Tuesday, January 17, 2017

Berlibur Bawa Rice Cooker?

Sebenarnya saya dulu sering sebel sama ibu, jika kami sedang berlibur dimana seharusnya waktu menikmati makanan setempat malah bawa "bontotan" ini itu dari rumah. Lah kok sekarang saya malah nggak mau kalah, nggak terima bawa "bontotan" malah beberapa kali sengaja bawa rice cooker dari rumah. Buat apa coba?

Beberapa kali suami saya sempat protes, katanya saya kayak horang susah aja kemana-mana bela-belain bawa rice cooker.

Nggak dipungkiri sih bawa rice cooker itu sedikit merempongkan, karena setidaknya rice cooker mengambil sedikit space di koper saya. Paling sebel lagi sudah bikin penuh koper, eh malah terkadang nggak kepakai.

Sebenarnya saya mulai "terinspirasi" membawa rice cooker karena pernah memiliki beberapa pengalaman saat menginap disebuah hotel, ternyata hotelnya jauh dari mana-mana. Sehingga untuk mencari makanan perlu keluar agak jauh yang tentunya memakan waktu dan biaya lebih.

Ditambah jadwal lapar kakak adik yang terkadang datang tiba-tiba, padahal saya belum siap melangkahkan kaki keluar hotel alias malas. Sehingga membuat heboh kakak-adik.

Alasan lainnya, ada kalanya ketika saya dan anak-anak ikut kegiatan suami diluar kota, suami tidak bisa kami ganggu gugat acaranya. Sehingga untuk urusan mencari makan saya tidak bisa mengandalkan menunggu suami selesai acara. Padahal saya sering heboh sendiri kalau harus kemana-mana dengan kakak adik saja. Nggak bisa bayangin hebohnya handel dua balita sendiri dijalan. Jadi seringnya saya males keluar sih ya.

Kenapa nggak beli makanan di hotel saja sih?

Beberapa kali membeli makanan di hotel memang sempat saya lakukan. Namun, seringnya justru mubadzir karena si kakak adik yang awalnya sudah kelaparan tiba-tiba sudah  nggak mood makan. Mau nggak mau, makanan tersebut saya makan. Sayangnya tak lama berselang tiba-tiba kakak adik heboh "kelaparan" lagi. Ditambah jadwal makan kakak adik yang terkadang tidak sama. Adakalanya saat jam lapar kakak, si adik justru sedang tidur. Begitu juga sebaliknya seringkali si adik terbangun melewati jam makan seharusnya.

Hal inilah yang membuat saya terinspirasi untuk membawa mini rice cooker, tidak hanya untuk memasak nasi tetapi bisa saya manfaatkan untuk menyimpan makanan agar tetap hangat selama menunggu salah satu dari mereka terbangun untuk minta makan.

Pernah seorang sahabat bertanya, bagaimana dengan lauk nya?

Tak dipungkiri untuk urusan lauk, saya tidak bisa mengikuti "standart" menu pada umumnya yang terdiri dari lauk dan sayur. Bisa dibilang sebenarnya membawa rice cooker ini hanya sebagai antisipasi emergency jam makan kakak adik, sehingga biasanya saya hanya membawa abon. Pernah juga saya membawa ikan teri kering, atau sosis siap saji yang tidak perlu dimasak terlebih dahulu untuk disajikan.

Meski demikian adakalanya justru rice cooker yang saya bawa tidak terpakai sama sekali.

Rempong ya?
Rempong atau nggak-nya sebenarnya tergantung kondisi juga sih ya. Akan lebih rempong jika saya harus menggendong salah satu dari kakak adik pada saat jam tidurnya sembari mengajak lainnya untuk mencari makan.

Hikmahnya sedikit banyak saya bisa lebih berhemat juga sih ya.

Boleh ya bawa rice cooker ke hotel?
Jujur selama ini saya belum pernah menemukan larangan. Selain itu setau saya watt mini rice cooker yang sering saya bawa ini tidak lebih besar dari watt heater (pemanas air).

Sedikit terkesan rempong memang. Toh, kedepannya juga tidak selamanya akan membawa rice cooker. Saat anak-anak bertumbuh tidak menjadi balita lagi, tentu mereka akan lebih memilih mencoba menikmati makanan khas setempat saat ikut bepergian bersama kami.

Oh iya mini rice cooker yang saya bawa hanya berkapasitas 0,3 L. Sehingga tidak terlalu besar sebenarnya jika harus masuk ke dalam koper atau ransel saya. Kelak saat mereka dewasa, kerempongan membawa rice cooker ini mungkin akan menjadi sebuah cerita menarik bagi kami semua.😄😂😅

7 comments:

  1. Aku jadi kepo sama merk nya harganya... Bisikin dong :D
    Beneran loh, ini solusi banget! nanti bila mau travelling jauh boleh nih di praktekin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu merk krisbow mbak...hehehe... Kalo harga kebetulan aku pas itu tukar poin mbak...hehehe...tapi kemungkinan sekitar 200an kali ya

      Delete
  2. eeeh itu kok lucu banget reskukernyaaa :D dulu aku sempet kepikiran bawa reskuker pas jalan2 ke luar, tapi kok ya ribet hahaha.. akhirnya ya udah lah pasrah aja, makan apa yg ada disana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ribet emang mbak, makanya nanti kalo anak2 udah gede minimal bisa menyamakan waktu lapar mungkin maunya makan apa yang ada aja...hehehe

      Delete
  3. Aduuuh..bawa-bawa rice cooker :))
    Yah, saya ngerti memang sih bahwa anak balita umur segini seringkali butuh makanan hangat tiba-tiba. Mungkin nggak biasa sedia bawa cemilan ya? Kan kalo cemilan kan nggak selalu harus dihangatkan.. :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cemilan juga bawa...huahahahaha...pokoknya amunisi emak2 itu harus lengkap :D

      Delete
  4. Aku juga kemana mana bawa rice cooker , karna anak ku juga jam makan nya selalu tidak sama , selain itu penghematan juga bun , dan banyak guna , bisa buat masak air untuk menghangatkan botle debay

    ReplyDelete