Sunday, January 15, 2017

Tips Unik Mengatasi Anak Susah Makan

Biasanya para ibu akan antusias menyambut hari pertama bayinya mendapatkan MPASI. Segala perlengkapan pun dibeli demi memberikan makanan terbaik untuk anaknya. Sayangnya terkadang bayangan sang anak makan lahap pupus sudah. Tiba-tiba belum genap sebulan makan, si anak sudah melakukan aksi GTM alias gerakan tutup mulut. Sang ibu pun dibuat panik mencari info sana sini untuk mengatasi anak susah makan. Begitu juga dengan pengalaman saya yang cukup membuat pusing tujuh keliling untuk mencari "Tips mengatasi anak susah makan".



Dari banyak sharing dengan teman, saya mendapat Tips yang unik namun cukup ampuh mengatasi anak susah makan. Beberapa tips tersebut diantaranya :

1. Menaikkan tekstur makanan anak.
Jika bayi lain bisa lahap makan dengan menu pure buah atau bubur lembut, maka berbeda dengan anak-anak saya. Keduanya sejak awal hampir tidak tertarik dengan tekstur bubur sama sekali.

Ketemu Nasi Langsung Antusias
Awalnya saya tidak menyadarinya, hingga suatu ketika saya meminta saran kepada dokter spesialis anak langganan kami, disana sang dokter menyarankan bagaimana jika saya langsung menaikkan tekstur bubur kakak adik? Karena menurutnya memang ada beberapa bayi yang memiliki perasaan risih alias jijik dengan tekstur bubur.

Saya pun mencoba menaikkan tekstur bubur langsung menjadi nasi, namun sebelum saya suapkan biasanya nasi tersebut saya bejek-bejek dengan tangan agar sediki lembut. Ternyata cara tersebut cukup ampuh, setidaknya biasanya ada 5 suap masuk kedalam mulut anak-anak saya.

2. Membiarkan anak mengeksplore makanannya sendiri.
Cara ini biasanya sering disebut dengan istilah BLW atau Baby Led Weaning. Biasanya untuk bulan-bulan pertama mpasinya saya memberikan makanan dengan tektur pada dan ukuran yang sesuai untuk digenggam oleh anak saya.

Baby Led Weaning
Cara ini cukup ampuh saya lakukan bagi adik, ya meski pada akhirnya beberapa kali saya harus rela karena lebih banyak makanan yang di acak-acak daripada yang masuk mulut.

3. Menyuapi anak nasi langsung dari rice cooker atau "dandang" nasi.
Beberapa kali ini saya lakukan dan ternyata berhasil. Entah apa yang membuat beda bagi anak-anak saat saya mengambikan nasi langsung dari rice cooker tanpa perantara wadah piring justru membuat mereka antusias membuka mulut berkali-kali.

4. Pamer makanan kepada anak.
Saat anak mulai menyebalkan tidak mau makan, maka beberapa kali saya berusaha menjadi ibu yang "menjengkelkan" dengan pamer makanan didepan anak-anak.

Saya berusaha berakting menikmati makanan sesuap demi sesuap dihadapan anak-anak, agar mereka merasa tertarik dengan makanan saya. Biasanya tak lama kemudian setelah itu mereka akan datang berusaha merebut makanan saya. Sehingga saya lebih bisa mencari celah untuk menyuapi mereka. Mereka lebih mudah mangap, karena rasa penasarannya.

5. Mengajak makan bersama, kalau perlu sepiring berdua.
Tips ini saya dapat dari beberapa teman saya. Sebenarnya hal ini prinsipnya hampir sama dengan prinsip pamer makanan. Dimana saat anak melihat kita makan maka mereka akan merasa tertarik dengan makanan kita, dan kita bisa mengajak mereka makan bersama.

Jika kita ingin makan bersama dalam satu piring, namun usia anak kita masih dibawah setahun, maka kita bisa mengalah mengikuti menu tanpa gula garam, atau kita bisa menggunakan piring bersekat.

Untuk adik, biasanya juga bisa diakali dengan menyajikan makanan bersama-sama dengan si kakak. Selain membuat si adik bersemangat makan bersama si kakak, juga bisa semakin mendekatkan hubungan persaudaraan kakak adik, karena secara tidak langsung mereka sedang belajar arti berbagi dan kebersamaan dengan saudara.

Makan Bersama Saudara
6. Menggunakan piring dan sendok yang sama dengan kita.
Jika biasanya kita beranggapan anak-anak akan tertarik makan saat melihat wadah makan atau sendok yang berwarna warni dan berbentuk  unik.

Berbeda dengan anak-anak saya. Ternyata meskipun saya belikan peralatan makan berkali-kali dengan bentuk dan warna yang beraneka ragam, mereka tetap berusaha menutup mulutnya rapat-rapat. Hingga akhirnya pernah saya menyerah dan tanpa sengaja menyuapinya menggunakan piring kaca dan sendok stainless biasa, justru anak-anak bersemangat menghabiskan makanan.

Saya beranggapan mungkin mereka jadi lebih tertarik melihat kita makan dengan nikmat dan lahapnya menggunakan piring serta sendok biasa.

7. Berganti suasana.
Hal ini pernah saya lakukan saat kakak melakukan gerakan tutup mulut. Saat itu tanpa sengaja saat saya bertamu ke rumah salah satu teman ternyata pada saat jam makan si kakak lahap makan. Padahal menu yang dimakan juga merupakan bekal yang saya bawa dari rumah.

