Tuesday, February 7, 2017

Plus Minus Liburan Keluarga Kesundulan

Ih...Vety mah gitu bilangnya (lagi) nggak ada duit, tapi ujug-ujug nanti sudah pelesiran kemana gitu. Saya sering tersenyum sendiri mendengar guyonan beberapa teman tersebut, dan biasanya sering saya aminkan karena siapa tahu guyonan teman saya tersebut bisa jadi doa baik untuk keluarga kecil saya. Kalau boleh jujur, suami dan saya sendiri bahkan jarang sekali merencanakan semua acara jalan-jalan kami. Alasannya, karena saat kami rencanakan justru jarang bisa terealisasi dengan banyak pertimbangan berat. Terutama untuk kami yang sekali bepergian setidaknya harus benar-benar memperhitungkan budget transportasi. Nah, jadi kira-kira apa saja sih plus minus yang harus dipertimbangkan saat akan berpergian ala emak kesundulan?

Baru Sebagian Saja Yang Nampak Barang Bawaannya
Aselinya Bisa 2x nya

Yah, sebenarnya budget memang sebuah hal yang sering menjadi pertimbangan kami jika ingin berpergian.

Salah satunya untuk tiket pesawat, dimana usia kakak kini sudah mencapai angka 3 tahun lebih, sehingga mau tak mau kami harus menyiapkan budget setara 1 tiket pesawat lagi jika ingin berpergian bersama.

Namun, meski demikian saat saya perhatikan bersyukur masih ada maskapai penerbangan yang belum menerapkan harga tiket full untuk kakak.

Selama ini saya sering berburu dan memperhatikan 3 harga tiket maskapai penerbangan yang paling terkenal di Indonesia, yaitu citilink, lion air dan Garuda Indonesia.

Dari hasil iseng-iseng mantengin tersebut beberapa waktu lalu saya mendapatkan hasil bahwa untuk harga tiket kakak jika saya memilih maskapai citilink maka kebijakannya masih belum harus membayar full 100% *semoga saya tidak salah.

Hal ini tentu berbeda dengan harga tiket yang ditawarkan oleh lion air dan garuda yang memang sudah menetapkan kebijaksanaan membayar full.

Sebenarnya full atau tidak full nya harga tiket tidak menjadi masalah bagi kami, karena yang utama adalah perburuan harga tiket murah meriah.

Selain tiket murah meriah, kami juga selalu mempertimbangkan track record maskapai. Sebisa mungkin kami menghindari maskapai yang terkenal dengan track record sering delay atau meninggalkan penumpang tanpa aba-aba *kebetulan suami saya pernah memiliki pengalaman ditinggal pesawat saat sesaat ke toilet sebentar sembari menunggu jadwal keberangkatan. Ternyata tanpa sepengetahuan suami dan temannya gate keberangkatan dipindahkan.

Dengan pertimbangan tersebut tentu akan menyulitkan kami jika harus berpindah-pindah gate dengan mengajak bawaan segambreng plus dua balita.

Untuk harga tiket, adakalanya saat kami benar-benar merencanakan perjalanan kami justru jarang sekali kami menemukan harga tiket promo. Berbeda saat kami berpergian dadakan justru biasanya malah mendapat harga promo.

Begitu juga dengan budget penginapan. Meski anak-anak masih balita, ternyata beberapa penginapan menetapkan kebijakan berbeda-beda. Untuk hotel kelas backpacker biasanya ada beberapa penginapan yang menetapkan biaya tambahan untuk balita. Beberapa ada yang menerapkan balita dibawah usia 5 tahun sudah kena biaya tambahan. Namun, ada juga yang menerapkan biaya tambahan hanya untuk usia mulai 8 tahun.

Disitu terkadang yang membuat saya harus benar-benar jeli membaca syarat dan ketentuan kebijakan kamar hotel. Jangan sampai niat hati mencari hotel dengan harga ramah justru setara dengan harga hotel berbintang karena harus menambah biaya tambahan bagi 2 buah hati kami.

Selain biaya, untuk penginapan juga perhatikan kebijakan membawa balita. Beberapa penginapan sepertinya ada yang memberlakukan kebijakan tidak memperkenankan membawa anak dengan usia tertentu. Biasanya ini kebijakan untuk beberapa hotel dibawah bintang 3.

Tambahan lainnya untuk pertimbangan reservasi hotel, yaitu kamar yang bebas asap rokok. Beberapa hotel biasanya memiliki kamar dengan lantai bebas asap rokok. Sedikit ribet sepertinya, namun dengan membawa balita hal ini memang patut menjadi pertimbangan, mengingat bahaya residu asap rokok yang tertinggal di perabot kamar bisa menyebabkan bahaya perokok pasif sekunder.

Setelah pertimbangan biaya transportasi, hotel, biasanya pertimbangan budget makan. Jangan sampai tiket transportasi sudah dapat, reservasi hotel sudah oke, nanti ditempat tujuan kita harus menahan lapar karena tidak menyediakan budget untuk makan. Ya kali lupa? πŸ˜‚πŸ˜…

Masalahnya kalau kita yang dewasa bisa tahan lapar dengan ganjal roti sana sini berbeda dengan para balita.

Sedikit terlihat ribet memang, mungkin akan berbeda dengan saat kami belum mendapat buah hati dimana jika kami ingin berpergian kesuatu tempat kami cukup bisa pergi sesuka hati tanpa memikirkan ini itu.

Lupakan Niat Mau Foto Kekinian Berdiri Diatas Ayunan
Ala ABG
Bagaimana dengan mengikuti tour travel dengan jadwal yang sudah ditentukan?

Sementara kami belum berani mengikuti. Seorang teman pernah memastikan harusnya tidak masalah. Namun, mengingat biasanya tour travel tersebut terikat waktu yang sudah dijadwalkan maka mau tak mau sedikit menyulitkan bagi kami, yang terkadang harus dihebohkan dengan keinginan kakak ke toilet, atau si adik yang sekedar pup di pampersnya.

Meski terkesan heboh, tapi ada banyak keseruan yang tidak bisa kami lewatkan bersama. Ada banyak cerita yang kami dokumentasikan bersama mereka.

Beberapa waktu lalu, saya dan suami mencoba membuat list daerah mana saja yang pernah dikunjungi kakak adik, ternyata cukup banyak dibanding dengan pengalaman kami saat seumuran mereka.

Oh iya satu hal, yang memang terkadang membuat kami galau adalah budget untuk oleh-oleh. Seringnya dadakan, sehingga tentu budget yang kami bawa benar-benar "pres". Sesekali suami selalu mengingatkan saya untuk tidak terpaku pada oleh-oleh, karena niat kita jalan-jalan buat refreshing bukan niat cari oleh-oleh #eaaaaaa πŸ˜‚πŸ˜…

Jadi untuk kerabat, teman-teman dan saudara-saudara mohon dimaafkan jika adakalanya kami berpergian tanpa membawa oleh-oleh, karena adakalanya kami membawa budget ngepress

Kecuali mungkin jika ada yang berkenan berbaik hati menambah uang saku untuk membelikan oleh-oleh, Insya Allah kami nggak nolak #modus πŸ˜‚πŸ˜…

Nggak nolak lagi, kalau ada yang kasih endorse penginapan hotel berbintang gratis plus tiket pesawat gratis buat keluarga kesundulan macam kami yang kemana-mana sudah seperti bawa rombongan sirkus. Hehehe... πŸ˜πŸ˜…πŸ˜

Uwooo modusnya kebanyakan πŸ˜‚πŸ˜…

Oke jadi seperti itulah plus minus liburan kami. Mumpung masih balita, kebetulan si adik tiketnya belum bayar full, jadi kalau bisa dimaksimalkan. Nanti kalau sudah pada gede, budget hotel bisa jadi 2x juga kan πŸ˜…

2 comments:

  1. KAlau urusan oleh-oleh, saya dan suami termasuk cuek. Untuk diri sendiri aja jarang bawa oleh-oleh hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya tuh, aku mau belajar cuek...hehehe

      Delete