Tuesday, April 18, 2017

Serius Gen Halilintar Ke Surabaya Mei 2017 ???

Duh... mimpi apa saya bulan mei 2017 ini gen halilintar mau datang ke surabaya. Sudah lama sekali saya mendengar tentang keluarga gen halilintar, dan dibuat takjub oleh cerita kehidupan mereka. Dari situ saya bermimpi andai saya bisa mendengar sharing dari mereka bagaimana cara agar bisa mengkondisikan keluarga mereka tetap selalu kompak.


Lama melupakan mimpi tersebut, saya sendiri berusaha memperbaiki diri dari hari ke hari demi mencapai goal visi misi keluarga kami bersama suami. Salah satunya dengan mengikuti tahapan kelas matrikulasi di Institut Ibu Profesional. Sebagai gambaran dalam kelas tersebut saya belajar banyak hal, salah satunya belajar menjadi seorang ibu baik yang profesional.

Selama kurang lebih 9 minggu sesi kelas matrikulasi berlangsung, hingga akhirnya kelas pun berakhir, dan pengumuman kelulusan diumumkan. Alhamdulillah saya lulus #horeeeee...😍


Nah, agar lebih mantab ternyata pihak Institut Ibu Profesional berencana mengadakan wisuda kelulusan bagi peserta kelas matrikulasi batch 3 yang kemungkinan akan digabung dengan peserta batch 2. Kami pun antusias menyambut rencana tersebut. Sehingga dibentuklah panitia wisuda Institut Ibu Profesional.

Dengan berbagai pertimbangan dan nasehat dari suami, saya pun mencoba memberanikan diri mengambil posisi ketua panitia wisuda tersebut. Tak ada niat lain selain ingin belajar untuk terus berproses menjadi seorang ibu profesional.

Lalu kemudian saya diberi kabar bahwa wisuda Institut Ibu Profesional (Surabaya) kali ini akan mendatangkan Ibu Lenggogeni yang merupakan ibu dari 11 anak gen halilintar.

JRENGGGGGGGGGGG... *langsung mau pingsan rasanya*

Habis pingsan langsung buru-buru bangun, berdiri lagi... hahaha...
Lah apalah saya, ternyata tamu yang diundang sekelas artis...
"Duh bisa apa nggak ini handel semuanya...?", begitu kira-kira pertanyaan-pertanyaan yang terus muncul dikepala saya...
Beruntung suami selalu support saya dari belakang...
Ya, saya tidak akan tahu jawaban bisa atau tidaknya selama saya belum mencoba...

Tak hanya dari suami, saya pun selalu mendapat support dari para fasilitator saya dan teman-teman koordinator mingguan di kelas SBM 2...
Duh terharu saya jadinya...

Beberapa hal yang terus saya pelajari sampai saat ini,
Mengambil porsi menjadi ketua panitia bukan hanya tentang bagaimana memimpin sebuah tim, tetapi tentang bagaimana saya harus berani mengemban sebuah tanggung jawab besar yang kemungkinan akan timbul dengan segala resiko yang ada.

Ah kemudian saya jadi ingat ketika dulu saya disiapkan untuk menjadi seorang apoteker sebuah apotek, maka secara tidak langsung saat itu saya sedang disiapkan untuk menjadi seorang leader dalam apotek yang harus menanggung semua beban tanggung jawab yang ada di apotek.

Duh, ternyata berat jendral...
Ya iyalah berat... kalau nggak mau berat ya duduk aja sambil otang-otang di rumah jangan ngapa-ngapain 😑😒 
Ngurus anak dan suami untuk memanajeri keluarga saja sudah berat, apalagi ini memanajari sebuah tim yang bahkan bisa jadi kita sering silang pendapat. Rasanya tuh pengen nangis aja...hahaha...😂😂😂

Kalau boleh jujur, setiap hari saya selalu mensounding diri dengan kalimat "Saya pasti bisa, semua akan baik-baik saja, acara akan berjalan seperti rencana."
Saya pun hanya bisa percaya, bahwa "Selama niat saya mulia, maka akan selalu ada cara untuk mencapainya."
Bismillah... Allahu Akbar...

Oke, jadi selama sebulan kedepan ini saya mohon dimaklumi ya, jika tulisan blog saya sedikit sering bolong-bolong. Bisa jadi mungkin saya sedang jungkir balik mempersiapkan dan mengkoordinasikan segalanya agar berjalan sebagaimana mestinya.

Ah jadi ingat cerita pagi tadi (kemaren pagi)...
Kebetulan perut saya sudah 2 hari ini tidak nyaman. Jadi saya pagi itu bolak balik masuk kamar mandir. Seperti biasa suami sudah heboh tereak-tereak dari luar kamar mandi kuatir kesiangan karena kami mau urus ini itu diluar. Salah satunya mau ke samsat.
Kami pun buru-buru keluar rumah, dan "jeprettt..." tiba-tiba pintu rumah kekunci dari dalam karena kunci pengait dari dalam nyantol 😐

Sempat panik, tapi kami sepakat melupakan kondisi pintu rumah dulu, karena kami lebih kuatir list urusan kami tidak selesai.

Seharian kami diluar, hape saya sudah centang centing nggak karuan. Apalagi kalau bukan rapat online tim wisuda. Sayangnya lagi-lagi saya baru sadar kalau bawa power bank tapi nggak bawa kabel charger. Duh nasib, mau pulang juga nggak mungkin karena rumah kekunci dari dalam. Beli juga kabelnya terhitung masih mahal karena jenis colokannya yang USB C yang masih nggak umum 😓

Setelah maghrib, kami masih diluar rumah. Duh ini urusan apa sih mulai jam 10 pagi kok ya nggak kelar-kelar 😥
Baterai pun mulai melemah 😭

Duh tim panitia dan SC sudah teriak-teriak manggil di grup buat menentukan ketuk palu harga HTM yang akan berlaku. Chat sudah ratusan, ini hape kok ya pas baterai menipis. Kalau saya buka nanti pas tengah-tengah baca atau diskusi lalu tiba-tiba saya menghilang karena baterai habis kan nggak lucu 🙈

Kepala ini rasanya campur aduk...huhuhu...
Tapi berusaha tenang...
Kalau kata orang, "Selowwwww selowwwwwww..." (baca : slow) 

Jadi beneran nih Gen Halilintar mau ke Surabaya?
Insya Allah rencananya iya, ibu lenggogeni dari Gen Halilintar bersama dua anaknya akan datang mengisi acara sebagai narasumber di wisuda Institut Ibu Profesional Surabaya, yang juga dibuka untuk umum.
Tanggalnya, Insya Allah fix Tanggal 14 Mei 2017
Tempatnya masih menyusul
HTM nya, juga masih menyusul.

Ditunggu dengan sabar ya releasenya...
Tapi yang jelas kuota peserta terbatas.

Insya Allah nanti info (fliyer) nya akan segera saya release di ig saya @vety_fakhrudin
Doakan saya ya teman-teman...
Doakan acaranya sukses...
Yang penasaran dan tertarik ikut acaranya atau mau jadi sponsor juga bisa menghubungi saya, baik melalui kontak ig saya, ataupun kontak yang tercantum dalam blog saya ini.
Langsung ke kontak saja ya, sementara jangan tanya di kolom komen, kuatir slow respon.

Terimakasih 😙😘😚

No comments:

Post a Comment