Saturday, December 31, 2016

Resolusi Menjadi Lebih Baik di Tahun 2017

Sebelum-sebelumnya saya tidak pernah memiliki target resolusi dari tahun ke tahun. Namun, kali ini berbeda dari sebelumnya saya justru memiliki beberapa daftar target resolusi tahun 2017. Hal ini dikarenakan ada banyak hal yang membuat lelah hati, sehingga saya merasa perlu upgrade diri agar bisa memantaskan menjadi istri dan mamam yang membanggakan untuk keluarga kecil saya.


Beberapa hal yang ingin saya capai di tahun 2017, diantaranya

1. Memperbaiki Ibadah
Tak dipungkiri meski banyak harapan menjadi lebih baik, namun jika tak bisa memperbaiki ibadah dengan baik maka apalah guna usaha yang kita lakukan.

Seperti nasehat Bunda April, salah seorang sahabat yang saya kenal melalui komunitas The Sundulers, dimana dulu pernah mengingatkan saya agar berusaha untuk bangun pagi terutama agar bisa menjalankan shalat subuh tepat waktu. Konon katanya dengan kita memulai hari dengan "benar" maka mood harian kita juga akan ikut membaik, sehingga kita bisa lebih relax menghadapi kehebohan rutinitas harian kita. Dengan begitu impian saya untuk menjadi mamam yang sabar, pengertian, sukses tentunya bisa lebih dengan mudah saya jalani.

2. Menjadi mamam yang baik hati, sabar, tidak suka ngomel apalagi nyentilan bagi kakak dan adik.
Selama ini tak dipungkiri banyak hal yang terkadang sering membuat lelah (hati) dan tanpa sadar membuat kakak adik menjadi tumpahan emosi saya. Terutama jika berkaitan dengan hal-hal sepele yang terkadang dilakukan kakak adik dan justru membuat orang terdekat (ibu dan mertua) memarahi saya.

Ini sebenarnya resolusi paling berat buat saya, karena basicnya saya itu orangnya galak. Tapi insya Allah pasti bisa diperbaiki. Selama ada niat baik, pasti ada jalan.

Hal yang bisa saya lakukan untuk mencapai target ini diantaranya :
  • Sharing dengan beberapa teman di komunitas parenting yang saya ikuti.
  • Mengikuti seminar parenting.
  • Berharap bisa mengikuti kelas institut ibu pintar yang pernah diceritakan oleh banyak teman saya di komunitas parenting.
  • Mengikuti beberapa kegiatan positif diluar rumah, setidaknya bisa menjadikan aura saya menjadi lebih positif, sehingga bisa membantu menjaga kewarasan otak.
  • Mengajukan beberapa agenda piknik kepada suami bersama keluarga kecil kami untuk semakin mempererat kekompakan keluarga kecil kami.
3. Langsing Agar Sehat
Ini sebenarnya sudah impian sejak lama, namun masih sering saya abaikan dengan kalimat, "Ah apa kata ntar dah...". Akhirnya mimpi langsing itu menguap begitu saja hanya dalam angan-angan yang ternyata membuat badan saya akhir-akhir ini sakit dimana-mana. Ingat kolesterol, asam urat, dsb

Selain itu, dengan kondisi fit tentunya membuat pikiran menjadi fresh, sehingga membuat saya tidak sering lelah hati, dan (mungkin) bisa menjadikan diri saya sebagai pribadi yang tidak mudah meledak-ledak

Di poin ini tentunya saya (juga) ingin membuat bangga suami saat berjalan berdampingan dengannya. Setidaknya orang tidak akan mengira dia lagi jalan sama buntelan karung beras. Jujur beberapa kali saya sering baper ketika jalan bareng suami lalu ada embak-embak cantik yang ngelihat saya mulai dari ujung kepala sampe jempolan kaki -_-

Beberapa hal untuk mencapai target langsing agar sehat ini diantaranya,
  • Rajin senam setidaknya seminggu sekali.
  • Menambah porsi olah raga lainnya di pagi hari setidaknya 3 hari dalam seminggu. Misalnya jogging, sit up atau bermain hulahoop.
  • Rutin minum air putih minimal 3 L dengan memasang aplikasi "water drink reminder" di hp saya.
  • Mencoba ramuan Sassy Water.
  • Mengatur porsi makan.
  • Kembali beralih ke makanan sehat, misalnya dengan mengganti nasi putih menjadi merah. Semoga tahun depan ada rejeki buat beli rice cooker baru untuk masak nasi merah, kalo belum ada rice cooker berarti sementara pasrah sarapan oatmeal atau roti gandum saja seperti biasanya.
4. Potong rambut di salon
Harapan simpel tapi susah dilaksanakan. Sudah hampir 2 tahun ini rasanya saya baru sadar kalo belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ke salon hanya demi memotong rambut saya menjadi rapi.

