Wednesday, May 31, 2017

Eciyeee... Sepertinya Suamiku Cemburu...

Eh... Sepertinya suami saya lagi cemburu nih... Serius???

Jujur, akhir-akhir ini saya sering menangkap sinyal suami lagi cemburu berat sama hobi menulis saya. Kok tau? Ya tau saja. Pakai feeling sih. Hehe...

Eciyeee... Yang Cemburu, Diajak Ngobrol Pura-Pura Lihat Kaca 😜


Jadi, biasanya saya sedikit-sedikit selalu minta pendapat kepada suami, sedang bingung mencari ide menulis. Nah, akhir-akhir ini kelihatan banget suami sedikit cuek saat memberikan masukan.

Kalau biasanya bisa fokus ngobrol serius, kali ini kasih masukannya sambil lalu... Hehe... Cemburu niyeeeee... ihirrr... Duh jadi pengen godain sambil cubit janggutnya... hahaha...

Tapi meski begitu saya pura-pura nggak tahu saja...
Loh, sudah tahu, kenapa malah pura-pura nggak tahu?
Ya saya sebenarnya hanya ingin tahu, dia akan bertahan pura-pura nggak cemburu sampai sejauh mana...

Lagi pula buat saya, di sinilah pentingnya sebuah komunikasi dengan pasangan kita.

Terkadang tanpa kita sadari, kita gengsi untuk mengakui bahwa kita cemburu? Kenapa? Bisa jadi karena nanti takut dikira lemah, atau males saja nanti daripada pas pasangan kita tahu kita lagi cemburu dia bakal ke-ge-er an. Enak saja...

Nah, masalahnya lebih pilih mana, gengsi tapi nyeseg, hati menahan cenat-cenut karena pasangan kita tetap lempeng saja melakukan hal-hal yang membuat cemburu, atau ya sudah ngomong saja terus terang biar nanti bisa diobrolin dan dikoreksi baik-baik mana yang membuat kita cemburu.

"Duh, tahu nggak sih aku tuh cemburu, sama hobi barumu! Tapi kamu kok tetep cuek ngelakuin hobymu sampai aku terlupakan." Mungkin seperti itu kali ya perasaan suami saya. Sok nebak saja sih ini. hehe...

Lah tapi di satu sisi saya nya malah cuek asyik nulis sambil mbatin, "Asyik... sudah dapat ijin nih dari suami untuk menulis. Jadi aman..."
Mana tahu saya kalau ada yang cemburu, la wong nggak ada yang ngomong. Hehe...

"Hey suamiku, tahukah engkau, mungkin rasa cemburumu itu serupa sama rasa cemburuku kalau kamu lagi sibuk sama pekerjaan, sampai menyita waktu mu untuk keluarga mu." Loh jadi curhat? Oh, balas dendam nih??? 😏

Huahahahaha...bukan balas dendam sayang... tapi mari mulai sekarang kita belajar untuk memperbaiki komunikasi antara kita, dari hal yang paling sederhana. Biar kita bisa saling memahami, dan bisa saling koreksi jika ada sesuatu yang dirasa membuat salah satu dari kita merasa tidak nyaman. Agar tidak ada dusta diantara kita. Hehe...

Jadi gimana nih? Mau tetap sok cool pura-pura semua baik-baik saja, tapi kalau diajak diskusi buang muka atau ngaku saja??? Hayooo...

Duh, lama-lama saya jadi nggak tega...
Kayaknya kalau saya biarkan berlarut-larut pura-pura nggak tahu pun, ujung-ujungnya suami bakalan nggak ngaku-ngaku juga nih.

Baiklah jadi kali ini saya yang mengalah. Setelah saya pura-pura tidak tahu sembari memperhatikan gestur suami ketika sedang saya ajak ngobrol tentang menulis, akhirnya saya sampaikan sih, kalau akhir-akhir ini saya melihat dia cemburu dengan hobi baru saya.

"Yah, kamu akhir-akhir ini aku lihat kok kayaknya seperti cemburu sama aku ya? Bener nggak sih?" Nanyanya sok pede saja. Hehe...

Lalu apa jawabnya?
Eh, dia bilang nggak... (Ah, padahal saya sudah ge er nih...)
Tapi dia bilang, "Bukan cemburu, tapi aku lihat kamu sudah kelewatan."

"Eh kelewatan sampai mana nih???" Nah, kan saya sendiri nggak sadar kalau saya sudah kelewatan dengan hobi menulis saya.

Seperti yang dikatakan oleh suami, sejauh ini saya sudah kelewatan dengan hobi menulis saya, dan anak-anak sudah sering protes.

Eh protes yang mana nih? Sepertinya kalau protes menulis, anak-anak belum pernah. Tapi kalau protes saya sering pegang gadget, memang benar sih... Hehe...

Oke, jadi versi suami, anak-anak juga sering protes. Ehm, sebenarnya, ini yang protes anak-anak atau suami nih?

Siapapun itu yang protes, buat saya hal tersebut bisa menjadi koreksi saya untuk memperbaiki diri menjadi istri yang baik untuk suami, dan ibu baik untuk anak-anak.
Dengan Komunikasi Produktif, Insya Allah Membuka Jalan Kita Untuk Kompak Dengan Pasangan

Kompak tentu menjadi dambaan tiap pasangan, salah satu untuk bisa mencapai kekompakan tersebut adalah saling support. Rasa saling support tersebut tentunya juga harus dibarengi dengan komunikasi yang baik dengan pasangan kita, dimana ketika kita butuh adanya dorongan kita bisa menyampaikan kepada pasangan kita. Sebaliknya saat dorongan itu membuat pasangan kita melaju terlalu jauh (hampir tak terjangkau), maka tidak ada salahnya kita komunikasikan kembali, agar langkah kita bisa terus saling beriringan.

Jadi masih mau gengsi, pura-pura nggak apa-apa padahal hati sedang cekot-cekot? 😏

The Moral Of The Story :
  • Kalau cemburu ya bilang saja
  • Obrolkan baik-baik, jika ada yang tidak kita suka dari kegiatan pasangan kita. Kalau perlu bisa sambil minum teh (Udah kayak iklan nih)
  • Tidak ada salahnya ketika mengobrolkan keberatan kita juga disertai alasannya.
  • Jangan lupa, mengoreksi dan mencari solusi bersama atas rasa keberatan pasangan kita.
  • Jangan pura-pura semua baik-baik saja, ketika kita merasa tidak nyaman dengan berasumsi pasangan kita "pasti akan merasa" kita sedang tidak nyaman, karena pasangan kita belum tentu bisa membaca telepati kita.

Disclaimer : Tulisan ini diikutkan dalam #30DWCjilid6 #day15

No comments:

Post a Comment