Tuesday, February 14, 2017

Bersyukur Terlahir Menjadi Perempuan

Pernah tidak kita mendengarkan sebuah komentar, "Wah, anaknya perempuan semua ya? Nambah satu lagi laki-laki, biar pas! Biar ayahnya ada temannya!". Oh ya??? Seriously??? Apa salahnya memiliki anak perempuan semua? Apakah hanya memiliki anak perempuan menjadi sebuah hal memalukan? Lalu terkadang secara tak sadar, tertanam dibawah alam sadar kita harus berbondong-bondong berusaha memiliki anak lelaki. Bahkan banyak sekali artikel yang mengupas tentang, "bagaimana caranya agar kita mendapatkan bayi laki-laki". Ah kenapa saya jadi merasa seperti hidup di jaman raja fir'un, dimana saat itu ketika seseorang memiliki bayi laki-laki akan menjadi sebuah hal yang sangat membanggakan, berbeda ketika mereka melahirkan seorang bayi perempuan maka hal tersebut bisa menjadi hal yang sangat memalukan.


Terkadang disitulah kita lupa bersyukur... Terlepas dari gender anak yang terlahir dari rahim kita, diluar sana masih banyak pasangan yang bermimpi bisa menimang buah hatinya sendiri. Boro-boro mau usaha dapat anak perempuan atau anak laki-laki. Untuk mendapatkan satu buah hati saja mereka harus jungkir balik setengah mati. Iya saya pernah diposisi tersebut dan untuk dapa satu saja itu susah!!!

Oleh sebab itu sampai saat ini saya benar-benar bersyukur telah mendapat dua buah rejeki balita-balita cantik yang selalu tumbuh dengan sehat.

Dulu saya pernah di posisi ingin memiliki anak satu laki-laki satu perempuan, ya seperti kata orang biar pas. Terus udah, stop nggak mau nambah lagi! Pun juga suami pernah mengaku merasa "ah pasti seru" memiliki anak laki-laki di awal-awal bulan kehamilan saya yang pertama, hingga dia tersadar bahwa memiliki anak perempuan itu juga seru ketika dia mulai melihat sahabat dikantornya asyik mengumpulkan pernak pernik bayi perempuan untuk anaknya.

Semakin hari kami pun mulai menyadari ada banyak hal yang harusnya justru patut kami syukuri ketika kami diberikan amanah buah hati perempuan. Seperti sharing saya dengan suami di suatu malam dalam sebuah perjalanan menuju rumah.

M (Me); S (Suami)

M : Yah, apa kamu malu memiliki anak perempuan? Apa kamu akan merasa lebih bangga saat memiliki anak laki-laki?

S : Nggak, ngapain?

M : Oh, nggak kirain kamu pengen banget punya anak laki-laki! Kan kalau orang bilang anak laki-laki itu bisa jadi sahabat ayahnya, bisa jadi pelindung keluarganya! Ibu aja dulu selalu bilang sama aku, kalau anak laki-laki itu bisa jadi pelindung "harta" keluarga. Aku dulu sempat menyesal lo kenapa aku dilahirkan jadi anak perempuan, yang menurut aku perempuan itu nggak bisa dibanggakan seperti anak laki-laki. Sampai aku dulu obsesi banget kalau meskipun aku terlahir jadi anak perempuan aku juga nggak akan kalah dari anak laki-laki!

S : Lah ngapain gitu?

M : Nggak tau, kenapa gitu... untung aja sih dulu nggak sampai terjebak pengen operasi ganti kelamin. Huahahahahaha...

S : Mam, gini ya... Kamu itu harusnya bersyukur dan bangga terlahir menjadi wanita? Percaya atau nggak, sebagai lelaki adakalanya aku juga iri lo sama kamu!

M : Iri gimana? Apa yang bisa di iri kan dari aku?

S : Ya, coba bayangin kamu terlahir jadi wanita jadi kamu memiliki keistimewaan dari Allah untuk bisa merasakan kehamilan, lalu merasakan melahirkan, kemudian nikmatnya memberikan ASI kepada anak-anakmu. Dimana disana Allah memberikan rasa sayangnya kepada para wanita dengan memberikan pahala yang sangat besar disetiap prosesnya.

Sekarang coba bayangin kalau kamu jadi laki-laki bisa nggak kamu merasakan nikmat tersebut...

M : ...cuman diem... sambil mbatin, Ah iya sepertinya aku lupa untuk bersyukur!

S : Terus pernah berpikir nggak, menjadi lelaki itu memiliki tanggung jawab yang sangat berat! Kamu tak harus bersusah payah untuk mencari nafkah bagi keluargamu, sedangkan laki-laki dosa hukumnya jika membiarkan istri dan anaknya terlantar apalagi sampai kelaparan.

M : Ah iya juga... Kalau semisal aku jadi laki-laki, terus ditengah aku berkarya (bekerja) lalu aku bosan, aku nggak bisa seenak udelnya dong ya mau berhenti dijalan terus luntang lantung nggak jelas! Bayangkan aku termasuk orang yang terkadang gampang bosan, dan sering mudah menyerah. Apa jadinya kalau aku jadi laki-laki!

