Tuesday, November 15, 2016

Menghadapi GTM 6 Bulan Pertama MPASI Kakak

Seperti halnya ibu lain, saya pun bahagia menyambut hari pertama MPASI si kakak. Jauh-jauh hari saya pun sudah mencari info dan mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan MPASI. Saya optimis pasti bisa memberi makanan rumahan untuk si kakak. Namun mimpi indah bayangan foto-foto cantik makanan enak pupus sudah, ketika pada akhirnya si kakak melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM) parah.

Ekspresi Awal Bertemu Sendok Isi Pure Alpukat



Berbagai cara sudah saya usahakan, hingga akhirnya saya memutuskan ke dokter anak hanya demi mencari solusi kakak mau makan dengan lahap. Namun seperti pada umumnya memberikan suplemen penambah nafsu makan bukan menjadi solusi terbaik, karena bisa dibilang nggak mempan. Kakak mah kalo mau mingkem ya mingkem aja -_-

Bolak balik kami kontrol ke dokter anak hanya untuk memastikan kondisi kakak yang GTM tidak masalah. Dokter pun sempat menyarankan saya berinovasi menu makanan, sayangnya mungkin karena saya memang nggak jago masak, jadinya masakan saya kalo orang jawa bilang "ya nggak ngiri (nggak kekiri), ya nggak nganan (nggak kekanan)" alias standart. Selain itu demi kecukupan gizi dokter juga sempat meresepkan suplemen zat besi dan multivitamin lainnya.

Berbeda dengan saran dokter anak, ibu saya pun sering menasehati saya untuk mengajak kakak makan sambil berkeliling kompleks. Kalo untuk yang satu ini saya tidak mau mengikuti, karena seperti saran Reggie sahabat saya (Owner Komunitas AIH, MAM) yang blesteran bule, kita harus mengajarkan table manner sedari dini agar nantinya anak bisa disiplin saat beranjak dewasa. Jadi saya mengikuti sarannya anak makan tetap harus duduk dan beri waktu maksimal 30 menit. Selang 30 menit makanan nggak habis ya udah jangan dipaksa. Nanti kalo lapar pasti mereka minta makan sendiri toh. Begitu kira-kira nasehatnya. Dengan begitu saya diharapkan bisa mengenalkan rasa lapar kepada kakak.

Perbedaan prinsip tentang makan ini juga sering membuat saya kena semprot ibu saya...hehehe...

Tak cukup sampai disitu pilihan saya memberikan MPASI No Gula Garam (No GulGar) juga sering menjadi sasaran komplain dari ibu mertua saya. Sering sekali saya ditegur dengan kalimat "Makanannya hambar, pantes anaknya nggak doyan". Nggak sekali dua kali, bahkan hampir setiap bertemu selalu terlontar kalimat seperti itu atau kalimat serupa lainnya "Coba di kasih garam dikit, kali aja mau".

Yeah ngenes itu ketika kita usaha terbaik untuk anak malah dipatahkan atau mendapat komplain dari sekitar.

Saya sendiri memutuskan MPASI tanpa gula garam sebenarnya atas berbagai pertimbangan. Salah satunya yang paling umum menurut info yang beredar agar anak tidak picky eater atau mejadi pemilih makanan nantinya. Alasan utama lainnya adalah karena menurut saya bayi di bawa usia 1 tahun ginjal dan organ tubuh lainnya masih dalam masa pertumbuhan (belum benar-benar sempurna maksimal), sehingga dikuatirkan adanya gula garam dalam makanannya tadi memperberat kerja ginjal maupun organ lainnya. Seperti yang kita tahu bahaya gula garam yang berlebih pada orang dewasa dapat mempengaruhi kesehatan seperti hipertensi, diabetes, de el el.

Loh bukannya nggak apa-apa ya MPASI untuk anak dibawah setahun dikasih gula garam sedikit, masak sampai bikin hipertensi dan diabetes sih?

Saya nggak bilang nggak boleh sama sekali sih, tapi saya berusaha membatasi saja. Seperti yang saya tau (tolong koreksinya ya kalo saya salah), sebenarnya MPASI untuk usia dibawah setahun bukan tidak boleh sama sekali gula garam. Menurut yang saya tau boleh boleh saja tapi jangan terlalu banyak (alias makanan jangan terlalu manis dan jangan terlalu asin). Sayangnya seperti kita tahu selama ini kita sering menambah gula dan garam terlalu banyak di masakan kita dengan alasan "kurang kerasa". Bisa jadi kita pun tanpa sadar mengkonsumsi gula dan garam berlebih dalam sehari. Sedangkan untuk anak-anak sebenarnya saya pilih no gulgar juga demi membatasi kelebihan asupan gula garam dalam sehari. Toh asumsi saya anak-anak juga mendapatkan asupan gula garam dari sumber makanan alami lainnya. Seperti buah misalnya.

Setelah dikomplain sana sini, akhirnya konsul ke dokter anak untuk kesekian kalinya ketika kakak berusia 11 bulan, kami diperbolehkan MPASI membuat bubur sumsum dengan tambahan gula aren, tapi dengan syarat dan ketentuan gulanya pun tidak boleh terlalu banyak.

