Monday, February 27, 2017

Ijinkan Saya Menyampaikan Suara Hati Saya Tentang (Buku) Pendidikan Seks Usia DIni #Sharing With Friends

Bismillahirahmanirrahim...
Jujur sebelum menulis tulisan ini saya banyak berpikir efek jangka panjang dari apa yang akan saya tuangkan disini. Sehingga bahkan untuk memulai menulis pun saya merinding dan banyak-banyak berdoa, semoga teman-teman tidak salah tangkap dengan apa yang saya tuliskan nantinya. Pasti sudah banyak yang tahu tentang buku anak-anak yang sempat heboh beberapa waktu lalu sampai ditarik karena dianggap vulgar. Banyak komentar yang dianggap membully dan menyudutkan, karena hanya membaca sekilas tentang isi buku tersebut.

Sunday, February 26, 2017

Main Sama-Sama atau Bersama-Sama Main? #Sharing With Friends

Selama ini, suami dan saya ingin agar anak-anak memiliki rasa berbagi yang kuat satu sama lain. Sehingga jika ingin membelikan sesuatu seperti mainan atau buku, kami membelikan satu agar bisa dipakai sama-sama. Faktanya dalam keseharian mereka jadi sering bertengkar dan berebut satu sama lain. Lebih parah lagi, saya hanya memberi solusi dengan menasehati mereka agar mau berbagi saat itu juga.

Main Sama-Sama atau Bersama-Sama Main?

Thursday, February 23, 2017

Belajar Membuat Desain Pembelajaran ala Keluarga Kami #BerprosesMenjadiLebihBaik

Jika merunut istilah Rumah adalah Madrasah utama untuk anak, dimana ibu berperan sebagai gurunya, dan ayah sebagai kepala sekolahnya, maka mau tak mau untuk membawa kemajuan bagi madrasah utama anak-anak kami, saya harus bekerja sama dengan suami untuk menentukan desain pembelajaran bagi keluarga kecil kami.

Wednesday, February 22, 2017

Ketika Gadget Merenggut Privasi Kita

Perkembangan jaman di era modern ini, terkadang membuat kita sangat terlena, dan tak menyadari bahwa ada banyak hal yang sudah terenggut dari kita. Jujur saat mulai menulis ini saya lagi-lagi merenung dan hampir meneteskan air mata. Alasannya sepele, tak lain tak bukan karena akhir-akhir ini saya mulai menyadari ada banyak hal yang sebenarnya bisa dibilang menjadi kemajuan di era kita, tapi bisa menyebabkan kemunduran bagi keluarga kami jika tak benar-benar saya sadari sejak awal. Seperti halnya peran gadget dalam kehidupan sehari-hari.

Tuesday, February 21, 2017

Tahapan Mengajarkan Balita Cebok Sendiri

Sudah sejak umur 2 tahun sebenarnya si kakak mulai saya ajarkan toilet training agar bisa lepas pampers. Tapi saya sendiri malah belum kepikiran buat mengajarkan si kakak belajar mandiri ke toilet sendiri, karena pikir saya masih kecil ini. Nanti, lama-lama juga bisa. Tapi terus saya dihadapkan pada kondisi dimana sering kali si kakak heboh minta antar ke toilet, disaat saya sedang sibuk dengan hal lain. Cukup bikin nelangsa, kalau pas baru saja saya memposisikan diri menyusui si adik, si adik belum juga kenyang nyusu, tiba-tiba si kakak heboh minta ke toilet. Dari situ akhirnya saya mulai mencoba mencari tahapan apa saja yang harus saya persiapkan untuk mengajarkan balita saya bisa cebok sendiri.

Kapan Kita Bisa Mulai Mengajarkan Balita Kita Cebok Sendiri

Monday, February 20, 2017

Berita Penusukan Mantan Kekasih, Menjadi Perenungan Kami Mendidik Anak Sesuai Fitrah

Pagi ini, saat membuka salah satu media sosial, dan sedikit tercengang kemudian merenung ketika membaca salah satu time line berita tentang penusukan remaja (perempuan) yang dilakukan oleh kekasih (laki-lakinya) di sebuah mall besar di Surabaya yang dilanjutkan dengan aksi usaha bunuh diri. What???

