Thursday, January 26, 2017

Ya Allah Izinkan Kami Menikah! #Buku Keren Yang Kekinian

Sebenarnya agak tergelitik membaca judul buku "Ya Allah Izinkan Kami Menikah" tersebut. Lumrah saja jika remaja yang membaca atau sedang membawa buku tersebut. Mungkin mereka sedang mencari tips atau trik mencari jodoh yang tepat. Bisa jadi mereka sedang berusaha mencari cara agar mendapat restu dari orang tua calon pasangannya. Namun, mungkin akan menggelitik jadinya kalo emak-emak yang baca buku tersebut, apalagi kalau bapak-bapak yang bawa buku tersebut mobat mabit kayak cucian kena angin. Semacam ada pertanyaan "Ngapain? Mau minta nikah (lagi)?". Istighfar makkk...istighfar pakkk...

Eittt ... Tunggu dulu ... Jangan suudzon dulu ... Mungkin bisa jadi ini alasannya 😍😘


Sebagai gambaran buku tersebut berisi tentang perjuangan pasangan muda untuk mendapat restu menikah dari para orang tuanya. Semua ceritanya berdasarkan kisah nyata. Jadi wajar ya kalau ada bapak-bapak atau emak-emak baca buku itu terus dicurigain mau minta nikah lagi? #eaaaaa...

Nah benar adanya buku ini termasuk bergenre remaja. Namun, ternyata sebagai orang tua yang ingin membuka wawasan luas tidak ada salahnya membaca buku ini.

Iya, mungkin dulu kita pernah muda dan berjuang untuk mendapatkan pasangan idaman kita. Dulu segala cara kita perjuangkan, sampai jungkir balik ada yang bela-belain mau masuk Farmasi. Padahal boro-boro masuk Farmasi, nilai kimia saja nggak pernah lebih dari angka 4. Belum lagi hasil psikotest yang selalu menyarankan untuk masuk jurusan bahasa atau IPS saja. Sudahlah ibarat pepatah bagai punguk merindukan bulan. Mimpi...!!!

Tapi percaya atau tidak justru cinta bisa mengalahkan segalanya, bahkan hasil psikotes pun bisa dipatahkan?! Nah, sebenarnya pelajaran berharga nih buat kita para emak-emak atau bapak-bapak yang punya anak (terutama anak gadis) yang nantinya beranjak remaja dan dewasa. Disini mulai sekarang kita harus benar-benar membekali diri tentang dunia remaja. Jangan sampai, alih-alih kita memberikan syarat yang berat malah menjadi boomerang bagi kita.

Ada juga cerita mas-mas patah hati karena calon yang di ajukannya selalu ditolak oleh orang tuanya, sampai niat banget mau minggat ke malaysia. Eh, bukan minggat tapi mau sekolah lagi. Demi apa? Demi melupakan patah hatinya karena calonnya ditolak oleh orang tuanya. #eaaaaa... 

Yang paling menyentuh kisah tentang lelaki yang pada akhirnya kecewa akan janji wanitanya. Bilangnya "Mau nunggu sampai 40 tahun", nggak taunya belum juga sampai 40 tahun, niat hati mau ngelamar apadaya malah dapat undangan. Ya iya kali mas...saya kalau jadi wanita emoh disuruh nunggu 40 tahun. Jangankan 40 tahun, 5 tahun aja kelamaan. Iyalah wanita kan butuh kepastian #eh...

Iya memang benar wanita butuh kepastian. Kenapa butuh kepastian? Karena di masyarakat kita masih ada istilah "Perawan Tua", yang identik dengan stigma negatif "nggal laku-laku".

Lalu apa jadinya kalau seorang wanita setiap hari sudah dibikin berbunga-bunga oleh seorang pria, namun pada akhirnya saat si pria diminta kepastian justru malah memberikan jawaban mengambang? Ah Nyeseg!!! Sakitnya tuh disini!!!

Saya yang sudah emak-emak sempat pakai acara nangis kewer-kewer, apalagi bacanya sambil dengerin lagu sheila on 7 Lapang Dada ...


Terus gimana dong kelanjutannya? Nggak jadi nikah gitu?

Meski sempat berkaca-kaca kewer-kewer baca ceritanya, tapi ada juga cerita yang bikin meringis-meringis saking serunya ...

