Wednesday, November 30, 2016

Membagi Waktu Pekerjaan Kantor dan Rumah Tangga Tanpa Asisten, ala Bunda Nia Liska Saputri

Memiliki dua balita dengan jarak berdekatan tanpa bantuan asisten rumah tangga dirumah? Terpesona begitu kira-kira tanggapan orang sekitar. Namun saya lebih takjub lagi dengan salah seorang sahabat saya Bunda Nia Liska Saputri yang meski memiliki kesibukan sebagai Working Mom dosen tapi memilih menghandel semua pekerjaan rumah tanpa bantuan asisten rumah tangga.



Keren menurut saya. Mengingat saya yang full time mother aja sering bingung membagi waktu.

Lalu apa sih tips-tips dari ibu dosen yang satu ini dalam membagi waktunya antara pekerjaan, menghandle dua balitanya maupun menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangganya.  Kalo sudah begini saya merasa nggak ada apa2nya dibanding Bunda Nia.

Buraz yang merupakan singkatan dari Bunda Iraz begitu dulu kami akrab memanggilnya saat abang iraz anak pertamanya lahir, bersedia sharing tentang kesehariannya.

Seperti biasa Bunda Iraz ini merendah, dengan mengatakan "i'm just an ordinary mom". Tapi tetap saja buat saya Bunda Nia ini salah satu ordinary mom yang keren.

Ternyata ada tips-tips rahasia dari Bunda Nia dalam menghandle semua pekerjaan tanpa bantuan asisten rumah tangga.

Kebetulan Bunda Nia memiliki jam kerja yang fleksibel sehingga dirasa masih bisa membagi waktu antara karir dan pekerjaan rumahnya.

Satu hal yang digaris bawahi oleh Bunda Nia yaitu Menurunkan standart kerapihan. Bunda Nia mengaku selama ini oleh ibunda tercintanya dirinya dididik disiplin dalam hal kerapian. Namun, mengingat kerempongan handel dua balita tanpa bantuan asisten rumah tangga ditambah kesibukan sebagai dosen pengajar, mau nggak mau Bunda nia harus menurunkan standar kerapihannya. "Kalo nggak bisa stres nanti", ujarnya.

Bagaimana dengan suami?
Menurutnya, suami memiliki profesi yang sama. Namun karena memiliki lembaga pendidikan dan kursus bahasa inggris, sehingga suami hanya available sampai jam 9 pagi.

Bunda Nia Bersama Suami
Sehingga aktivitas pagi hari biasanya setelah shalat subuh dan mengaji mereka berdua langsung membagi tugas rumah bersama.

Bunda Nia mendapat tugas memasak, mencuci dan tetek bengek lainnya. Sedangkan suami mengambil alih tugas kebersihan rumah.

Bunda Nia mengaku untuk urusan masak selama ini fokus memasak untuk dua balitanya, sedangkan dirinya dan suami biasanya lebih memilih membeli masakan padang diluar. Tentunya ini salah satu trik untuk mengefisiensi waktu.

Sedang untuk urusan baju kotor dipasrahkan kepada mesin cuci otomatis.

Lalu bagaimana triknya jika tiba-tiba jadwal kerja Bunda Nia dan Suami bersamaan? Bagaimana dengan anak-anak?

Untuk yang satu ini mau tak mau jika jadwal mengajar Bunda Nia dan Suami bersamaan, maka biasanya anak-anak dititipkan kepada sang abah biasa Bunda Nia menyebut bapak mertuanya.

Meski demikian adakalanya Bunda Nia mengajak si abang (anak pertamanya) ke kampus. Sedangkan si adik sementara ini belum pernah diajak kekampus karna usianya yang terlalu kecil.
Kebahagiaan Bersama Suami dan Anak-Anaknya
Semangat terus ya Bu Dosen Nia 😉

2 comments: