Wednesday, May 31, 2017

Eciyeee... Sepertinya Suamiku Cemburu...

Eh... Sepertinya suami saya lagi cemburu nih... Serius???

Jujur, akhir-akhir ini saya sering menangkap sinyal suami lagi cemburu berat sama hobi menulis saya. Kok tau? Ya tau saja. Pakai feeling sih. Hehe...

Eciyeee... Yang Cemburu, Diajak Ngobrol Pura-Pura Lihat Kaca 😜

Tuesday, May 30, 2017

Diary Catatan Saat Anak Sakit

Setelah hampir seminggu baik kakak maupun adik badannya panas tiap malam, dan sudah dua kali suami dan saya membawanya ke dokter, ternyata belum ada perubahan yang signifikan.


Kamis itu, akhirnya kami sepakat membawanya ke UGD, dengan alasan tanggal merah, praktek dokter libur semua.

Monday, May 29, 2017

Strong Saat Anak Sakit

Setelah beberapa hari disibukkan dengan banyak kegatan yang super padat, hingga beberapa kali baik si kakak maupun adik sering protes, akhirnya saya bisa sedikit selonjoran. Begitu juga dengan anak-anak yang selama ini mau tak mau harus mengikuti kehebohan saya, akhirnya juga bisa ikut selonjoran. Seperti biasa, si kakak pun menagih jalan-jalan kepada kami di akhir pekan kami. Bermain air di taman kota, itu pilihan mereka saat itu.

Sunday, May 28, 2017

Tentang Sebuah Kejujuran dan Saling Percaya (Part-2)

Jadi, setelah suami cerita kronologis kemana, untuk apa, dan dengan siapa ke TP? Terjawab sudah apa yang menjadi kekhawatiran ibu sampai menghebohkan saya di pagi hari yang cerah itu.





Saturday, May 27, 2017

Tentang Sebuah Kejujuran dan Saling Percaya

Siang itu, tiba-tiba ponsel saya berbunyi. Terlihat nomer ibu di layar ponsel. "Halo, bu... Iya?" Begitu jawab saya di telepon. "Kamu dimana?" begitu tanya ibu di seberang telpon. Saya langsung buru-buru mengingat apa saya belum bilang ke ibu kalau minggu itu tidak pulang ke rumah. Baru saja saya mengingat, kalau seharusnya saya sudah ijin ibu tidak bisa pulang minggu itu. Tiba-tiba ibu bertanya lagi, "Semalam suamimu kemana?"


Friday, May 26, 2017

Belajar Jujur dari Hal Paling Sepele Kepada Anak

Beberapa hari ini kakak dan adik sedang saking berjama'ah. Entah kenapa keduanya panas badannya cukup tinggi. Si kakak yang awalnya tiba-tiba suhu badannya 39,2°C disusul oleh si adik yang juga saat tidur malam suhu tubuhnya menjadi berada di kisaran 39°C. Kuatir? Tentu... Tapi saya berusaha tenang.

Thursday, May 25, 2017

Rambut Sehat Tertutup Hijab

Dulu sebelum memutuskan menggunakan hijab, seringkali saya ragu dan was-was apakah saya akan sanggup terus menggunakan hijab mengingat cuaca di tempat saya tinggal panasnya sangat mencetar. Jangankan berhijab, saat itu sekedar berambut panjang saja cukup membuat gerah. "Nanti saja, kalau saya sudah siap kepanasan baru saya berani berhijab, daripada nanti sok-sok an berhijab tapi malah bongkar pasang" begitu pikir saya.

Wednesday, May 24, 2017

Masih Tentang Innerchild

Entahlah sudah berapa kali saya dan ibu berdebat, hanya karena hal-hal sepele yang berakhir menjadi besar. Saking seringnya saya selalu berusaha untuk tidak memberikan pembelaan walaupun saya merasa benar. Namun adakalanya saya benar-benar ingin dipahami oleh ibu saya, layaknya ibu lain yang bisa memahami perasaan anak-anaknya.

Tuesday, May 23, 2017

Tetap Semangat Menulis

Menulis adalah salah satu hal yang paling saya sukai, karena dengan menulis saya bisa melepas semua beban yang ada di pikiran. Selain itu dengan menulis saya juga bisa berbagi banyak hal, sehingga tak ada lagi istilah merasa tak berguna. Bisa dibilang menulis bisa membuat hidup menjadi semakin berwarna.

Monday, May 22, 2017

Belajar Melepaskan Innerchild Yang Terluka

Kurang lebih sudah hampir 2 minggu lebih, setelah kami membagi kue tart syukuran keberhasilan kami memberikan ASI selama dua tahun untuk si adik. Saat itu seperti biasa kami berusaha memikirkan apa yang bisa kami berikan untuk ibu menjelang hari pergantian usia beliau sebagai ungkapan terimakasih kami. Lama memikirkan, akhirnya kami memutuskan untuk memberi kue tart yang sama persis dengan milik adik, alasannya simpel karena selama 2 minggu tersebut ibu beberapa kali menagih meminta saya untuk membelikan kue tersebut.



Sunday, May 21, 2017

Ya Allah, Izinkan Aku Menulis

Seringkali saat akan menulis, saya terpaku lama didepan layar memikirkan apa yang harus saya tuliskan. Berulang kali ketika sudah menuliskan beberapa kata menjadi kalimat, saya bur-buru menghapusnya, karena merasa tidak sreg dengan apa yang akan saya tulisan. Lalu saya mbatin, sebenarnya saya mau nulis apa sih. Hingga akhirnya ketika saya buntu ide, tidak tahu harus menulis apa, muncullah ide hastags #YaAllahIzinkanAkuMenulis. Sepele tapi bermakna buat saya.

Saturday, May 20, 2017

Destinasi Wisata Terbaik di Bandung, Wajib Dikunjungi

Berwisata bersama keluarga tentu menjadi harapan kita. Sayangnya seringkali kita bingung menentukan destinasi wisata bersama keluarga. Namun, kini kita tak perlu kuatir soal destinasi wisata. Seperti yang kita ketahui, Bandung adalah salah satu tempat yang tidak pernah kekurangan lokasi untuk dikunjungi. Setiap tahun selalu ada spot wisata baru yang muncul, selain tempat-tempat lama yang sudah legendaris di Kota Kembang ini.

Beberapa tempat menarik ini biasanya masuk dalam paket wisata Bandung. Liburan singkat atau panjang, Wisata Bandung terbaik di Traveloka ini wajib kita masukkan ke dalam list travelling nanti.

Gunung Tangkuban Perahu

Sumber : wisatania(dot)com

Friday, May 19, 2017

Jangan Jadi Orang Ke Dua

Sering kali kita melihat sebuah keluarga yang harmonis dan kompak serta menginspirasi kita. Sehingga dalam benak kita menyimpan mimpi kelak ingin seperti mereka. Kita pun berusaha sebisa mungkin mencontoh, menjiplak semua yang dilakukannya, hingga akhirnya bisa jadi kita menjadi stres dengan standart yang kita tentukan sendiri atas yang kita lihat dari keluarga lain. Beberapa waktu lalu saya mendapat sebuah nasehat hebat dari seseorang yang sudah saya anggap sebagai mentor dalam sebuah komunitas untuk belajar dalam sebuah universitas kehidupan. Seperti yang berulangkali disampaikan kepada saya, "Temukan panggungmu sendiri, sebaiknya jangan jadi yang kedua."

Memaafkan Masa Lalu Untuk Menjadi Ibu Hebat

Mungkin dulu sempat kita berjanji kepada diri sendiri, bahwa kelak kita akan melakukan yang terbaik untuk anak-anak kita. Tak dipungkiri, meski tak semua tapi bisa jadi beberapa diantara kita masih teringat memori masa kecil kita, baik yang menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan. Sayangnya, apapun alasan orang tua meski demi kebaikan untuk anak, bisa jadi itu justru meninggalkan kenangan yang kurang menyenangkan. Hal inilah yang terkadang membuat luka masa (lalu) anak-anak bisa mempengaruhi pola asuhnya kelak saat tumbuh menjadi dewasa.

Thursday, May 18, 2017

Belajar Dari Luar Zona Nyaman

Beberapa waktu lalu seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, saya mengambil keberanian untuk menjadi ketua panitia dalam sebuah acara wisuda yang diadakan oleh sebuah komunitas bernama ibu profesional surabaya. Sedikit gila mungkin sebenarnya yang terlintas dibenak orang-orang yang mengenal saya, karena bahkan saya yang geje ini tidak pernah punya pengalaman hebat dalam berorganisasi.


Wednesday, May 17, 2017

Makna Penting Support Keluarga

Sejak awal saya menyadari bahwa saya bukan ibu yang baik untuk anak-anak dan bukan istri yang bisa dibanggakan untuk suami. Ada banyak kekurangan dalam diri saya yang mungkin Allah tutupi melalui suami serta anak-anak yang hebat dan penuh support untuk saya.

Sumber : Kelas Matrikulasi IIP batch#3 SBM 2

Friday, May 12, 2017

Ngobrol Kemanusiaan dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT)

"Selama manusia tidak memiliki perasaan kemanusiaan atas apa yang terjadi, maka (mungkin) bencana akan terus terjadi, karena bisa jadi Allah sedang menggerakkan kemanusiaan dari peristiwa tersebut" begitu kira-kira kalimat yang benar-benar menggerakkan hati saya untuk berpikir lebih dalam, saat mengikuti acara sharing humanity yang diadakan oleh ACT (Aksi Cepat Tanggap) beberapa waktu lalu pada tanggal 30 April 2017, di Hotel Ibis Basuki Rahmat Surabaya.

Ngobrol Kemanusiaan dengan ACT

Thursday, May 4, 2017

Belajar Berbagi Cinta Yang Adil (Ketika Kakak Adik Berebut Mainan)


Siang itu seperti biasa terdengar teriakan histeris kakak dan adik bergantian. Ketika saya perhatikan ternyata mereka sedang memperebutkan sebuah tab (gadget) yang sedang dipegang oleh si kakak. Mengetahui sedang saya perhatikan, maka si adik segera lari menghampiri saya sembari menangis berkata dengan kosakata belum jelas, “dedekkkk dedekkkkk...”
Sebaliknya si kakak pun tak mau kalah menangis histeris, “Tapi ini tadi kakakkkkk yang peganggggg mammmmmmmm... adik yang mau rebut-rebut...”