Naudzubillahimindzalik

Saturday, February 18, 2017

Kita Boleh Punya Mimpi Untuk Jadi Lebih Baik #BerprosesJadiLebihBaik

Saat menulis ini, saya sedang menghadiri sebuah acara farewell party seorang Manager yang akan berpindah tugas karena akan dilantik menjadi seorang General Manager (GM) sebuah perusahaan besar dan ternama di Indonesia. Disitu saya tersenyum sembari bermimpi, "Andai suatu hari suami ada di posisi tersebut" (Amin).


Friday, February 17, 2017

Saat Saya Terkunci di Dapur Karena Rasa Penasaran Kakak

Beberapa waktu lalu sebenarnya saya pernah mendapat cerita dari beberapa teman yang memiliki pengalaman terkunci di ruang lain karena keisengan anak-anaknya. Berulang kali saya ingin mengamankan kunci pintu antara dapur dan ruang tengah, tapi saya malah sering lupa. Hingga akhirnya saya benar-benar (tanpa sengaja) terkunci didapur, sedangkan dua balita saya berada di ruang tengah. Panik? Bingung?

Wednesday, February 15, 2017

Koreksi Diri Untuk Menjadi Ibu Profesional #Berproses Menjadi Lebih Baik

Setelah beberapa minggu saya mencoba berproses menjadi lebih baik, maka tidak ada salahnya saya harus mulai mengoreksi kembali tahapan-tahapan dan rencana-rencana yang sudah saya buat. Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya tentang fakultas atau jurusan di universitas kehidupan yang ingin saya pilih  adalah jurusan pendidikan menjadi ibu sekaligus istri yang baik bagi keluarga. Dimana ibu yang baik disini memiliki makna yang luas bukan hanya sekedar ibu yang bisa diandalkan oleh anak-anak juga suami untuk bisa mengerjakan semua tugas rumah, tapi juga sabar, sholehah, kreatif, bisa menempatkan diri, membanggakan, dan teladan. Untuk memulai proses menjadi ibu/istri yang baik tadi saya juga mulai menyusun beberapa jadwal rencana harian yang harus konsisten saya kerjakan, sebagai bentuk indikator keberhasilan saya.

Rencana Harian Saya Untuk Mendapat Indikator Keberhasilan Proses Saya Menjadi Ibu dan Istri yang Baik

Tuesday, February 14, 2017

Bersyukur Terlahir Menjadi Perempuan

Pernah tidak kita mendengarkan sebuah komentar, "Wah, anaknya perempuan semua ya? Nambah satu lagi laki-laki, biar pas! Biar ayahnya ada temannya!". Oh ya??? Seriously??? Apa salahnya memiliki anak perempuan semua? Apakah hanya memiliki anak perempuan menjadi sebuah hal memalukan? Lalu terkadang secara tak sadar, tertanam dibawah alam sadar kita harus berbondong-bondong berusaha memiliki anak lelaki. Bahkan banyak sekali artikel yang mengupas tentang, "bagaimana caranya agar kita mendapatkan bayi laki-laki". Ah kenapa saya jadi merasa seperti hidup di jaman raja fir'un, dimana saat itu ketika seseorang memiliki bayi laki-laki akan menjadi sebuah hal yang sangat membanggakan, berbeda ketika mereka melahirkan seorang bayi perempuan maka hal tersebut bisa menjadi hal yang sangat memalukan.

Monday, February 13, 2017

Berburu Handphone Buat Ngeblog dan Foto-Foto

Sebenarnya sudah lama sekali saya mencari informasi tentang gadget yang mumpuni untuk menulis blog via handphone. Sayangnya info yang saya dapat kurang begitu lengkap. Saya pun beberapa kali mencoba ngeblog melalu beberapa smartphone "pinjaman". Mulai dari samsung ACE 3, redmi 2, sampai iphone 5, iphone 6. Sayangnya dari beberapa merk tersebut kurang support hobby ngeblog saya. Nanti saya jelaskan alasannya dibawah. Sehingga saya mulai melirik 2 merk smartphone yang lagi booming, mulai dari iklan di tv sampai di medsos. Salah satunya saya mulai tertarik dengan ASUS Zenfone 3.


Sunday, February 12, 2017

Mencari Makna Sebuah Kebahagiaan

Adakalanya kita merasa jenuh menjalani aktivitas sehari-hari yang terasa datar. Sehingga terkadang hal yang datar tersebut cukup membuat kita merasa "tidak bahagia". Lalu kita mengeluh dan berusaha terus mencari kebahagiaan. Sayangnya semakin kita cari, semakin kecil kemungkinan kita bisa menemukannya...

