Menu

Sunday, February 12, 2017

Mencari Makna Sebuah Kebahagiaan

Adakalanya kita merasa jenuh menjalani aktivitas sehari-hari yang terasa datar. Sehingga terkadang hal yang datar tersebut cukup membuat kita merasa "tidak bahagia". Lalu kita mengeluh dan berusaha terus mencari kebahagiaan. Sayangnya semakin kita cari, semakin kecil kemungkinan kita bisa menemukannya...

Bahagia dengan Tertawa Bersama



Sejatinya seperti nasehat dari orang tua saya, bahwa kebahagiaan itu tak bisa dicari. Namun, bisa kita ciptakan... Jika kita ingin menemukan kebahagiaan bersama pasangan kita maka kita bisa menciptakan kebahagiaan tersebut bersama pasangan kita...

Bagaimana saya bisa bahagia kalau isi dompet saja hanya print-print an kertas ATM, begitu juga dengan isi ATM yang mungkin semakin tiris hari demi hari?

Ehm...apa iya kebahagiaan berbanding lurus dengan jumlah saldo ATM? Kalau saya pribadi melihatnya tergantung bagaimana kita menyikapinya ya...

Beberapa waktu lalu, ketika saya berencana akan menulis surat ucapan selamat ulang tahun untuk suami, kebetulan sekali pada saat itu juga saya mendapat tugas dari institut ibu profesional untuk menulis surat cinta untuk suami.

Hal yang sudah lama sekali jarang saya lakukan. Apalagi sejak kelahiran dua buah hati ditengah kami, yang ternyata cukup menguras banyak perhatian kami kepada mereka, sehingga banyak menguras waktu kami untuk sekedar menulis surat cinta.

Iseng-iseng pas bersih-bersih nemu ini...
Bukan surat cinta, tapi berasa berbunga-bunga bacanya 😍

Belum lagi era modern, mengirim whatsapp, BBM, dan medsos lainnya yang alih-alih agar terlihat romantis, malah terkadang serasa seperti hanya sekedar melakukan "kewajiban" rutinitas harian.

Lagi apa mam?

Lagi nyuapin anak-anak!

Atau

Lagi apa yah?

Oh ini, lagi makan siang.

Udah done gitu doang... Mau dilanjutin kadang sudah heboh bingung sama kegiatan masing-masing atau justru kuatir mengganggu aktivitas masing-masing.

Kalau nggak di sms/wa katanya nggak perhatian ... Giliran di sms/wa udah cuma gitu doang ... Nothing special ya kayaknya ... Hihihi ...

Pernah sih beberapa kali kirim whatsapp (sok) mesra sama buat suami, tapi tetap beda saja rasanya dengan kita mengirim surat 😍

Coba bayangkan bandingkan kalau kita sesekali kirim surat cinta kepada pasangan kita ...

Ternyata dibalik misi tersebut tersimpan sebuah makna. Yah, dengan menulis surat cinta kepada suami kami diharapkan bisa saling jatuh cinta lagi.

Sebuah tugas yang sebenarnya simpel, murah, tapi ternyata sedikit berat untuk dilaksanakan. Saya sendiri menulis surat sambil sembunyi-sembunyi, karena saya kuatir kalau kepergok suami nantinya malah diisengin, bisa batal rencana hadiah ulang tahun ala-ala pasangan romantisnya.

Simpel tapi ternyata cukup berkesan bagi kami. Saya sendiri tiba-tiba dapat respon menarik dibangunkan dengan ucapan romantis dipagi hari. Hal ini cukup membuat saya cukup berbunga-bunga... Tentunya memunculkan kebahagiaan diantara kami #uhuk...

Yah, dengan hanya menulis surat cinta, kami berusaha memupuk romantisme dan kebahagiaan...

Tak perlu kado mewah atau kue tart mahal, cukup sederet tulisan surat cinta untuk suami juga bisa membuat hari istimewanya lebih berkesan. Bagaimana tidak berkesan, kalau saya nulisnya saja sambil dag dig dug maju mundur 😝

Nah, jadi kalau masih ada yang jungkir balik iri dengan kebahagiaan orang lain perlu dipikirkan lagi... Mau bahagia yang seperti apa tentunya?

Ah iri, lihat temen-temen yang bisa jalan-jalan keliling sama keluarganya?
Padahal kita juga tidak tahu, bisa jadi sebelum jalan-jalan mereka bela-belain mantengin internet cuma demi dapat tiket pesawat dan penginapan promo. Bisa jadi sehari-harinya mereka bukan tipe yang suka shopping, jadi duit buat shopping bisa dialihkan untuk akomodasi jalan-jalannya.

Atau iri sama teman-teman yang bisa keliling dunia? Nah, kita tak pernah tau usaha apa saja yang sudah mereka lakukan? Apa saja yang sudah mereka korbankan? Bisa jadi mereka punya bisnis, yang bahkan untuk mempunyai waktu luang saja susah. Sehingga adakalanya mereka butuh menghabiskan waktu jalan-jalan bersama keluarganya sebagai penebus waktu mereka yang hilang bersama keluarga sehari-harinya.

Semakin kita merasa iri, maka justru semakin kita akan merasa tidak bahagia. Sebaliknya mensyukuri apa yang sudah kita punya justru bisa mendatangkan kebahagiaan dihati kita.

Tak perlu kita terlalu memandang ke atas, atau kepo mengintip rumputnya tetangga, karena sejatinya kebahagiaan itu tumbuhnya dari diri kita sendiri.

Jika rumput tetangga bisa hijau, rumput kita pun pasti bisa lebih hijau. Hanya tinggal bagaimana cara kita menumbuhkan rumput dihalaman kita menjadi hijau. Jika pun tak bisa menumbuhkan rumput hijau kita bisa cari alternatif lain dengan menjadikan halaman rumah kita ber-paving atau ber-lantai "keramik". Simpel bukan?😘😍

4 comments:

  1. Aaahhh surat cintaaaa, ini kami banget pas jaman SMA sekolahnya beda. Hihihi. Jaman blm ada gadget, pesan cintanya masih bisa disimpan ya mba Vety. Suka senyum2 kl gak sengaja nemu. Bahagia selalu yaaa.

    ReplyDelete
  2. ya Allah mbak..pas banget ini...tulisannya
    makjleb jleb deh

    makasih udah ngingetin

    ReplyDelete
  3. Duuh, thankies mbaa, postingannya, ini reminder banget nih buar dirikuuu
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Hahaha, iya nih, hari2 dah terasa 'terlalu biasa', apalagi kalo anak udah 3. Jadi pengen bikin surat cinta lagi...

    ReplyDelete