Lho, selama ini rambutnya dipotong dimana?
Sudah 2-3 kali dalam 2 tahun terakhir ini saya sih potong rambut sendiri dirumah, pake tehnik ala kadarnya. Majuin semua rambut ke depan ikat jadi satu lalu potong. Beres selesai urusan. Konon katanya potongannya bisa membentuk shaggy, saya sendiri nggak seberapa memperhatikan sih ya, kebetulan berombak jadi tidak seberapa keliatan beneran jadi shaggy atau malah "penceng" kemana-mana.

5. Memperbaiki Blog menjadi lebih baik
Ada banyak PR yang saya kerjakan agar blog saya naek kelas, diantaranya
  • Memperbaiki broken link yang tersebar di beberapa artikel blog
  • Mulai membuka diri untuk belajar SEO meski konon katanya berat
  • Rajin menulis artikel, harapannya tentunya yang bermanfaat untuk para pembaca
  • Belajar menulis dengan benar sesuai dengan EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) yang benar
  • Berharap domain authority dan page authority meningkat
6. Lebih terjadwal
Jauh dalam lubuk hati terdalam, jujur ada keinginan menjadi blogger profesional. Sayangnya saya masih belum bisa mengatur jadwal harian terkait menulis artikel di blog dan blog walking. Namun beberapa waktu lalu, saya sempat berdiskusi dengan suami tentang kendala ini. Dimana karena kecerobohan saya dalam membagi waktu justru malah sering membuat pola tidur saya terabaikan, sehingga ujung-ujungnya kondisi tubuh saya jadi kurang fit dan membuat kakak-adik jadi terabaikan.

Sebaliknya pernah sekali mencoba memperhatikan waktu tidur, malah saya kelewat kurang memperhatikan kakak-adik. Disitu saya benar-benar merasa bersalah dan berusaha harus bisa membagi waktu dengan benar.

Untuk sementara sesuai nasehat suami, saya diberi kesempatan "mencuri waktu" untuk sekedar blog walking atau membuka blog di saat jam kakak-adik melihat TV atau di saat mereka meminjam gadget saya. Dimana demi kebaikan kakak-adik, saya dan suami memang sepakat belum membelikan gagdet pribadi untuk mereka.

7. Menjadi "pemberani"
Orang-orang sekitar saya sebenarnya sudah paham benar dengan kebiasaan penakut saya, dan banyak yang justru muak dengan rasa takut saya ini. Terutama ibu yang sering saya mintain tolong menemani saya ketika suami sedang luar kota. Menurut ibu saya kebiasaan saya ini membuat sering menghalangi rutinitas keperluan harian beliau. Dimana jujur saya paling takut kalo harus dirumah sendiri. Apalagi jika sedang musim hujan, ada bayangan lebay dibenak saya seperti takut lampu mati lah, kuatir anak-anak rewel lah, takut rumah terbang kebawa angin, dan sebagainya.

Sejauh ini baru suami dan adik saya yang benar-benar bisa memahami keparnoan saya tersebut. Namun bagaimanapun saya menyadari untuk bisa mensupport karir suami, maka saya harus bisa memperbaiki diri menjadi berani dirumah ketika suami sedang ada urusan kantor.

Oke, jadi untuk yang satu ini, tips saya cuma satu. Ya udah berani-beraniin diri saja. Kalo tiba-tiba mood nggak berani mari njintel di kamar saja. Untuk musim hujan tentunya banyak-banyak berdoa agar kompleks perumahan saya terbebas dari banjir. Untuk saat ini atas saran tetangga, kami sudah pasang bendungan di tiap pintu rumah kami sih.

Selain itu saya juga request kepada suami untuk dibelikan dua buah lampu emergency lengkap dengan kipasnya. Buat jaga-jaga jika lampu mati nya agak lama.

8. Siap melangkah mengikuti suami kemana saja
Sebenarnya ini sesuai perjanjian saya dan suami di awal pernikahan. Sejak awal menikah, saya sudah "tanda tangan kontrak" untuk bersedia mensupport karirnya dengan mengikuti kemana saja dia melangkah. Sebenarnya atas dasar ini juga sudah sejak lama, saya merelakan karir saya dengan harapan jika sewaktu-waktu harus mengikuti langkahnya saya tidak perlu bingung lagi mengkondisikan pekerjaan saya.

9. Survey sekolah untuk kakak adik
Sesuai kesepakatan bersama suami, seharusnya kakak sudah mulai sekolah di tahun 2018. Sehingga setidaknya pada tahun 2017 saya sudah harus mulai melakukan survey sekolah yang tepat untuk kakak (sekaligus adik kedepannya).

Selain itu saya dan suami juga ingin di tahun 2017 kakak sudah mulai mengikuti kegiatan mengaji. Sebenarnya pada tahun 2016, kakak sudah sempat mengikuti kegiatan mengaji yang diadakan didekat rumah. Namun, karena suatu hal membuat kegiatan tersebut sementara terhenti ditengah jalan.

Tak hanya mengaji, saya ingin mengikutkan kakak di kelas berenang. Jadi sementara mungkin kelas dancingnya mau di stop dulu, mengingat kegiatan "olah tubuhnya" bisa dialihkan ke kelas berenang.

10. Hamil dan Melahirkan
Mengingat pengalaman kesundulan, tak dipungkiri sempat membuat saya sedikit was-was jika  harus hamil dalam waktu dekat. Namun, melihat kakak-adik tumbuh sehat dan seru menjalani hari-harinya ternyata cukup membuat menggelitik saya dan suami untuk menambah satu buah hati lagi. Selain itu, beberapa bulan lagi, adik juga sudah lulus ASI S3 (ASI 2 tahun), sehingga saya tak perlu kuatir akan kehebohan menghadapi tantangan menyusui ketika hamil (NWP).

Sebenarnya ada alasan lainnya kenapa kami sepakat untuk menambah buah hati lagi di tahun 2017, tak lain tak bukan agar ketika kakak-adik mulai sekolah saya tidak perlu heboh mengantar sekolah sembari menggembol bayi newborn.

Lho, berarti kalau tahun 2017 belum hamil bagaimana?
Ya sudah, kalau memang belum dikasih rejeki hamil di tahun 2017 sih, maunya mungkin di tunda dulu, sampai waktu yang masih belum kami pikirkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jadi seperti itulah daftar resolusi saya untuk menjadi lebih baik di tahun 2017.

Bagaimana dengan teman-teman?

Pasti semua juga memiliki daftar resolusi untuk tahun 2017. Agar semua resolusi tersebut dapat tercapai maka tidak ada salahnya kita menuliskannya. Selain sebagai pengingat, juga bisa sebagai penyemangat diri untuk bisa mencapainya.

Sampai bertemu lagi ditulisan saya tahun depanπŸ˜„πŸ˜πŸ˜Ž
Keep Try, Pray, and Smile...

9 comments:

  1. aku juga penakut dan parnoan mbak :D
    tapi sekarang dah berkurang dikit-dikit heheh. cuma parnonya belom ilang2

    salam kenal
    www.fujichan.net

    ReplyDelete
  2. Semoga terwujud Mbak semua resolusinya, rencana emang pengin anak 3 ya Mbak?
    kalau saya agak kapok nulis resolusi sebab banyak yg ga terwujud he3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...sejak awal pengen anak 3 sih soalnya aku ama suami sama2 dua bersaudara. Rasany kok kurang rame

      Delete
  3. Aku sejak ngeblog di BS gak pernah bikin resolusi.
    Tahun ini pengen juga sih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak bikin...buat pengingat aja sih kalo aku...hehehe

      Delete
  4. Iya bener Mba resolusi bisa jadi pengingat tujuan kita :D

    ReplyDelete
  5. Aku juga mau lebih beraniiii. Thanks for sharing this, Mba Vety <3 Semoga tercapai semua yah harapan kita di tahun yang baru ini :*

    ReplyDelete