Yah, semua ceritanya happy ending. Jadi nggak ada cerita kayak Cinta yang ninggalin tunangannya demi Rangga mantan pacarnya di film AADC2 #eaaaaaa... emak-emak baper ...
Sebenarnya baca buku ini jadi berasa bernostalgia, mengingat perjuangan mendapatkan izin agar diperbolehkan menikah dengan pasangan pujaan hati ...

Jadi ingat saat saya bersama suami mendengarkan lagunya sheila on 7 yang judulnya "Bapak-bapak", sepanjang lagu dinyanyikan kami cuma bisa meringis doang. Suami nyeletuk, "Ini kan laguku banget dulu pas mau ngelamar kamu".


Tak sampai di situ, dalam buku ini ternyata berkisah tentang pertimbangan seorang pria dalam meminang wanitanya dimana salah satunya dia berharap memiliki istri yang cantik. Namun, pada akhirnya atas berbagai pertimbangan, sang pria tetap melamar sang wanita ... Ah, so sweet...

Disini saya jadi banyak belajar untuk mempersiapkan bekal bagi anak-anak remaja kami kelak. Bahwa menjadi wanita, setidaknya mereka harus kami bekali dengan pondasi agama dan akhlak yang mulia.

Tak perlu sampai mengobral kecantikan sampai afgan (sadis) hanya kuatir tak laku, karena jodoh dari Allah tak akan tertukar ...

Selain itu saya juga jadi memiliki pandangan bahwa Rejeki Allah itu maha luas ... Buktinya di buku tersebut dikisahkan juga cerita seorang pria yang hampir tidak mungkin meminang wanitanya karena syarat mahar yang diajukan oleh calon mertuanya. Namun, atas tekad dan kemauan kuat juga jalan dari Allah tentunya, ternyata si pria mampu menyanggupi syarat mahar dari calon mertuanya.

Yah semua kisahnya berdasarkan kisah nyata ...
Buku ini patut dipertimbangkan untuk dimiliki ... Selain ceritanya yang menarik, menurut saya gaya bahasanya juga sangat ringan.

Buat saya emak-emak dengan dua balita cukup 2 malam saja saya bisa menelan habis isi buku ini. Seharusnya sehari pun bisa, dengan catatan pekerjaan lewat semua ... #eaaaaa...


Dari membaca buku ini, saya juga jadi bisa belajar melihat dari sudut pandang orang tua yang anaknya mau minta nikah.

Sebagai orang tua dengan dua balita, dimana kami selalu berusaha membahagiakan anak-anak kami, wajar saja jika kelak kami tidak ingin hati anak kami terluka. Semua orang tua pasti tak ingin anaknya disia-siakan oleh pendamping hidupnya kelak.

Jadi dengan membaca buku ini, saya berharap kami bisa menjadi sahabat untuk anak-anak kami. Agar kelak saat mereka dewasa kami bisa memiliki visi dan misi yang sama dalam menentukan calon pasangan hidup mereka.

Buku ini merupakan buku antologi, yang ditulis oleh beberapa teman penulis menjadi satu dan dibukukan bersama cerita perjuangan salah seorang penulis keren setenar mas Dwi Suwiknyo untuk bisa mendapatkan jodohnya lo.
Siapa sih mas Dwi Suwiknyo itu?
Belum tau?
Masak nggak tau? Padahal buku tulisannya udah banyak lo di Gramedia ...
Kalau masih belum tau cobah deh googling ...😎😄

Oh iya dimana sih kita bisa dapetin buku ini?
Buku ini sudah ada di seluruh toko buku Gramedia ...


So, selamat membaca
Selamat bernostalgia juga dengan pasangan
Sembari menentukan visi misi menentukan calon menantu idaman keluarga ...

5 comments:

  1. Hemmm kalau ada orang bilang kepada saya "Gan, Izinkan Kami Menikah ya" saya langsung bilang gini " Ya sudah nikah saja. sudah ada belum pasangannya? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya udah gan, cariin temennya calon pasangan kalau gitu. hahaha...

      Delete
  2. Dan lagi, mulut dan jari jadi nggak serampangan untuk ngomong, "Eh elu kapan nikah?" karena mana tau, orang itu lagi berjuang ke arah sana dengan cara yang teramat rumit :)

    Eh saya jadi nonton youtube-nya dulu, haha baru lihat klip-nya :D

    ReplyDelete