Sunday, January 1, 2017

Mengawali Tahun 2017 dengan Diet Sassy Water

Setelah semalam berjibaku dengan list resolusi tahun 2017, sebelum tidur saya sesegera mungkin menuju ke dapur membuat racikan sassy water yang konon katanya mujarab untuk diet. Yeahhh...saya ingin memulai salah satu resolusi diet saya di awal tahun 2017.


Mungkin yang penasaran apa saja resolusi 2017 saya bisa intip di artikel sebelumnya berjudul Resolusi Menjadi Lebih Baik di Tahun 2017, disana akan ada 10 poin daftar yang saya tulis. Salah satunya ya pengen langsing sehat, jadi mau tak mau saya harus memulai nawaitu diet saya dengan tekad kuat.

Aduh ngapain sih diet-diet? Nggak langsing lho nggak apa-apa asal sehat! Ya iya, untuk orang yang sehat. Lha, kalo nggak sehat??? Hasil lab saya sendiri beberapa waktu lalu menunjukkan parameter kurang bagus, ditambah riwayat kurang menyenangkan saat SMA dimana saya pernah didiagnosa perlemakan hati (hati saya terbungkus lemak jahat, sehingga tidak bisa bekerja maksimal) tentu membuat saya tidak bisa diam begitu saja ketika bobot timbangan saya semakin hari semakin bergeser kekanan.

Sebelum-sebelumnya saya memang tidak terlalu fokus diet, dikarenakan pikiran saya masih terpecah dengan kondisi kakak-adik yang masih menyusu secara estafet. Kalo dihitung-hitung total durasi saya menyusui sudah 3 tahun lebih (non stop).

Berhubung kurang beberapa bulan saja adik juga akan lepas ASI, membuat saya memberanikan diri untuk lebih giat berdiet.

Sebenarnya saya sendiri sudah mulai rutin mengikuti kelas senam seminggu sekali mulai 2 bulan lalu. Namun, sayangnya mungkin karena gegabah justru membuat bobot saya semakin naik. Disitu saya merasa ada semacam alarm yang mengatakan saya butuh sedikit improvisasi dalam menjalankan tehnik diet saya.

Dikarenakan kendala waktu, memang saya hanya bisa mengikuti senam maksimal 1 kali seminggu. Sehingga sebagai gantinya atas saran beberapa teman saya mencoba membuat ramuan Sassy Water ini.

Jadi apa saja sih bahan untuk membuat larutan Sassy Water ini?

Ternyata untuk membuat ramuan ajaib sassy water ini, kita hanya memerlukan
  • Jeruk Lemon
  • Mentimun
  • Jahe
  • Daun Mints
  • Air

Bagaimana sih cara membuatnya?

Sebenarnya ada beberapa pendapat diantaranya, bahan-bahan tersebut diparut atau bisa juga di jus.

Saya sendiri memilih alternatif diblender tanpa air atau mungkin bisa dibilang "di chopper" alias dicacah kecil-kecil menggunakan blender.

Jadi dari semua bahan tersebut, saya ambil mentimun ukuran besar 1 biji, kemudian jahe seukuran "jempol kaki" dan daun mint sebanyak 12 helai (ini saya lebihkan sih ya karena ukuran daun mints yang saya beli kecil-kecil, jadi agak kurang sreg kalo cuma ambil 12 helai). Lalu saya blender jadi satu tanpa air.

Untuk jeruk lemon hanya saya potong tipis-tipis. Setelahnya semua bahan tersebut saya masukkan ke dalam botol dan saya tambahkan air putih sebanyak 2 L.

Saya sendiri sebenarnya menggunakan 2 buah botol, karena ukuran kapasitas botol yang saya punya maksimal hanya 1500 ml dan 700 ml.

Setelah ditambahkan air, simpan ramuan sassy water tersebut dalam lemari pendingin selama semalam. Setidaknya dari yang pernah saya baca, sassy water ini baru boleh diminum setelah disimpan selama minimal 8 jam.

Kenapa dinamakan Sassy Water?
Ternyata penamaan Sassy water ini diberikan oleh majalah prevention sebagai penghormatan kepada penemunya yaitu chyntia Sass.

Kenapa saya tertarik dengan Sassy Water ini?
Konon katanya dalam 4 hari Sassy Water ini ampuh mengecilkan lingkar perut kita.

Saya awalnya tau info tentang Sassy Water ini dari salah seorang teman di komunitas Mammamia saat tanpa sengaja saya curhat karena setelah rutin senam seminggu sekali bobot saya malah semakin bertambah, dikarenakan nafsu makan semakin menggila. Menurutnya ada salah seorang temannya yang sukses "langsing" bermodal rutin konsumsi Sassy Water ini.

Saya sendiri sebenarnya sudah memasuki hari ke-2 mencoba ramuan Sassy Water ini bersama suami. Untuk hasil saya sendiri masih belum melihat secara nyata sih ya.

Namun, dari keseharian suami dan saya sepakat kami jadi sering dibuat "mules" ingin "kebelakang". Kebetulan suami juga nggak mau kalah minta ikut dibuatkan Sassy Water ini.

Bagaimana dengan rasa "taste"nya?
Nggak se-horor yang dibayangkan kok. Suami saya juga awalnya sempat ragu dengan rasanya, tapi pas sudah incip dia malah minta dibuatin. Katanya rasanya segar. Nah kan...apa saya bilang :D

Sayangnya dari beberapa artikel yang saya baca, kami malah disarankan untuk tidak meminum air putih sama sekali selama mengkonsumsi Sassy Water.

Padahal selama mengkonsumsi larutan tersebut saya sendiri jadi sering merasa haus yang teramat sangat. Sehingga kalo boleh jujur sesekali saya tetap (cheating) meminum air putih.

Selain itu karena saya juga masih belum lepas ASI untuk adik. Dimana demi kelancaran produksi ASI saya harus banyak minum air putih. Oh iya, seingat yang saya baca beberapa artikel sempat menyebutkan kalau obat yang mengandung mint bisa menurunkan produksi ASI. Mint disini saya masih belum jelas sih ya, apa berlaku untuk daun mint juga.

Lah, katanya masih ASI kok nekat coba-coba daun mint yang saya sendiri nggak tau bisa menurunkan produksi ASI apa nggak? Saya sendiri memutuskan berani mencoba juga melalui banyak pertimbangan, salah satunya seperti yang saya jelaskan diatas si adik beberapa bulan lagi sudah lulus ASI S3. Sehingga sebenarnya bisa dibilang saat ini saya juga sudah memulai proses sapihnya perlahan.

Alasan lainnya kenapa saya tetap meminum air putih, karena saya merasa frequensi buang air kecil saya malah semakin berkurang dibanding saat mengikuti alarm minum saya yang justru menyarankan minum sebanyak 3 koma sekian liter air untuk saya minum dalam sehari.

Mungkin alasan ini juga kali ya, yang membuat belum ada perubahan signifikan dalam usaha diet saya selama 2 hari ini.

Alasan lainnya mungkin benar "ngedumelan" suami saya yang suka mengingatkan saya karena masih suka "nyemil".

Kata suami "Nggak makan nasi, tapi nyemil mulu? Sama juga bohong!". Iya juga sih -_-

Abis gimana? Suka bingung liburan ini jadwal makan situ nggak singkron sama sini.

Saya pagi bangun tidur udah kelaparan berat, eh situ masih ngorok-ngorok sama anak-anak. Giliran sini udah mingkem kenyang situ baru maem pagi.

Pas jam makan siang saya udah kelaperan situ bilang "masih kenyang". Giliran sini udah mingkem kenyang, situ malah ngajakin makan diluar. Gitu aja terus yah, terus saya kapan langsingnya -_-

Padahal salah satu kunci diet sukses saat saya dulu berhasil menurunkan bobot sebanyak 20 kg itu, salah satunya jam makan nggak boleh telat!

Jadi kalau sudah begini, salah satu kunci diet sukses saya, harus menyamakan jadwal makan keluarga yang tentunya harus mendapat support terutama dari suami tercinta :D

9 comments:

  1. Sukses ya Mbak dietnya
    Iyaa..kalau makan di luar mah jadi susah diet..kegoda minum es sirup..es jus..yg manis manis

    ReplyDelete
  2. Aku juga ga bisa lepas dari ngemil hiks... Hidupku terasa kurang tanpa cemilan padahal pingin nurut berat badan juga. Tapi aku pernah minum perasan jeruk nipis hangat tiap pagi sebelum konsumsi apa-apa... Lumayan hasilnya mbak...

    ReplyDelete
  3. Bacanya sambil senyum-senyum. Semangat mbak vetty supaya hasilnya maksimal

    ReplyDelete
  4. Wah..susah jg kl gak boleh minum air putih. Mungkin krn kebelakang trs jdnya langsing y? Btw buat penyakit maag gimana tu?

    ReplyDelete
  5. Kalau suami kusaranin diet karbo, karena memang dia suka.makan nasi banyak tapi sayur dn lauk sedikit. Alhasil perutnya gendut tpi body tetap segitu aja.
    Kalau aku cukup ngecilin perut efek hbs operasi caesar

    ReplyDelete
  6. Orang mau diet kurus, aku mau gemuk :(

    ReplyDelete
  7. bisa dicoba nih.. makasih resepnya Mbak.. :)

    ReplyDelete
  8. Aku gak boleh kosumsi timun. Tapi penasaran sama rasanya.

    ReplyDelete
  9. Aku baru tau lho mbak Sassy water ini, bahannya pakai daun mint pula, hihihi. Semoga sukses ya dietnya, dan bisa tetap menyusui. Hebat 3 tahun nonstop ;)

    ReplyDelete