Tuesday, January 31, 2017

Penyebab Roti Gorengku Gagal Mengembang #Belajar Memasak

Ceritanya pagi ini kakak dan adik berebut roti goreng. Padahal sejak awal sebenarnya saya sudah membelikan masing-masing satu roti goreng untuk mereka. Namun, karena si kakak menolak sejak awal membuat saya mengambil alih jatah roti goreng kakak. Ternyata, setelah melihat si adik makan roti goreng dengan lahapnya, si kakak tiba-tiba merajuk minta roti goreng milik adik. Disinilah awal terjadinya perebutan satu roti goreng diantara kakak-adik. Yah, dari pada berebut, akhirnya saya berinisiatif membuat roti goreng dadakan untuk mereka berdua. Berbekal resep dari searching di google, saya pun menuju dapur untuk mengaplikasikan resep tersebut.

Roti Goreng

Kebetulan setelah saya baca sekilas, saya memiliki semua bahan yang diperlukan, yaitu :
  • Tepung terigu 200 gram
  • Fermipan 1 sendok teh yang nantinya dilarutkan dengan air hangat 70 ml
  • vanili
  • Gula pasir 50 gram
  • Garam secukupnya
  • Telur 1 butir
Saya pun mengikuti langkah yang tertera di resep tersebut, dengan
Mengocok telur hingga mengembang
Melarutkan 1 sendok teh fermipan kedalam air hangat 70 ml
Lalu mencampurkan semua bahan menjadi satu dan diikuti dengan mencampurkan larutan fermipan diakhir sebelum saya mengaduk adonan tersebut hingga kalis.
Setelah yakin adonan kalis (seperti adonan yang saya lihat di bakul penjual roti goreng biasanya), maka saya menutup adonan tersebut dengan menggunakan kain basah.

Selang satu jam saya diamkan adonan tersebut, ternyata tidak ada perubahan apa-apa terhadap adonan tersebut. Alias tidak ada tanda-tanda mengembang. Meski demikian saya tetap nekad menggorengnya, setelah saya menaburinya dengan wijen.

Dan taraaaaaa...feeling tak bisa dipungkiri. Roti goreng saya kulit luarnya sedikit keras. Berbeda dengan roti goreng yang dijual pada umumnya.

Sempat merasa hopeless, dan mau menyerah tidak ingin belajar membuat roti goreng lagi. Tapi yang membuat saya ingin belajar memperbaiki kesalahan saya yaitu ketika melihat si kakak dan adik tetap antusias menghabiskan roti goreng buatan saya.
Bagian Luar yang Sedikit Keras dan Bagian Dalam Yang Kurang Mengembang
Sehingga saya memutuskan meng upload hasil foto roti goreng buatan saya yang gagal dengan tujuan mencari masukan dan sharing dari beberapa teman saya yang jago memasak. Saya pun mendapat respon dan masukan banyak. Menurut beberapa teman saya kegagalan saya membuat roti goreng saya mengembangkan diantaranya :

1. Saran dari Mak Sari Nurudin
  • Agar roti berhasil mengembang maka fermipannya saat dilarutkan kedalam air hangat (tanpa dikocok) berbusa
  • Mencoba membuat tanpa telur, diganti dengan mentega/margarin
  • Mencoba resep baru, dengan bahan yang sedikit berbeda, yaitu
3 cup tepung terigu
2 sdt ragi
3 sdm margarin
Garam secukupnya
1 butir telur
Air secukupnya untuk meng-uleni adonan

2. Saran dari Mak Mieke Yolanda
  • Telur yang digunakan sebaiknya yang bersuhu ruangan, bukan yang langsung dari kulkas. Hal tersebut dapat mempengaruhi per-baking-an terutama untuk kue yang membutuhkan pengembang.
  • Perhatikan fermipannya juga. Menurutnya beberapa kali adakalanya mak Mieke mendapat fermipan yang  memang tidak bisa membuat roti mengembang.
3. Saran dari salah satu teman (sekolah) saya Reny Anggraeny
  • Fermipan tidak boleh dicampur dengan garam. Sehingga garam sebaiknya dicampur diakhir setelah semua bahan fix tercampur.
4. Saran dari Mak J Indah Lastari
  • Jika hasilnya keras, biasanya disebabkan karena terlalu banyak ngadon (mengaduknya)
  • Diusahakan suhu ruangan
  • Fermipannya diusahakan aktif (berbusa) terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam adonan
  • Untuk memastikan fermipan aktif biasanya mak J Indah Lastari mencampur dengan air hangat (jangan menggunakan air yang terlalu panas), lalu gula pasir, susu skm aduk-adk hingga 5-10 menit.
  • Garam tidak boleh dicampur kedalam fermipan
5. Saran dari salah seorang saudara yang jago masak Noriko Reza
  • Fermipan yang aktif biasanya akan berbusa saat dicampur dengan air hangat tanpa diaduk. Tapi jika tidak berbusa maka kita harus mengganti dengan fermipan yang lain.
Oke jadi dari banyak saran tersebut, mengingat tahapan membuat roti goreng yang saya lakukan, sepertinya saya sudah tahu dimana letak kesalahan step saya, yaitu :
↝Fermipan saya tidak berbusa sejak awal
Mencampur fermipan kedalam adonan bersama garam.

Baiklah belajar dari pengalaman tersebut, rencananya saya ingin mencoba lagi untuk yang kedua kalinya membuat roti goreng. Namun, selain memastikan tidak mengulangi kesalahan tersebut, saya kemungkinan saya juga tidak akan menambahkan wijen, karena ternyata si kakak lebih sibuk memunguti wijen yang sudah menempel di permukaan roti goreng karena merasa risih melihat si wijen 😅

Baiklah nak, emakmu ini akan terus belajar menjadi lebih baik. Kapan lagi emakmu ini mau mulai belajar masak bikin roti goreng kalau nggak kepepet ada episode kalian berebut roti goreng disiang hari. Mungkin kalau kalian berebutnya malam hari, emakmu ini bakal milih alternatif instan beli di bakul roti goreng saja.

4 comments:

  1. Waah roti goreng, aku malah belum bisa bikinnya mba

    ReplyDelete
  2. makasih ya tips-nya.. dulu pernah coba bikin, dan hasilnya 100% bantat he3x..
    abis gitu langsung patah semangat...ga pernah lagi coba buat roti yang pakai fermipan. mendingan beli roti yang udah jadi aja he3x

    ReplyDelete
  3. Traaaaaaaa Anda Belum Beruntung, Silahkan Coba lagi hehehehe

    ReplyDelete
  4. iya mba fermipan harus aktif, masukinnya jg jgn barengan sama margarin dan garam. tp saya jg masih suka gagal bikin roti hehehe

    ReplyDelete