Lalu saya juga merenung, bahwa menjadi lelaki juga memiki tanggung jawab yang sangat besar, dimana satu lelaki bertanggung jawab menanggung dosa 4 perempuan, yaitu ibunya, istrinya, anaknya, dan saudara perempuannya.

Sebaliknya terlahir menjadi wanita memiliki keistimewaan bahwa dosanya akan menjadi tanggung jawab 4 pria, yaitu ayahnya, suaminya, anak laki-lakinya, dan saudara laki-lakinya.

Beruntungnya bagi saya yang terlahir menjadi perempuan...

Dari percakapan tersebut kemudian saya jadi banyak merenung, bahwa terlahir menjadi wanita itu juga sebuah keistimewaan. Sering mendengar sebuah istilah bahwa rumah adalah madrasah utama untuk anak, dimana peran ibu adalah sebagai gurunya dan ayah sebagai kepala sekolahnya. Hal sederhana, tapi memiliki makna yang dalam bagi saya.

Ya, secara tak langsung hal tersebut membuka pikiran saya bahwa bagaimanapun seorang wanita memiliki peran penting sebagai pemberi pondasi bagi generasi selanjutnya. Sehingga saat kami memiliki buah hati perempuan disitulah peran kami sebagai orang tua dituntut agar bisa menjadikan bayi perempuan kami tumbuh menjadi balita yang sehat, cerdas, sholehah, kreatif, dan selalu dalam limpahan barakah Allah SWT, karena sejatinya mereka sedang kami persiapkan untuk menjadi pondasi bagi generasi mereka selanjutnya.

Tambahan lainnya seperti yang saya tau dari salah satu guru les fisika saya dulu saat mengetahui seorang sahabat saya dua bersaudara perempuan semua, disitu beliau berkata, "Beruntungnya ayah kalian yang memiliki anak perempuan lebih dari dua yang semuanya berhasil dididik menjadi anak sholehah". Menurut beliau, seorang ayah yang berhasil mendidik dua atau lebih anak perempuan di jalan Allah SWT, maka mendapat jaminan surga.

Lagi-lagi saya bersyukur terlahir menjadi wanita. Oleh sebab itu saya sering merasa tak nyaman jika ada teman, saudara, atau kerabat yang berkata, "Nambah satu lagi, biar pas!". Yuk ah belajar untuk tidak membanding-bandingkan gender bayi kita. Sejatinya mereka terlahir sudah atas kehendak Sang Pencipta. Allah lebih tau yang tepat untuk kita.

Mau laki-laki atau perempuan sama saja, tinggal bagaimana kita fokus membesarkan dan mendidik mereka agar sesuai fitrahnya. Peran perempuan juga sangat penting dalam keluarga. Coba bayangkan tak ada perempuan didunia ini, apa jadinya? Begitu juga peran laki-laki dalam keluarga.

Hidup itu sawang sinawang, yang punya anak laki-laki pengen nambah anak perempuan alasannya lucu biar bisa dikasih pita dsb, padahal dibalik pita dsb tadi ada tanggung jawab berat kelak menjadikannya seorang ibu yang bertanggung jawab bagi generasi mereka selanjutnya. Sebaliknya yang punya anak perempuan maunya nambah anak laki-laki dengan alasan nanti laki-laki sebagai pelindung keluarga.

Saya sendiri bersama suami sepakat ingin memberikan pendidikan yang baik dan tinggi kepada anak-anak perempuan kami, sekalipun mungkin kelak mereka ingin mengabdikan dirinya dirumah untuk keluarganya. Bukan sebagai keren-kerenan, bukan juga sebagai bentuk emansipasi karena kami ingin anak-anak perempuan kami tak kalah dari anak lelaki. Namun, kami menyadari kelak mereka memiliki peran penting di keluarganya, dimana semua ilmu yang mereka dapat selama perjalanannya mencari ilmu tentunya tetap akan bermanfaat dimanapun mereka berada terutama bermanfaat untuk keluarganya.

Artikel ini ditulis oleh seorang ibu yang pernah merasa menyesal terlahir menjadi seorang bayi perempuan. Pernah bertanya dalam hati, "Kenapa Tuhan melahirkan aku menjadi perempuan, kalau aku jadi laki-laki pasti aku keren". Namun, pada akhirnya dia menyadari bahwa menjadi perempuan itu juga keren dan lebih istimewa.
Untuk dua gadisku yang masih balita, banggalah karena kalian terlahir menjadi perempuan dimana nantinya kalian memiliki peran sangat penting di keluarga dalam mendidik generasi kalian selanjutnya.

2 comments:

  1. Maakk... Harus tutup kuping dengan ocehan manusia2 lain... Smoga princesnya menjadi anak sholehah, tumbuh sehat.. Aamiin..

    ReplyDelete
  2. Apapun itu, kudu bersyukur ya mbaaa... laki... perempuan... yang dinilai adalah ketaqwaan dan kebermanfaatannya
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete