Monday, December 12, 2016

Ini Alasan Saya Tak Membelikan Gadget (Pribadi) Untuk Anak-Anak

Beberapa kali saya sering diprotes oleh ibu saya, kenapa saya tidak membelikan hp (gadget) untuk si kakak? Berapa sih harga gadget? Sekarang banyak gadget murah yang bisa kita belikan untuk anak-anak kita? Apa susahnya beliin gadget untuk kakak? Ehmmm...sebenarnya ada banyak alasan kenapa saya belum memberikan gadget pribadi untuk anak-anak saya, baik kakak maupun adik.


Alasan utamanya karena setelah saya perhatikan gadget justru membuat si kakak makin rewel kedepannya. Ini diakui oleh suami saya yang kebetulan ikut memperhatikan keseharian si kakak.

Awalnya mungkin saat meminjam hp kami (saya atau suami) tidak ada masalah berarti, karena kami memiliki aturan durasi tertentu jika kakak meminjam hp kami. Berbeda saat si kakak meminjam hp atau gadget orang sekitar, misalnya milik ibu saya atau mertua saya. Mungkin karena merasa bebas memegang gadget tidak terganggu durasi waktu yang ditentukan membuat si kakak semakin hari semakin tidak bisa jauh dari hp. Parahnya jika saya memberlakukan time out maka si kakak akan rewel sejadi-jadinya, menangis tak tentu arah.

Disini tentu suami dan saya akhirnya mengambil tindakan untuk tak memberikan gadget pribadi untuk anak-anak kami. Kami juga sepakat meminta tolong kepada ibu dan mertua untuk tidak membiarkan anak-anak kami berlarut-larut terlalu lama bermain dengan gadget beliau semua. Jika dirasa perlu maka sembunyikan gadget dihadapan anak-anak.

Tak dipungkiri, ternyata gadget menomer dua kan ibu saya dihadapan anak saya. Terbukti ketika si kakak menangis ingin berkunjung kerumah ibu saya, ternyata sesampainya disana bukan ibu saya yang dicari melainkan gadget ibu saya #Wah bikin patah hati nih kalo begini.

Selain itu mengingat saya yang sudah memakai kaca mata mulai dari kelas 3 SD (dan rasanya sangat mengganggu tentunya) membuat saya tidak ingin membiarkan anak-anak saya terjebak menggunakan kacamata di usia dini. Bagaimanapun ada beberapa aktivitas yang tentunya akan terasa menyulitkan jika harus dikerjakan menggunakan kacamata.

Jika jaman saya, gangguan penglihatan mata disebabkan karena seringnya membaca di tempat gelap, maka saat ini pemakaian gadget yang terlalu lama secara terus menerus dan berjarak dekat dengan mata juga disinyalir dapat menyebabkan gangguan penglihatan mata.

Alasan lainnya, percaya nggak percaya, gadget juga disinyalir mengeluarkan radiasi. Dimana seperti yang saya tangkap melalui penjelasan dari sebuah acara talk show tumbuh kembang anak dengan tema siap cerdaskan si kecil sejak dini yang dibawakan oleh seorang dokter tumbuh kembang anak, disana dijelaskan bahwa ada semacam paparan listrik (disini saya menangkapnya mungkin semacam radiasi) yang dapat  mempengaruhi pembentukan otak karena mengganggu koneksi synaps-synaps yang ada di otak, dimana pembentukan otak mencapai 80% di usia 2-3 tahun.

Menurut kami dengan memberikan gadget (pribadi) kepada anak justru membuat anak semakin tak terpisahkan. Berbeda dengan jika kami berbagi memakai gadget bersama. Dengan saya berbagi penggunaan gadget bersama anak-anak setidaknya sasaran utama kami agar durasi penggunaan gadget tidak terlalu lama.

Selain itu dengan berbagi gadget kami bisa saling mengingatkan. Semisal saya sedang sibuk dengan pekerjaan "blogger" saya yang mau tak mau erat hubungannya dengan dunia medsos membuat setidaknya kakak bisa menegur saya untuk bisa meletakkan gadget dan bermain bersama dengannya.
Tambahan lainnya menurut saya, dengan berbagi gadget saya bisa memantau apa-apa saja yang sedang dimainkan atau dilihat oleh anak-anak saya. Sehingga saya bisa memastikan bahwa anak-anak mendapatkan informasi yang sesuai dengan umurnya. Saya juga bisa lebih akrab dengan anak-anak karena melihat gadget bersama sembari bertukar cerita.

Namun mungkin akan ada timbul pertanyaan "Apa saya tidak akan memberi gadget anak-anak saya selamanya?".


Bukan, mungkin kami bukan tidak akan memberi sama sekali ya. Tapi sementara ini memang belum memberi keleluasaan anak-anak memegang gadget pribadi. Kedepannya bagaimanapun mungkin akan memberi fasilitas gadget namun tentunya dengan beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku. Seperti halnya suami dan saya yang juga masih belajar memberlakukan jam-jam bebas gadget di rumah, agar kami bisa memanfaatkan waktu keluarga dengan maksimal dan lebih berkualitas.

Lo katanya gadget nggak bagus untuk perkembangan anak? Trus kenapa masih ada wacana kedepannya tetap memberi fasilitas?

Ini sebenarnya seperti halnya kita, saat kecil ketika dilarang pasti kita akan semakin penasaran. Sepakat dengan beberapa teman yang berpendapat, bahwa yang dikuatirkan jika anak tidak  mendapat info (apa yang membuat mereka penasaran) dengan benar dari kita, mereka justru akan mencari-cari info dari luar dimana mungkin kita malah tidak bisa memantau dan menyaring mana-mana info yang boleh diterima oleh anak-anak kita mana yang tidak boleh.

No comments:

Post a Comment