Monday, April 3, 2017

Aliran Rasa Mengikuti Institut Ibu Profesional (Kelas Matrikulasi)

Setelah kurang lebih 9 minggu saya mengikuti kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional, ada banyak hal yang saya dapatkan disana. Salah satu diantaranya adalah, saya jadi benar-benar menyadari bahwa menjadi orang tua adalah tentang belajar seumur hidup.


Sepertinya memang terkesan sederhana saat pertama kali mengikuti kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional tersebut. Beberapa mungkin akan berpendapat "Ah itu kan hanya teori! Gimana prakteknya?!"

Tentang belajar seumur hidup bisa dilihat di : Fakultas di Universitas Kehidupan #Belajar Menjadi Lebih Baik

Faktanya justru saya merasa dari semua materi dan tugas NHW (Nice Home Work) yang diberikan oleh Institut Ibu Profesional melalui para fasilitator membuat saya banyak berpikir dan merenungkan semuanya. Sehingga mau tak mau saya mulai belajar untuk melakukan perubahan sedikit demi sedikit.


Saya akui, perubahan yang saya lakukan tidak langsung instan. Tetapi yang saya garis bawahi bukanlah tentang hasilnya melainkan proses yang saya jalani sejak awal di kelas matrikulasi tersebut.

Ada banyak calon ibu dan ibu hebat disana. Sehingga mau tak mau aura hebat itulah yang membuat saya sedikit banyak mau ikut bergerak melakukan perbaikan ke arah lebih baik, dengan belajar dari mereka.


Secara spesifik sebenarnya apa saja yang saya dapat dari kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional?
Saya akui dulu saya orang yang sering merasa tidak berguna dengan memilih porsi karir menjadi ibu rumah tangga. Tetapi melalui kelas IIP ini hidup saya jadi terasa lebih "berisi". Tidak ada lagi istilah merasa tidak berguna, karena saya telah diajarkan untuk mengenali potensi kuat saya, sehingga saya bisa lebih memahami apa makna saya terlahir di dunia ini. Saya pun merasa diarahkan untuk menjadi seorang ibu dan istri yang profesional dalam keluarga saya.





Ada banyak hal yang saya pelajari disana diantaranya belajar untuk membuat desain pembelajaran keluarga yang sesuai dengan keluarga kami. Disini sebenarnya jadi lebih memantapkan visi misi keluarga kami tentang Rumah adalah Madrasah Utama Anak, Ibu memiliki peran penting sebagai Guru, dan ayah memiliki peran yang tak kalah penting sebagai kepala keluarga.



Dengan porsi saya memilih peran sebagai ibu rumah tangga, saya juga belajar banyak bahwa menjadi ibu rumah tangga itu bukan hanya sekedar urusan "dapur" dan "daster" saja. Tetapi ada makna mendalam dibalik hal tersebut. Saya jadi belajar lebih memaknai istilah Manager Keluarga agar bisa menjadi Manager Keluarga Yang Andal.


Saya pun mendapat pelajaran dari sudut pandang bahwa menjadi ibu rumah itu juga tetap bisa produktif. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan mengenal potensi kuat dan potensi lemah kita.


Dengan menjadi produktif maka setidaknya saya mulai bisa menggambarkan apa misi hidup saya bersama suami dan keluarga kecil kami. Tentang hal tersebut bisa dilihat di : MISI HIDUP dan PRODUKTIVITAS #Berproses Menjadi Lebih Baik

Setelah semua tahapan yang sudah saya lalui tersebut maka setidaknya setelah saya mulai melakukan proses ke arah lebih baik, setidaknya saya pun berharap bisa belajar ikut menebar kebaikan dengan berubah menjadi ibu sebagai agen perubahan.


Jadi jika saya diminta mengungkapkan bagaimana perasaan saya setelah mengikuti 9 minggu kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional,
Saya mendapatkan banyak energi positif dari kelas tersebut,
karena saya jadi memahami bahwa :
Menjadi Orang Tua itu Tentang Belajar Seumur Hidup.

Selain itu saya merasa,
Relung jiwa yang dulunya kosong karena adanya perasaan useless jadi lebih berisi,
Sehingga tidak mudah kecewa
 Dengan terisinya perasaan relung jiwa yang kosong maka,
Lebih banyak rasa syukur menjalani keseharian,
Hidup Lebih Berwarna Cerah Ceria
Agar selalu Bahagia.



No comments:

Post a Comment