Bahagia dengan Tertawa Bersama

Thursday, February 9, 2017

Terus Berproses Menjadi Ibu Profesional #Belajar Menjadi Lebih Baik

Menjadi ibu bukanlah sebuah perkara yang muda, karena ibu adalah salah satu pondasi keluarga yang berperan paling penting bagi lahirnya generasi selanjutnya. Saat ini ada banyak ibu didunia yang berlomba-lomba untuk menjadi lebih baik dari hari kehari, agar bisa memantaskan diri menjadi ibu yang teladan dan selalu bisa dibanggakan bagi anak-anaknya dan suaminya kelak. Saya pun masih harus banyak belajar.


Surat Cinta Untukmu Suamiku

Assalamualaikum wr. wb
(Salam sayang dan cinta selalu untukmu duhai kekasih hatiku)
Dear Suamiku,
Selamat Hari Lahir ya suamiku…
Selamat Ulang Tahun…
Panjang Umur, Sehat Selalu, Tetap jadi suami yang sabar untuk istrimu ini, jadi yayah yang hebat dan teladan bagi anak-anakmu, selalu jadi imam yang bisa mengajak kami dalam kebaikan, tetap setia sampai kapanpun, berlimpah rezekinya, makin meningkat karirnya, dan selalu dalam limpahan Barakah Allah SWT.


Tuesday, February 7, 2017

Plus Minus Liburan Keluarga Kesundulan

Ih...Vety mah gitu bilangnya (lagi) nggak ada duit, tapi ujug-ujug nanti sudah pelesiran kemana gitu. Saya sering tersenyum sendiri mendengar guyonan beberapa teman tersebut, dan biasanya sering saya aminkan karena siapa tahu guyonan teman saya tersebut bisa jadi doa baik untuk keluarga kecil saya. Kalau boleh jujur, suami dan saya sendiri bahkan jarang sekali merencanakan semua acara jalan-jalan kami. Alasannya, karena saat kami rencanakan justru jarang bisa terealisasi dengan banyak pertimbangan berat. Terutama untuk kami yang sekali bepergian setidaknya harus benar-benar memperhitungkan budget transportasi. Nah, jadi kira-kira apa saja sih plus minus yang harus dipertimbangkan saat akan berpergian ala emak kesundulan?

Baru Sebagian Saja Yang Nampak Barang Bawaannya
Aselinya Bisa 2x nya

Friday, February 3, 2017

Berproses Menjadi Ibu Profesional Bagi Keluarga #Belajar Menjadi Lebih Baik

Menjadi ibu profesional dalam keluarga agar menjadi kebanggaan suami dan anak-anak, tentu menjadi impian saya sejak lama. Namun, tak dipungkiri ada banyak kekurangan yang saya miliki. Sehingga saya harus terus belajar memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Untuk menjadi seorang ibu profesional dalam keluarga, saya mengibaratkan sedang menempuh pendidikan di Universitas kehidupan dimana saya akan mengambil sebuah fakultas atau jurusan menjadi ibu sekaligus istri yang baik bagi keluarga. Bagi saya, Ibu dan istri yang baik disini bukan hanya sekedar ibu yang bisa diandalkan oleh anak-anak juga suami untuk bisa mengerjakan semua tugas rumah, namun juga sabar, sholehah, kreatif, bisa menempatkan diri, membanggakan, dan teladan.

Ibu Profesional Seperti Apa Yang Di Harapkan Oleh Keluarga

Thursday, February 2, 2017

Menghemat Waktu Menyuapi Kakak Adik dalam Satu Piring

Saya dulu sering membatin jika ada seseorang yang menyuapi anak-anaknya menggunakan satu piring dan satu sendok secara bersamaan. Yang terlintas di benak saya nggak sehat dan saya jadi geli karena membayangkan ludah di sendok menjadi satu. Mohon di maklumi karena saya tumbuh di keluarga dimana ibu saya tidak membiasakan saya untuk minum dan makan di satu wadah gelas dengan alasan kesehatan. Alasan ibu saya sih masuk akal, biar kalo yang satu sakit, yang lain juga nggak tertular.

Awal MPASI Adik-Kakak Menggunakan Piring Masing-Masing