Monday, February 13, 2017

Berburu Handphone Buat Ngeblog dan Foto-Foto

Sebenarnya sudah lama sekali saya mencari informasi tentang gadget yang mumpuni untuk menulis blog via handphone. Sayangnya info yang saya dapat kurang begitu lengkap. Saya pun beberapa kali mencoba ngeblog melalu beberapa smartphone "pinjaman". Mulai dari samsung ACE 3, redmi 2, sampai iphone 5, iphone 6. Sayangnya dari beberapa merk tersebut kurang support hobby ngeblog saya. Nanti saya jelaskan alasannya dibawah. Sehingga saya mulai melirik 2 merk smartphone yang lagi booming, mulai dari iklan di tv sampai di medsos. Salah satunya saya mulai tertarik dengan ASUS Zenfone 3.



Hampir 2 tahun lebih sepertinya saya galau maju mundur ingin ganti merk smartphone. Awalnya kriteria saya simpel yang penting waktu dipakai mengambil foto anak-anak, si kamera phone bisa menangkap gerak anak-anak yang sangat lincah.

Kebetulan smartphone yang saya punya awalnya samsung ACE 3. Waktu awal memilikinya pertimbangan saya, yang penting bisa untuk bermain whatsapp, dan beberapa medsos lainnya plus mengambi foto.

Sayangnya saat saya mengambil foto anak-anak jika tidak buram hasilnya kebanyakan anaknya sudah tidak berada di frame hasil jepretan, karena keaktifan mereka. Jadi saya sering kehilangan momen penting mereka.

Sehingga saya mulai mencari smartphone dengan kriteria autofokusnya tidak boleh terlalu lama.

Saya pun sempat melirik iphone 6 lungsuran suami yang dulu dia dapatkan dari memenangkan sebuah event. Alasannya kemampuan mengambil fotonya keren, nggak perlu autofokus terlalu lama.


Tapi setelah saya mulai jatuh cinta dengan kegiatan ngeblog, beberapa kali ketika berada di jalan saya mencoba meminjam iphonenya untuk menulis/mengedit blog saya, ternyata kurang support.

Seperti biasa saya suka menulis blog melalui browser. Nah untuk iphone ini browser bawaannya bernama safari. Sayangnya saat saya gunakan menulis blog, hanya sampai paragraf tertentu saja tulisan saya berhenti. Ketika saya mencoba enter lagi untuk melanjutkan tulisan, sudah tidak bisa. Ternyata ini juga berlaku untuk iphone 5.

Hal ini sedikit berbeda dengan pengalaman saat saya ngeblog menggunakan samsung ACE 3, yaitu saya bisa menulis blog sampai berparagraf-paragraf panjangnya. Namun, sayangnya meskis bisa untuk menulis panjang, di layar hp yang nampak tetap hanya beberapa paragraf yang saya tulis diawal. Semisal saya sudah menulis hingga sampai paragraf ke 10, layar saya tetap stagnan berada di (sekitar) 4 paragraf awal. Sehingga bisa dibilang saya menulis blog sambil meraba-raba, berharap tidak ada typo menggunakan feeling. Mau tak mau nantinya saya harus edit-edit lagi melalui laptop. Hal yang sering susah saya lakukan karena kehebohan saya menghandel dua balita.

Lalu saat saya akan memutuskan membeli sebuah smartphone, ternyata saya dapat lungsuran handphone redmi 2 dari adik saya yang kebetulan sedang ingin ganti handphone baru yang mumpuni hobinya untuk bermain game.

Setelah saya coba-coba redmi 2 ini ternyata juga lebih mumpuni untuk ngeblog. Tapi kalau nggak salah waktu itu untuk huruf bold meskipun sudah saya tekan tetap tidak bisa berubah menjadi bold. Okelah buat saya tak masalah sebenarnya poin ini, toh jarang saya gunakan.

Untuk kamera pun menurut saya sudah oke, meskipun menurut saya hasilnya kurang "clear". Kalau ini mungkin karena redmi 2 yang diberikan adik saya sudah lama dan sering digunakan dia, jadi bagian kaca penutup lensanya kena keringat, minyak, dsb *mungkin lo ya...

Meski demikian saya tetap usaha bertanya ke beberapa teman blogger tentang hp yang sering digunakannya, apakah mumpuni untuk ngeblog?

Sayangnya beberapa teman kurang bisa memberikan jawaban memuaskan, alasannya mereka bahkan hampir tidak pernah sama sekali ngeblog lewat handphone. Ah...mungkin hanya saya saja yang aneh suka ngeblog pakai handphone.

Sayapun disarankan untuk download aplikasi blogger. Sehingga nantinya mau pakai handphone apapun saya bisa leluasa ngeblog melalui aplikasi tersebut. Sayangnya setelah saya baca beberapa ulasan reviewnya, saya justru menjadi kurang tertarik.

Hingga akhirnya saya kepepet, handphone redmi 2 milik adik saya harus saya kembalikan kepada adik, karena handphone barunya mengalami troubel. Sebagai kakak, saya kuatir dengan adik kalau tidak ada media telekomunikasi yang bisa digunakannya untuk sekedar menghubungi kami.