Beberapa kali saya mencoba hal tersebut ternyata lumayan membantu. Namun memang untuk yang satu ini kita jadi sedikit "rempong", karena sedikit berkorban waktu dan tenaga hanya untuk mengajak anak makan di luar rumah.

8. Meminta tolong orang lain untuk menyuapi anak-anak.
Adakalanya mungkin anak-anak bosan saat kita yang selalu berperan menyuapi mereka. Sehingga tidak ada salahnya untuk membuat fresh suasana, sesekali kita meminta tolong orang lain untuk menyuapi mereka.

Saya sendiri tidak tahu apa alasannya, namun saya sendiri pernah mengalaminya. Dimana saat anak saya yang awalnya tidak mau makan, tiba-tiba saja jadi lahap makan hanya karena disuapi oleh salah satu tetangga saya.

9. Memasak masakan sederhana.
Jika dokter anak saya pernah menyarankan agar saya lebih berinovasi memasak masakan yang beraneka ragam, bahkan saking patah semangatnya saya mencoba alternatif katering maupun masakan restoran hasilnya tetap nihil. Nyatanya, saat saya sudah mulai lelah dan patah semangat dan kembali masak dengan menu sederhana anak-anak saya justru lahap menghabiskan makanannya.

10. Memberi tulang (balungan) untuk dihisap-hisap mereka.
Baru-baru ini si adik sering menutup mulut dan tidak segera menelan makanan yang saya suapkan hingga berjam-jam. Namun, ternyata beberapa waktu lalu saat tanpa sengaja si adik meminta "balungan" (tulang) sumsum untuk dihisap-hisap ternyata membuat si adik lebih cepat menelan makanannya.

"Krokot-Krokot" Balungan
Begitu juga beberapa hari berikutnya, saat si adik kembali meminta tulang ayam yang ada di piringnya, seperti biasa si adik pun hanya menghisap-hisap tulang ayam tersebut dan ternyata hal tersebut dapat membantu si adik untuk segera menelan makanannya dengan cepat.

Saya sendiri dulu sering iri melihat para ibu lain pintar memasak dan anak-anaknya lahap menghabiskan masakan tersebut. Namun, pada akhirnya saya menyadari bahwa adakalanya memang anak-anak saya susah makan bukan karena menunya yang tidak cocok, melainkan memang mood nya mereka sedang tidak mau makan. Sehingga saya mulai berdamai dengan keadaan saat anak-anak saya melakukan aksi mogok, dengan cara mencoba beberapa cara diatas.

Seandainya pun tetap tidak mau makan ya sudah saya pasrah, asal selama satu hari tersebut saya melihat sudah ada makanan yang masuk. Dan biasanya saya meminta saran dokter spesialis anak untuk diberi suplemen multivitamin untuk anak-anak saya. Tujuannya bukan agar mereka lahap makan, melainkan sebagai penambah vitamin yang seharusnya bisa mereka dapatkan dari makanan sehari-hari, namun tidak bisa mereka dapatkan dengan "tepat" karena sedang susah makan. Harapannya, tantangan menghadapi anak susah makan ini, tidak menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang mereka.

Lahap Makan Biskuit pun Sudah Bikin Emaknya Bersyukur

14 comments:

  1. Ituuuuu yang belepotan buah naga, lucu pisan tapi peer bersihinnya hahahaha

    Tapi memang bener, jadi ibu itu harus pinter2 nyiasatin dan nyari cara ngebujuk bocah biar mau makan deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bersihinnya dulu PE ER banget, sampe diangkut kedepan di semprot segala. Lumayan olah raga banget...huahahaha

      Delete
  2. Aaaaakkk lucu dedeknya, sama nih Kenzo juga kadang GTM. Mana susah lagi makan nasi haduuuuw
    Boleh dicoba tipsnya. Kasih balungan juga hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak balungan itu sebenrnya kayaknya fungsinya cuman buat dia hisap2 dan secara ga langsung bikin makanan ikut ketelen. hihihihi

      Delete
  3. hemmm jadi ada referensi buat si kecil ne. Makasih ya

    ReplyDelete
  4. Sama kyk anak2ku makan dari rice cooker or wajan langsung malah mau :))

    ReplyDelete
  5. Mba yang nomor terakhir aku belum pernah nyobain.. Mungkin nanti pas anakku males atau susah makan aku nyoba cara ini ^^
    Lucu mba foto-fotonya... Menikmati masa2 punya bayiiiii, aku pun..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya ini cara nyeleneh sih ya, tapi di aku mbantu banget

      Delete
  6. Cara-caranya beneran unik neh, kapan-kapan bisa dicoba kalau Baby Aira mogok makan.
    Yang paling unik menurutku yang krokot2 tulang itu, pinter si adik. Mas Aim aja mpe umur 4 taun ga pernah n belum ngerti krokot2. Kalau makan ayam maunya dagingnya aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak sengaja itu mas sebenernya, gara2 dia liat yayahnya krokot2 trs dia minta, eh ga taunya malah bisa bikin dia nelen nasinya...hihihi

      Delete
  7. Ternyata ada trik nya suapaya anak gak Gerakan tutup mulut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokoknya harus sering2 cari akal...hehehe

      Delete