak

Yahhh...langsung meleleh ingat episode beberapa waktu lalu, saking kesalnya saya malah ajak anak ke mobil, lalu ngomelin dengan nada gas pol didalam mobil -_- sepertinya saya perlu banyak belajar nih dari Mama Enji

Beruntung Mama Enji membesarkan hati saya sambil berkata bahwa "Kita bukan Malaikat!".
Menurut Mama Enji yang penting kita terus mencoba untuk konsisten.

Baiklah dari curhatan titipan teman ini saya belajar hal baru, bahwa saya bukan malaikat, jadi lumrah ketika saya kepancing emosi atas tindakan anak-anak saya yang terkadang suka memaksakan sesuatu. Namun selama saya bisa konsisten menerapkan batasan apa-apa saja yang kami perbolehkan dan mana yang nggak kami perbolehkan, insya Allah anak akan mengerti bahwa memaksakan suatu keinginan itu hal yang sia-sia.

Tengkyuuuuu Mama Enjiiiii :*

3 comments:

  1. Hihihihihi... Jadi inget pas kecil kata mama, saya pernah melancarkan trik meluntir oget oget kuga mbak. Di swalayan karena pingin lipstick cobaaaaakkk... Terus emak saya ngeloyor gitu aja... T.T hahaha, saya ga inget si mbak, tapi kata mama saya, habis itu saya ga pernah meluntir lagi. Berarti terbukti mbak, tips dari mama enji. TOP!

    ReplyDelete
  2. Saya bayanginnya kok sama, ya, meluntir-luntir tuh kayak cucian yg habis diperes! :D
    Noted, Mbak. Anak saya kadang juga gitu, nangis kalo keinginannya gak diturutin. Ditinggal ngeloyor aja ya berarti :) eh jangan lupa habis itu dipeluk dan kasih pengertian.
    Makasih Mbak sharingnya :)

    ReplyDelete