Baiklah, mendengar kabar itu eyang uti duo al (ibu mertua saya) girang dibuatnya. Nggak tanggung-tanggung langsung bikin bubur sepanci gede. Lalu waktu saya tambahkan gula aren sedikit saja, seperti biasa beliau beranggapan karena gula sedikit itu makanya kakak nggak doyan. Baiklah karena sudah lelah juga ngadepin si kakak yang super GTM berbulan-bulan saya pasrah aja bubur nya mau dikasih gula seberapa banyak. Daripada saya mumet bin puyeng.

Tibalah waktu untuk menghidangkan si bubur sumsum yang nikmat manis bin gurih kepada kakak...dan taraaaaaaaaaaaaa...seperti biasa GTM tetap berlangsung sodara-sodara...bwahahahaha...antara kesel dan pengen mentertawakan diri sendiri sebenarnya ini...

Disini saya hanya mau ambil kesimpulan saja bahwa mau dibuat makanan manis enak sekalipun kalo memang waktunya GTM ya udah, lewat semuaaaaa... Jadi solusinya saat anak menghadapi fase GTM alias Gerakan Tutup Mulut adalah Emaknya kulakan sabar sebanyak-banyaknya.

Lo jadi selama 6 bulan kakak makan apa dong? Saya sendiri sebenarnya nggak bisa bayangin ya bisa melewati masa-masa (kelam) GTM kakak selama hampir 6 bulan. Dulu ketika kakak super GTM saya pasrah modal kasih cemilan kakak biskuit bayi, jus buah dan kadang nasi putih dikepel-kepel kecil di sela-sela jam cemilannya. Itupun jus buah saya nyuapinnya pake tehnik menggunakan spet obat. Sampai pernah sekali saat di kereta api (ceritanya lagi travelling nih), ada bule sampe mantengin kita bisik-bisik plus nunjuk-nunjuk saya pas lagi usaha nyuapin kakak pake spet >,<

Episode Nyemil Biskuit yang Paling Bikin Terharu, karena Habis 1/2 Biskuit (Iya, Cuman Setengah Biskuit Saja, Udah Bisa Bikin Saya Bahagia)
Selain itu saya juga pasrah kencengin ASI untuk kakak dan bantuan suplemen dari dokter anak untuk kakak biar nggak kekurangan zat besi. Kebetulan saat kakak usia 10 bulan, saya hamil si adik.

Berbagai cara sudah dicoba, bahkan pernah saya coba bikin si kakak lapar terlebih dahulu dengan tidak memberi ASI kepada kakak sebelum jadwal makan. Hasilnya? Kakak tantrum sejadi-jadinya -_- dan acara makan malah bubar jalan -_-

Oh ya pernah sekali tiba-tiba kakak mau disuapin sama asisten (ART) tetangga, disitu jujur saya bahagia tak terkira. Konon katanya ada kalanya anak bosan dengan suapan tangan kita, sehingga saat berganti suasana anak jadi lahap. Tapi sekali lagi itu hanya berlangsung sebentar. Sisanya tetap saja GTM.

Lega itu ketika akhirnya usia kakak 12 bulan alias setahun. Akhirnya menu kakak bisa sama seperti menu harian kami. Serunya beberapa kali memang si kakak sempat GTM, tapi ternyata jadi lahap waktu saya menggunakan piring kaca dan sendok biasa (sendok besar bukan sendok anak) untuk menyuapi kakak. Oalahhhhh...mungkin kakak cuman mau bilang dia udah gede...makanya minta piring dan sendoknya orang gede...hihihi...

Es Puter Pertama Kakak...Surga Makanan Setelah 6 Bulan Menghadapi Makanan Hambar :D

Untuk urusan makan Alhamdulillah saat ini kakak tergolong gampang, tidak picky eater alias nggak pilih pilih makanan. Kalo liat lahapnya sekarang nggak kebayang stresnya saya menghadapi masa-masa GTM kakak >,<

Lahap dan sehat terus ya kak :*

Nah itu sharing saya tentang 6 bulan pertama MPASI menghadapi GTM kakak. Bagaimana dengan adik? Yeah, kakak dan adik memang sehati, ternyata si adik pun juga melakukan aksi GTM di 6 bulan pertama waktu MPASI nya. Tapi saya mengakalinya dengan cara yang berbeda...Dan tentunya tetep nggak kalah heboh acara MPASI beserta GTM nya...huhuhu...

Next ya, Insya Allah bakal saya tulis juga ;)

10 comments:

  1. EMang saat GTM cuma bisa masuk setengah biji biskuit rasanya udah girang banget ya mba :D

    ReplyDelete
  2. Wah, untungnya Michan doyan makan. Gak ada drama GTM.

    ReplyDelete
  3. Duh, berasa banget ya jadi ibu saat anak mulai GTM.

    ReplyDelete
  4. Wah, jadi pingin makan yang mirip emaknya tho. Hihihi

    ReplyDelete
  5. Banyak kisah ya saat si kakak mau 1 tahun.

    ReplyDelete
  6. Duh si kakak ngegemesin yaa. Walau suka GTM, tapi tetep tembem.

    ReplyDelete
  7. Wah gak nyangka ya kalau dulu si kakak sempat GTM. Kirain enak-enak aja. Habis makannya lahap banget pas kita ketemuan dulu.

    ReplyDelete
  8. Itu makan es puter lahap amaat. Sudah boleh ya makan es pas satu tahun?

    ReplyDelete