Baiklah dengan keputusan singkat saya segera berburu handphone dengan kriteria yang support hobi saya menulis blog, dan tentunya mumpuni untuk mengambil foto anak saya yang aktifnya luar biasa. Bonus lainnya, untung-untung kalau handphonenya tahan banting. Maklum ya emak-emak beranak balita, jangan sampai handphone gampang "heng" karena habis dibanting atau diinjak-injak tanpa sengaja oleh mereka -_-

Meski sempat ragu di awal, karena beberapa teman ada yang mengatakan ASUS nya sudah heng padahal baru beberapa minggu dibelinya, pada akhirnya saya tetap memutuskan membeli ASUS Zenfone 3 ZE520KL.

Aslinya sih saya naksir ASUS Zenfone 3 ZE552KL. Tapi apadaya budgetnya nggak support #eaaaaa...

Waktu itu cuma dikasih budget 3 juta sama suami, jadi cukupnya cuma buat ASUS Zenfone 3 ZE520KL yang dibandrol 3,9 jutaan waktu itu. Pokoknya budget 3 jutaan kan? 3 koma sekian nggak apa-apa asal nggak sampai 4 juta kan ya (modus!). 😅

Setelah saya cari-cari info dari beberapa komentar netizen di FP Asus, saya simpulkan memang ada beberapa tipe ASUS yang gampang heng karena processornya yang berbeda dengan Zenfone 3. Sedangkan tipe Zenfone 3 ini sudah berprocessor snapdragon, sehingga selain mumpuni untuk ngeblog, juga membuat handphone tidak mudah panas.

Untuk kameranya juga sudah oke karena sudah didukung dengan autofokus laser yang hanya membutuhkan 0,03 detik untuk mendapatkan fokus objek. Sehingga terjawab sudah kegalauan saya untuk memotret objek kakak adik yang sering aktif dengan keseruannya.

Iseng! Foto Apa Coba?
Sate itu buat diMakan Mak! Bukan di foto doang 😅

Bonus lainnya, terdapat finger print dibalik kamera yang ternyata dengan mengetuk 2x jari yang sidik jarinya sudah kita daftarkan bisa langsung membuka aplikasi kamera. Hal ini cukup membantu saya ketika harus cepat-cepat mengambil momen foto yang penting.

Wush wush wush segera ambil handphone, ketuk dua kali bagian belakangnya (fingerprintnya), langsung jepret! Nggak perlu bingung mencari-cari poisisi aplikasi kamera di handphone.

Dibanting-banting anak-anak? Ah jangan tanya... Ini temper (anti gores) yang sudah saya pasang di layar handphone sudah bocel-bocel nggak karuan, semoga handphone nya tetap kuat ya... Budget darimana lagi coba kalau harus ganti-ganti handphone lagi. *please deh ah -_-

So far saya belum menemukan kendala dengan handphone ASUS Zenfone 3 ZE520KL ini kecuali, bodynya yang mulus, sehingga saya sering terpeleset saat menggenggam body nya... *eaaaa... 😂😅

Oh ya meski demikian tidak bisa saya lakukan ketika ngeblog menggunakan handphone Zenfone 3 ZE520KL ini, yaitu meratakan sisi kiri kanan paragraph tulisan.

Jadi nanti ketika membaca ada tulisan di blog saya ini mungkin akan menemukan perbedaan kerapian di beberapa artikel. Jika menemukan tulisan dengan sisi kiri kanan lurus, artinya tulisan tersebut ditulis menggunakan laptop.

Sebaliknya untuk artikel yang tulisannya mirip dengan tulisan disini, pasti bisa menebak 😍😍😍

Tulisan ini ditulis menggunakan handphone ASUS Zenfone 3 ZE520KL

5 comments:

  1. waaah

    seru ya mbak..bisa posting lewat hape.. sy masih ngandelin Asus notebook buat posting blog 😉

    ReplyDelete
  2. Aku masih belum bisa Mbak ngeblog pake hapee, padahal jari2ku ga jempol semua wekekeke.
    Zenfone 3 emang ga hanya handal buat motret ya, mendukung banget aktivitas blogger.

    ReplyDelete
  3. Pinjem donk asusnyaaa hehe. Lagi nabung jg buat beli asus :D

    Heheh kelemahan nulis di hp emang gtu, tapi bisa dirapikan kalau udah ngadep leptop :D

    ReplyDelete
  4. Asyik deh udah punya hp baru. Saya butuhnya laptop baru malah

    ReplyDelete
  5. Ciyeee ciyeee... Hape baluuuu....
    Semoga bermanfaat ya hapenya... Semakin rajin ngeblog.. Aamiin..
    Aku juga pengen beli hape baru, karena ni hapeku gak ada 4g ternyatah..

    Selama ini aku malah ngeblog pake hape trz mak.. Jarang pake lepi.. Tetep sensasinya enak nulis di lepi. Entah kenapa kalo lepi inspirasinya ngaliiirr terus..

    ReplyDelete